CINTA AISYAH

CINTA AISYAH
Malam Pertama


__ADS_3

Aisyah dan Abian pun berjalan bersama menuju kamar hotel yang akan di tempati mereka. Sepanjang perjalanan pun, tangan Abian tidak melepaskan genggaman nya dari tangan Aisyah.


" A Bian. "


" Hem."


" A Bian. "


" Apa..? " tanya Abian tampa melirik Aisyah.


" A Bian, lepasin tangan aku." ucap Aisyah setengah berbisik.


Abian pun seolah tuli tidak mendengarkan perkataan Aisyah, Abian terus saja berjalan sampai mereka masuk ke dalam Lift. Aisyah pun hanya bisa pasrah mengikuti langkah Abian membawanya.


Setelah mereka berdua berada di dalam Lift, barulah Abian melepaskan genggaman tangan Aisyah.


" Maaf, bukan maksud Aa menyentuh mu sembarangan, aa hanya tidak mau membuat orang tua kita kecewa, itu sebabnya aa menggenggam tangan kamu sepanjang perjalanan tadi." ucap Abian mencoba menjelaskan.


Karna memang, sepanjang perjalanan Abian dan Aisyah, mereka melewati beberapa kolega bisnis yang sedang berbincang dengan Bagas.


" Tidak apa-apa, aku mengerti ko a, lagian sekarang Kita sudah menikah dan kita udah Halal. Aku hanya belum terbiasa, karna selama ini tidak pernah ada yang menyentuhku seperti aa menggenggamku barusan selain ayah. " ucap Aisyah.


Abian begitu terkejut dengan jawaban Aisyah dan menatap Aisyah dengan tatapan sulit di artikan. Sementara Aisyah, hanya menundukan kepala bingung sendiri dengan tatapan yang di lakukan Abian padanya, tatapan laki-laki yang sudah menjadi suaminya itu.


" Kamu belum pernah punya pacar ? " tanya Abian berdiri menatap Aisyah.


Entah kenapa sejak mendengar jawaban Aisyah tadi, membuat Abian penasaran ingin mencoba mengenal wanita yang sudah menjadi istrinya itu lebih dalam lagi.


Aisyah pun hanya menggelengkan kepala menjawab pertanyaan suaminya itu.


Abian pun kembali membalikam tubuhnya ke depan sambil tersenyum kecil.


" G**ila, kenapa gue merasa aneh mendengar Aisyah belum pernah punya pacar,? itu berarti gue yang pertama, Sementara gue udah pernah nikmati banyak cewe. " pikir Abian


Abian pun hanya tersenyum-senyum sendiri, sambil berdiri memasukan kedua tangan nya ke dalam saku celana nya.


" Aa kenapa senyum-senyum sendiri ? Aa udah gila ya ? " tanya Aisyah keheranan.


Abian pun malah semakin tertawa mendengar perkataan Aisyah.


" Ikhh.. udah sinting kali ya ni orang ? " ucap Aisyah geleng-geleng kepala keheranan.


" Siapa yang sinting ? aku normal dan aku tampan, Buktinya banyak cewe di dunia ini berebut ingin menjadi wanitaku. " ucap Abian menyombongkan diri.


" Dasar sombong.. "

__ADS_1


" Aku tidak sombong, memang begitu kenyataan nya, dari pada kau sendiri belum pernah punya kekasih, itu berarti kau jelek. " ejek Abian menunjuk Aisyah dengan menekan kata jelek yang di tujukan kepada Aisyah.


" Diam, dasar Casanova tua, apa yang aa banggakan ? cuma jadi seorang Casanova tua saja di bangga-banggakan, apa itu.? " ejek Aisyah menatap Abian tajam, lalu kembali menghadap ke arah Lift.


" Dari pada kau ? jomblo seumur hidupmu, mending aku, walaupun aku Casanova tua, tapi aku di gilai banyak wanita. " ucap Abian membanggakan dirinya sendiri sambil tersenyum penuh kemenangan.


