
Setelah selesai dari ruang olah raga, kini Aisyah dan Abian sedang santai di kamar mereka. Tentunya setelah mereka selesai membersihkan tubuh mereka masing-masing dari keringat yang menempel di tubuh mereka.
Abian duduk di sofa dengan Leptop dan pekerjaan kantor nya dan Aisyah duduk di atas ranjang dengan buku-buku kuliahnya.
Karna kepintaran yang tuhan berikan kepada mereka, sebentar lagi Aisyah dan Selin akan menghadapi kelulusan nya, begitu juga dengan sahabat dekat mereka Jojo.
Walaupun mereka berdua kuliah hanya karna Beasiswa, tapi mereka juga memiliki kepintaran yang cukup bisa di perhitungkan, sehingga membuat mereka tak butuh waktu lama untuk mendapatkan gelar sarjana nya.
Saat Aisyah sedang memperhatikan buku kuliahnya dia mendengar ponselnya berbunyi yang dia simpan di atas nakas, saat Aisyah mengambil ponsel tersebut di sana terlihat ada panggilan dari Joko.
" Halo Asalamualaikum, ada apa Jo?" Aisyah mengangkat panggilan di ponselnya itu.
" Hai Sya. Hari minggu ini kamu mau ke mana? " tanya Joko.
" Em... gak tau, mungkin cuma di rumah aja, kenapa? "
" Apa suami kamu ada di rumah? " tanya Joko.
" Iya, a Bian ada di rumah, kenapa? " tanya Aisyah menatap Abian sambil tersenyum, Abian yang dari tadi memperhatikan Aisyah pun tersenyum menatap Aisyah.
" Aku lagi bete aja di rumah, gak ada kerjaan. Gimana kalau kita rame-rame nonton di Bioskop? kamu sama suami kamu, terus Selin dan aku berangkat sama Jono, nanti kita ketemuan di Bioskop, gimana? " tanya Joko.
" Em... gak tau, aku harus minta izin dulu sama a Bian, nanti aku hubungi lagi deh. "
" Ox.. nanti kalo udah jelas keputusan mu, hubungi aku ya." ucap Joko.
" Ya. " Aisyah mematikan sambungan telpon nya.
Aisyah menatap Abian yang masih pokus menatap layar Laptopnya. Tampa Aisyah tau, sebenarnya dari tadi Abian menguping pembicaraan dia dan Joko, dan saat mendengar Aisyah akan meminta izin padanya, seringai muncul di bibir Abian. Entah rencana licik apa yang kini sedang di pikirkan oleh Abian.
Aisyah pun turun dari atas ranjang memberanikan diri mendekati Abian untuk meminta izin. Entah kenapa debaran jantung Aisyah kini berdebar tak menentu, dia sedikit takut karna dulu Abian seperti cemburu saat Joko dan Jono berkunjung ke rumah mereka.
" Aa." Aisyah berdiri di depan Abian dengan cemas.
" Em.. "
" Aa gak sibuk kan hari ini? " tanya Aisyah.
" Em.. "
Lagi-lagi Abian hanya berdehem tetap pokus memandang layar Laptop, membuat Aisyah semakin cemas.
" Ikhhh.. aa aku serius."
Abian pun tersenyum memandang Aisyah yang terlihat mulai kesal. Abian menyimpan Leptop yang ada di pangkuan nya, lalu menggapai tangan Aisyah yang berdiri di hadapan nya membawa Aisyah untuk duduk di pangkuan nya.
" Ada apa hemm? " Abian menyimpan kedua tangan Aisyah di pundaknya dan memeluk tubuh Aisyah dengan erat.
" Itu.. em.. hari ini aa gak sibuk 'kan..? "
Aisyah mulai kebingungan meminta izin kepada Abian, di sisi lain Aisyah ingin sekali menghabiskan hari minggunya untuk bersantai, seperti nonton di Bioskop dengan teman nya.
" Enggak, memangnya kenapa? " tanya Abian, tangan nya kini mulai nakal menjalar di paha mulus Aisyah, karna hari ini Aisyah memutuskan untuk diam di kamar, jadi dia mutuskan untuk memakai baju yang telah di sediakan di ruang ganti, dan baju yang di pakai Aisyah itu sedikit terbuka.
Karna memang di ruang ganti kebanyakan tersedia pakean yang sedikit terbuka, entah siapa yang menyiapkan semua itu Aisyah pun tidak tau. Dan bagi Aisyah juga tidak masalah menggunakan pakean sedikit terbuka, asal tetap di gunakan di dalam kamar dan tentunya di hadapan laki-laki yang sudah Halal baginya dan sudah menjadi suaminya, yaitu Abian pratama.
Tapi sepertinya hari ini gara-gara baju yang sedikit terbuka itu Aisyah harus menanggung konsekuensinya. Karna sudah berani menggoda singa yang sedang kelaparan.
