
Hari ini seperti biasa, Aisyah dan Selin di sibukan kembali dengan rutinitas kampusnya. Selin berangkat membawa mobil nya sendiri, dan Aisyah di antar oleh Pak Mun.
Selin memutuskan untuk membawa mobil sendiri, karna sesuai rencana kakanya Abian, hari ini Aisyah dan Abian akan kembali ke rumah mereka. Dan tentunya setelah pulang dari kampus nanti, Aisyah dan Pak Mun akan langsung pulang ke rumah Abian bukan ke rumah Bagas dan Santi. Alasan itulah yang membuat Selin memutuskan untuk membawa mobil sendiri.
Dan Abian, tentunya di sibukan kembali dengan rutinitas kantornya. Dan pagi-pagi sekali, Abian sudah berangkat duluan ke kantor bersama Leo di karnakan ada kesibukan mendadak di kantor.
" Hai Selin, Aisyah." Jono dan Joko menyapa, sambil duduk di meja dekat Selin dan Aisyah yang ada di dalam kelas.
Aisyah pun tersenyum ramah melihat kedatangan Jono dan Joko.
" Aduhhh, hati abang meleleh kalau liat yayang Aisyah tersenyum. " goda Joko menatap Aisyah sambil tersenyum.
" Idihhh.. apaan sih, kamu itu gombal aja. " Aisyah menggeleng kan kepala sambil tersenyum.
" Tau tuh si Joko, bisanya cuma gombal aja. Kalau ka Abian tau, bisa mampus lo. " ucap Selin sinis.
" Ala Makkk... ampun gueee... " ucap Joko mengacungkan kedua tangan nya ke atas.
Akhirnya mereka pun tertawa bersama, jam pelajaran pun di mulai. Dosen yang mengajar mata kuliah mereka pun mulai menjelaskan mata pelajaran hari ini.
Sampai akhirnya mata pelajaran hari ini pun selesai. Semua murid sudah keluar dari kelas mereka masing-masing.
" Hai kaka ipar, aku duluan ya." Selin membunyikan klakson mobil Sport nya, melambaikan tangan dari kaca mobil, menyapa Aisyah yang hendak masuk ke dalam mobil yang di supiri oleh Pak Mun itu.
" Iya. " Aisyah tersenyum menatap Selin, dan masuk ke dalam mobil.
Hari ini, setelah dari kampus Aisyah berencana untuk pergi ke kantor menemui Abian suaminya. Sedangkan Agus dan Bagas sudah berangkat ke Amerika, sesuai apa yang sudah mereka rencanakan.
Sesampainya di kantor, Aisyah langsung naik Lift kusus Ceo, menuju lantai di mana ruangan Abian berada.
" Ting "
Lift pun berbunyi, sudah sampai di lantai tempat ruangan Abian berada. Aisyah pun langsung masuk ke ruangan tersebut, saat Aisyah membuka pintu, Aisyah di kejutkan dengan keberadaan Abian, Kalandra, Leo dan satu laki-laki yang Asing menurut Aisyah, sedang duduk bersama di sofa.
" Eh... lagi ada tamu ya a, maaf Aisyah gak tau, tadi Aisyah langsung main masuk aja. " ucap Aisyah masih berdiri di depan pintu.
__ADS_1
Abian yang melihat itupun tersenyum menatap kedatangan Aisyah istrinya. Abian langsung berdiri mendekati Aisyah.
" Sini sayang, aa kenalin kamu sama temen aa." ucap Abian merangkul Aisyah, membawanya mendekati sofa.
" Dev.. kenalin, ini istriku Aisyah. " ucap Abian memperkenalkan Aisyah.
Laki-laki itupun berdiri dari duduknya, mengulurkan tangan untuk berkenalan kepada Aisyah.
" Hai.. perkenalkan, namaku Devdas raharjo, panggil saja Dev. " laki-laki itu memperkenalkan diri.
" Aku Aisyah. " ucap Aisyah menjabat tangan Dev memperkenalkan diri.
Dan Akhirnya mereka pun duduk bersama di sofa ruangan tersebut. Berbincang, tertawa dan bercanda bersama. Di sela-sela canda mereka, Dev melirik Aisyah yang sedang tersenyum manis duduk di samping Abian.
