
Dengan mata yang masih terpejam dan rasa kantuk yang masih mendera. Abian mengerjap, meraba tempat tidur di sampingnya. Tangannya yang biasa memeluk Aisyah dan memberikan kehangatan satu sama lain kini terasa hampa.
Benar, Aisyah tidak ada di sampingnya. Tangan Abian yang biasa memeluk Aisyah terus meraba mencari sesuatu yang biasa dia peluk itu. Abian terkejut saat membuka mata mendapati istrinya sudah tidak ada di sampingnya.
Dan Abian sendiri selalu merasa tidak nyaman saat mendapati Aisyah tidak berada di sampingnya atau menghilang secara tiba-tiba saat dirinya masih terlelap.
Abian mengedarkan pandangan mencari keberadaan Aisyah. Menatap jam dinding, terlihat masih pukul 04.00 pagi waktu London.
Abian mengakui, dia memang sedikit kecewa karna kejadian semalam yang gagal untuk memuaskan hasratnya.
Namun, Abian sekarang sudah mulai berubah. Dia sudah mulai belajar bisa menyingkirkan egonya. Termasuk tentang kejadian semalam, Abian cukup bisa mengerti, karna pada dasarnya seorang wanita sudah biasa menerima tamu bulanan. Dan itu adalah hal normal untuk seorang wanita yang sudah beranjak dewasa seperti Aisyah.
Di mana Aisyah?
" Aisyah! " Abian memanggil sudah duduk di atas ranjang mulai di dera rasa panik, sampai panggilan Abian yang kedua kalinya sedikit kencang memenuhi ruangan, sampai terdengar oleh Aisyah yang sedang berada di kamar mandi.
" Iya a, sebentar, aku lagi membersihkan diri dulu. Nanti aku kesana lagi. " Aisyah setengah berteriak memberi tau.
Abian bernapas lega mendapati Aisyah yang sedang berada di kamar mandi. Menjatuhkan kembali tubuh polosnya yang tampa busana itu ke atas ranjang. Menempelkan kepalanya di atas bantal sambil menggeliat meregangkan otot-otot tubuhnya yang masih terasa sedikit kaku.
Abian meraih guling lalu memeluknya menunggu Aisyah kembali menemaninya. Terdengar suara gemericik air dari kamar mandi yang terdengar jelas di pagi buta.
Jegrek. Suara pintu kamar mandi di buka, nampak Aisyah yang sudah mengganti baju tidurnya dengan yang baru. Berjalan menuju ranjang, dan kembali berbaring menemani suaminya yang setia menunggu.
" Ko lama banget di kamar mandi, ngapain? " Abian beralih memeluk tubuh Aisyah istrinya. Mendekapnya erat seakan takut kehilangan.
" Darah menstruasiku banyak a. Untung gak nyampe menetes di atas ranjang, cuma tembus sampe baju tidur aja. Itu sebabnya tadi aku lama di kamar mandi, aku membersihkan diri dulu. " Aisyah menjelaskan.
" Oh... gitu. " tangan Abian sudah menjalar ke mana-mana. Menyentuh bagian tubuh Aisyah yang paling dia suka. Seperti yang dia lakukan semalam kepada Aisyah. Abian tau, tidak mungkin menyentuh istrinya saat sedang datang bulan. Itu sebabnya Abian melakukan hal yang lain untuk menuntaskan hasratnya.
" Aa udah. " Aisyah menghentikan tangan Abian yang sudah masuk jauh ke dalam sana. " Lebih baik sekarang aa mandi wajib dulu. Walaupun semalam kita tidak melakukan hubungan intim, tapi semalam aa kan udah pipis enak. Jadi tetep harus mandi wajib. " Aisyah tersenyum menatap Abian, mengingat kejadian semalam saat dirinya membantu Abian menuntaskan hasratnya.
" Em... aa males sayang. Biasanya aa melakukan mandi wajib sama kamu. Sekarang aa harus melakukannya sendiri, kita mandi sama-sama aja yah. " bujuk Abian.
