
#Cerita ini hanya fiktif belaka, semua adegan nama tokoh yang ada di novel ini hanyalah karangan author semata berdasarkan cerita rakyat setempat ataupun mitos yang beredar di masyarakat#
*Falsh back
Aby berjalan menyusuri bukit Gombel sembari menempelkan sebuah tanda di setiap pohon yang ia lewati.
Selama ini belum pernah ada mahluk gaib yang berhasil melarikan diri dari Bukit Gombel. Bukan hanya mahluk astral, bahkan manusia pun tidak bisa keluar dengan selamat jika membawa sesuatu dari bukit itu. Jadi meskipun kau seorang dukun sakti, kau tidak akan bisa membawa Wiway pergi meninggalkan bukit itu.
"Aku yakin aku bisa menaklukkan bukit Gombel ini dan membawa Wiway keluar dari sini." ucap Aby
"Atau jika aku tidak bisa membawa Wiway pergi dari sini, maka aku akan menyempurnakan jasadnya di tempat ini." imbuhnya sembari terus menempelkan tanda di setiap pepohonan yang dilewatinya.
*Flashback off.
Aby segera menggandeng lengan Wiway dan membawa gadis itu pergi meninggalkan tempat itu.
"Apa kau yakin bisa mengeluarkan aku dari tempat ini?" tanya Wiway ragu.
"Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Selama masih ada niat dan kemauan aku yakin aku bisa membawamu keluar dari tempat ini." ucap Aby mencoba memberikan semangat kepada Wiway yang mulai down.
Namun segigih apapun Aby membawa keluar Wiway, tetap saja ia tidak berhasil.keluad dari bukit itu.
Meskipun ia sudah mengikuti petunjuk yang tertempel pada pohon yang sudah di pasangi tanda sebelumnya oleh Aby. Tetap saja dukun sakti itu terus berputar-putar saja di dalam bukit itu.
"Sial, sepertinya yang diucapkan oleh Ki Kusumo itu benar. Tidak ada seorangpun yang bisa membawa Wiway keluar dari tempat ini kecuali orang-orang yang terpilih. Tapi bagaimana aku bisa membawa Ezza k e tempat ini jika ia saja tidak mengenal Wiway." ucap Aby putus asa.
"Sepertinya aku memang tidak bisa keluar dari tempat ini By, jadi sebaiknya kau pergi saja dan tinggalkan aku sendiri di sini. Mungkin memang sudah menjadi takdirku untuk menjadi penunggu bukit Gombel." ucap Wiway mencoba tegar.
"Masih ada cara agar kau bisa meninggalkan tempat ini," jawab Aby begitu antusias.
"Mengubur jasad mu. Aku yakin jika aku menyempurnakan jasad mu dan menguburnya kau bisa pergi dari tempat ini," ucap Aby
"Tapi setahuku jasadku sudah mereka kuburkan setelah menyelesaikan ritual di bukit Gombel ini." Wiway kemudian berjalan meninggalkan Aby.
Tidak lama kemudian ia berhenti dan menunjuk kesebuah gundukan tanah yang sudah di tumbuhi semak belukar.
"Di sana mereka menguburku," ucap Wiway menunjuk kearah gundukan itu.
Aby segera mendekati gundukan tanah itu.
"Jika benar jasad mu sudah dikubur, kenapa kau masih bisa menjadi arwah gentayangan?" tanya Aby
"Itu karena mantra dan kutukan dari Mbah Parto , dukun sakti yang di sewa oleh Dewi dan Mas Galih. Mereka sengaja membayarnya untuk membuatku menjadi seperti ini. Aku masih ingat kata-kata terakhirnya sebelum aku benar-benar tak sadarkan diri dan mendapati diriku menjadi sosok Wewe Gombel," kenang Wiway
Sekarang kau sudah menjadi Wewe Gombel penunggu Bukit Gombel, selamanya kau akan terkurung dalam bukit ini sampai kau bertemu seorang lelaki yang bisa membawamu pergi dari tempat ini. Dan lelaki itu juga yang akan membenaskan dirimu dari kutukan ini dan mengakhiri penderitaanmu sebagai Wewe Gombel,
"Jadi Hanya Ezza yang bisa membawamu pergi dari tempat ini, kalau begitu aku akan membawa dia ke tempat ini. Bila perlu aku akan bersujud di depannya agar ia mau datang ke tempat ini," ujar Aby
"Tidak perlu By, aku baik-baik saja kok di sini. Jadi jangan khawatir, aku sudah dua puluh lima tahun hidup di sini dan aku tidak peduli apapun yang terjadi denganku setelah hari ke empat puluh itu tiba," jawab Wiway
"Terserah apa katamu Wi, yang jelas aku tidak mau melihat mu menjadi Iblis jahat. Dan sudah pasti kau juga akan tersiksa ketika berubah menjadi mahluk itu," jawab Aby
"Sekarang aku memang tidak bisa membawamu pergi dari tempat ini, tapi jangan sedih karena aku akan kembali lagi dengan membawa Ezza untuk menolong mu. Percayalah padaku dan tunggu aku di sini sampai waktu itu tiba," ucap Aby kemudian berpamitan meninggalkannya.
