CINTA AISYAH

CINTA AISYAH
Dhafina Dahayu


__ADS_3

" Kamu beneran Abian 'kan? "


Wanita itu mengulangi perkataan nya masih berdiri di dekat Abian. Sementara Abian, masih dengan tatapan tajam nya, menatap wanita tersebut dengan tatapan seolah ingin membunuh.


" Abian ini aku, kamu masih ingat aku 'kan? "


Wanita itu berucap, berusaha mengingatkan Abian tentang siapa dirinya, wanita itu tersenyum ramah, seolah berharal Abian menyapa nya dengan lembut atau menatapnya dengan senyuman. Tapi yang dia lihat dan dapatkan saat ini, hanya tatapan tajam dan raut wajah dingin dari Abian yang tertuju padanya.


Sementara Aisyah, hanya duduk keheranan menatap Abian yang tiba-tiba bersikap dingin. Dengan tatapan mata yang sangat tajam Menatap wanita tersebut tampa mengeluarkan sepatah kata pun dari bibir nya.


" Aa, ada orang menyapa ko di cuekin? gak baik aa. "


Aisyah menyentuh tangan Abian, sambil tersenyum menatap Abian, mencoba untuk mencairkan suasana canggung di antara mereka.


Sementara Abian hanya diam tidak merespon ucapan Aisyah, tatapan nya masih dingin dan tajam seperti menusuk menatap wanita itu.


" Silahkan duduk ka."


Aisyah beralih menatap wanita itu dengan tersenyum ramah, sambil berdiri dari duduknya, Aisyah mempersilahkan wanita itu untuk duduk bersama mereka.


" Terima kasih. "


Wanita itu tersenyum dengan keramahan yang di tunjukan oleh Aisyah. Wanita itupun duduk di kursi yang sama dekat Abian dan Aisyah


" Sayang, kita pulang sekarang yah. "


Tiba-tiba Abian kembali tersenyum menatap Aisyah yang baru saja kembali duduk di kursinya. Tapi bagi Aisyah, senyum yang di perlihatkan Abian kepadanya saat ini terkesan di paksakan dan terlihat aneh.


" Tapi a itu... "


Belum selesai Aisyah mengucapkan perkataan nya, Abian sudah berdiri dari duduknya dengan memegang pergelangan tangan Aisyah. Abian tersenyum menatap Aisyah, seolah mengisyaratkan bahwa Aisyah harus beranjak pergi dari lestoran tersebut bersamanya.


Aisyah yang melihat sikap Abian seperti itu, hanya bisa diam dan pasrah mengikuti langkah suaminya. Aisyah tau, bahwa ada sesuatu yang aneh terjadi pada Abian, semenjak kemunculan wanita yang ada di hadapan mereka saat ini.


Aisyah pun mengambil tas nya dan berdiri mengikuti langkah Abian yang sudah lebih dulu berdiri dari duduknya. Sementara wanita itu, hanya duduk terdiam keheranan menatap sikap Abian, seolah tidak percaya akan sikap Abian kepadanya saat ini.


Abian dan Aisyah melangkah untuk meninggalkan lestoran tersebut. Saat Abian dan Aisyah melangkahkan kaki, wanita tersebut juga berdiri dengan memanggil nama Abian.


" Abian, tunggu, kamu ingat aku 'kan? aku Dhafina, aku Dhafina dahayu Abian. "


Wanita itu setengah berteriak memanggil Abian yang sudah berjalan bersama Aisyah semakin menjauhinya. Sementara Abian hanya cuek terus berjalan bersama Aisyah, tampa memperdulikan perkataan wanita itu.


Begitu juga dengan Aisyah, dia hanya bisa diam mengikuti langkah Abian. Menatap punggung Abian yang berjalan di hadapan nya dan menatap genggaman tangan Abian yang erat menggenggam jemari tangan nya.


Saat wanita itu melangkahkan kaki, berniat mengejar Abian. Tiba-tiba datang beberapa laki-laki berpakaian rapih, berwajah tegas, berbadan tinggi dan kekar berjajar di hadapan wanita tersebut.


" Minggir kalian, kalian menghalangi jalanku." Dhafina setengah berteriak kesal karna mereka menghalangi jalan nya untuk mengejar Abian.


Sementara orang-orang yang sedang berada di lestoran tersebut, hanya menatap keheranan ke arah Dhafina dan laki-laki yang berjajar di hadapan nya itu.

__ADS_1


" Sekarang sudah aman, tuan muda dan nona sudah menjauh. " ucap sala satu laki-laki tersebut.


Mereka pun membubarkan diri dan pergi dari lestoran tersebut untuk menyusul tuan dan nona muda mereka, yaitu Abian pratama dan Aisyah. Mereka semua adalah orang-orang kepercayaan Abian, yang dari tadi sudah mengikuti Abian dan Aisyah dari kejauhan untuk menjaga keamanan mereka. Sementara Dhafina, hanya bergumam kesal karna tidak berhasil mendekati Abian.