" Ngaco ah... barusan aku kan baru selesai mandi a. Masa aku harus mandi lagi. "
" Em... tapi aa maunya sama kamu sayang. Eh... aa lupa. Kalau kamu datang bulan, berarti kamu gak solat 'kan sayang? "
" Iya, seorang wanita yang sedang datang bulan di berikan kelonggaran oleh tuhan untuk tidak melaksanakan solat pardu yang lima waktu maupun solat sunah yang lainnya. " jelas Aisyah.
" Oh... aa masih tidak mengerti, sebenarnya apa saja yang tidak boleh di lakukan oleh wanita yang sedang datang bulan..? " tanya Abian penasaran.
__ADS_1
" Seorang wanita yang sedang datang bulan itu... haram solat, haram towap, haram pegang al'kuran, haram membawa al'kuran, haram berdiam di masjid, haram baca al'kuran, haram puasa, haram di jatuhi talak sama suaminya, haram berjalan terlalu dekat dengan masjid, terus haram berhubungan badan dengan suaminya. Namun kusus untuk puasa yang terlewat selama datang bulan, maka wanita itu wajib mengkodo puasa itu di bulan-bulan yang lain. " jelas Aisyah.
" Oh... ada berapa tadi? " Abian masih memeluk Aisyah erat.
" Perkara haram untuk wanita yang sedang datang bulan itu ada sepuluh aa. Dan yang sepuluh itu yang aku jelasin barusan. "
" Oh... baiklah, aa mulai mengerti sekarang. Tapi... aa tetep gak mau mandi kalau gak sama kamu sayang... " rengek Abian.
" Idih... apaan sih. Sejak kapan aa jadi manja kaya gini? " Aisyah tersenyum.
" Sejak kapan ya? " Abian pura-pura berpikir. " Mungkin sejak aa jatuh cinta sama kamu. " ucap Abian mendaratkan ciuman bertubi-tubi di wajah Aisyah.
" Ikhh... udah a geli. Sekarang aa cepetan mandi gih, nanti keburu masuk waktu solat subuh. "
" Iya. " Abian tersenyum manis, namun sebelum turun dari ranjang Abian malah ******* bibir Aisyah sedikit lama. Setelah puas, Abian barulah beranjang pergi dari atas ranjang, untuk melaksanakan mandi wajibnya itu.
* * *
Hari ini Abian dan Aisyah berniat untuk makan di sala satu lestoran Halal yang ada di London. Keluar dari hotel tempat mereka menginap, Abian dan Aisyah sudah sampai di Lestoran yang mereka tuju. Masih dengan protokol yang Aisyah inginkan.
" Em... kita makan apa ya aa hari ini? " Aisyah melihat-lihat daptar menu yang tersedia di lestoran tersebut.
" Aku terserah aa aja deh. " Aisyah menutup buku menu, menyerahkan semuanya pada Abian. Setelah Abian memutuskan memesan beberapa makanan, kini makanan yang di pesan sudah tertata rapih di meja.
" Gak nyangka ya a, Selin sama ka Leo akhirnya bertunangan juga. Cinta yang di pendam sejak mereka kecil, akhirnya menyatu saat mereka sekarang sudah dewasa. " Aisyah menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.
" Yah, kau benar. Kisah cinta mereka berdua sedikit rumit, tapi sekarang aku senang karna sebentar lagi cinta mereka akan menyatu dalam sebuah ikatan yang nyata seperti kita. " Abian kembali menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.
" Kita berdoa saja, semoga hubungan mereka langgeng selamanya. " Abian mengangguk, menikmati makanannya bersama Aisyah.
Selesai makan di Lestoran berlebel Halal. Abian dan Aisyah menikmati jalan-jalan santai di kota London. Sampai akhirnya, langkah mereka berhenti di sala satu taman di kota London. Duduk berdua dengan santai di kursi taman, ikut berbaur bersama masyarakat lain yang sedang menikmati waktu mereka di sana.
Terlihat banyak sekali masyarakat yang berlalu lalang dan bersantai di taman tersebut. Ada yang bersepeda bersama, ada yang berjalan santai sambil bergandengan tangan dan ada juga yang sedang duduk santai di atas rumput hijau bersama pasangan dan anak balita mereka.
