CINTA AISYAH

CINTA AISYAH
Cerita


__ADS_3

Aisyah dan Kalandra pun memutuskan untuk pulang dari Kafe tersebut, begitu pula dengan Leo.


Kalandra dan Aisyah pun keluar dari Kafe menuju ke parkiran. Saat di parkiran, Aisyah dan Kalandra mendengar suara kelakson Mobil dari arah belakang. Dan saat di lihat, ternyata itu suara kelakson mobil milik Leo yang melaju melewati mereka.


" Aku duluan ya ! " ucap Leo membuka kaca Mobilnya lalu melajukan Mobilnya kembali.


" Ox. " ucap Kalandra sambil mengacungkan jempolnya.


Aisyah dan Kalandra pun masuk ke dalam Mobil, duduk di kursi depan dan meluncur menuju kediaman keluarga pratama.


" Sya, soal yang tadi maafin Bian ya." ucap Kalandra memecah keheningan di dalam Mobil.


" Soal yang mana ka ? "


" Itu soal yang tadi, seharusnya kan kamu pulang sama Abian, karna kamu juga berangkat sama Abian, eh... dia malah pergi sama cewe nya. " ucap Kalandra masih pokus menatap jalanan.


" Oh.. yang itu, gak apa-apa ka, aku juga ngerti ko." ucap Aisyah sambil tersenyum ramah.


" Pasti kamu kaget kan liat sikap Abian seperti itu ? sikap Abian terhadap wanita memang seperti itu, mungkin bisa di bilang Abian seorang Playboy atau Casanova. " ucap Kalandra menjelaskan.


Aisyah pun hanya tersenyum menanggapi ucapan Leo.


" Awalnya aku memang terkejut ka, tapi... ya sudahlah, namanya juga manusia, di dunia ini kan gak ada manusia yang sempurna. Hanya tuhan lah yang memiliki segala kesempurnaan, dan mungkin, itu sudah jadi sipat nya a Bian sendiri " ucap Aisyah.


" Sebenarnya, dulu Abian tidak seperti itu, aku Leo dan Abian sudah berteman sejak kami remaja, sekolah bersama, bahkan masuk Universitas juga bersama. "


ucap Kalandra yang mulai menceritakan pertemanan mereka.


" Kalian berteman udah lama ka ? " tanya Aisyah menatap Kalandra.


" Ya, sejak aku kecil aku selalu bermain bersama Abian dan Leo di rumah nya Om Bagas." Kalandra tersenyum ramah menatap Aisyah lalu kembali pokus menatap jalan.


" Lalu, ayah dan ibu ka Kalandra ke mana ? apa ayah dan ibu kaka mengijinkan jika bermain lama di rumah om Bagas..? " tanya Aisyah menatap kalandra.


Kalandra terdiam sejenak, memperhatikan jalanan di hadapan nya sambil pokus memegang kemudi dengan raut wajah yang sedikit berubah sendu.


" Dulu, orang tuaku sudah meninggal karna kecelakaan sejak aku lulus Sekolah Dasar, dan sejak saat itu aku sebatang kara. Aku mencoba bangkit walaupun sendiri, Om Bagas dan tante Santilah yang selalu mendukungku, terutama ayahmu Om Agus, dia selalu menyemangatiku saat aku terpuruk sendiri ." ucap Kalandra menjelaskan.


" Em, maaf ka, bukan maksud aku untung nyinggung kaka ." ucap Aisyah sedikit tertunduk, merasa bersalah karna secara tidak langsung telah mengungkit masa lalu Kalandra.


" Tidak apa-apa, lagian aku senang bisa bercerita dengan mu. " ucap Kalandra tersenyum ramah melihat Aisyah dan kembali pokus ke arah jalan.


Melihat Kalandra tersenyum Aisyah pun merasa senang, hatinya mulai menghangat kembali setelah merasa bersalah karna sudah menyinggung masa lalu Kalandra.


" Lalu, ceritanya gimana lagi ? " tanya Aisyah penasaran.

__ADS_1


" Wah... segitu penasaran nya ya kamu sama cerita aku ? " goda Kalandra sambil tertawa.


" Ihhh, ka Kalandra mah gitu, lanjutin dong ceritanya. Jangan berhenti di tengah jalan. " ucap Aisyah pada Kalandra.


" Ox, kamu Kepo juga ya, tapi ada saratnya ? " ucap Kalandra.


