
Seperti hari-hari biasa, pagi ini Aisyah kembali terbangun mendengar Alarm adzan subuh terdengar di ponsel nya yang ia simpan di nakas.
Di saat Aisyah mau bangun, Aisyah menatap wajah Abian suaminya yang masih tertidur pulas. Dengan keadaan masih memeluk nya erat.
Kini Aisyah mulai terbiasa tidur di peluk Abian atau tidur saling berpelukan. Tidak seperti dulu saat hari pertama mereka menikah, Aisyah menjerit di pagi hari karna kaget dan belum terbiasa tidur dengan laki-laki asing di atas ranjang yang sama.
Tapi saat ini Aisyah merasa bahagia, karna bisa melihat wajah tampan laki-laki arogan yang sudah menjadi suaminya itu dari jarak yang sangat dekat. Apalagi dengan posisi Abian yang masih tertidur dan rambutnya yang masih acak-acakan, membuat Abian semakin terlihat tampan di mata Aisyah.
Pagi ini Aisyah merasa bahagia. Karna walau apapun yang akan terjadi kedepan nya, dirinya sudah menyatakan cinta pada Abian, yang kini membuat hatinya terasa lega tampa beban.
" Aa, bangunnnn udah subuh. " Aisyah mengusap-ngusap wajah Abian yang ada di sampingnya.
Bukan nya bangun Abian malah semakin mempererat pelukan nya di tubuh Aisyah.
" Sebentar lagi sayangggg Aa masih ngantuk. "
" Ikhhh.. jangan gitu dong a, waktu solat subuh kan cuma sebentar, bangun dong! " ucap Aisyah masih mengelus pipi Abian.
Abian pun membuka mata dengan masih memeluk tubuh Aisyah erat. Memandang wajah cantik Aisyah dengan rambut hitam panjang nya yang terlihat indah tepat di hadapan nya.
" Morning kiss nya mana?" ucap Abian dengan suara serak khas orang yang bangun tidur.
" Ikhhhh.. si aa mah gitu, kalau solat itu karna Allah aa sayanggg, bukan karna Morning Kiss. " ucap Aisyah masih menatap Abian.
" Tapi aa mau Morning Kiss dulu sayangggg.. " rengek Abian.
Mau tidak mau Aisyah pun menuruti perkataan Abian dengan mencium bibir Abian sebentar.
" Kurang sayanggg.. " rengek Abian lagi.
" Aa jangan macem-macem deh, nanti keburu kesiangan solat subuh nya." Aisyah mencoba membujuk Abian.
Tampa menunggu lama, Abian langsung menindih tubuh Aisyah dan mendaratkan ciuman bertubi-tubi di wajah Aisyah. Mulai dari kening, kedua pipi dan bibir, mendapat serangan mendadak dari Abian, Aisyah pun tidak dapat menolak karna memang itu sudah menjadi hak Abian sebagai suaminya.
" I Love you sayangggg, mulai sekarang, setiap pagi Morning Kiss nya harus seperti itu, agar aa semakin cinta dan yakin sama perasaan aa ke kamu, maukan? " tanya Abian menatap Aisyah sambil tersenyum menggoda.
" Iya, aku mau, I Love You To aa, aku mencintaimu karna Alloh. " ucap Aisyah sambil mendaratkan satu kecupan di pipi Abian yang masih berada di atas tubuhnya.
" Emmm... sayanggggg Lolipop aa bangun karna kamu goda. " ucap Abian manja, sambil mengedipkan mata masih berada di atas tubuh Aisyah.
Aisyah pun mengerti akan apa yang di ucapkan Abian tentang Lolipop, karna Aisyah sendiri merasakan ada sesuatu yang mengganjal di pahanya. Seketika wajah Aisyah memerah karna malu.
" Ikhhh... aa jangan mulai deh. " ucap Aisyah sambil sedikit memukul dada Abian.
" Emangnya kenapa sayang? "
" Udah ah, kita ambil wudhu lalu solat subuh, kalau di biarin lama-lama, nanti setan nya makin menggoda kamu aa." Aisyah mencubit-cubit pipi Abian.
" Tapi aa mau kamu sayang, plisss.. ya." Abian mencoba menggoda Aisyah sambil mengedipkan mata genitnya.
" Ikhhh... jangan nakal ya a! "
Aisyah mendorong tubuh Abian ke samping, mulai salah tingkah dengan sikap Abian yang menggoda nya, sambil berjalan ke kamar mandi Aisyah tak henti-hentinya menggerutu.
Abian pun terkekeh melihat sikap Aisyah yang salah tingkah jika dia goda, wajah malu Aisyah, kepolosan Aisyah, kesederhanaan Aisyah lah yang membuat Abian tergoda.