" Em.. itu.. "
Aisyah tidak bisa berkata-kata karna kini kondisinya terjepit. Tangan Abian memeluk pinggang nya erat, sementara tangan Abian yang sebelahnya lagi sedang mengelus paha mulus Aisyah semakin bergeser ke dalam, dan bibir Abian kini sujah menjalar menelusuri leher mulus Aisyah.
" Emmmm. Aa jangan begini. "
Aisyah mencoba mendorong pundak Abian namun sia-sia. Bibir Abian sedikit menggigit leher putih Aisyah memberikan kecupan yang membekas di leher Aisyah, dengan tangan Abian yang sudah tidak bisa di kondisikan lagi. Kini tangan Abian sudah masuk ke dalam baju Aisyah, sampai di punggung mulus Aisyah mengelusnya di sana, membuat Aisyah menggigit bibirnya sendiri merasakan geleyeran aneh menjalar di seluruh tubuhnya.
__ADS_1
Ingin rasanya Aisyah menolak namun tubuhnya berkata lain. Walaupun ini yang pertama untuknya, tapi tubuhnya seolah menikmati setiap sentuhan yang di lakukan Abian padanya, membuat Aisyah sangat tidak berdaya. Aisyah sendiri sadar Laki-laki yang sedang menyentuhnya sekarang adalah suaminya yang sudah Halal untuknya dan berhak atas tubuhnya.
" Aa.. udah. "
Suara Aisyah mulai terdengar berat, seiring dengan birahi nya yang mulai memuncak.
Abian yang mendengar itu pun tersenyum penuh kemenangan karna sudah berhasil menggoda istrinya itu.
" Apa.. hemmm?"
Abian mendongak menatap wajah Aisyah yang sudah bersemu merah karna malu dengan tangan Abian yang masih mengelus punggung Aisyah di dalam sana.
" Em... itu.. tadi Joko nelpon. "
Suara Aisyah terhenti lagi saat bibir Abian kembali menempel di lehernya, dengan tangan Abian yang masih mengelus punggung mulus Aisyah di dalam sana.
Abian kembali memberi kecupan-kecupan itu di leher jenjang Aisyah. Mengeratkan pelukan nya, menjadikan tubuh mereka menempel sempurna, membuat Abian merasakan kehangatan dua gundukan kembar milik Aisyah.
Abian sengaja memanfaatkan Aisyah yang berniat meminta izin padanya, untuk memberikan pelajaran kepada istrinya yang masih polos itu, agar lebih mengetahui bagai mana kehidupan orang-orang dewasa sesungguhnya.
" Aa.. itu.. emmm.. tadi Joko nelpon ngajakin nonton bareng di Bioskop."
Dengan susah payah Aisyah mencoba berbicara di tengah hasratnya yang mulai memuncak. Karna dari tadi Abian tidak henti-henti nya menikmati tubuh mulus Aisyah. Dan entah sejak kapan baju Aisyah bagian atas sudah sedikit melorot ke bawah, memperlihatkan bagian belahan dada Aisyah yang membuat Abian tergoda.
Dan tentu saja Abian tidak melewatkan kesempatan untuk menyentuh tubuh istrinya itu. Memberikan beberapa kecupan-kecupan tanda kepemilikan nya di sana.
" Emmmm aa. " Aisyah sedikit mendesah di saat Abian memberikan kecupan di bagian dadanya sambil meremas rambut Abian di bagian belakang.
Dan tentu saja mendengar itu Abian tersenyum penuh kemenangan, karna telah berhasil menggoda dan membangkitkan gairah istrinya itu.
" Aa udah. "
Aisyah mendorong pelan bahu Abian yang sedang rakus-rakusnya mengecup bagian dadanya itu.
" Apa? "
" Aa denger aku gak sih? "
Tanya Aisyah dengan napas yang mulai tidak beraturan karna napsu birahinya yang mulai memuncak.
" Apa? "
Lagi-lagi Abian so polos menatap Aisyah, sengaja ingin menggoda Aisyah, seringai pun muncul di bibir Abian.
" Ikhhh.. jangan pura-pura gak tau deh a. "
Aisyah mulai terpancing emosi sambil sedikit memukul dada bidang Abian. Abian pun terkekeh melihat istrinya merajuk dengan keadaan pakean nya yang sedikit acak-acakan akibat ulah nya itu.
" Gimana aa tau kalau kamu gak bicara sayang." ucap Abian tersenyum masih merangkulkan kedua tangan nya di pinggang Aisyah.
" Ikhhh... aa mah gitu, kan tadi aku sudah bicara, emangnya aa gak denger? " ucap Aisyah mulai kesal.
" Gak tau dan gak denger. " ucap Abian mengangkat kedua bahunya sambil memasang wajah so polosnya itu.
" Aa cuma lagi menikmati kenikmati surgawi yang ada di hadapan aa ini. " ucap Abian mengedipkan sebelah matanya sambil tersenyum menggoda.
Aisyah pun menghirup napas dalam-dalam lalu mengeluarkan nya dengan pelan, mencoba bersabar menghadapi suami nya yang sangat jahil menurutnya.