" Ikhh... dasar sombong. " ucap Aisyah kesal dengan menghentakan kakinya.


" Ting "


Lift pun terbuka sudah sampai di lantai yang mereka tuju. Abian pun menempelkan kartu akses di depan pintu, setelah pintu terbuka Abian pun mempersilahkan Aisyah untuk masuk duluan, lalu di susul dengan Abian.


Betapa terkejutnya Aisyah, saat sampai di kamarnya dia melihat kamar besarnya itu sudah tertata rapih. Dengan hiasan lilin aroma terapi dan kelopak mawar yang bertaburan di mana-mana. Begitu juga di atas ranjang yang sudah di penuhi taburan kelopak bunga Mawar warna merah, sungguh pemandangan yang sangat romantis.


" Astagpirulohaladzim..." ucap Aisyah berdiri terkejut sambil menutup mulutnya.


" Siapa yang merias kamar ini ? perasaan saat kita keluar dari kamar, tadi tidak seperti ini.? " ucap Aisyah masih keheranan.


" Ini pasti sudah di rencanakan orang tua kita."


ucap Abian sambil duduk santai di sofa, dengan membuka jasnya dan sedikit membuka sebagian kancing kemejanya bagian atas dan menyandarkan punggungnya di sofa.


" Inikan malam pertama kita. " ucap Abian enteng.


Abian pun hanya tersenyum kecil melihat expresi tegang Aisyah.


" Kau tidak usah takut, aku percaya kau wanita baik-baik. Aku tidak akan menyentuh mu sembarangan, Lagi pula aku tidak suka wanita jelek sepertimu, lebih baik sekarang ganti bajumu dan tidur, sudah malam." ucap Abian tersenyum jahil.


" Ikhhh... dasar Casanova tua.." ejek Aisyah tak mau kalah.


Tampa memperdulikan Abian, Aisyah pun langsung berjalan medekati kopernya untuk mengambil baju ganti. Begitu terkejutnya Aisyah saat melihat isi kopernya yang hanya berisi beberapa baju tidur mini dengan bahan tipis dan terbuka.


" Ya alloh, ini baju apa ? "


Ucap Aisyah dengan nada sedikit keras, karna terkejut melihat isi kopernya sambil memegang baju tidur kekurangan bahan itu yang berwarna merah menyala.


Abian pun langsung melihat Aisyah saat mendengar suara terkejut yang di tunjukan Aisyah. Dan Abian pun ikut terkejut melihat baju tidur seksi yang di pegang Aisyah.


" Aku baru tau kalau Ternyata kau juga punya baju seperti itu." ucap Abian masih duduk di sofa sambil tersenyum seolah meledek.


" Ini bukan punya aku a sumpah, kemarin waktu aku di rumah aku memasukan baju ganti dan beberapa baju tidur dengan tangan panyjang. Kenapa sekarang tidak ada, malah pakean seperti ini ? " ucap Aisyah keheranan, sambil membolak balikan baju tidur yang ada di tangan nya itu.


" Palingan juga kerjaan mamah atau Selin. " ucap Abian yang sudah tau, kalau mamahnya dan Selin memiliki koleksi baju tidur seksi yang cukup banyak.


" Tapi a. "

__ADS_1


" Pake aja, dari pada kamu tidur menggunakan gaun kaya gitu ? aku janji gak akan nyentuh kamu. " ucap Abian masih bersandar di sofa sambil memejamkan matanya.


Aisyah pun tidak memiliki pilihan, selain memakai baju tidur kekurangan bahan yang ada di hadapan nya. Karna memang keadaan nya sudah malam, dan tidak mungkin pula Aisyah menelpon ayahnya malam-malam begini hanya untuk minta tolong di ambilkan baju ganti.


pasti mereka juga lelah setelah acara ini. pikir Aisyah.


Aisyah pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan makeup yang ada di wajahnya dan mengambil air wudhu untuk melaksanakan Solat Isya. Stelah Solat Isya, Aisyah kembali ke kamar mandi, tentunya untuk mengganti pakean nya.