" Sial, kau lihat saja nanti Abian, aku pasti akan mendapatkanmu. " Dhafina bergumam kesal, masih berdiri menatap para Laki-laki itu yang mulai pergi meninggalkan nya.


Dhafina adalah wanita asli berdarah Bali Indonesia, orang tuanya juga asli berdarah Bali dan mereka juga menetap di Bali.


Kedua orang tua Dhafina memiliki perusahaan yang cukup besar, yang menjadikan mereka sebagai sala satu orang terpandang di Bali, dan menjadi sala satu orang kaya di Indonesia.


Dhafina Dahayu adalah wanita yang pernah menjadi bagian dari masa lalu di kehidupan seorang Abian Pratama. Dhafina adalah wanita yang pernah menjadi cinta pertama seorang Abian Pratama saat dirinya kuliah di sala satu Universitas yang ada di luar negri.


Dhafina Dahayu nama wanita Bali yang memiliki arti wanita bernilai tinggi dan cantik. Namun, arti dari namanya yang indah itu jauh berbanding terbalik dengan Sipatnya yang sesungguhnya.


Dhafina memiliki sipat sombong dan Matrealistis. Dulu saat di luar negri dirinya meninggalkan Abian karna mendapatkan kekasih yang jauh lebih kaya dari Abian Pratama.


Tampa Dhafina ketahui siapa Abian Pratama yang sesungguhnya, Dhafina menghianati cinta Abian dan meninggalkan nya pergi bersama laki-laki kaya raya yang menjadi kekasih barunya itu.


Kini setelah Dhafina tahu identitas Abian pratama yang sesungguhnya. Dhafina datang ke Jakarta dengan maksud mencoba mendekati Abian kembali dan berharap akan mendapatkan perhatian dan cinta seorang Abian seperti dulu.


Dhafina mengumpulkan informasi tentang sikap Abian yang suka membeli wanita bayaran untuk memuaskan hasratnya di atas ranjang. Itu sebabnya hari ini saat Dhafina menemui Abian dan Aisyah di lestoran, Dhafina berdandan cantik dengan menggunakan pakean seksi dan sedikit memperlihatkan kemolekan tubuhnya yang putih dan mulus. Dengan rambut yang sudah di rias sedemikian rupa, Dhafina berharap bisa membuat Abian tergoda dan kembali padanya.


Tapi sepertinya sekarang Dhafina salah duga. Dia berpikir kalau Abian masih sama seperti yang dia kenal dulu, tapi kini Abian bukan lagi Abian yang dia kenal dulu. Setelah bertahun-tahun tidak bertemu, Abian pratama hanya bersikap dingin dan cuek, saat pertama bertemu dengan nya.


***


Abian membukakan pintu mobil untuk Aisyah. Setelah Aisyah masuk, Abian pun ikut masuk ke dalam mobil dan duduk di depan kemudi.


Setelah Abian memastikan Seafti Bealt terpasang sempurna di tubuh Aisyah, Abian tersenyum memandang wajah Aisyah sambil mengusap pipi Aisyah dengan lembut.


" Baiklah, sekarang kita mau ke mana lagi?" tanya Abian masih mengelus lembut pipi Aisyah.


" Em... aa gak apa-apa 'kan? "


Aisyah menatap wajah Abian lekat. Aisyah begitu bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi dengan Abian saat ini. Berbagai tanda tanya bermunculan di pikiran Aisyah. Namun, dirinya masih tidak berani untuk bertanya kepada Abian secara langsung.


Mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Aisyah, Abian hanya tersenyum.


" Aa tidak apa-apa sayang, apa kau begitu menghawatirkan suamimu ini? " ucap Abian tersenyum, masih mengelus pipi Aisyah.


" Tentu aku menghawatirkan mu a, kalau aku tidak menyayangimu aku tidak akan pernah menghawatirkan mu. " wajah Aisyah sendu, menatap Abian dalam seolah menunjukan kekhawatiran nya.


" Tidak usah khawatir, sungguh... aa baik-baik saja. " Abian mencoba menenangkan Aisyah yang begitu menghawatirkan nya.


" Baiklah, sekarang kita mau ke mana lagi? apa mau lanjut kencan seperti rencana pacaran yang telah kita rencanakan? atau mau pulang ke rumah? biar nanti kita bisa puas pacaran di kamar. " goda Abian tersenyum manis menatap Aisyah sambil mengedipkan sebelaha matanya, masih mengelus pipi Aisyah.


" Ikh... aa itu apa-apaan sih? "


Aisyah yang tadinya mencemaskan Abian, kembali terkekeh karna godaan yang Abian lakukan padanya. Akhirnya mereka pun tertawa besama.

