
Pukul sepuluh pagi Selo sudah bersiap untuk pergi ke La Tahzan kafe, ia datang bersama Amber.
Setibanya di La Tahzan kafe seseorang melambaikan tangannya kearahnya, Amber segera menarik lengan putranya menuju bangku nomor 16.
"Assalamualaikum Ros," sapa Amber
"Waalaikum salam, Amber," jawab wanita itu sambil mencium pipi kanan kiri Amber
"Apa dia Selo putramu?" tanya Ros
"Iya, dia Selo putraku,"
"Di sangat tampan, sama seperti kamu, tapi Vita belum datang, dia masih dalam perjalanan, tunggu sebentar ya?" pinta Ros
"Siap, "
"Bagaimana kalau kita pesan makanan dulu sambil nunggu Vita?" tanya Ros
"Tentu,"
Kemudian mereka memesan menu, makanan. Beberapa menit kemudian beberapa makanan sudah tersaji di meja. Amber terlihat senang dan menikmati kebersamaan dengan sahabatnya, sementara Selo masih bermain dengan ponselnya. Tidak berapa lama seorang wanita cantik datang menghampirinya mereka.
"Assalamualaikum, ibu," sapa gadis itu sambil mencium tangan ibunya dan juga Amber
"Ya ampun Ros, Vita tuh cantik banget ya, dia kuliah atau kerja?" tanya Amber
"Dia kuliah tapi dia bekerja sebagai model juga," jawab Ros
"Pantas kamu terlihat perfect girl!" ucap Amber semangat
"Btw kenalin ini Selo, putra tante," Amber memperkenalkan Selo pada Vita
Keduanya langsung berjabat tangan, dan diberikan kesempatan untuk ngobrol berdua.
Vita terlihat kagum dengan sosok cold Selo, tak jarang gadis itu mencuri pandang sekedar menikmati ketampanan pria dihadapannya.
"Kamu suka makan apa?" pertanyaan Vita memecah keheningan diantara keduanya
"Nasi goreng," jawab Selo dingin
"Cuma itu?" tanya Vita
"Iya, kalau untuk makanan favorit ya cuma itu. Dalam hidupku aku selalu mencintai satu hal dan tidak ingin berpaling, begitu juga untuk pasangan sebisa mungkin aku hanya akan melabuhkan hatiku pada seorang gadis dan aku pastikan dialah yang akan menjadi pendamping hidupku dan menemaniku sampai tua nanti," jawab Selo
"So sweat," jawab Vita manja
__ADS_1
"Kamu mau makan apa?" tanya Selo
"Samain aja sama kamu," jawab Vita
Selo kemudian memesan menu makanan untuk mereka berdua. Saat sedang menikmati makanannya tiba-tiba anting Vita lepas, gadis itu kemudian meminta bantuan Selo untuk memasangnya.
Seketika Selo langsung merasa illfeel dengan gadis cantik didepannya ketika melihat kotoran telinga yang menempel di daun telinganya.
"Mi, aku pulang ya," pamit Selo
"Mau kemana ko buru-buru, lagian Vita juga masih makan tuh," jawab Amber
"Tiba-tiba Echa wa, katanya ada rapat mendadak," jawab Selo
"Yaudah kamu pamit dulu sama tante Ros dan Vita," sahut Amber
Selo kemudian berpamitan kepada Ros dan juga Vita.
***************
Sepanjang perjalanan Selo terus bergidik mengingat kotoran telinga Vita.
"Masa cantik-cantik kok jorok sih, padahal dia model harusnya bisa jaga kebersihan dong,"
Selo melesatkan mobilnya menuju le Sedayu Group.
Sepertinya Amar dan Echa sudah balikan, mereka terlihat sangat bahagia dan serasi, aku harus merelakan Echa untuk ka Amar, mereka memang pasangan yang serasi,
Seharian Selo hanya berada di ruangannya dan dia sengaja tidak keluar karena menghindari pertemuan dengan Echa dan Amar.
Hari ini pemuda itu benar-benar tidak bersemangat kerja apalagi ketika melihat Echa yang mulai dekat lagi dengan Amar tentu saja membuatnya semakin malas bekerja. Pukul lima sore ia langsung beranjak dari ruangannya, ia berencana pulang cepat walaupun pekerjaannya belum selesai.
Ketika ia sampai didepan lift ia melihat Amar dan Echa sudah masuk kedalamnya, hingga membuatnya mengurungkan niatnya untuk satu lift bersama mereka. Ia sengaja menunggu lift berikutnya untuk turun ke lantai basement.
Kenapa harus ketemu mereka mulu sih,
Lift berikutnya cukup lama, ia memutuskan untuk turun melalui tangga.