Dan tentunya tampa Aisyah ketahui, sebenarnya Abian duluan lah yang jatuh cinta pada Aisyah. Hanya saja Abian belum menyatakan perasaan nya dan belum yakin seratus persen akan perasaan nya pada Aisyah. Namun secara perlahan, Abian kini mulai yakin akan perasaan nya kepada Aisyah.
Setelah Aisyah dan Abian selesai melaksanakan solat subuh dua rokaat, Abian dan Aisyah memutuskan untuk tiduran kembali di atas ranjang. Karna memang hari ini adalah hari minggu, baik Aisyah ataupun Abian memiliki sedikit waktu luang untuk bersantai di hari libur.
" Aa, gimana, udah hapal belum? " Aisyah bertanya sambil tiduran menyamping menghadap Abian.
" Apa? "
__ADS_1
Abian menatap Aisyah dengan posisi sama tiduran menyamping.
" Ikhhh... aa mah gitu, katanya mau berubah kalau aku dampingin, ko malah lupa? " Aisyah mulai geram.
" Aa ingat sayang, doa solat duha 'kan?" Abian mencubit pipi Aisyah, karna gemas melihat sikap Aisyah.
Aisyah tersenyum sambil menganggukan kepala " iya, aku pikir aa lupa. "
" Aa ingat ko, ya udah dengerin ya, aa akan mulai baca doa solat duha nya. Kalau ada yang salah kamu tegur aa."
Abian mulai membaca doa solat duha dengan posisi masih tiduran menyamping sambil memegang erat tangan Aisyah.
" Gimana, aa berhasil 'kan? " tanya Abian.
" Iya, aa mulai pinter ya sekarang, aku jadi seneng lihatnya! " Aisyah tersenyum dengan bangga menatap Abian yang mulai berubah.
" Sungguh? "
Aisyah mengangukan kepala mengiyakan pertanyaan Abian. Abian pun merubah posisi tidurnya menjadi terlentang, menatap Aisyah dan menepuk-nepuk dadanya, membuka lebar kedua tangan nya memberi isyarat kepada Aisyah.
Aisyah yang melihat isyarat yang di tunjukan Abian pun mengerti. Aisyah langsung mendekati Abian, menyandarkan kepalanya di dada Abian dan memeluk tubuh laki-laki yang sudah menjadi suaminya itu.
Begitu pula dengan Abian yang langsung memeluk Aisyah dengan erat. Merasakan kehangatan tubuh wanita yang sudah menjadi istrinya itu.
Sejenak mereka berdua terdiam, merasakan kehangatan berpelukan dan kehangatan tubuh mereka yang menempel sempurna.
" Jantung aa berdekat kencang, aa gak apa-apa 'kan? " tanya Aisyah dengan polosnya. Dengan posisi kepalanya masih di atas dada Abian.
Abian pun terkekeh " kamu ini lucu banget sih, kalau jantung aa gak berdekat, itu tandanya aa mati sayang. " ucap Abian mengelus kepala Aisyah.
Aisyah pun tersenyum, menyadari perkataan bodohnya itu.
" Boleh aku bertanya a? " Aisyah mendongak menatap wajah Abian.
Aisyah pun kembali menyandarkan kepalanya di dada Abian.
" Aa tau gak hubungan ka Leo sama Selin? " tanya Aisyah.
" Tau, memangnya kenapa? " Abian masih mengelus kepala Aisyah sambil memainkan rambut panjang Aisyah.
" Kenapa aa gak bantu mereka baikan? "
" Mereka bukan anak kecil lagi, mereka sudah dewasa Aisyah, kita tidak boleh terlalu ikut campur akan urusan pribadi mereka. Kita urus saja rumah tangga kita, aa sama kamu aja belum benar-benar saling mengenal, bukan? " ucap Abian masih memainkan rambut panjang Aisyah.
" Em.. iya juga ya, tapi kan kasian a, mereka jadi seperti musuh."
" Biarin aja, nanti juga mereka pasti akan menemukan jalan keluar dari permasalahan mereka sendiri. " Abian masih mengelus kepala Aisyah.
" Boleh aku nanya lagi? "
" Hem.. " Abian masih memainkan rambut Aisyah.
" Apa aa pernah jatuh cinta? " ucap Aisyah.
Aisyah memang sudah mengetahui dari cerita Kalandra, kalau dulu Abian pernah jatuh cinta dengan teman kuliah nya. Tapi entah kenapa, Aisyah penasaran dan ingin mengetahui jawaban apa yang akan di katakan Abian saat ini.
Abian terdiam tidak bersuara, tapi tangan Abian masih bermain di rambut Aisyah. Aisyah yang masih menyandarkan kepalanya di dada Abian pun mulai cemas, takut kalau dia salah bicara, dan membuat Abian marah.
