Call Me Wiway

Call Me Wiway
Chapter 20. Merawat mu dengan Cinta


__ADS_3

"Sayang, makanannya sudah sampai," ucap Berlin


"Sayang," ia kembali mengingatkan Ezza untuk segera menyantap makanannya namun Ezza tak bergeming dan tetap tak merespon.


Pantas saja ia begitu bersemangat bekerja dengannya, ternyata dukun itu memanjakannya. Tidak mungkin seorang atasan mentraktir bawahannya di restoran mewah jika tidak ada udang di balik gorengan." ucapnya sembari mengepalkan tangannya.


Ia terus diam dengan tatapan kosong dan tangan yang mengepal membuat Berlin penasaran siapa yang membuat Ezza gundah. Gadis itu kemudian menoleh kebelakang untuk memastikan siapa yang di lihat olehnya, betapa kesalnya dia saat tahu ada Wiway di tempat itu.


Sial, kau bilang dia bukan siapa-siapa mu tapi kau sepertinya tak rela melihat dia dengan lelaki lain,


"Sekarang aku tahu kenapa kau terlihat gusar hari ini, kamu memang tidak pernah berubah Za!" seru Berlin kemudian meninggalkan lelaki itu.


"Berlin!!" seru Ezza saat menyadari gadis itu pergi meninggalkannya.


Ia segera berlari dan mengejarnya, namun Berlin segera melesat menggunakan mobilnya.


"Sial, dia pasti kesal sekali karena aku terus mengabaikannya," Ezza mencoba menghubungi Berlin berulang kali dengan ponselnya namun gadis itu sama sekali tak merespon panggilannya.


"Siaaal!!" serunya kesal


"Kenapa aku terus kebingungan seperti ini, mengapa aku terus memikirkannya. Astaga ... lama-lama aku bisa gila jika terus seperti ini!" ucap Ezza meluapkan kekesalannya.


*Dreet, dreet, dreet!


"Iya, ada San?" tanya Aby mengangkat ponselnya


"Ada pasien kelas VIP Mas, cepatlah kembali karena pasiennya terus-menerus berteriak dan mengamuk di klinik," sahut karyawan Aby


"Ok, tunggu sebentar, aku akan segera kembali," sahut Aby segera menutup ponselnya.


Lelaki itu segera beranjak dari duduknya.


"Kamu mau kemana By, kok buru-buru amat? sampai makanan mu belum di habiskan, mubazir tahu," ucap Wiway menahannya


"Ada pasien VIP menungguku, jadi aku harus kembali. Kau habiskan saja makanan mu jangan pedulikan aku,"


"Tidak bisa begitu, aku ini kan asisten mu jadi sudah seharusnya aku membantumu," sahut Wiway kemudian mengikuti Aby


Melihat keduanya pergi meninggalkan restoran membuat Ezza langsung mengikuti keduanya.


*Praangg!!!


Setibanya di klinik mereka di sambut amukan seorang pasien yang sedang mengamuk dan membanting semua benda yang ada di depannya.


Melihat kedatangan Aby, pasien itu segera menghampiri lelaki itu dengan seringai di wajahnya.


"Akhirnya kau datang juga, dukun sialan!"


"Ternyata ada Wewe Gombel juga di sini," imbuhnya menatap lekat kearah Wiway.

__ADS_1


Lelaki itu berjalan di Wiway, "Kau begitu cantik Gombel, bagaimana jika kau menjadi istriku saja," ucapnya sembari berusaha mengusap wajah Wiway, namun wanita itu langsung menepis lengannya.


"Jangan harap aku mau menjadi istri Mahluk jelek seperti dirimu," sahut Wiway mengibaskan lengan lelaki itu.


"Sombong sekali kau mahluk jadi-jadian!" seru lelaki itu langsung mencekik leher Wiway membuat Aby berusaha menarik lengan lelaki itu.


*Bruuugghh!!


Seperti dapat membaca gerakan Aby, lelaki itu segera menangkap lengannya dan melemparkan dukun itu hingga tersungkur ke lantai.


"Kau harus mendapatkan balasan yang setimpal karena sudah menolak ku Gombel!" seru mahluk itu kemudian menghempaskan tubuh Wiway hingga menghantam tembok


"Buuggghhh!!


"Arrgghh!!" gadis itu berusaha bangun namun Lelaki itu kembali melepaskan tinjunya bertubi-tubi hingga ia tak dapat melawan ataupun menangkis serangannya.


"Mahluk seperti dirimu tidak pantas hidup di dunia ini, lebih baik kau mati saja dan kembalilah ke Neraka!" serunya kemudian melepaskan tendangan kearahnya hingga gadis itu terhempas keluar klinik.


*Braakkk!!


Belum puas melihat Wiway yang sudah sekarat, lelaki itu kembali menghampirinya.


"Sekarang matilah kau Gombel!" lelaki itu mengangkat kakinya dan bersiap menggilas tubuh Wiway yang terkulai di lantai.