********
Sementara itu di kediaman Ezza terlihat banyak sekali orang memberikan selamat kepada Neneng atas pertunangannya dengan Mr. Saragih.
"Btw kapan kamu melamar ku seperti Mr. Saragih melamar Tante Neneng," ucap Berlin
"Aku masih muda dan belum memikirkan hal itu Be. Aku masih ingin menikmati hidupku, jadi jangan pernah mengharapkan aku akan menikahi mu buru-buru." jawab Ezza kemudian meninggalkan gadis itu.
"Ish, kenapa sih Ezza tetap saja nyebelin meskipun ia sudah melupakan hantu itu. Lalu kapan aku Bahagianya," keluh gadis itu.
"Sabar dong sayang, ingat tujuanmu mendekati Ezza. Kau mendekatinya bukan karena mencintainya kan, tapi kau mendekati pemuda itu karena menginginkan harta kekayaannya. Jadi jangan sampai kebodohanmu menghancurkan rencana kita yang sudah hampir berhasil," bisik Dewi
"Tapi aku juga mau di cintai dan di sayang mah. Aku tidak mau terus-menerus diabaikan apalagi Ezza ternyata hanya terobsesi dengan aku bukan mencintai ku. Sekarang aku tahu jika cinta sejati Ezza hanya untuk Wewe Gombel itu. Selama ini ia mengejar-ngejar aku karena ia begitu kagum dengan aku. Kau tahu betapa kecewa dan terhinanya aku mengetahui kenyataan pahit ini mah. Rasanya lebih sakit ditolak oleh lelaki yang kita cintai daripada harus menjalani hubungan dengan orang yang hanya pura-pura mencintai kita. Sakit mah," sahut Berlin terisak
"Aku tahu apa yang kau rasakan sayang, karena mamah dulu juga merasakan hal yang sama. Meskipun aku berhasil merebut Galih dari Fatimah toh akhirnya bukan kebahagiaan yang aku dapatkan melainkan kepedihan karena harus mengurus lelaki penyakitan yang begitu membuat hidupku tersiksa karena tidak bisa menikmati indahnya pernikahan. Tapi aku yakin dengan kekayaan yang kita miliki kita bisa mendapatkan apapun yang kita mau sayang jadi jangan bersedih dan teruslah bersemangat." ujar Dewi menyemangati putrinya.
"Bagaimana kalau aku ingin mengakhiri semua ini mah, aku sudah lelah. Aku ingin hidup bahagia di cintai oleh lelaki yang aku cintai juga mah," jawab gadis itu berkaca-kaca."
"Terserah padamu sayang, sekarang aku tidak bisa memaksa mu lagi. Sepertinya cukup mamah yang harus hidup dalam kesedihan dan kesendirian. Meskipun memiliki harta berlimpah tapi tidak bisa menjamin kebahagiaan ku, mungkin ini yang di sebut karma. Jadi terserah padamu sayang, mamah hanya ingin melihatmu bahagia," jawab Dewi
"Makasih mah," ucap Berlin kemudian memeluk wanita itu.
__ADS_1
********
Pagi itu Ezza tiba-tiba menghentikan langkahnya di depan klinik Aby.
"Klinik apa ini kenapa begitu familiar, dan sepertinya aku sering sekali menunggu seseorang di sini," ucap lelaki itu lirih.
"Mas Ezza," sapa dua orang karyawan Aby melambaikan tangannya
Ezza segera masuk kedalam klinik itu dan menyambangi keduanya.
"Apa kalian mengenalku?" tanyanya penasaran
"Tentu saja Mas, meskipun Wiway sudah tidak bekerja di sini lagi kami masih mengingat mas dan pacar mas itu loh. Btw dia dimana kenapa kalian tidak bersama, biasanya kalian ini seperti sepasang sepatu yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain?" tanya Marimar membuat Ezza terdiam mendengarkannya.
