Call Me Wiway

Call Me Wiway
Chapter 24. Patah hati


__ADS_3

"Jadi katakan apa permintaanmu sekarang?" tanya lelaki itu


"Jadikan aku pacarmu," ucap Wiway membuat Ezza menganga


"Itu tidak mungkin Wi, kau tahukan kita berbeda, jadi jangan buat permintaan yang tidak masuk akal. Lagipula kau tahu aku hanya mencintai Berlin jadi yang lain saja." sahut Ezza


"Kalau begitu jadikan aku yang kedua buatlah diriku bahagia walaupun kau Takan pernah kumiliki selamanya," jawab Wiway menyanyikan lagu Astrid.


"Dasar gila, bagaimana mungkin seorang mahluk gaib bisa bertingkah konyol seperti dia, Wiway...oh Wiway!" ucap Ezza tak habis pikir


"Hanya manusia bodoh yang akan menerima cintamu Wi," imbuhnya


"Hanya manusia bodoh yang akan menolak hantu baik seperti dia,"


"Apa maksudmu?" tanya Ezza melirik sinis kearah lelaki tua itu.


"Sebagai mahluk gaib bisa saja ia membuatmu jatuh hati padanya dengan kekuatan yang ia punya seperti yang dilakukan oleh mahluk gaib lain. Tapi Wiway tidak melakukannya padamu, karena dia bukan hantu yang jahat. Kaulah yang bodoh karena telah menyia-nyiakan cintanya yang tulus padamu, aku yakin suatu hari kau akan menyesali kebodohan mu itu,"


"Apa hakmu bicara seperti itu, memangnya kau siapa!" seru Ezza seketika terdiam kala menyadari lelaki tua itu sudah tidak ada lagi.


*********


"Huaa, aku ditolak by...aku sedih, rasanya aku mau mati saja!" seru Wiway meluapkan kesedihannya di depan Aby


"Sudahlah jangan sedih, lupakan dia masih banyak lelaki yang lebih tampan dan lebih segalanya dari Ezza. Jakarta adalah gudangnya cowok ganteng jadi cepatlah move on dan cari pengganti Ezza." ucap Aby menghiburnya.


"Gak bisa By, aku dah cinta mati sama Ezza, gak ada lelaki sebaik Ezza di dunia ini,"


"Astoge, susah emang kalau orang sudah bucin," sahut Aby


"Lalu kenapa kau tidak menggunakan pelet popok Wewe Gombel untuk membuatnya


"Cih dasar lebay, apa dia sengaja seperti itu di depan bos Aby biar dia peduli dengannya. Kalau begini terus kita tidak akan punya kesempatan untuk mendekati Bos ganteng kita itu," ucap karyawan Aby


"Hooh,"


"Daripada kamu gak fokus kerja lebih baik kamu pulang saja tenangkan dirimu," ucap Aby lirih


"Yaudah aku balik dulu By," sahut Wiway beranjak dari duduknya.


"Kalau gitu aku akan mengantarmu pulang,"


"Gak usah By, aku pulang sendiri saja. Lagipula nanti kalau ada pasien gimana?" sahut Wiway kemudian meninggalkannya


"Papay!!" seru gadis itu melambaikan tangannya


Wiway berjalan-jalan di sekitar taman untuk menghilangkan kegundahan hatinya.


"Bukankah itu Tante Neng, lagi ngapain dia?" Wiway segera menghampiri Neneng yang sedang memberikan tasnya kepada seorang pemuda.


"Tante!" seru gadis itu membuat Neneng terkejut.


"Astaga Wiway, ngagetin aja,"


"Tante kenapa bengong?" tanya Wiway


"Oh itu tadi, ada seseorang...." Neneng terdiam sejenak menyadari tasnya hilang.


"Astaga tas Tante ilang!" seru wanita itu


"Oh bagaimana ini, padahal tadi aku memegangnya kenapa tiba-tiba bisa ilang!!" seru Neneng gusar

__ADS_1


"Hmmm, bukannya tadi Tante memberikan tas itu pada seorang laki-laki?"


"Tante memberikan tas Tante pada laki-laki?" tanya Neneng memastikan


"Hmmm,"


"Tidak mungkin, mana mungkin aku memberikan barang-barang berharga ku pada orang yang tidak ku kenal,"


"Sepertinya Tante telah dihipnotis, baiklah tunggu sebentar aku akan mengambil tas itu dari penjahat itu," ucap Wiway


"Apa kau tahu siapa pelakunya,"


"Tentu saja, aku sudah merekam wajahnya dalam otakku," sahut Wiway kemudian berlari kencang meninggalkan Neneng.


*Wushh!!


"Astaga, si Wiway apa dulu mantan atlet lari ya, kok larinya kenceng banget kaya Gundala,"


Wiway terus mempercepat langkahnya.


*Grep!!


Gadis itu akhirnya berhasil menemukan si penghipnotis dan segera merebut tas itu darinya.


"Kembalikan tas itu atau kau akan berhadapan denganku," ucap lelaki itu mengeluarkan pisaunya.


