
" Aa udah." rengek Aisyah.
Aisyah bergeliat di pelukan Abian, masih di atas sofa. Dengan keadaan Aisyah yang sudah acak-acakan karna ulah Abian.
" Habisnya kamu menggoda sayang."
Abian semakin mempererat pelukan nya di tubuh Aisyah. Bahu Aisyah bersandar sempurna di dada bidang Abian. Tangan Aisyah menyentuh lutut Abian yang tertekuk menyangga tubuh Aisyah agar tidak terjatuh dari sofa, sementara Abian bersandar di pinggiran sofa dengan masih memeluk tubuh Aisyah erat.
" Jadi gimana? aa maukan nganter aku ke Bioskop bareng sama Selin, joko dan jono? " Aisyah bertanya.
" Tentu, apapun untukmu sayang."
Tampa Abian tau seperti apa kondisi Bioskop yang akan mereka kunjungi, Abian langsung saja menyetujui permintaan Aisyah untuk nonton di Bioskop.
" Makasih a."
Aisyah mendekatkan wajahnya di pipi Abian yang berada di sampingnya, dengan tangan mereka yang menyatu semakin mempererat pelukan nya.
" Udah dulu ya a, aku mau ke kamar Selin, aku mau beri tau Selin kalau kita mau ke Bioskop."
" Iya, sayang." ucap Abian sambil kembali menycium bibir Aisyah yang sudah menjadi candunya itu.
Entah kenapa, Abian sendiri merasa semakin tergila-gila kepada Aisyah. Mungkin karna Abian sudah lama tidak menyalurkan hasratnya sebagai pria dewasa, itu yang membuat dirinya semakin lengket kepada Aisyah. Walaupun dirinya hanya menyentuh Aisyah sedikit saja.
" Emmm.. aa udah. " gerutu Aisyah, sambil sedikit mendorong tubuh Abian agar sedikit menjauh darinya, Abian pun terkekeh.
" Kamu harus berhasil bujuk Selin untuk ikut, nanti biar Leo aa yang urus, Leo pasti gak akan nolak perintah aa. " Abian menjelaskan sambil tersenyum.
" Wahhh.. aa ngerencanain sesuatu ya? " tanya Aisyah.
" Aa gak rencanain apa-apa, tapi setidaknya itu bisa sedikit mendekatkan mereka bukan? " ucap Abian.
" Iya juga, ya udah aku ganti baju dulu, nanti aku ke kamar Selin.
Aisyah pun turun dari sofa menuju ruang ganti, untuk mengganti pakean nya dengan pakean yang tertutup, tentu dengan menggunakan hijab nya juga.
Setelah Aisyah pergi ke ruang ganti, Abian pun mengambil ponselnya yang ada di atas meja, menyentuh ponsel itu, mencari kontak yang dia cari, lalu menghubunginya.
" Halo. Leo, nanti sore setelah asar aku dan Aisyah mau nonton ke Bioskop, bersama joko dan jono juga Selin, kau juga harus ikut. Jangan lupa bawa mobil sendiri. " pinta Abian.
" Ox Bi." tampa basa-basi Leo langsung menyetujui nya.
Sambungan telpon itupun di tutup, saat mendengar Selin akan ikut Leo pun tersenyum senang, sambil duduk di kursi dekat kolam di belakang rumah kediaman pratama. Leo berpikir ini kesempatan baik untuknya mendekati Selin.
Membuat ketiga wanita asisten rumah tangga yang sedang membersihkan kolam renang pun berbisik-bisik. Karna baru kali ini mereka secara langsung melihat seorang Leo yang terkenal dengan ketampanan nya namun cuek dan dingin itu tersenyum.
Tok... Tok..
" Selin, ini aku, boleh aku masuk? " tanya Aisyah. Berdiri di depan pintu kamar Selin, sudah rapih dengan pakean tertutupnya serta hijabnya seperti biasa.
" Masuklah, pintunya gak di kunci ko. " terdengar Selin menjawab dari dalam.
" Hai.. aku gak ganggu 'kan? " Aisyah masuk ke dalam kamar Selin.
" Kamu ini, ada-ada saja, dari dulu sampai sekarang kamu gak pernah ganggu aku kaka ipar. " ucap Selin sambil melepas Sheet Mask dari wajahnya.
" Ya... kali aja aku ganggu kamu. " Aisyah tersenyum sambil duduk di sofa dekat Selin.
" Ada apa? " tanya Selin menatap Aisyah.
