Call Me Wiway

Call Me Wiway
Chapter 106. Sebuah Keputusan


__ADS_3

#Cerita ini hanya fiktif belaka, nama tokoh, nama tempat, dan semua yang adegan serta ritual di dalam novel ini adalah murni hasil khayalan author semata. Jika ada kesamaan maka itu hanya kebetulan dan tidak di sengaja.#


*Tok, tok, tok!!


Sumi segera keluar dari dalam kamai dan membuka pintu rumahnya.


Wanita itu tersenyum bahagia ketika melihat Wiway yang datang ke rumahnya.


"Aku senang kau menepati janjimu, sayang," Sumi segera menarik lengan wanita itu fan mengajaknya masuk kedalam rumahnya.


Wanita itu langsung membawa Wiway menuju kamar pribadinya.


Sumi segera mendandani Wiway seperti seorang pengantin. Selesai mendandaninya Sumi kemudian memberikan gaun pengantin kepada Wiway dan memintanya untuk segera memakainya.


Selesai memakai gaun pengantin itu, Wiway menatap sendu wajahnya didepan cermin.


Tidak lama Sumi segera mengajak Wiway keluar dari kamarnya, ia membawa wanita itu menuju sebuah ruang khusus di mana Ki Parto sudah menunggunya disana.


Wiway kemudian duduk di sebuah pelaminan.


"Sekarang mulai upacaranya sayang," ucap Sumi memberikan perintah.


Ki Parto segera bangun dan berdiri di depan altar persembahan.


Lelaki itu segera menyanyikan kidung pemanggil arwah.


*Wuuushhh!!


Seketika angin kencang berhembus memasuki ruangan itu membuat semua benda-benda berjatuhan tersapu olehnya.


*Deer, deer, deerrr!!


"Mereka sudah datang!" seru Nyai Sumi Sumringah


Seketika Wiway memucat Ketika dan ketakutan melihat sosok mahluk tinggi besar menghampirinya.


*Braakk!!


Wiway tersenyum getir menyambut kedatangan mahluk gaib itu.


"Selamat datang Yang Mulia Agung," ucapnya memberikan hormat


"Gosh, Gosh, Gosh!!"Mahluk itu menyeringai dan mengusap wajah cantiknya.


"Aku senang kau kembali pengantin ku, aku harap kau tidak akan pernah meninggalkan aku lagi setelah ini. Karena jika itu terjadi aku pas akan membunuhmu dan juga lelaki itu yang merebut dirimu dariku," ucap mahluk itu


Ia kemudian berjalan menghampiri Sumi.


"Apa yang kau inginkan sehingga menanggil ku Nyai??" tanya mahluk itu


"Aku ingin hidup abadi yang mulia Agung," jawab Sumi


"Kalau begitu kau boleh menggunakan kulit istriku dan darahnya untuk menambah kecantikan mu ," tukas mahluk itu


"Kau boleh memanfaatkan dia sesuka hatimu saka jangan kau bunuh dia,"


"Baik Aki," jawab Sumi menyeringai.


Sumi kemudian membaringkan tubuh Wiway kesebuah dipan dan mengikatnya.


Selanjutnya wanita itu mengasah belati kecil yang ada di tangannya.


Ia tersenyum simpul melihat belati itu dan menghampiri Wiway.


Saat ia akan menyayat tubuh Wiway, tiba-tiba saja ingatan kelam kejadian dua puluh lima tahun silam terngiang lagi dalam benaknya.


Sumi menjambaki rambutnya dan berharap kenangan menakutkan itu segera hilang dari pikirannya.


"Toloong!!!!" sekarang wanita hanya diam dan tak bisa melawan ketika makhluk astr itu menahannya.


"Arrgghhh!!" Wanita itu meringis kesakitan saat mahluk itu mencekiknya


Mahluk mengerikan itu kemudian menggunakan kukunya yang tajam untuk menusuk wanita itu.


Sang pengantin mencoba berontak dan melarikan diri namun mahluk itu langsung melepaskan pukulannya hingga ia terpelanting dan menghantam daun pintu.


*Brakkk!!!


Gadis itu mencoba bangun, ia merangkak mencoba menyelamatkan diri dari mahluk gaib yang hendak membunuhnya.

__ADS_1


Kini mahluk itu menarik kakinya dan melemparnya keatas ranjangnya.


Wanita itu segera menggulingkan badannya ke samping saat sang Iblis hendak menikamnya dengan kuku-kukunya yang tajam.


Ia segera berlari keluar ruangan itu menyelamatkan dirinya.


*Buuggghhh!!


Ia menanbrak Guntur yang memang berjaga-jaga di depan pintu ruangan itu.


"Maaf!" seru wanita itu sembari berlari


"Sial bagaimana dia bisa kabur," Guntur segera berlari mengejar wanita itu.


*Grep!!


