
Adzan Subuh pun terdengar dari alarm ponsel Aisyah, Aisyah pun mencoba mengambil ponsel yang ada di nakas. Untuk mematikan Alarm di ponsel nya, dengan keadaan mata yang masih terpejam. Saat Aisyah membuka mata, betapa terkejutnya dia, saat melihat wajah laki-laki yang tidur satu ranjang dengan nya dengan jarak yang sangat dekat.
" Akhhhhh....."
Aisyah menjerit dengan keras, hingga membangunkan laki-laki yang ada di ranjang bersamanya. Yang tidak lain adalah Abian, mungkin Aisyah lupa kalau laki-laki tersebut sekarang sudah menjadi suaminya.
Saking terkejutnya, Aisyah repleks ingin bangun dari atas ranjang.
Namun, tangan nya langsung di tarik Abian. Membuat tubuh Aisyah kembali terjatuh ke atas ranjang, dan tangan Abian pun langsung membungkam bibir Aisyah.
Kini, tubuh Aisyah berada di bawah tubuh Abian. Saking dekatnya, membuat tubuh mereka menempel sempurna, membuat mata mereka saling pandang dengan jarak yang sangat dekat.
" Kau ini berisik sekali, pagi-pagi sudah menjerit-jerit, sebenarnya kau ini kenapa ? " tanya Abian kepada Aisyah dengan suara serak- serak khas orang bangun tidur, dengan keadaan tangan Abian masih membungkam mulut Aisyah.
" Mmmm... "
Aisyah hanya berdehem, sambil menepuk tangan kekar milik Abian yang masih membungkam mulutnya.
" Oh, maaf. " ucap Abian, sambil melepaskan tangan nya dan menggeser tubuhnya dari atas tubuh Aisyah, Abian pun bangun dan duduk di sebelah Aisyah.
" Aku gak apa-apa. Aku cuma kaget, pas aku bangun, sudah ada laki-laki di samping aku, aku cuma belum terbiasa a. " jawab Aisyah yang kini sudah bangkit dengan posisi duduk di atas ranjang.
" Oh, aku pikir kenapa ? " ucap Abian enteng, lalu kembali membaringkan tubuhnya dan tidur.
Aisyah pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan mengambil air wudhu untuk melaksanakan solat subuh.
Setelah selesai bersih-bersih, Aisyah pun keluar dengan kembali menggunakan Lingeri yang dia pakai tadi malam. Di karna kan memang tidak ada baju ganti untuknya, setelah Solat Subuh, Aisyah berpikir untuk minta tolong ayahnya untuk mengantarkan baju ganti untuknya.
" A bangun.! " ucap Aisyah menggoyang- goyangkan tubuh Abian yang masih tertidur.
" Solat dulu a, nanti udah solat tidur lagi. "
"G**ila, gue lupa, mulai sekarang gue tidur sama Aisyah, pasti setiap waktu Solat dia akan ngingetin gue buat solat . " pikir Abian.
" Kamu duluan aja solatnya, nanti aa nyusul." ucap Abian mencoba menghindar, dengan tubuh yang masih tengkurap di atas ranjang dan mata yang masih terpejam.
" Ikhhh.. aa aku udah solat, ini baru selesai, tinggal aa yang belum." ucap Aisyah masih berdiri dekat Abian.
Mau tidak mau, Abian pun susah payah membangunkan tubuhnya yang masih terasa ngantuk. Abian pun membuka matanya dengan keadaan masih duduk di atas ranjang, saat Abian membuka mata, seketika matanya membulat sempura, melihat pemandangan indah terpampang nyata di hadapan nya.
Melihat Aisyah yang masih menggunakan Lingerie dan rambutnya yang terurai ke samping, masih berdiri di hadapan nya, membuat Abian bisa melihat sedikit belahan dada Aisyah, membuat Abian menelan salivanya kasar, pikiran kotor pun mulai hinggap di pikiran Abian.
" G**ilaaa pagi-pagi begini gue udah di suguhin pemandangan indah. " pikir Abian.
" Udah sana, aa mandi, bersih-bersih dulu, lalu solat. " ucap Aisyah membuyarkan pikiran kotor Abian.
