
Ariel mengantarkan Aisyah ke rumah sakit untuk memeriksakan kesehatannya.
"Bagaimana keadaan istri saya dok?" tanya Ariel
Dokter itu hanya tersenyum dan menjabat tangan Ariel.
"Istri anda tidak sakit tapi dia hamil, jadi selamat ya," ucap sang dokter
"Alhamdulillah, akhirnya aku jadi ayah sekarang, makasih sayang," ucap Ariel mencium kening Aisyah
"Alhamdulillah, iya sama-sama Mas," jawab Aisyah
"Mengingat usia istri anda yang sudah memasuki empat puluh dua tahun saya harap anda akan menjaganya ekstra, karena diusia ini wanita memiliki resiko tinggi saat melahirkan, makanya jaga istri anda dengan baik," jawab dokter
"Baik dok, tentu saja, aku akan menjaganya seperti seorang ratu," jawab Ariel
"Baik, silahkan anda menebus obatnya di apotik," dokter itu memberikan secarik resep obat untuk Aisyah, dan keduanya langsung pergi menuju ke Apotik.
"Aku senang sekali hari ini sayang, akhirnya aku akan dipanggil ayah juga, semoga bayi kamu selalu sehat dan aku harap mulai sekarang kamu jangan kerja berat dulu sayang, biarkan aku yang akan mengerjakan semua pekerjaan rumah, kamu tinggal duduk manis dan menjaga calon anak kita sayang," ucap Ariel sembari memeluk istrinya itu
"Iya Mas, doakan aku dan bayiku selalu sehat sampai saat melahirkan tiba," jawan Aisyah
Setibanya di rumah Ariel langsung menyuruh Aisyah untuk istirahat, dan ia segera melakukan pekerjaan Aisyah mulai dari membersihkan rumah, mencuci piring, sampai memasak. Setelah selesai ia menghampiri istrinya yang duduk di tepi ranjangnya sambil membaca kalam Illahi.
“ Kamu mau makan sayang?” tanya Ariel
“Aku belum lapar Mas, nanti saja,” jawab Aisyah
“ Bagaimana kalau makan buah saja, buah itu kan kaya vitamin dan sangat baik untuk bumil seperti kamu, mau yah?” ucap Ariel sedikit memaksa
“ Yaudah aku mau,” Jawab Aisyah
Ariel menggandeng Aisyah keruang keluarga dan mengupas buah kesukaan Aisyah dan menyuapinya.
“Assalamualaikum,” sapa Echa yang baru saja tiba di rumahnya
“Waalaikum salam,” Jawab Ariel dan Aisyah bersamaan
“ Uuunnnccchh! Umi dan Abi romantis banget, jadi iri,” ucap Echa yang langsung duduk disamping Aisyah
“Kamu mau Abi suapin juga?” tanya Ariel
“ Mau dong Abi,” jawab Echa manja
Arielpun segera menyuapi putrinya itu dengan penuh kasih sayang membuat Aisyah semakin bangga dengan suaminya itu
Alhamdulillah ternyata Mas Ariel itu bukan hanya perhatian sama aku saja tapi dia juga sangat sayang pada Echa, terima kasih Mas kamu benar-benar suami idaman.
__ADS_1
Bhumi merasa iba melihat Amar yang selalu murung pasca lamarannya gagal.
“Kamu kenapa le, sepertinya kamu tidak semangat hari ini?” tanya Bhumi
“Tidak apa-apa bi, aku cuma kelelahan saja,” jawab Amar
“ Bagaiman dengan Echa, apa dia bisa menjalankan tugasnya dengan baik?” tanya Bhumi lagi
“ Iya, dia gadis yang cerdas dan langsung bisa mengambil alih posisi CEO dariku,” jawab Amar
“Apa kamu belum bisa melupakan gadis itu?” Bhumi bertanya dengan hati-hati ia tidak ingin Amar tersinggung dengan pertanyaannya
“Kenapa Abi bertanya seperti itu?, semuanya perlu proses Bi, dan aku sedang berproses untuk melupakan Echa,” jawab Amar
“Kemarin Abi meminta pendapat Kyai Sodiq tentang hubungan kamu dengan Echa, dan asal kamu tahu kata Kyai kalian boleh menikah karena dalam islam sepupu itu bukan mahrom dan boleh dinikahi, jadi kalau kamu masih mencintai gadis itu abi akan melamar Echa untuk kamu sekali lagi, aku yakin Aish juga pasti menyetujui hubungan kalian,” ujar Bhumi
Amar yang tadi sangat lelah dan kusut tiba-tiba matanya berbinar-binar mendengar penjelasan dari Bhumi.