" Hari ini kamu mau ke mana? "
__ADS_1
" Gak ke mana-mana, tadinya sih mau ke Salon, tapi males, ini aja aku maskeran di rumah. Memangnya ada apa? " tanya Selin mulai penasaran.
" Itu, tadi Joko nelpon, ngajakin nonton di Bioskop, katanya sih nanti sore, itu sebabnya aku ke sini, maksudnya mau ngajakin kamu. " Aisyah menjelaskan.
" Oh... ya udah ox. " ucap Selin singkat.
Yes.. Selin mau ikut, tapi.. gimana kalau dia tau ka Leo juga ikut? apa Selin tetap mau ikut? aku harus cari cara. pikir Aisyah.
" Sel, aku boleh nanya gak? " ucap Aisyah memulai rencananya.
" Ya, tentu " ucap Selin pokus dengan ponsel di tangan nya.
" Gimana hubungan mu dengan ka Leo? "
Mendengar pertanyaan Aisyah, seketika raut wajah Selin berubah, ingatan nya mengulang kembali kejadian dirinya malam itu bersama Leo di kamarnya ini.
" Gak apa-apa, Biasa saja. " ucap Selin kembali pokus menatap layar ponselnya.
" Sel.. aku bukan anak kecil, dan kita juga udah saling kenal cukup lama, kamu nyembunyiin sesuatu 'kan? " tanya Aisyah melihat Selin dengan penuh tanda tanya.
" Aihhh... baiklah,baiklah, aku memang gak pernah bisa boong dari kamu, sebenarnya kamu ini kaka iparku atau peramal sih? " tanya Selin menatap Aisyah yang duduk di sampingnya itu.
" Em... apa ya? mungkin aku adalah peramal. " ucap Aisyah cengengesan.
" Cih.. dasar kau ini. " Selin dan Aisyah pun tersenyum bersama.
" Bicaralah, jika kau butuh teman curhat, aku akan mendengarkan." ucap Aisyah menatap Selin penuh harap.
" Em... baiklah, tapi... "
" Gak boleh di bicarakan kepada siapapun, itu yang mau kamu bilang 'kan? " potong Aisyah.
Selin yang mendengar itupun langsung tersenyum, akhirnya Selin pun mulai membicarakan kejadian nya bersama Leo kepada Aisyah.
" Gak tau, mungkin? "
" Kalau udah begitu jadinya gimana? perasaan kamu sendiri gimana sama ka Leo? " tanya Aisyah.
" Entahlah, mendengar bang Leo berkata seperti itu, aku merasa hatiku ini jadi sedikit luluh, tapi di sisi lain aku udah bertekad untuk lupain bang Leo. Aku sendiri gak tau harus gimana?" ucap Selin lirih.
" Nah.. kalau udah gitu, gimana kalau kamu coba baikan lagi sama ka Leo, secara perlahan aja, biar hati kamu yakin. " Aisyah mencoba membujuk Selin.
" Em.. entahlah. " Selin sedikit berpikir.
" Ikhhh... Selin, ayolah coba dulu, mana kita tau kalau gak di coba. "
Aisyah mencoba membujuk Selin, memegang tangan Selin sambil sedikit menggoyang-goyangkan tubuh Selin.
" Ikhhh... kaka ipar stop, ox. Iya. " ucap Selin mulai kalah.
" Sungguh? " tanya Aisyah.
" Iya. " ucap Selin.
" Akhhh... Selin, akhirnya, aku bahagia." saking senangnya Aisyah memeluk Selin dengar erat.
" Akhhh kaka ipar lepasin, aku bisa mati kehabisan napas." Selin mencoba melepaskan pelukan Aisyah.
" Ikh... kamu mah gitu. " Aisyah sedikit memukul lengan Selin, dan akhirnya mereka pun tertawa bersama.
**
__ADS_1
" Hadeuhh.. mereka itu di mana ko belum pada turun? "
Aisyah mulai kesal, duduk di sofa ruang tamu menunggu Leo, Selin dan suaminya Abian.
Setelah selesai solat asyar Aisyah langsung keluar kamar menunggu di sofa ruang keluarga, karna saat tadi di kamar, Aisyah mulai kesal menunggu Abian yang lumayan lama di kamar mandi. Akhirnya Aisyah memutuskan menunggu mereka di ruang keluarga.
Tak lama Leo, Abian dan Selin pun datang dari arah yang berbeda, Selin dan Abian datang dari lantai atas, sedangkan Leo datang dari lantai bawah, karna kamar Leo berada di lantai bawah.
Saat mereka semua berkumpul di ruang keluarga, Aisyah langsung berdiri dari duduknya dengan hanya melongo kaget, melihat mereka semua dengan wajah terheran-heran.