Mau tidak mau, Abian pun pergi ke kar mandi untuk membersihkan tubuh nya, dan mengambil air wudhu untuk melaksanakan Solat Subuh. Walaupun Abian sendiri, sudah sedikit lupa dengan doa yang di baca waktu Solat.
Karna selama ini, Aban sudah lama meninggalkan Solat, hanya saja Abian terpaksa melakukan nya karna rasa " gengsi " di hadapan Aisyah yang sudah menjadi istrinya.
Setelah selesai Solat, Abian pun kembali berbaring di atas ranjang dan kembali tertidur lelap. Aisyah yang melihat itupun hanya tersenyum sambil duduk di pinggir ranjang.
...****************...
__ADS_1
Kini waktu pun menunjukan pukul 08.00. Mentari pun sudah kembali menyinari Kota Jakarta. Aisyah pun sudah rapih menggunakan pakaian nya dan tentunya hijab yang selalu melingkar di kepalanya. Menggunakan baju ganti yang tadi di antarkan oleh Agus ayahnya.
Begitu juga dengan Abian, Abian pun sudah terbangun dan sudah rapih menggunakan pakean nya, mereka berencana untuk kembali ke rumah besar pratama.
Aisyah dan Abian pun sudah sampai di depan kediaman besar pratama. Kedatangan nya pun di sambut oleh para Satpan dan penjaga di depan rumah.
" Asalamualaikum. " Aisyah mengucapkan salam saat sampai di dalam rumah.
" Waalaikum salam. " ucap Santi dan yang lain nya, yang kebetulan sedang berada di ruang tamu bersama Selin, Agus dan Bagas.
" Cieee... pengantin baru nie.! " goda Selin kepada pengantin baru yang ada di hadapan nya saat ini.
Mereka semua yang ada di ruang keluarga itupun tertawa, melihat Aisyah yang sedikit gerogi dengan ucapan Selin. Merekapun berbincang-bincang sebeleum akhirnya Agus pergi ke kantor bersama Bagas seperti biasa.
" Ya udah, kalau begitu ayah ke kantor dulu. " ucap Agus pada Aisyah.
Aisyah pun mengerti dan menganggukan kepala. Akhirnya, mereka pun kembali ke rutinitas mereka masing-masing.
...****************...
" Tok.. tok... "
Aisyah mengetuk pintu kamar Abian
" Ini aku a, boleh aku masuk ? " tanya Aisyah yang tau kalau Abian sedang berada di kamarnya.
" Masuk.! "
Aisyah pun masuk ke kamar yang biasa di tempati Abian tersebut.
Kamar Abian yang ornamen nya kebanyakan warna hitam dan putih, mengisaratkan warna khas seorang Laki-laki, membuat Aisyah semakin takjub di buatnya.
" Ngapain kamu bengong kaya gitu ? " ucap Abian yang sedang duduk di sofa. Abian keheranan melihat Aisyah, yang hanya berdiri dan tidak hentinya menatap seisi kamar Abian.
" Em, gak apa-apa a, aku cuma sedikit kaget melihat kamar aa, kan baru kali ini aku masuk kamar aa. " ucap Aisyah menjelaskan.
" Oh.... hari ini, kita langsung pergi ke rumah baru kita. " ucap Abian.
" Sekarang a.? " tanya Aisyah kaget.
" iya. " jawab Abian menatap Aisyah.
" Tapi aku belum beres-beres pakean aku a."
" Udah ada orang lain yang beresin barang kamu, dan barang kamu semua sudah ada di rumah baru yang akan kita tempati." ucap Abian menjelaskan.
" Oh.. " dengan masih berdiri, Aisyah pun hanya bengong mendengar perkataan Abian.
" Ayo.! " ajak Abian.
Aisyah pun mengikuti Abian dari belakang, sampai masuk ke dalam mobil dan tentunya setelah berpamitan kepada Santi.
Mereka pun sudah sampai di sebuah rumah yang tak kalah megah dan mewah dari rumah Bagas dan Santi.
__ADS_1
Yang masih berada di area perumahan yang sama di tempati Bagas namun berbeda Blok.