"Wiway itu pacar ku?" tanya Ezza membuat Susan dan Marimar saling memandang.
"Benar, apa mas sudah melupakan dia atau kalian sudah putus sehingga kau jadi mendadak jadi amnesia seperti ini?" sahut Susan balik bertanya
"Sepertinya Wiway yang meninggalkan aku sehingga aku manjadi linglung seperti ini," sahut Ezza
"Wah bagaimana Wiway bisa meninggalkan mu seperti itu setelah pengorbanan yang ia lakukan selama ini untuk mu Mas Ezza. Padahal aku masih ingat perjuangan cinta kalian yang begitu dramatis sampai-sampai Wiway berani meninggalkan pesta pernikahannya dengan Mas Aby hanya untuk menolong mu yang dalam bahaya. Bukan hanya itu, Wiway dengan setia selalu menjaga dan merawat mu saat kamu sedang sekarat di rumah sakit. Pokoknya banyak banget pengorbanan Wiway untuk cinta kalian yang penuh dengan rintangan," jawab Susan
"Apa kau masih ingat foto ini?" ucap Marimar menunjukkan Foto Ezza bersama Wiway.
"Apa dia Wiway?" tanya Ezza menatap lekat wanita dalam photo itu
"Iya dia Wiway si gadis periang yang selalu membuat semua orang tersenyum saat bersamanya,"
Seketika bayangan Wiway muncul dalam pikiran Ezza membuat lelaki itu menitikkan air matanya.
Melihat Ezza yang begitu gusar setelah melihat Foto Wiway membuat Aby segera keluar dari ruang kerjanya.
"Masuklah ke ruangan ku jika kau ingin tahu tentang Wiway," ucap Aby membuat Ezza langsung mengikuti lelaki itu.
Aby kemudian memberikan segelas air putih padanya dan Ezza pun langsung menghabiskan air itu.
Setelah selesai meminum air itu tiba-tiba Ezza merasa ngantuk dan terlelap.
Dalam dunia bawah sadarnya Ezza berjalan ditengah hutan. Ia begitu ketakutan saat menyadari dirinya tersesat di hutan itu..
Suara serangga hutan dan bunyi burung hantu semakin membuat lelaki itu ketakutan.
Ezza berlari sekencang-kencangnya meninggalkan tempat itu, dan berharap bisa keluar dari hutan menyeramkan itu.
Kemunculan sosok kuntilanak yang menghadap langkahnya hampir saja membuat lelaki itu jatuh kedalam jurang . Beruntung seorang wanita cantik langsung menangkap tangannya dan menarik Ezza hingga ia selamat.
"Terimakasih sudah menolong ku, kalau boleh tahu siapa namamu?" tanya Ezza
"Call me Wiway Ok," jawab wanita itu mengeringkan matanya.
Dan seketika itu, Ezza bisa mengingat semua kenangannya bersama Wiway hingga hari terakhir mereka saat Wiway mengantarnya keluar dari gerbang alam gaib.
"Wiway, jangan pergi!" serunya kemudian ia membuka matanya.
Aby kembali memberikan segelas air putih padanya ketika melihat lelaki itu terbangun dengan nafas terengah-engah.
"Apa kau sudah mengingatnya?" tanyanya lirih
Ezza langsung mengangguk dan kemudian dLuduk di bibir ranjangnya.
"Dimana dia sekarang?" tanyanya lirih
"Dia sudah kembali ke bukit Gombel, dia sengaja menular kebebasan hidupnya hanya untuk menyelamatkan nyawamu. jadi jika kau memang benar-benar mencintainya maka bawalah ia kembali dari bukit itu. Keluar kan Wiway dari bukit Gombel agar ia bisa beristirahat dengan tenang." jawan Aby
"Baiklah, sekarang juga aku akan pergi ke Semarang dan membawa Wiway kembali ke sisiku," jawab Ezza kemudian bergegas meninggalkan ruangan itu.
"Semoga kau berhasil membawa ia kembali," ucap Aby.
Malam itu juga Ezza mengajak Derry pergi ke Bukit Gombel untuk menjemput Wiway.
Ezza mempercepat laju kendaraannya menembus gelapnya malam. Setelah lima perjalanan Akhirnya Ezza tiba juga di bukit Gombel.
"Apa kau yakin Wiway ada di sana Za?" tanya Derry
"Tentu saja, dulu aku pertama kali bertemu dengannya di tempat ini." sahut Ezza
__ADS_1
Flashback
*Buuggghhh!!!