Alangkah terkejutnya Aisyah saat melihat Abian dan Leo yang sudah rapih dengan setelan kemeja mahalnya, dan Selin dengan pakean Bren nya juga.
Aneh sekali, kitakan cuma mau ke Bioskop, kenapa mereka memakai pakean yang seperti itu? pikir Aisyah masih berdiri keheranan.
Cara berpakaian Leo, Selin dan Abian sangat jauh berbeda dengan Aisyah, hari ini Aisyah memutuskan untuk menggunakan pakean sederhananya. Karna Aisyah berpikir hanya ke Bioskop saja, jadi tidak perlu menggunakan pakean berlebihan, walaupun di ruang ganti yang ada di kamar Abian sudah di sediakan pakean dari Bren ternama untuknya, Aisyah lebih suka menggunakan pakean sederhana nya saja.
Hari ini Aisyah memutuskan menggunakan celana Jins berwarna biru dongker, baju tunik lengan panjang berwarna coklat yang senada dengan sepatu dan hijab pasmina yang Aisyah gunakan, dan tak lupa tas kecil untuk tempat menyimpan dompet dan ponselnya.
Saat sampai di ruang keluarga, Selin juga sedikit terkejut dengan kedatangan Leo, Selin memang tau kalau sebagai Sekertaris pribadi, Leo selalu berada bersama kakanya Abian. Taapi hari ini Selin merasa sedikit aneh, berangkat ke Bioskop berempat, tidak beda jauh seperti orang yang sedang berkencan pikirnya.
" Kenapa malah ngelamun? ayo berangkat. " ucap Abian membuyarkan lamunan Selin dan Aisyah.
Saat mereka sudah sampai di depan rumah, terlihat dua mobil sport yang sudah terparkir di sana. Yang satu milik Abian, yang satu lagi milik Leo. Abian sengaja memakai mobil masing-masing dan menyuruh Leo membawa mobil sendiri, dengan harapan Selin akan mau naik mobil bersama Leo berdua.
" Loh, apa ini? " Selin berdiri keheranan menatap dua mobil Sport yang sudah terparkir di depan rumah.
" Itu mobil. " ucap Abian so polos.
" Ikhhh.. iya aku tau ini mobil, tapi kenapa harus mobil sport gini sih? kita kan bisa pake mobil keluarga, jadi bisa berangkat bersama. " protes Selin.
" Siapa yang mau berangkat bareng? kaka gak mau berangkat bareng sama kamu, kamu itu cerewet. " ucap Abian enteng.
" Ikhhh... kaka itu jahat ya, terus aku berangkat bareng siapa? " tanya Selin menatap Abian.
" Menurut mu? " ucap Abian menatap Selin dan Leo sambil merangkul Aisyah.
Selin yang mengerti perkataan Abian pun langsung menelan salivanya kasar, sementara Leo tersenyum penuh kemenangan berharap Selin akan naik mobil berdua bersamanya.
Abian berjalan menggandeng tangan Aisyah, membukakan pintu mobil untuk Aisyah, dan masuk ke dalam mobil sport miliknya bersama Aisyah. Sementara Selin masih berdiri mematung membelakangi Leo yang sudah mendekati mobil dan membuka pintu mobil untuk Selin.
" Ayo. " ajak Leo ramah berdiri di depan pintu mobil yang sudah terbuka.
Selin pun berbalik " Gak mau. " Selin menolak, masih berdiri, memalingkan wajahnya.
Tampa permisi, Leo langsung menarik lengan Selin, membawanya mendekati pintu mobil yang sudah terbuka.
" Hey.. tunggu, tunggu, apa yang kau lakukan?"
Selin menahan tangan Leo yang menggengam nya erat.
" Masuk. Atau kau mau abang melakukan sesuatu yang tidak kau inginkan di sini? Seperti malam itu. " ucap Leo menatap tajam ke arah Selin, mulai maju mendekati Selin.
" Iya, iya, dasar kau ini tukang maksa." gerutu Selin menghempaskan genggaman tangan Leo, lalu masuk ke dalam mobil, menutup pintu mobil dengan kasar.
Leo pun tersenyum penuh kemenangan, lalu masuk ke dalam mobil.
Aisyah dan Abian pun tersenyum dari dalam mobil, melihat Drama yang di lakukan Leo dan Selin. Akhirnya mereka pun berangkat bersama menuju Bioskop yang sudah di sepakati bersama dengan Joko dan Jono.
*
*
__ADS_1
*