CINTA AISYAH

CINTA AISYAH
CA SEASON 2 # Kebahagiaan Amar


__ADS_3

"Assalamualaikum," Amar tampak berdiri dibibir pintu bersama Echa, raut kegugupan terlihat jelas di matanya


"Waalaikum salam," jawab Hasan membukakan pintu rumahnya


"Ayah, kenalkan dia ka Amar CEO Sedayu Group, tempat aku kerja," Echa memperkenalkan Amar pada ayahnya


"Silahkan duduk dulu, gak enak kan kalau tamu dibiarkan berdiri di depan pintu,"jawab Hasan


"Maaf pak, sedikit oleh-oleh buat camilan bapak dirumah," Amar memberikan paper bag yang dibawanya


"Alhamdulillah, terima kasih nak, ini mah gak sedikit nak Amar, tapi berlimpah," sahut Hasan


"Oh iya, saya Hasan, ayahnya Echa,” gantian Hasan memperkenalkan dirinya kepada Amar


"Buatkan minum dong sayang, masa ada bosnya main kerumah gak dibikinin minum," ucap Hasan sambil mengerlingkan matanya kepada Echa


"Iya , ayah," sahut Echa.


Echa segera pergi kebelakang untuk membuat minuman untuk Amar dan ayahnya.


"Oh iya pak, kedatangan saya kesini selain mengantar Echa pulang juga meminta izin kepada bapak untuk melamar Echa," ucap Amar hati-hati


Hasan tersenyum mendengar penuturan Amar yang begitu berani dan berkharisma.


"Kalau bapak terserah Echa saja, karena nanti dia yang akan menjalaninya, jadi kalau Echa setuju dan kalian saling suka, saya setuju saja," jawab Hasan


"Alhamdulillah, Insya Allah saya dan ayah saya akan melamar secara resmi hari minggu, pak," kata Amar


"Hmmm, kalau begitu kamu melamarnya dirumah ibu kandung Echa saja, kebetulan hari minggu nanti Echa akan pindah ke rumah ibu kandungnya," jawab Hasan


"Maksudnya gimana pak, kenapa Aisyah pindah ke rumah ibunya?" tanya Amar


"Jadi gini nak Amar, Echa itu sebenarnya bukan anak kandung saya, dulu saya nemuin dia di depan Mushola, dan sekarang Ayahnya kemarin menemui saya dan mengambil kembali dia dariku," jawab Hasan


"Hmmm, iya aku paham, baiklah nanti aku akan langsung kerumah ibu kandungnya," sahut Amar


********

__ADS_1


Selo hanya memandangi sapu tangan milik Echa yang masih ia simpan.


"Kamu kenapa nak, sepertinya kamu lagi galau?" tanya Amber


"Iya Mi, baru kali ini Selo benar-benar jatuh cinta sama seorang gadis, tapi ketika cinta itu mulai bersemi di hati Elo, tiba-tiba seorang pria datang dan melamarnya, hatiku seketika hancur Mi, apalagi setelah tahu kalau mereka ternyata saling cinta, ternyata cinta aku bertepuk sebelah tangan Umi," ujar Selo sedih


Amber langsung menghampiri putra sulungnya dan memeluknya penuh kasih sayang.


"Sabar sayang, kamu berdoa saja, toh kalau jodoh tak akan kemana, kalian pasti akan ketemu, contohnya Umi, dulu Umi sudah menolak lamaran ayah kamu, karena Umi tidak cinta sama dia, terus Umi punya calon suami yang Umi cintai dan kami akan menikah sebulan lagi, tapi tuhan berkehendak lain, calon suami Umi meninggal, dan akhirnya Abi kamu kembali meminang Umi dan akhirnya kami menikah, itulah jodoh nak kadang tidak bisa kita tebak, karena itu rahasia Allah, jadi kamu sabar saja Umi yakin kalau gadis itu benar-benar jodoh kamu, kalian pasti akan bertemu," ucap Amber


"Iya benar kata Umi kamu, masa anak Abi cengeng, menangis cuma karena seorang wanita, ayo bangkit!!, dan semangat buat kejar cinta kamu sebelum janur kuning melengkung kamu masih bisa menangin hatinya," sela Ilham


"Tumben kamu udah pulang Bi?" tanya Amber


"Iya karena tadi Bhumi nelpon aku, katanya Aisyah sudah membuat keputusan, kalau ia menyerahkan harta kekayaan peninggalan Rio untuk anaknya," ucap Ilham