Maafkan aku a, tapi entah kenapa walaupun aku sudah tau, aku tetap ingin bertanya masalah itu padamu, aku ingin tau jawaban apa yang akan kau ucapkan. Apakah sebagai seorang suami kau akan berkata jujur padaku atau tidak. tapi aku merasakan detak jantungmu begitu tenang, apa kau begitu tidak inginnya membahas masalah itu denganku.
Aisyah terus bekata dalam hati, takut kalau apa yang di tanyakan nya akan menyinggung perasaan Abian.
" Aa Bian? "
__ADS_1
Aisyah memanggil Abian masih menyandarkan kepalanya di dada Abian. Aisyah tidak berani memandang wajah Abian karna rasa takut kalau Abian akan marah.
" Pernah. "
Tiba-tiba setelah diam beberapa saat, Abian menjawab pertanyaan Aisyah.
Ya alloh Abian menjawabnya, aku pikir a Bian marah, Alhamdulilah.... pikir Aisyah.
" Sungguh a? siapa nama wanita yang beruntung mendapatkan Cinta aa? " Aisyah masih penasaran sambil terus memainkan jarinya di dada Abian.
" Mau tau apa mau tau banget? " tanya Abian.
" Ikhh.. aa mah gitu, aku mau tau a. " Aisyah mendongak melihat Abian.
" Sungguh?"
" Iya. "
" Tapi ada saratnya. " ucap Abian tersenyum nakal.
Kenapa perasaanku jadi tidak enak, apa mungkin Abian ngerjain aku. pikir Aisyah.
" Ikhh... ko pake ada sarat segala sih? aa curang. " Aisyah kembali menyandarkan kepalanya di dada Abian dengan wajah kesalnya.
Abian pun terkekeh melihat sikap Aisyah yang sedang merajuk.
" Mau tau, gak?" tanya Abian mengelus kepala Aisyah.
" Mau, tapi saratnya jangan aneh-aneh. " ucap Aisyah mendongak menatap Abian.
" Gak aneh-aneh ko, cuma satu macam aja. " ucap Abian mengacungkan satu jarinya sambil tersenyum mengedipkan satu matanya.
Ya ampun, kenapa aku jadi merasa takut, gak mungkin kalau a Bian ngerjain aku. pikir Aisyah.
" Saratnya apa? " Aisyah semakin penasaran.
Seringai muncul di bibir Abian, tiba-tiba dengan cepat Abian membalik keadaan. Memeluk tubuh Aisyah dan membaliknya menjadi berada di bawah kungkungan nya.
Abian menatap dalam-dalam wanita yang ada di hadapan nya saat ini. Tampa permisi Abian langsung mencium bibir mungil Aisyah yang sudah menjadi istrinya itu. Entah kenapa, semakin lama Abian semakin candu dengan bibir mungil istrinya itu.
" Itu adalah saratnya." ucap Abian sambil mengedipkan satu matanya, melepas ciuman nya dari bibir Aisyah.
Aisyah pun hanya diam membeku, entah kenapa walaupun Aisyah sudah sering berciuman dengan Abian. Saat ini Aisyah masih saja merasa malu sampai wajahnya bersemu merah.
Abian yang melihat itupun langsung tertawa penuh kemenangan. Karna telah berhasil mengerjai Aisyah, sampai wajah Aisyah bersemu merah karna malu.
" A Biannnn! " teriak Aisyah sambil mendorong tubuh Abian dengan kasar.
Merasa di bodohi. Aisyah pun langsung bangun mengambil bantal dan memukul-mukul kan bantal itu kepada Abian yang masih berbaring tertawa terpingkal-pingkal, menertawakan Aisyah yang berhasil dia bodohi.
Pagi itu terjadilah peperangan bantal di atas ranjang antara suami istri yang sudah saling mencintai. Cinta pertama yang sederhana dan sangat dalam dari Aisyah yang dia berikan untuk Abian. Dan Cinta Luar Biasa yang di rasakan Abian sang Ceo perusahaan Pratama Group. Kepada wanita dengan segala kesederhanaan nya itu.
Walaupun Abian belum secara resmi menyatakan Cintanya kepada Aisyah dan belum seutuhnya yakin mencintai Aisyah dengan sepenuh hatinya. Tapi Abian merasakan kalau dirinya sudah mulai benar-benar mencintai Aisyah dengan segala kesederhanaan nya itu.
...****************...
Hai semua...
Tolong bantu di komentar ya, supaya aku tau letak kesalahanku di mana, soalnya aku masih proses belajar, jadi kesalahanku masih banyak dan bertebaran di mana-mana hehe... 😂😂😂😂😅😅😅
Komentar kalian akan sangat berharga dan membantuku.
Terima kasih.... 🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1