" Tadi Joko nelpon, katanya ngajakin nonton bareng di Bioskop biar rame. " Aisyah mengulangi perkataan nya yang tadi sudah dia ucapkan, namun tidak di anggap oleh Abian.
" Lalu? " tanya Abian.
" Aa mau kan ke Bioskop sama aku, nonton bareng gitu, biar rame sama yang lain. "
Aisyah mencoba meminta izin sambil membujuk Abian agar mau menemaninya ke Bioskop, dengan tangan Aisyah yang mulai menunjuk-nunjuk dada bidang Abian dengan wajah sedikit tertunduk, takut kalau Abian menolak permintaan nya.
__ADS_1
Abian yang melihat itu pun tersenyum menyeringai, entah rencana apa lagi yang tersusun di otak Abian saat ini.
" Gak mau, aa lebih suka kalau kita pulang ke rumah kita. Kalau di sini aa gak bisa nyentuh kamu, di saat aa mau nyentuh kamu selalu saja ada yang mengganggu. " ucap Abian pura-pura menampilkan wajah tegasnya.
" Ikhhh.. aa mah gitu, tapi aku maunya ke Bioskop a. " rengek Aisyah.
" Kenapa harus ke Bioskop? kalau kamu mau, aa bisa saja buat Bioskop baru di rumah kita. " ucap Abian masih berpura-pura tegas.
" Ikhhh... gak mau, aku maunya berangkat ke Bioskop a, bukan mau di buatin Bioskop baru.
Kalau berangkat ke Bioskop kan rame a sama yang lain dan banyak orang pula gak sendiri. " Aisyah mencoba menjelaskan.
" Kenapa? enakan Bioskop pribadi, bisa bebas nonton sesuka kamu, buat Bioskop pribadi aja di rumah." Abian masih dengan mode pura-pura tegasnya itu.
" Ikhh... gak mau a. " rengek Aisyah masih duduk di pangkuan Abian.
" Yakin mau ke Bioskop? " tanya Abian.
" Iya." Aisyah mengangguk.
" Ox. Tapi ada syaratnya. " ucap Abian tersenyum memandang Aisyah.
Kenapa perasaanku jadi tidak enak, jangan bilang kalau a Bian lagi ngerjain aku. pikir Aisyah.
" Gak mau. " ucap Aisyah menolak.
" Kalau gak mau ya udah, aa gak rugi ko, kalau kamu gak mau, kita lanjutin yang barusan. " ucap Abian tersenyum nakal, sambil mengedipkan matanya memandang Aisyah
dan itu berhasil membuat Aisyah kalah.
" Ya udah iya, tapi syaratnya jangan aneh-aneh." ucap Aisyah.
Tiba-tiba Abian memajukan wajahnya mendekati Aisyah.
" Sini, cium aa, cium kedua pipi aa lalu bibir aa. " pinta Abian menunjuk kedua pipi dan bibirnya.
Sudah ku duga ini akal-akalan nya a Bian, dia sengaja ngerjain aku, untung saja cuma ciuman bukan yang lain. pikir Aisyah.
" Ya udah sini. " ucap Aisyah sambil mulai mencium kedua pipi Abian sambil mencium bibir Abian sekilas.
" Sayang ko sebentar? " ucap Abian.
" Ikhhh... apanya yang sebentar sih a? "
" Ciuman di bibir nya harus lama." pinta Abian.
" Enggak. "
" Kualat lo nolak suami sendiri. " ucap Abian menyeringai.
Dan perkataan kualat itu berhasil membuat Aisyah kalah, lalu Aisyah kembali mencium bibir Abian.
Di luar dugaan, niat Aisyah yang hanya mencium bibir Abian pun malah terjadi melebihi itu. walaupun Abian tidak melakukan hubungan intim dengan Aisyah, tapi Aisyah cukup kewalahan menghadapi sikap Abian yang menciumnya dengan rakus, menjamah tubuhnya dan memberikan kecupan tanda kepemilikan nya di leher dan dadanya.
Namun Aisyah tidak menolak, karna benar yang di katakan Anian kalau kualat menolak suami yang sudah Halal untuknya. Karna pada hakikatnya, seorang suami berhak atas diri istrinya. Entah Aisyah yang bodoh berhasil di perdaya Abian atau Abian yang terlalu pintar memanpaatkan situasi, Aisyah sendiri tidak tau.
Dia hanya bisa diam menerima semua perlakuan Abian padanya, Aisyah sama sekali tidak tau kalau permintaan sederhananya itu malah membuatnya kalah.
Aisyah hanya bisa pasrah agar dirinya Bisa nonton bersama Abian dan yang lain nya ke Bioskop. Karna Aisyah tau, tidak akan mudah membujuk seorang Abian pratama dengan segala kehidupan mewahnya untuk menemaninya nonton ke Bioskop sederhana bersama teman-teman nya itu.
*
*
*
__ADS_1