" Apa ? " Aisyah mulai penasaran.


" Cukup kamu aja yang tau cerita aku, jangan sampai ada orang lain yang tau. " ucap Kalandra pada Aisyah sambil pokus memegang setir kemudi.


" Ya. Baiklah. "


" Sejak orang tuaku meninggal, harta orang tuaku di urus oleh Om Bagas, karna Ayahku berteman dekat dengan beliau. Dan sejak orang tuaku meninggal, semua kebutuhanku di tanggung oleh Om Bagas, bahkan sampai semua urusan pendidikan ku juga. Baru setelah aku dewasa, Om Bagas mengembalikan harta peninggalan orang tuaku kepadaku, itu sebabnya, sekarang aku bekerja di sala-satu Rumah Sakit milik keluarga pratama. Aku berharap dengan begitu aku bisa membalas budi ku kepada Om Bagas." ucap Kalandra menjelaskan.


" Jadi, dulu ka Kalandra sama-sama menempuh pendidikan bareng sama a Bian sama ka Leo juga ? " tanya Aisyah penasaran.


" Itu betul, kami bertiga menempuh Pendidikan yang sama di Luar negri, sekolah di tempat yang sama dan masuk Universitas yang sama.Tapi, waktu itu aku mengambil Jurusan Kedokteran, sedangkan Leo dan Abian mengambil jurusan Manajemen Bisnis. Walaupun kami berbeda Jurusan, kami tetep kuliah di Universitas yang sama. " ucap Kalandra.


" Lalu ? " ucap Aisyah semakin penasaran.


" Kau tau ? terlahir dari keluarga kaya itu tidaklah mudah, begitu juga dengan Abian. Anak remaja lain mungkin bisa santai dan bermain dengan Normal. Tapi tidak dengan Abian, dia selalu di tuntut untuk belajar dengan giat dan mendapat pendidikan yang lumayan keras dari Om Bagas. Om Bagas sendiri melakukan itu karna menyayangi Abian, karna Abian lah calon pewaris laki-laki satu satunya di keluarga pratama, dan tentunya, itu semua untuk kebaikan Abian sendiri. " Kalandra menjelaskan.


" Lalu ? " tanya Aisyah.


" Abian memiliki beban berat di pundaknya, sebuah keluarga yang harus dia tanggung, perusahaan besar yang harus dia urus, dan juga adik kesayangan nya Selin. Abian juga harus hidup di kelilingi orang-orang munafik, yang hanya mau mengenal Abian karna kekuasaan yang Abian miliki sebagai pewaris PRATAMA GROUP. "


" Ya, kau benar, tapi aku rasa itu pengecualian untukmu, bukti nya Abian mau jalan-jalan dengan mu dan itu adalah hal yang jarang terjadi, bahkan mungkin bisa di bilang Mustahil untuk seorang Abian. " jelas Kalandra.


" Masa sih ka ? " ucap Aisyah tidak percaya dengan perkataan Kalandra.


" Dulu Abian tidak pernah perduli dengan wanita, dia hanya pokus pada Pendidikan dan hanya berteman dengan aku dan Leo. Sampai saat kami masuk Universitas, Abian menyukai seorang Wanita, mungkin bisa di bilang Cinta pertama Abian. Tapi, saat Abian mencoba menjalin hubungan dengan wanita itu, Cinta Abian di hianati oleh wanita itu hanya karna Harta. " Kalandra menjelaskan, masih pokus menatap jalanan.


" Dulu identitas Abian sangat di rahasiakan, saat kami menempuh pendidikan di luar negri dan masuk Universitas. Om Bagas bilang Abian harus menemukan orang yang mau menerima dirinya apa adanya, tampa memandang Harta, Status, Jabatan atau Kekuasaan yang akan Abian pegang kelak.


Dan apa yang Om Bagas katakan menjadi kenyataan, wanita yang menyjadi Cinta pertama Abian saat itu menghianati Cinta Abian hanya karna Laki-laki yang lebih kaya dari dirinya. Wanita itu berpikir kalau Abian hanyalah orang biasa, itu sebabnya dia tega menghianati Cinta Abian." ucap Kalandra menjelaskan.


" Kasihan a Bian. " ucap Aisyah sendu saat mendengar cerita Kalandra.