Aku sudah bilang, kita akan bertemu lagi Aisyah. gumam Dev dalam hati.
Ya, Devdas raharjo, ayahnya asli berdarah Indonesia dan ibunya asli berdarah Singapura. Devdas adalah orang yang sama, yang menyamar menggunakan seragam OB di Bioskop, hanya demi melihat wajah cantik seorang Aisyah. Devdas raharjo putra dari sala seorang kariawan di kantor pusat Pratama Group. Ayahnya Dev adalah sala satu kariawan yang sudah memiliki jabatan cukup tinggi di perusahaan dan juga sala satu orang kepercayaan Bagas pratama.
Dev, Kalandra dan Abian sudah saling mengenal sejak mereka masih kecil, jauh sebelum Leo mengenal Abian.
Mereka bermain kucing-kucingan di depan gedung kantor Pratama Group. Sampai akhirnya mata Abian kecil melihat penjual arumanis atau sering di bilang permen kapas yang berjualan di sebrang jalan di depan kantor tersebut.
Saat para penjaga yang di tugaskan menjaga Abian sedang lengah, Abian kecil diam-diam berjalan menuju jalan raya yang padat di penuhi kendaraan berlalu lalang. Saat Abian kecil berjalan menginjakan kaki di jalan raya, ada mobil yang melaju ke arahnya.
Hanya satu orang yang melihat itu, yaitu ayahnya Dev yang baru saja keluar dari kantor untuk makan siang di lestoran dekat kantor tersebut. Karna memang waktu menunjukan sudah waktunya untuk makan siang, saat ayahnya Dev melihat Abian kecil, dia langsung berlari tergesa-gesa dari depan halaman kantor menuju jalan raya, berniat menyelamatkan Abian kecil yang sedang berjalan di jalan raya. Dev kecil yang melihat ayahnya berlari kencang hanya menatap ayahnya keheranan.
" Tuan muda... "
Ayahnya Dev berlari sambil berteriak langsung mendorong tubuh Abian kecil sampai terjatuh ke tengah-tengah jalan raya. Orang-orang yang mendengar teriakan itu, langsung tertuju ke arah datangnya teriakan tersebut dan " Bruk " tubuh ayahnya Dev lah yang tertabrak mobil tersebut sampai terpental dengan keras. Sampai akhirnya, saking parahnya, beliau meninggal di tempat dengan bersimbah darah.
Abian kecil yang jatuh tersungkur ke aspal hanya bisa menangis di jalan raya, dan Dev kecil yang melihat kejadian itu terjadi tepat di depan matanya, hanya bisa berdiri sambil menangis memanggil ayahnya.
Saat terjadi kecelakaan tersebut, seluruh kendaraan langsung berhenti dan terjadilah kemacetan parah, orang-orang langsung berhamburan berlari mendekati tempat terjadinya tabrakan tersebut.
Termasuk Bagas dan Agus yang langsung keluar dari kantor saat mendengar kabar tersebut dari sala-satu secyuriti yang bertugas melapor ke ruangan Bagas hari itu.
__ADS_1
Setelah kejadian itu Bagas beserta keluarga meminta maaf kepada keluarga Devdas dan berjanji akan membantu seluruh biaya pemakaman dan biaya untuk hidup Devdas dan ibunya. Sampai Devdas tumbuh dewasa, bersekolah, lulus kuliah dan mendapatkan hidup yang layak. Dan janji itupun di tepati oleh Bagas pratama.
Semenjak kejadian itu, Dev kecil berubah menjadi pendiam dan selalu menangis memanggil ayahnya. Bahkan ibunya Dev pun kewalahan untuk membujuk Devdas agar tidak menangis.
Agus yang cukup dekat dengan ayahnya Dev merasa sedih dengan keadaan Dev kecil. Membuat Agus memutuskan untuk sering berkunjung ke rumah Dev dan mengiburnya. Bahkan sampai Dev pergi untuk menetap di Singapura pun, Agus masih sering berkunjung menemui Dev.
Begitu juga dengan Abian, Leo dan Kalandra. Walaupun Dev sudah pindah ke Singapura dan setelah lama terjadinya kecelakaan itu, Dev, Kalandra dan Abian masih tetap berteman dan terkadang masih suka bertemu jika Abian ke Singapura.