"Dasar Playboy sialan, beraninya kau menyakiti adikku!" seru seorang lelaki memukuli seorang pemuda hingga babak belur.
"Jangan harap kau akan bisa tersenyum setelah membuat adikku menangis,"
*Buuggghhh!!
Kembali lelaki itu memukulinya bersama teman-temannya.
"Habisi dia!" serunya membuat para pemuda itu semakin beringas memukulinya.
"Hentikan Sam, dia bisa mati kalau terus-terusan di pukuli,"
"Memang aku ingin membunuhnya, aku sudah tidak tahan melihat sikap sok kegantengan," ucap lelaki itu kemudian menyeret pemuda itu ke sebuah bukit dan mendorongnya.
"Matilah kau Ezza sialan!!"
"Tumben malam ini sepi sekali, tak ada satupun anak-anak yang bisa ku ajak main, kalau begitu lebih baik aku kembali saja. Beginilah nasib jones saat malam Minggu tiba, ngenes," ucapnya berjalan menyusuri bukit Gombel
*Bruuugghh!!
Gadis itu menghentikan langkahnya ketika mendengar suara benda jatuh.
*Tap, tap, tap!
Ia berjalan pelan menghampiri sumber suara itu .
"Manusia," ucapnya kemudian mendongakkan wajahnya keatas bukit, ia hanya menggelengkan kepalanya saat melihat para pemuda yang terlihat senang setelah mendorong lelaki itu dari atas bukit.
"Memang manusia adalah mahluk paling jahat di dunia ini," ia kemudian memeriksa pemuda itu
"Ternyata dia masih hidup. Tapi dia pasti akan cedera parah atau cacat seumur hidup," ucapnya getir
"Aku tidak boleh ikut campur dalam urusan manusia, lebih baik aku pergi dari sini," ucap gadis itu kemudian beranjak pergi
"To long a ku," ucap pemuda itu terbata-bata membuat gadis itu menghentikan langkahnya.
"Haish, kenapa gue jadi melow gini. Kenapa pemuda itu mengingatkan gue pada saat sekarat, tak seorangpun datang menolong ku hingga aku akhirnya mati mengenaskan." kenangnya sedih
"Tidak, aku tidak bisa membiarkan seorang mati di depanku, bagaimanapun juga aku adalah seorang hantu yang baik hati dan tidak sombong," wanita itu kemudian menghampiri pemuda itu dan membawa pemuda itu ke rumah tempat tinggalnya.
Beberapa hari kemudian, pemuda itu perlahan membuka matanya dan berusaha beranjak dari ranjangnya ketika mengendus aroma wangi makanan.
*Kruyuukk!!
Ia mengusap perutnya yang sudah mulai keroncongan.
"Akhirnya kau sadar juga," ucap Gadis itu mengagetkan pemuda itu.
"Siapa kau?" tanyanya terbata
"Aku, aku yang menyelamatkan mu," jawab wanita itu datar
"Kau pasti sangat kelaparan karena sudah tiga hari kau tidak sadarkan diri," ucap gadis itu membawa makanan untuknya.
"Makanlah!" ucapnya seraya meletakan sepiring nasi beserta lauk pauknya diatas meja.
Pemuda itu segera duduk dan menyantap makanannya dengan lahapnya.
"Sepertinya kau benar-benar kelaparan, sampai-sampai sangat rakus. Pelan-pelan saja, awas keselek," ucap wanita itu tersenyum melihat pemuda itu menikmati makanan darinya dengan rakus.
"Andai kau tahu itu yang kau makan mungkin kau langsung memuntahkan makanan itu," ucap gadis itu lirih.
"Terimakasih banyak sudah menolong ku dan juga merawat ku di sini." ucap pemuda itu setelah selesai menghabiskan makanannya
"Dan makanan ini aku belum pernah menikmati makanan selezat ini sebelumnya, terimakasih banyak." imbuhnya
"Sama-sama,tapi pertolongan dariku itu tidak gratis loh, ada harga yang harus kau bayar karena aku sudah menyelamatkan nyawamu," jawab gadis itu
"Oh, apa itu berarti kau meminta imbalan atas bantuan mu itu?" tanya pemuda itu
"Benar, bukankah tidak ada yang gratis di dunia ini," sahut wanita itu
__ADS_1
"Katakan saja apa yang harus aku lakukan untuk membalas kebaikanmu?" pemuda itu balik bertanya
"Aku sudah bosan tinggal di sini, jadi bolehkah aku ikut bersama mu," sahut gadis itu.