" Dan sejak saat itulah Abian berubah, suka mempermainkan wanita, dan suka tidur dengan wanita yang berbeda-beda, Abian berpikir semua wanita sama, hanya menginginkan harta." ucap Kalandra.


" Tapi kan gak semua wanita sama ka. " ucap Aisyah.


" Yah, kau benar, tidak semua wanita di dunia ini sama, Tapi bagi Abian mungkin tidak seperti itu. " ucap Kalandra.


" Aku gak Nyangka kehidupan a Bian sangat pahit, aku pikir Abian bahagia dengan semua kemewahan dan pasilitas yang iya punya ka. "

__ADS_1


" Di luar mungkin Abian terlihat bahagia dan kuat, tapi sebenarnya, Abian sangatlah rapuh dan kesepian Sya. Andai saja ada seseorang yang bisa dia percaya, mungkin Abian akan berubah, Abian sangat membutuhkan seseorang sebagai tempat sandarannya ." ucap Kalandra.


" Kau benar ka, tidak semua yang kita lihat itu nyata, terkadang yang kita lihat itu hanya bagian luarnya saja, dan kita tidak tau dalamnya seperti apa ? " ucap Aisyah.


" Yah, kau benar, dan apa yang kau dengar dariku ini, jangan bilang sama siapa-siapa, aku menceritakan semua ini Hanya padamu saja, karna aku percaya kau wanita baik-baik yang bisa menyimpan rahasia. " ucap Kalandra tersenyum ramah menatap Aisyah.


" Iya, aku ngerti ka." ucap Aisyah .


" Kalau Abian sampe tau, bisa berabe nanti ." ucap Kalandra terkekeh.


Aisyah dan Kalandra pun tersenyum bersama- sama.


Kalandra percaya pada Aisyah, bahwa Aisyah berbeda, buktinya Abian mau jalan-jalan dengan Aisyah dengan segala kesederhanaan yang Aisyah miliki. Biasanya Abian paling muak kepada wanita yang kerjanya hanya Shoping dan Manja, Citra saja tidak pernah jalan-jalan dengan Abian melainkan hanya makan di Lestoran atau di Kafe saja. Bahkan biasanya setelah Abian puas tidur dengan Citra, Abian hanya Mentransper uang saja untuk Citra.


" Oya ka, kira-kira kaka tau gak kapan Ayah Agus sama papah Bagas pulang dari Luar Kota ? " tanya Aisyah.


" Emang nya Om Agus lagi di Luar Kota ? " tanya Kalandra.


" Iya, beberapa hari yang lalu Ayah dan Papa Bagas ke Luar kota karna urusan bisnis, aku telepon nomer ayah udah seharian gak aktip. " ucap Aisyah cemas.


" Ntahlah, aku juga tidak tau ? kamu jangan hawatir, kalau udah selesai Om Agus sama papa Bagas pasti pulang." ucap kalandra yang mengerti kalau Aisyah menghawatirkan ayah nya yaitu Om Agus.


Tidak lama, Mobil Sport milik Kalandra pun sampai di depan gerbang rumah besar pratama yang ada di daerah Kompleks Perumahan elit tersebut.


Para penjaga gerbang pun sudah tau siapa yang datang, karna bagi mereka Kalandra bukan orang asing lagi, Kalandra membuka kaca Mobilnya agar para penjaga tau kalau itu adalah dirinya, sampai akhirnya Mobil Kalandra pun sampai di depan rumah pratama.


" Makasih ya ka udah di anterin." ucap Aisyah sambil turun dari Mobil.


" sama-sama " ucap Kalandra ramah.


" Hey, tunggu, boleh aku minta Nomer ponsel mu ? " tanya Kalandra.


" Boleh." ucap Aisyah yang masih berdiri di dekat kaca Mobil Kalandra.


Aisyah pun menyebutkan nomer telepon nya dan langsung di catat oleh Kalandra di ponsel milik nya.


" Makasih, untuk nomer telpone nya ! " ucap kalandra tersenyum memandang Aisyah dari dalam mobil.


" Sama-sama ! "


Setelah Aisyah masuk ke dalam rumah, Kalandra pun pergi meninggalkan kediaman prtama dan berniat kembali ke Apartemen pribadi nya, karna keadaan memang sudah malam.


" Kenapa aku merasa kalau Aisyah berbeda ? " ucap Kalandra sambil memegang setir kemudi, tampa iya sadari senyum terukir di bibirnya mengingat Aisyah.


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2