Saat Aisyah sudah memakai baju tidur kekurangan bahan yang berwarna merah itu, Aisyah berdiri menghadap cermin yang ada di kamar mandi.


" Ya alloh, baju ini begitu sexi dan terbuka, panjangnya juga hanya setengah paha, gimana ini.? tenang Aisyah, a Bian sudah berjanji untuk tidak menyentuhmu ." pikir Aisyah menyemangati dirinya sendiri.


Dengan perasaan berkecamuk, Aisyah pun keluar dari kamar mandi dan berjalan mendekati ranjang. Aisyah merangkak di atas ranjang tampa memperdulikan Abian yang ada di kamar yang sama dengan nya, Aisyah pun langsung membersihkan kelopak mawar yang ada di atas ranjang dengan tangan nya.


Saat Aisyah merangkak di atas ranjang, tampa dia ketahui paha bagian Belakangnya terlihat. Karna baju tidur yang di gunakan nya hanya panjang sepaha saja.


Aisyah tidak menyadari, kalau sejak keluar dari kamar mandi, ada sepasang mata yang memperhatikan dirinya dengan tatapan ingin memangsa.


Setelah membersihkan kelopak mawar itu, Aisyah pun langsung masuk ke dalam selimut menutupi tubuhnya berbaring dan tidur.


Abian yang melihat Aisyah sudah naik ke atas ranjang, langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk mengguyur tubuhnya dengan air dingin. Berharap gejolak hasratnya bisa mereda dan juga berharap bisa menidurkan sesutu yang terbangun di tubuh bagian bawahnya.


Abian adalah pria dewasa dan normal, dia pasti tergoda melihat tubuh mulus Aisyah, apalagi Aisyah sudah resmi menjadi istrinya Abian.


Waalaupun Aban sudah berjanji untuk tidak menyentuh Aisyah, tapi jika melihat pemandangan indah seperti itu Laki-laki mana yang tidak akan tergoda. Apalagi, Aisyah menggunakan pakean terbuka seperti itu.


" Sitt... kenapa Aisyah cantik sekali ? tubuhnya begitu putih mulus dan Seksi, rambutnya hitam terurai seolah meminta aku untuk membelainya. Gilaaaa.... kalau begini terus gue gak tahan, tapi gue juga gak mungkin nyentuh Aisyah sembarangan. Sial.... " ucap Abian memaki dirinya sendiri di bawah guyuran air dingin dari sower di kamar mandi.


Abian pun keluar dari kamar mandi dengan memakai pakean yang sudah rapih melekat di tubuhnya. Abian memutuskan pergi ke Club dengan menghubungi Leo dan Kalandra agar menemaninya. Abian berpikir, tidak mungkin malam ini dirinya tidur satu ranjang dengan Aisyah, dia takut dirinya tergoda dan melakukan sesuatu yang diluar kendalinya kepada Aisyah.


Abian sendiri tau kalau Aisyah adalah wanita baik-baik, tidak mungkin Abian menyentuhnya sembarangan. Apalagi Abian belum bisa berkomitmen dengan satu wanita.


Abian pun melihat Aisyah yang sudah tertidur lelap di atas ranjang, tampa membangunkan Aisyah Abian pun mengambil ponsel, konci mobil dan Arloji dan memakainya di pergelangan tangan nya.


Dan tak lupa menyimpan kartu akses di nakas untuk Aisyah, untuk berjaga-jaga kalau Aisyah tiba-tiba ingin keluar dari kamar hotel tersebut. Sedangkan kartu akses yang satunya lagi di pegang oleh Abian.


Abian pun keluar dari kamar, langsung menuju parkiran dan langsung masuk ke dalam mobil sport kesayangan nya itu.


Mobil itupun langsung melesat cepat, membelah jalanan kota Jakarta di malam hari yang terlihat sepi, hanya beberapa kendaraan saja yang terlihat. Abian memacu mobil nya dengan cepat menuju sala satu Club terkenal di Jakarta.


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2