"Lha bukannya anaknya udah gak ada ya, karena dibuang sama si Ariel?" tanya Amber


"Ariel berhasil menemukannya, dan kini mereka telah berkumpul, jadi Aisyah lebih memilih hidup sederhana bersama Ariel daripada kekayaan Satrio, benar-benar wanita soleha," jawab Ilham yang sedikit memercikkan kecemburuan dimata Amber


"Kamu bukan Soleha sayang tapi Ambernya Ilham," jawab Ilham menggoda istrinya


"Diih garing!" cibir Amber


"Iya solehaku, kamu itu wanita soleha yang aku miliki, jadi jangan ngambek ya sayang," rayu Ilham


"Hmmm, terus kekayaan peninggalan Banyu gimana?" tanya Amber


"Itulah makanya aku jauh-jauh dari Wonosobo ke Jakarta, aku akan membicarakan masalah ini dengan Aisyah dan juga Bhumi besok," jawab Ilham


"Aku ikut Mas, aku juga ingin melihat Aisyah dan Ariel, penasaran kaya apa sih Ariel sekarang sampai bisa membuat Aisyah berkorban begitu besar untuknya," jawab Amber


"Aku kirain kamu jelous takut Aku kepincut sana Aish, eh taunya kamu ngebet mau ketemu sama si Ariel," jawab Ilham yang hanya disambut kekehan dari Amber


**********


Aisyah sangat senang ketika tahu akhirnya Echa memutuskan untuk tinggal bersamanya.

__ADS_1


"Alhamdulillah, akhirnya kita bisa berkumpul lagi, Umi senang sekali nak, akhirnya Umi bisa tiap hari melihat kamu," ucap Aisyah sambil memeluk putrinya


"Iya Umi, tapi boleh ya setiap sabtu dan Minggu Echa nginep di rumah Ayah, karena Echa juga gak bisa ninggalin ayah begitu saja," pinta Echa


"Iya sayang, kamu boleh kok kesana kapan saja, toh pak Hasan kan juga ayah kamu, pasti dia juga pengin melihat kamu, oh iya cowok imut itu siapa?" tanya Aisyah


"Dia Ridwan Mi, adik Echa," jawab Echa


"Oh gitu, Ridwan juga boleh kok tinggal disini kalau kamu kangen sama kakak kamu, kamu juga boleh manggil tante Umi," kata Aisyah


"Makasih Umi, Ridwan selama ini belum pernah melihat wajah ibu aku, dan aku sangat senang tante memperbolehkan aku menganggap tante Umi aku," jawab Ridwan sambil memeluk Aisyah


"Sayang, Umi tinggal dulu ya... karena Umi mau ketemu sama temen Umi, Ridwan bisa tolong bantuin kaka kamu ya nak, soalnya Umi harus pergi, mau ya nak?" cicit Aisyah


"Iya Mi," jawab Ridwan


"Alhamdulillah, tidak salah Umi mengangkat kamu jadi anak aku, ternyata kamu anak sholeh, makasih ya nak, umi Pamit dulu, assalamualaikum," Baru beberapa langkah Aisyah melangkahkan kakinya ke luar rumah, tiba-tiba ia jatuh pingsan.


Beruntungnya Ariel segera menangkapnya.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Ariel sambil memberikan yeh hangat untuknya


" Entahlah, akhir-akhir ini aku merasa pusing dan suka mual," jawab Aisyah


"Apa kamu hamil sayang?" tanya Ariel


Aisyah hanya membulatkan matanya karena ia merasa mustahil jika ia hamil lagi apalagi usianya sudah kepala empat.


"Masa sih Mas, kan aku sudah kepala empat kalaupun aku hamil pasti sangat beresiko," jawab Aisyah


"Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini kalau Allah sudah berkehendak sayang," sahut Ariel


"Alhamdulillah, semoga kamu benar Mas," kata Aisyah


" Iya makanya kita tunda saja pertemuan dengan Ilham, kita periksakan kandungan kamu dulu, baru esok kita ketemu sama mereka," ucap Ariel dan segera disambut anggukan oleh Aisyah


"Assalamualaikum!" terdengar suara tamu didepan rumah Aisyah membuat Aisyah dan Ariel langsung bergegas untuk menemui tamunya itu

__ADS_1


__ADS_2