"Ka, sebelumnya Echa minta maaf karena tidak bisa menerima lamaran kakak, aku memang mencintai kaka, sayang banget sama kaka, tapi kalau kita menikah itu sangat beresiko, memang bukan kita yang menanggung resikonya, tapi keturunan kita, anak kita ka, aku tidak mau hanya gara-gara keegoisan kita akan melahirkan anak-anak yang cacat, aku tidak mau itu terjadi. Oleh karena itu aku memilih menikah dengan orang lain saja. Bukankah cinta itu tidak harus memiliki. Mungkin kita ditakdirkan hanya untuk menjadi saudara saja bukan untuk menjadi pasangan hidup," ucap Echa
"Apa kau menolakku karena kamu menyukai Selo?" tanya Amar
"Ti, tidak sama sekali ka, aku tidak ada perasaan sedikitpun dengan Selo," jawab Echa
"Tapi aku lihat, akhir-akhir ini kalian sangat dekat," sahut Amar
__ADS_1
"Terserah kaka saja, yang jelas aku dan Selo tidak ada hubungan sama sekali, kalau kaka tidak percaya silahkan saja tanya orangnya," jawab Echa
"Jadi beneran kamu nolak aku Cha?" tanya Amar dengan suara mengiba
"Iya ka, ini demi keturunan kita, kaka gak mau kan punya anak cacat, atau punya kelainan?" tanya Echa
"Baiklah, kalau itu keputusan kamu aku tidak akan memaksa lagi, semoga kamu bahagia dengan pilihan kamu," jawab Amar
Amar kemudian pergi meninggalkan Echa di lobby yang sudah mulai sepi.
Gadis itu duduk bersandar di ruang tunggu dan menangis, menyesali keputusannya.
Selo yang baru saja tiba di lobby segera menghampiri Echa yang masih terisak disana.
"Kamu kenapa Cha?" tanya Selo mengelus lembut rambutnya
"Aku sudah menolak lamaran ka Amar," jawab Echa tersedu-sedu
"Kalau kamu sayang sama dia kenapa menolaknya?" tanya Selo
"Aku tidak mau egois, karena kalau aku menikah dengan ka Amar itu sangat beresiko, aku tidak mau memiliki anak yang cacat, jadi aku lebih memilih melupakan ka Amar," jawab Echa
"Semua pernikahan itu ada resikonya Cha, bahkan ketika kamu menikah dengan orang lain yang tidak sedarah pun bisa saja beresiko atau memiliki anak yang cacat. Pernikahan sedarah juga bisa memiliki keturunan yang sempurna atau tidak cacat, mereka yang memiliki keturunan cacat itu karena adanya gen ressesive desease bawaan dari pasangan kita, atau bisa jadi karena kurangnya variasi DNA karena kalian sedarah, tapi semuanya terserah padamu Cha, kamu sudah membuat keputusan, berati kamu juga harus siap dengan resikonya," tutur Selo
"Iya, thanks Lo udah kasih pencerahan buat aku, tapi keputusan aku sudah bulat, dan aku mungkin akan pergi belajar ke luar negeri agar bisa melupakan Ka Amar, karena kalau aku tetap disini rasanya sulit untuk aku bisa melupakan dia, makanya aku minta tolong sama kamu Lo, selama aku kuliah di luar negeri aku nitip perusahaan ini sama kamu, karena ka Amar juga akan kembali ke Wonosobo, dia akan memilih untuk menjadi seorang ustadz dan agar bisa mengurus pondok pesantren keluarganya," ucap Echa
"Kenapa kamu harus ke luar negeri Cha, bukannya masih banyak kampus yang bagus di Indonesia, kamu bisa kok ambil kuliah keluar kota dan tidak harus keluar negeri," ucap Selo
"Tapi kuliah diluar negeri sudah menjadi cita-cita aku sejak kecil Lo, makanya aku pengin banget kesana, dan mungkin besok aku akan berangkat ke sana, jadi nitip ya selama aku pergi," ucap Echa sembari
"Insya Allah Cha, kamu berangkat jam berapa?" tanya Selo
"Jam sembilan pagi," jawab Echa
"Yaudah bagaimana kalau kita dinner dulu, hitung-hitung sebagai perpisahan kita," ajak Selo
Echa pun mengiyakan ajakan Echa, keduanya kemudian menuju ke kafe yang tidak jauh dari kantor.
Selesai makan malam Selo mengajak Echa kesebuah toko aksesoris, ia membeli sebuah boneka dan segera membungkusnya kedalam kotak kado.
"Cha, aku memang bukan lelaki idaman ataupun pria yang sholeh, tapi untuk kedua kalinya aku ingin mengatakan kalau aku sayang sama kamu, bukan maksud aku memanfaatkan situasi kamu yang sedang galau untuk mendapatkan hati kamu, tapi dari dulu aku tulus menyayangi kamu, dan aku hanya ingin kamu yang menjadi pendamping hidupku, tapi semuanya terserah sama kamu.
Aku tidak memaksa, aku juga akan selalu bada untuk kamu berbagi saat bahagia dan sedih kamu. Percayalah aku tidak akan berubah walaupun kamu menolakku," ucap Selo sembari memberikan sebuah paper bag berisi boneka beruang bertuliskan I LOVE YOU, dan juga sebuah cincin yang sudah ia persiapkan untuk melamar Echa.
"Kalau kamu menerima aku, pakailah cincin itu, tapi kalau kamu menolakku kamu boleh membuangnya," ucap Selo ketika Echa hendak turun dari mobilnya
__ADS_1
"Terima kasih Lo, kamu tuh selalu ada saat aku butuhkan dan selalu menghibur aku saat sedih, sekali lagi terima kasih Selo," ucap Echa sebelum masuk ke rumahnya