" Wah.... rumahnya besar sekali a. "
Ucap Aisyah yang baru sampai di depan rumah tersebut dan terkagum-kagum dengan rumah yang sangat besar dan mewah itu. Mereka langsung di sambut oleh para penjaga dan para pelayan yang di tempatkan di rumah tersebut.
Aisyah dan Abian pun masuk ke dalam rumah sambil berkeliling melihat lihat seisi rumah. Sampai akhirnya, mereka pun sampai di lantai atas, tepat di depan sebuah pintu kamar yang akan mereka tempati nantinya.
Abian dan Aisyah pun berjalan masuk ke dalam kamar tersebut.
" Astagpiruloh... kamarnya besar sekali dan semuanya sangat tertata rapih." ucap Aisyah yang sudah berada di kamar tersebut bersama Abian.
" Tentu saja, semuanya sudah kami persiapkan dengan baik untuk tuan muda dan nyonya muda." ucap seseorang dari arah pintu kamar.
Seketika Aisyah dan Abian pun menengok ke arah suara.
" Mbok Siti.! " ucap Abian kaget, saat melihat orang tersebut berjalan mendekatinya. Abian langsung tersenyum dan memeluk wanita separuh baya yang kira-kira berusia 50 thn tersebut.
Aisyah pun hanya berdiri keheranan melihat interaksi Abian dengan wanita tersebut.
" Aisyah kemarilah." ucap Abian.
Aisyah pun berjalan mendekati Abian.
" Mbok Siti kenalin ini Aisyah.! "
" Aisyah kenalin Mbok Siti.! "
Abian memperkenalkan mereka berdua, Aisyah pun tersenyum sambil mencium tangan wanita paruh baya yang ada di hadapan nya itu.
" Aisyah ini Mbok Siti, dulu beliau adalah kepala pelayan di rumah papah Bagas. Hanya saja, saat dulu kamu tinggal di rumah papa, Mbok Siti lagi mengambil cuti cukup lama pulang ke kampung halaman nya. " ucap Abian menjelaskan.
" Oh..." Aisyah pun mengangukan kepala mengiyakan perkataan Abian.
" Itu dulu tuan muda, sekarang saya akan bekerja di sini menemani tuan muda dan nona muda." jawab Mbok Siti.
" Wahhh... masa Mbok ? aku akan sangat bahagia kalau Mbok di sini menemani ku, dulu juga Mbok yang mengasuhku sejak aku kecil, dan sekarang aku akan sangat bahagia karna Mbok di sini " ucap Abian tersenyum senang.
Aisya pun tersenyum bahagia melihat kedekatan Abian dengan Mbok Siti. Seolah baru kali ini Aisyah melihat sisi lain dari seorang Abin pratama. Keramahan dan kehangatan dari diri Abian terlihat jelas di mata Aisyah.
Mbok Siti pun mengantar Abian dan Aisyah, untuk melihat kamar mandi dan ruang ganti pakean mereka yang sudah tertata rapih, Baju-baju Bermerek dan Brendit, Sepatu, Sandal, Tas, Perhiasan, dan Arloji kafel yang mahal dan Bermerek, telah tertata rapih, berjajar di ruang ganti yang telah di siapkan untuk Abian dan Aisyah.
Semua barang-barang tersebut sudah di siapkan oleh Mbok Siti, sebagai kepala pelayan untuk menyambut tuan muda dan nyonya mudanya tersebut.
Mbok Siti adalah kepala pelayan di kediaman rumah pratama, beliau sudah mengabdikan hidupnya bertahun-tahun semenjak Bagas dan Santi menikah.
Dan Mbok Siti lah yang menemani Abian saat Santi dan Bagas terpaksa harus ke Luar negri meninggalkan Abian. Di karnakan tuntutan pekerjaan Bagas suami nya. Setelah Santi melahirkan Selin, barulah Santi diam di rumah mengurus Abian dan Selin.
Itu sebabnya setelah Mbok Siti cuti beberapa bulan dan kembali ke Ibu Kota. Mbok Siti lah yang di utus oleh Bagas, menjadi kepala pelayan di rumah baru Abian dan Aisyah tampa sepengetahuan Abian sendiri.
*
*
__ADS_1
*