" Jika suatu saat kita memiliki anak, kita juga pasti akan seperti mereka 'kan a? " merangkul tangan Abian, Aisyah menatap anak balita yang sedang bermain bersama orang tuanya.
" Ya, jika suatu saat kita punya anak, maka anak-anak kitalah yang akan melengkapi kebahagiaan keluarga kecil kita nanti. " Abian merangkul Aisyah erat. Duduk santai berdua menikmati keindahan taman tersebut.
Saat sedang menikmati waktu berdua. Ponsel Abian berbunyi, saat Abian lihat, ternyata itu adalah panggilan vidio coll dari mamahnya Santi.
" Halo mah... " Abian menyapa.
__ADS_1
" Hai sayang... kalian lagi apa? mamah gak ganggu 'kan? "
" Enggak ko mah. Gimana kabar mamah? udah tiga hari Abian dan Aisyah di London. Mamah sama papah baik-baik saja 'kan? "
" Iya, mamah sama papa baik sayang. Mamah cuma kangen sama kalian aja. Gimana dengan menantu mamah, udah ada tanda-tanda hamil gak?" ucap Santi menggoda.
" Doain aja ya mah, semoga Aisyah bisa cepet hamil. " Aisyah ikut memperlihatkan wajahnya di sambungan vidio coll.
" Tentu sayang, mamah doakan agar kalian cepet punya momongan untuk menambah keharmonisan rumah tangga kalian. " terlihat Santi tersenyum ramah.
" Iya mah... " ucap Abian dan Aisyah bersama.
" Mamah... kenapa kalian malah kangen-kangenan? papah udah bilang, mamah harus bicara dengan Abian juga Aisyah tentang masalah yang ingin kita jelaskan kepada mereka. " terdengar suara Bagas di sambungan vidio coll itu. Membuat Aisyah dan Abian saling tatap merasa heran.
" Iya papah. Ikh... si papah ini gak sabaran. " Abian melihat wajah mamahnya Santi yang sedikit cemberut terlihat di layar ponselnya.
" Ada apa mah? apa mamah sama papah sedang bertengkar? " tanya Abian yang penasaran.
" Enggak ko sayang. Em... bicaranya langsung sama papah aja ya. " ucap Santi memberikan ponselnya kepada Bagas. Terlihat wajah tampan Bagas di sambungan vidio coll itu. Wajah tampan yang sudah termakan usia itu masih terlihat gagah dan berwibawa.
" Ada apa pah? " tanya Abian yang sudah bisa menebak dari raut wajah papahnya, kalau sedang ada masalah yang ingin di sampaikan papahnya Bagas kepadanya.
" Malam ini kalian harus pulang kembali ke Indonesia. Papah mau secepatnya menikahkan Selin dengan Leo, hubungan mereka sudah tidak sehat lagi. Tidak akan ada yang namanya pertunangan, papah akan secepatnya menikahkan mereka berdua. " ucap Bagas langsung membahas inti permasalahan yang ingin di sampaikan. Terlihat jelas raut wajah tegas Bagas yang bercampur kesal di sambungan vidio coll di ponsel pintar milik Abian.
" Apa? papa serius? tapi kenapa? " tanya Abian penasaran.
" Sudah jangan banyak tanya. Nanti papah jelasin sama kalian kalau kalian sudah sampai di Indonesia. " ucap Bagas.
" Oh... iya pah. " ucap Abian dan Aisyah bersama, Bagas dan Abian pun mematikan sambungan vidio coll di ponsel mereka.
" Ada apa ya a? ko tiba-tiba rencananya di rubah menjadi pernikahan? " ucap Aisyah heran.
" Entahlah. " Abian ikut bingung.
Akhirnya Abian dan Aisyah memutuskan untuk kembali ke Hotel tempat mereka menginap. Mulai mempersiapkan kepulangan mereka kembali ke Indonesia yang terkesan mendadak itu.
*
*
*
__ADS_1