Bahkan sekarang pertemanan mereka bertambah dengan kehadiran Leo, mereka berempat berteman dan saling mengenal. Tampa satu orang pun yang tau, jauh di lubuk hatinya sampai sekarang Dev masih menyimpan rasa dendam kepada Abian pratama.
Karna kebaikan Agus kepada Dev, membuat Dev menghormati Agus seperti ayah nya sendiri, dan Dev menyelidiki secara diam-diam siapa putri Agus sesungguhnya. Dan sudah sejak lama Dev menyelidiki sosok seorang Aisyah yang berada di kampung halaman nya itu, sejak Dev menyelidiki siapa Aisyah sesungguhnya dan mengetahui semua tentang Aisyah dan segala kesederhanaan nya, Dev mulai menyimpan rasa cinta nya untuk Aisyah, yang bermula dari rasa kagum. Walaupun memang terlambat, karna kini Aisyah sudah menjadi istri Abian pratama.
Dan karna itulah Dev jauh-jauh dari Singapura datang ke ibu kota, Dev menginginkan wanita yang sudah lama dia kagumi itu, wanita yang sudah menjadi milik Abian pratama. Dev bisa saja tersenyum di hadapan orang lain, dengan ketampanan, keramahan dan senyum manisnya yang bisa memikat semua wanita.
Tapi hatinya Devdas tidak akan bisa berbohong, kalau kenyataan nya, jauh di lubuk hatinya yang paling dalam, dirinya menyimpan rasa dendam kepada Abian pratama yang sudah menyebabkan ayahnya meninggal. Dan juga telah mendapatkan Aisyah wanita yang sudah lama dia kagumi itu, anak dari seorang Agus laki-laki yang sangat dia hormati itu.
Sejak lama Devdas sudah mengagumi Aisyah dan bercita-cita akan mendekati Aisyah kalau dia sudah sukses dan mapan. Tapi kenyataan nya dia terlambat, kini Aisyah wanita yang dia incar itu sudah menjadi milik Abian pratama.
" Dev, terima kasih, kau sudah mau berkunjung ke sini, dan masih menganggapku teman mu, maaf untuk semua yang pernah terjadi di kehidupan masa lalu kita. " ucap Abian menatap Dev sendu, mengingat kembali kematian ayahnya Devdas yang tidak langsung dikarnakan dirinya.
Aisyah yang melihat wajah sendu Abian, hanya bisa terdiam penuh tanda tanya di pikiran nya. Aisyah sama sekali tidak tau masa lalu apa yang di ucapkan oleh Abian suaminya, dan Aisyah sama sekali tidak tau siapa sosok seorang Devdas sesungguhnya. Dan hanya waktulah yang akan menjawab semua itu.
" Sudah lah Bi, jangan di bahas, aku sudah melupakan nya. " ucap Devdas sambil tersenyum menatap Abian.
Namun sepersekian detik raut wajahnya sedikit berubah " Aku tidak akan pernah melupakan kematian ayahku karna kau, dan aku tidak akan rela kalau Aisyah menjadi milikmu. " ucap Devdas dalam hati. Lalu dia tersenyum kembali di hadapan semua orang.
Tampa Devdas sadari, Leo menangkap gelagat aneh dari diri seorang Devdas, yang merubah raut wajahnya walau hanya sepersekian detik saja. Namun, walaupun Leo merasa ada sedikit kejanggalan, dia tetap dengan raut wajah tenang dan santai nya itu.
Seorang Leo bukanlah laki-laki bodoh yang gampang tertipu. Selama bertahun-tahun Leo menjadi orang kepercayaan keluarga pratama, karna kepintaran nya, dan keahlian nya menjaga keaman di sekeliling keluarga pratama.
Dan saat ini pun, Leo sudah mulai curiga dengan gelagat aneh yang di tangkap Leo dari seorang Devdas raharjo. Namun, bukan Leo namanya, kalau dirinya langsung menyerang Devdas secara tiba-tiba. Leo akan selalu waspada dan memastikan semuanya berjalan dengan lancar.
*
*
__ADS_1
*