*Grep!!


"Dasar banci beraninya kau menganiaya perempuan lemah," ucapnya kemudian mendorong lelaki itu hingga jatuh terjungkal ke lantai.


Ezza hanya terdiam dan menatapnya tajam manakala lelaki itu menghampirinya dan berusaha mencekiknya.


*Bruuugghh!!


Tiba-tiba saja lelaki itu terjatuh dan pingsan.


Ezza segera berlari menghampiri Wiway dan membantunya berdiri.


Sementara itu Aby langsung memeriksa lelaki itu, "Dia pingsan, dan Jin itu sudah keluar dari tubuhnya," ucapnya sembari menatap Ezza


"Siapa dia, bagaimana orang biasa sepertinya bisa mengusir Jin yang aku saja kewalahan menghadapinya,"


"Kamu tidak apa-apa Wi?" tanya Ezza khawatir


"Aku baik-baik saja Za, hanya tulang-tulang ku sedikit encok, maklum udah tua," sahutnya sembari menyunggingkan senyumnya


"Jangan bercanda terus, sebaiknya aku membawamu ke rumah sakit agar kau cepat mendapat pengobatan," ucapnya kemudian memapah tubuh gadis itu


"Berat sekali Wi, jangan-jangan kau kebanyakan dosa makanya berat banget," goda Ezza sambil terkekeh


"Sue Lo!" cibir Wiway

__ADS_1


"Jangan bawa dia ke rumah sakit," ucap Aby menghadang keduanya


"Memangnya kenapa?" tanya Ezza


"Kau tahu dia bukan manusia, jadi percuma saja jika kau bawa dia kesana karena rumah sakit tidak akan bisa menyembuhkannya," sahut Aby


"Baringkan saja ia di dalam, aku yang akan mengobatinya," imbuh Aby


"Cih, sejak kapan profesi dukun yang biasanya mengusir para hantu kini berubah menjadi dokter hantu, dasar modus!" cibir Ezza membawa Wiway keluar dari tempat itu


"Terserah apa katamu, yang jelas Wiway bisa mati jika tidak segera di obati," sahut Aby


Lelaki itu berusaha menahan Ezza, namun lelaki itu tak menghiraukannya dan tetap membawa Wiway pergi dari tempat itu.


"Tahan sebentar Wi, aku akan membawamu ke rumah sakit," Ezza segera menghentikan taksi dan membawa gadis itu menuju ke rumah sakit.


"Kita pulang saja Za, aku takut jika harus ke rumah sakit,"


"Kenapa takut, kan ada aku yang akan menjagamu, jadi jangan takut." jawab Ezza menghiburnya


"Rumah sakit adalah tempat yang paling banyak di huni oleh lelembut, aku takut mereka akan menyerang ku, apalagi dengan kondisi ku yang seperti ini. Jadi lebih baik kita pulang saja Za," ujar Wiway


"Baiklah, aku akan merawat mu di kosan," jawab Ezza


"Jangan di kosan Ezza, tempat itu juga berbahasa untukku, lebih baik bawa saja aku kembali ke klinik Aby. Setidaknya hanya itu tempat yang aman untukku," ucap Wiway


"Tidak boleh, aku tidak akan membiarkan dukun itu mendekatimu, aku takut dia akan mencelakai mu," sahut Ezza


"Tapi hanya dia yang bisa menyembuhkan aku Ezza,"


"Aku juga bisa menyembuhkan lukamu jadi jangan khawatir, gini-gini aku dulu pernah jadi anggota PMR saat di SMA bahkan sampai nyaris jadi KSR, jadi Jangan khawatir. Kalaupun kau memang harus di sembuhkan oleh seorang dukun maka aku akan mencari dukun lain," jawabnya lirih


"Terus kau akan membawaku kemana?" tanya Wiway


"Ke rumahku, aku yakin kau aman di sana."


"Bagaimana dengan keluargamu, pasti mereka keberatan jika kau membawa seorang perempuan ke rumahmu bukan,"


"Sans saja, rumahku sepi hanya ada bibi ku saja. Tapi akhir-akhir ini dia juga jarang pulang, seperti bang Toyib jadi aman."


"Baiklah," sahut Wiway setuju.


Setibanya di rumah, Ezza segera menggendong Wiway dan membawanya masuk ke dalam kamarnya.


"Kau boleh memakai kamarku untuk sementara waktu," ucap lelaki itu membaringkan Wiway keatas ranjangnya.


Ia kemudian mengambil kotak P3K dan mengobati luka Wiway.


"Aku tidak tahu apa obat ini akan menyembuhkanmu atau tidak. Tapi aku berharap dengan kekuatan cinta aku bisa mengobati semua luka-luka yang kau derita termasuk luka di hatimu eaaa," tukas Ezza membuat Wiway terkekeh mendengarnya

__ADS_1


__ADS_2