"Ambil saja kalau bisa," tantang Wiway


Lelaki itu segera mengarahkan pisaunya kepada gadis itu, beruntungnya Wiway selalu bisa menghindari serangannya.


Lelaki itu melompat dan melepaskan tendangannya kearah Wiway hingga gadis itu langsung terjungkal ke tanah.


"Wiway!!" seru Neneng segera menghampirinya.


"Sans aja Tan, Wiway gak papa kok,"


"Kau diam saja di sini, biar Tante yang akan kasih pelajaran tuh berandalan!" Neneng segera menghampiri lelaki itu dan menyerangnya.


"Wah Tidak ku sangka Tante Neng benar-benar wanita kuat, dia keren sekali bisa menghajar berandalan itu," ucap Wiway berdecak kagum


*Bruuugghh!!!


Neneng berhasil menghajar lelaki itu dan membanting tubuhnya hingga ambruk ke jalanan.


"Arrgghhh!!" lelaki itu berusaha bangkit dan mengambil pisaunya yang terjatuh.


Ia segera bangun dan menikam Neneng hingga wanita itu meringis kesakitan.


"Tante!" Wiway segera beranjak dari duduknya dan menghampiri Neneng.


"Tidak usah khawatir Tante tidak apa-apa, aku masih bisa menghajar lelaki itu," ucap Neneng kembali menghampiri pemuda itu.


Seperti tahu kelemahan Neneng pemuda itu menyerang lukanya hingga wanita itu tak bisa melawannya lagi.


"Sepertinya aku harus mengeluarkan jurus andalan ku," ucap Wiway menyunggingkan senyumnya.


Wiway segera menghampiri lelaki itu dan melepaskan tinjunya hingga membuat lelaki itu sempoyongan.


"Sekarang rasakan jurus andalan Wiway!" seru gadis itu melesatnya tinju mautnya kearah lelaki itu.


Ketika lelaki itu akan bangun Wiway segera membungkam lelaki itu.

__ADS_1


"Cium sepuasnya, pastikan kau mimpi indah setelah mencium wangi CD ku yang sudah sebulan tak di cuci,"


Lelaki itu seketika pingsan dan Wiway melepaskan tangannya.


"Tante!!" serunya kemudian membawa Neneng ke klinik Aby.


"Kenapa kau membawanya kemari bukan ke rumah sakit," ucap Aby menghela nafas


"Sama aja By, bukankah klinik kamu juga mengobati orang sakit, jadi ku bawa Tante Neng kesini. Karena ini adalah klinik terdekat,"


"Hadeeh, memang ini klinik untuk mengobati orang sakit tapi bukan sakit seperti itu,"


********


Setibanya di rumah.


"Bibi kenapa?" tanya Ezza khawatir ketika melihat Neneng pulang dengan tangan di perban.


"Abis di begal," sahut Wiway


"Dimana?"


"Di harimu eaaaa," sahut Wiway berkelakar


"Serius Wi,"


"Di taman tadi siang, tapi beruntungnya ada Wiway yang menolong Bibi," jawab Neneng


"Kamu mau kemana?" tanya Neneng menatap koper di tangan Ezza


"Aku mau menginap di Villa,"


"Aku ikut ya Za," ucap Wiway merajuk


"Tidak boleh, ini adalah acara khusus untuk para mahasiswa, jadi selain mahasiswa dilarang ikut," sahut Ezza membuat Wiway kecewa


"Ajak saja dia, bilang saja Wiway yang bertanggung jawab atas Villa itu, jika dia tidak boleh ikut maka Bibi akan melarang kalian menggunakan Villa itu,"


"Berlin pasti gak suka jika Wiway ikut, tapi bagaimana lagi jika dia tidak ikut aku tidak boleh memakai vila itu," ucap Ezza gusar


"Ajak saja dia,"


"Beneran dia boleh iku Be?"


"Tentu saja, lagipula aku percaya kok kalau kamu tidak ada hubungan apa-apa dengannya," jawab Berlin membuat Ezza langsung memeluknya.


"Makasih ya Be, kamu memang the best,"


Mereka kemudian segera bergegas menuju ke Villa.


"Wah, bagus sekali Villanya!!" seru Wiway berdecak kagum.


"Ingat kau tidak boleh keluar kamar saat Magrib," bisik Ezza


"Ok," sahut Wiway kemudian memasuki kamarnya.


"Kamarku di sini juga kan," ucap Berlin menyusul Wiway di kamarnya.


"Bukan Be, kamar kamu di sebelahnya," Ezza segera menarik Berlin keluar dari kamar Wiway


"Kenapa, bukannya kamar di Vila ini hanya tiga. Jadi kalau aku dan Wiway tidak sekamar, maka kalian akan tidur dalam satu kamar?" tanya Berlin

__ADS_1


"Kalau kami kan cowok jadi tidak masalah tidur dimana saja bisa, jadi lebih baik kamu masuk saja ke kamarmu sendiri,"


"Gak perlu Za, meskipun aku ini pacar kamu tapi kamu gak perlu mengistimewakan aku seperti itu. Aku gak papa kok tidur berdua dengan Wiway," ucap Berlin segera masuk kedalam kamar Wiway membuat Ezza merasa gelisah.


__ADS_2