Ia berhasil menangkap wanita itu dan menarik pundaknya.


"Kenapa kau kabur dan meninggalkan yang Mulia Agung?" tanya Guntur dengan nafas terengah-engah.


"Dia ingin membunuhku Guru," jawab Wanita itu ketakutan


"Untuk menuju ke Nirwana bukankah kita harus mati terlebih dahulu?. Jadi kenapa takut mati jika kau mati di tangan yang Mulia Agung. Tubuhmu boleh saja mati tapi sukma mu akan tetap hidup abadi bersamanya," ucap Guntur mencoba membujuknya.


"Lebih baik kau perintahkan aku untuk bunuh diri saja, aku pasti akan melakukannya dengan senang hati. Aku sama seperti yang lainnya Guru, aku juga ingin mati dengan tenang tanpa di hantui rasa ketakutan apalagi mati karena di siksa,"


"Baiklah kalau itu yang kau inginkan aku akan membantumu mati dengan tenang," Guntur kemudian memeluk wanita itu.


Lelaki itu menyeringai dan menyunggingkan senyumnya.


Ia kemudian mengeluarkan sebuah keris dari saku celananya, saat ia akan menikam gadis itu. Tiba-tiba wanita itu langsung menendang *********** hingga ia meringis kesakitan.


Ketika Melia Guntur lengah membuat wanita itu segera mendorong tubuh lelaki itu kemudian berlari meninggalkan tempat itu


Dasar jal*Ng, jangan harap kau bisa kabur dari tempat ini.


*Jleb!!


"Arggghhh!!" wanita itu benar-benar tidak menyangka jika Guntur akan mencelakainya.


"Kau!" serunya menatap lekat kearahnya.


Saat lelaki itu berusaha menikamnya untuk kedua kalinya, ia segera menyeruduknya dengan kepalanya hingga Guntur terjungkal ke lantai.


"Dasar brengsek beraninya kau!" teriak Guntur.


Wanita itu segera berlari keluar meninggalkan tempat itu.


"Cepat tangkap pengantinku itu jika kau tidak mau menjadi tumbal ku untuk menggantikannya," ancam mahluk astral itu menatap nyalak kearah Guntur.


"Baik Yang Mulia Agung, aku akan membawa kembali wanita itu padamu," jawab Guntur segera bangun dan pergi meninggalkan tempat itu.


Ia segera berlari kencang mengejar wanita itu.


*Dor, dor, dor!!


Wanita itu berusaha menggendor pintu setiap rumah penduduk yang dilewatinya. Namun sayangnya sekencang apapun ia menggedor pintu rumahnya mereka tetap tak membukakan pintu untuknya.


"Buka pintu, buka!!!" seru seorang wanita berusaha menggedor setiap pintu rumah warga.


"Malam ini Dia ( Yang mulia Agung) ingin menjamu Ratu Barunya, jadi jangan merusak malam indahnya dengan berkeluyuran tengah malam. Matikan semua lampu di rumah kalian dan biarkan cahaya rembulan saja yang menjadi pelita desa ini,"


"Jangan lupa dengarkan kidung yang aku berikan kepada kalian saat kalian tidur, jangan pernah dengarkan suara-suara gaib yang mencoba kekhusukan ibadah kalian. Jangan pernah membuka pintu untuk siapapun meskipun ada suara orang minta tolong karena itu adalah ujian dari sang Iblis untuk mengetahui apakah kalian beribadah dengan khusuk atau hanya main-main. Jika kalian bisa melakukan ibadah dengan khusuk malam ini maka nikmatilah pemberian Yang Mulia Agung esok harinya," imbuh Guntur menyeringai


"Tolooong!!!!" Ia kembali mengetuk pintu rumah warga dan berteriak minta tolong berharap ada seseorang yang mendengarnya. Ia tak putus asa ia terus berseru minta tolong sembari berlari menyelamatkan diri


"Tolong aku, buka pintunya!!!" namun sepertinya usahanya sia-sia, membuatnya langsung down saat ia mulai menyadari bahwa tidak ada seorangpun yang mau menolongnya.


Bahkan tak ada seorangpun yang peduli saat ia berteriak histeris meminta tolong pada mereka.


Seorang lelaki menyeringai menatap wanita itu yang begitu ketakutan melihatnya.


"Teruslah berteriak dan ketuk pintu rumah-rumah itu, karena tidak akan pernah ada satu wargapun yang akan mendengar teriakan mu apalagi menolong mu," ucap Guntur menyeringai


*Buuggghhh!!


Wanita itu terjatuh saat berusaha melarikan diri darinya, membuat lelaki itu tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi wajah wanita itu.


"Kau tidak boleh lari pengantinku!!"