__ADS_1


" Kita pulang aja ya a, lagian sudah sore, sudah hampir masuk waktu Asyar. Aku juga sudah mulai merasa lelah. " Aisyah menjelaskan.


" Ox.. sayang, jika itu yang kau inginkan."


Abian tersenyum menatap wajah cantik Aisyah yang sudah kembali ceria. Tidak seperti tadi, raut wajah Aisyah yang begitu terlihat sendu menghawatirkan dirinya.


Akhirnya Abian pun kembali membenarkan posisi duduknya, menghidupkan mobil sportnya itu dan melajukan mobilnya untuk kembali pulang ke rumahnya.


Seperti biasa, saat Abian dan Aisyah sudah sampai di depan rumahnya, Mbok Siti dan para asisten rumah tangga menyambut Aisyah dan Abian yang baru saja sampai di depan rumah.


Abian berjalan masuk ke dalam rumah sambil merangkul pinggang Aisyah. Dengan di ikuti Mbok Siti dan para asisten rumah tangga yang mengikuti dari arah belakang.


" Tuan muda, apa ada yang anda perlukan? " tanya Mbok Siti yang mengikuti dari arah belakang.


Abian berhenti sejenak, melepaskan tangan nya dari pinggang Aisyah dan berbalik ke belakang. Melangkahkan kakinya mendekati Mbok Siti, menatap Mbok Siti sambil memegang kedua pundak Mbok siti.


" Mbok, aku tidak apa-apa, istirahatlah. Mbok sudah melaksanakan kewajiban Mbok dengan baik. Nanti, kalau aku memerlukan sesuatu aku pasti akan bilang sama Mbok, untuk sekarang aku mau istirahat di kamar bersama istriku. " Abian menjelaskan dengan lembut sambil tersenyum menatap Mbok Siti.


" Baiklah tuan muda, istrirahatlah bersama nona muda. " ucap Mbok siti tersenyum menatap Abian.


Ada perasaan bangga yang muncul di hati Mbok Siti. Seorang anak laki-laki yang dulu dia besarkan, seorang anak laki-laki yang sering menangis di pelukan nya dan sering merengek meminta sesuatu padanya. Kini anak laki-laki tersebut sudah tumbuh dewasa dan memiliki seorang wanita yang sangat berharga dan ia Cintai.


Aisyah yang melihat pemandangan itu, tersenyum terharu. Aisyah seolah melihat seorang anak dan ibunya yang saling menyayangi. Walaupun Mbok Siti hanya bekerja sebagai kepala pelayan di keluarga Pratama, tapi Abian selalu menghormati Mbok Siti yang sudah mengurusnya seperti orang tuanya sendiri. Abian kembali berbalik mendekati Aisyah.


" Ayo sayang. "


Abian mengulurkan tangan nya, dan kembali merangkul pinggang Aisyah, mereka tersenyum sambil berjalan menuju lift yang ada di dekat tangga untuk naik ke lantai dua tempat kamar pribadi mereka berada.


Setelah sampai di kamar, Abian dan Aisyah pergi ke kamar mandi secara bergantian untuk membersihkan tubuh mereka. Setelah mandi, Aisyah dan Abian mengambil air wudhu untuk melaksanakan kewajiban mereka sebagai seorang muslim.


Yaitu melaksanakan sala satu solat pardu lima waktu. Ya'ni solat asyar empat rokaat, Abian sudah rapih dengan peci, baju koko berlengan panjang dan sarungnya. Begitu juga dengan Aisyah yang sudah rapih dengan mukena putih nya berdiri tersenyum menatap Abian.


Begitu juga dengan Abian yang sudah berdiri di atas sejadahnya, menghadap ke arah kiblat, tersenyum menatap Aisyah yang menghampirinya untuk melaksanakan solat pardu asyar empat rokaat berjamaah dan Abian lah yang menjadi imam nya.


Aisyah berdiri di belakang Abian, sudah rapih dengan sejadahnya. Dengan perasaan tenang, Aisyah percaya dan yakin seiring berjalan nya waktu, Abian akan benar-benar berubah menjadi imam rumah tangga yang baik.


Nawaetu usoli pardhu asri arbaarokaatimustakbilal ka'bah adaan imaman lilahitaala. Alohuakbar....


Melakukan takbirotul ikhrom, Abian melaksanakan solat pardunya berjamaah bersama Aisyah, Perkataan dan niat yang sangat sakral, terucap dari bibir dan hati Abian.


Sebenarnya, semenjak kejadian di lestoran yang ada di moll tadi siang, Aisyah begitu penasaran ingin menanyakan apa sebenarnya hubungan Abian dan wanita cantik yang menyapa mereka itu.


Tapi, Aisyah mencoba bersabar dan menunggu. Aisyah tidak mau memaksakan sesuatu yang menjadi masalah pribadi Abian dan berharap suatu saat Abian suaminya itu akan menjelaskan semuanya kepada dirinya.


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2