“Apa Abi serius? “ tanya Amar penuh harap
“Tentu le, aku ingin melihat kamu bahagia, aku tidak ingin melihat putra kesayanganku terus menerus sedih karena masalah ini, jadi kapan kita akan ke rumah Echa?” tanya Bhumi
“Bagaimana kalau Sabtu depan,” jawab Amar penuh percaya diri
“Baik le, Insya Allah kita kerumah Echa hari Sabtu depan, semoga semuanya lancar dan tidak ada halangan,” kata Bhumi
“Aamiin,” jawab Amar
“Pagi Echa," sala Selo menghampiri gadis itu
"Pagi," jawab Echa
"Kita sarapan yuk, kebetulan tadi Umi membuatkan bekal untuk aku," ajak Selo
"Tapi aku,_" belum selesai Echa menyelesaikan ucapannya pemuda itu langsung menariknya menuju ke ruangannya dan segera membuka bekal miliknya
"Tidak baik menolak rezeki, sekarang makanlah," ucap Selo memaksa
Gadis itu mencoba sesendok nasi goreng yang dibawa oleh Selo.
" Hmmm, enak sekali, pasti ibumu jago masak ya," ucap Echa
"Kalau nasi goreng ini buatan aku, kalau Umi yang bikin omelette dan saladnya," jawab Selo
"Kenapa kau baru bilang kalau kamu ini jago masak, coba kalau dari dulu, pasti aku sudah menjadikanmu sebagai koki pribadiku," jawab Echa
"Btw nanti siang aku ada kunjungan ke lokasi pembangunan perumahan mewah dikawasan pantai indah kapuk, aku minta kamu untuk menemaniku, untuk mengecek kualitas bangunannya, secara kamu kan ahli bangunan jadi bisa kan?" tanya Echa
__ADS_1
"Siap bosku, jangankan mengantar kamu meninjau lokasi pembangunan perumahan, mengantar kamu sampai ke pelaminanpun aku mau," goda Selo
"Diih lebay, " cibir Echa yang disambut gelak tawa Selo
"Assalamualaikum," sapa Amar yang memasuki ruangan kerjanya
"Waalaikum salam, sarapan ka," jawab Echa
Amar sedikit cemburu melihat kedekatan keduanya.
"Terima kasih, aku sudah sarapan," tolak Amar
"Padahal umi sudah mempersiapkan sarapan buat kaka loh," Selo memberikan kotak nasi kepada Amar
"Terima kasih Elo, tolong sampaikan juga terima kasihku untuk tante Amber," jawab Amar sambil membawa kotak nasi itu ke meja kerjanya.
********
Pukul sebelas Echa bersiap-siap untuk meninjau lokasi pembangunan perumahan dibilangan Jakarta Utara.
"Kamu mau kemana Cha?" tanya Amar yang tidak lagi cuek padanya
"Aku mau meninjau lokasi pembangunan perumahan di Jakarta Utara ka," jawab Echa
"Sama siapa?" tanya Amar
"Selo," jawabnya singkat
"Oh, aku kira kamu akan mengajakku," jawab Amar
"Kalau kakak mau ikut ayo, lagian aku juga masih butuh bimbingan kakak," ajak Echa
Amar segera bangkit dari duduknya dan mengikuti Echa keluar menuju parkiran, disana Selo sudah menunggunya.
"Ka Amar ikut?" tanya Selo sedikit kecewa karena ia gagal berduaan dengan Echa
"Iya, karena aku juga masih butuh bimbingan kak Amar," jawab Echa membuat Amar sedikit diatas angin karena merasa masih dibutuhkan oleh Echa
"Yaudah kita pakai mobil aku saja ya, " ucap Selo yang langsung masuk ke mobilnya
Ketika Echa akan membuka pintu mobil bagian depan Amar sudah mendahuluinya, Amar sengaja menghalangi Echa agar tidak semakin dekat dengan Selo.
"Yaudah kaka aja yang duduk didepan, biar Echa dibelakang," Echa segera membuka pintu mobil belakang dan langsung duduk disana
"Emang harus gitu Cha, dilarang duduk berdekatan dengan yang bukan mahramnya," jawab Amar sembari melirik kearah Selo
Sial, bisa saja ka Amar, dasar modus, bilang aja kamu gak rela, Echa dekat dengan aku,
__ADS_1
Selo sengaja menginjak gas mobil dengan kasar dan cepat hingga Amar yang kaget membentur dashboard, sedangkan Echa hanya mengumpat kesal dengan kelakuan usil sahabatnya itu.
Rasakan pembalasanku ka, makanya jangan mencoba mengusik singa yang tertidur, Selo sengaja melirik kearah Amar dan tersenyum puas