__ADS_1


Wanita itu mengusap perutnya, "Walaupun aku tahu tidak akan ada yang menolong kita tapi aku akan berusaha sekuat tenaga menolong mu, aku ingin kau tetap hidup meskipun aku harus mati," ia mengusap air matanya dan kembali berlari menyelamatkan diri dari kejaran lelaki itu.


*Dor, dor, dor!!!


Ia kembali menggedor sebuah rumah yang ada didepannya. Ia terus menerus menggedor pintu masuk rumah itu tanpa putus asa.


Sumi begitu terkejut ketika seseorang menggedor pintu rumahnya.


"Apakah dia sudah datang??" ia segera beranjak dari ranjangnya dan bergegas keluar untuk membukakan pintu.


Karena takut Sumi mengecek terlebih dahulu siapa yang datang dengan mengintipnya dari balik gorden jendelanya.


"Tolong aku!!" seru seorang wanita segera menjauhi Guntur yang berjalan mendekat kearahnya.


"Kemarilah pengantinku, come to papah baby," seru Guntur.


Lelaki itu berhasil menangkapnya, namun wanita itu dengan cepat langsung mengigit lengannya.


"Aarrgghhh, dasar jal*ng brengsek!" umpat Guntur


*Buuggghhh!!


Wanita itu seketika jatuh tersungkur ke tanah saat sesosok mahluk gaib melesatkan pukulan mautnya kearah wanita itu.


*Drap, drap, drap!


Mahluk itu berjalan cepat mendekatinya, ia kemudian menancapkan kuku-kukunya yang tak tepat di dada wanita itu dan segera menguarkan semua isi perut wanita tersebut.


Wanita itu mengerang kesakitan dan mahluk itu mengakhiri hidupnya dengan melemparkan tubuhnya hingga membentur sebuh pohon besar.


"Arrgghhh!!" seketika wanita itu langsung menghembuskan nafas terakhirnya.


Hampir saja bola mata Sumi keluar saat ia my melihat sang pengantin Iblis tewas di depan matanya.


Ia segera menutup gordennya saat Guntur menoleh kearahnya.


"Huft!!" Sumi mengusap dadanya mencoba menenangkan dirinya setelah melihat kejadian mengerikan itu.


*Tok, tok, tok!!


Ia tersentak saat mendengar pintu rumahnya kembali diketuk oleh seseorang.


Ia segera membuka pintu rumahnya, dan terkejut melihat sosok lelaki tampan berdiri didepan mata rumahnya sembari menyunggingkan senyum manisnya.


"Si..si.. siapa kau!" serunya gemetaran


"Akulah yang Mulia Agung, sang pemilik istana kegelapan," jawab Lelaki itu lirih


Ia kemudian melangkah masuk kedalam rumah itu diikuti oleh Sumi yang masih tidak percaya jika sosok lelaki tampan itu adalah seorang Iblis. Lelaki itu kemudian menggandengnya dan membawa Sumi menuju ke ruang tidurnya.


*Dep!!


Seketika lampu di ruangan itu langsung padam manakala Lelaki itu mendorong tubuh Sumi keatas ranjangnya. I


Ia kemudian melucuti satu persatu pakaian yang dikenakan oleh wanita itu dan mencumbunya.


Sumi hanya mendesah menikmati setiap sentuhan lembut lelaki tampan itu, tanpa penolakan sedikitpun.


*Flashback off


"Tidak, aku tidak boleh mengulangi kesalahan ku lagi," ucap Sumi segera memukuli kepalanya.


Ia kemudian mengambil belati yang ada di sampingnya dan kemudian menyayat tubuh Wiway membuat wanita itu berteriak kesakitan.


"Arrrrrghhh!!" Teriak Wiway meremas sprei ranjangnya menahan sakit yang begitu menyiksanya.


Melihat darah Wiway mengalir, Sumi segera mengambil sebuah gelas untuk menampung darah itu.


Senyumnya menyeringai ketika semua gelas yang ia sediakan sudah terisi penuh.


Sumi kemudian meminum darah itu tanpa menyisakannya.


Setelah itu wanita itu kemudian memasang potongan tubuh Wiway ke anggota tubuhnya dan menjahitnya pelan-pelan sembari berkidung dengan merdunya.


Sementara itu Wiway terus menjerit kesakitan manakala wanita itu menyatukan potongan tubuhnya dengan jarum jahit ditangannya. Wiway merasakan kesakitan setiap jarum itu mulai menyayat bagian tubuhnya.


"Mulai sekarang dan seterusnya malam-malam mu akan di hiasi dengan jerit kesakitan Wiway, karena aku akan terus menguliti seluruh tubuhmu untuk membuat ku menjadi awet muda dan cantik!" seru Sumi menatapnya bengis .


To be continued....

__ADS_1


Jangan lupa untuk selalu mendukung author dengan cara kasih like komen dan favoritkan novel ini. Salam sayang dari Zahra, love you all 😘😘.


__ADS_2