
Pagi pun menyapa, sang mentari sudah menyinari bumi, cahaya matahari masuk ke sela-sela gordeng kamar Abian dan Aisyah. Aisyah mengerjapkan mata melihat cahaya matahari menerangi kamarnya dari sela-aela gordeng kamar.
Saat selesai solat Subuh, Aisyah memutuskan untuk tidur lagi, karna hari ini Aisyah memang mendapatkan jadwal kuliah siang.
Saat Aisyah mau bangun, Aisyah merasakan ada sesuatu yang berat melingkar di perutnya dan benar saja, saat Aisyah berhasil mendapatkan kesadaran nya sepenenuhnya, Aisyah melihat tangan dan kaki Abian melingkar sempurna memeluk tubuhnya.
Saat Aisyah memalingkan tubuhnya ke arah Abian, Aisyah melihat wajah Abian yang masih terlelap tidur, wajah yang tampan dan menggoda menurut Aisyah.
Walaupun usia Aisyah belum genap 19 tahun dan perbandingan usianya yang terpaut sedikit jauh dengan Abian, tapi Aisyah juga tidak bisa membohongi hatinya, kalau laki-laki yang sudah menjadi suaminya itu memang tampan, apalagi saat masih tertidur lelap seperti sekarang.
Tampa Aisyah sadari dia menyentuh wajah tampan di hadapan nya ini dengan jari- jemarinya. Jari-jemari kecil Aisyah menelusuri wajah Abian dari bagian Kening, Mata, Pipi hingga ke bawah bagian bibir, saat jemarinya sampai di bagian bibir Abian, Aisyah berhenti dan memperhatikan Abian sejenak.
Aisyah mengingat kejadian semalam, saat Abian mencium bibirnya sekilas.
" Tampan." ucap Aisyah pelan.
Tiba-tiba Aisyah melihat tubuh Abian sedikit bergerak, membuat Aisyah kaget. Aisyah berniat melepaskan tangan nya dari wajah Abian, tapi tiba-tiba, tangan Abian menahan jemari Aisyah dan menempelkan nya sempura di pipi Abian.
" Biarkan dulu seperti ini." ucap Abian masih menutup mata dengan nada sedikit serak khas orang bangun tidur.
" Tapi itu.. a aku.. aku mau mandi dulu." Aisyah mulai gelagapan, karna malu telah ketauan menyentuh wajah laki-laki yang sudah menjadi suaminya itu.
Saat tangan Aisyah dan Abian masih menempel sempurna di pipi Abian, Abian membuka matanya melihat jelas wajah cantik Aisyah yang ada di hadapan nya. Kini wajah Abian dan Aisyah saling berhadap-hadapan dengan jarak yang sangat dekat, Abian tersenyum melihat wajah cantik Aisyah.
Seketika wajah Aisyah bersemu merah karna malu.
" Ya alloh, apa ini? perasaan apa yang ada di hatiku? kenapa saat melihat wajah a Bian sedekat ini hatiku jadi tidak karuan, aku tidak mengerti? " pikir Aisyah
" Em..itu.. a aku mau ke kamar mandi dulu." Aisyah gelagapan mencoba menghindari tatapan mata Abian yang sangat menggoda menurutnya.
Saat Aisyah hendak bangun tiba-tiba Abian seketika membalik keadaan, menindih tubuh Aisyah, menjadi Aisyah berada di bawah kungkungan Abian.
Menjadikan kedua tangan nya sendiri sebagai penahan berat badan nya agar tidak terlalu menindih tubuh Aisyah.
Aisyah kaget dan menutup kedua matanya sambil mengeratkan tangan nya di dada bidang Abian, Abian pun tersenyum melihat tingkah Aisyah yang lucu menurut nya.
" Kenapa menutup mata? buka matamu." pinta Abian.
Aisyah membuka mata dan melihat jelas wajah Abian yang dekat dengan nya.
Abian mendekat kan wajahnya dan menempelkan kening nya di kening Aisyah.
Saaking dekatnya, Aisyah bisa merasakan hembusan lembut napas Abian di pipinya.
Seketika mata mereka beradu pandang dan saling mengunci tatapan mata masing-masing.
" Boleh aa meningkatkan pertemanan kita satu tingkat? " tanya Abian memecah keheningan kamar.
Aisyah hanya mengerjapkan ke dua matanya, tidak mengerti dengan apa yang di katakan Abian.
__ADS_1
Seringai muncul di bibir Abian, dengan cepat Abian mencium Bibir mungil Aisyah dengan lembut dan dalam.
" Morning kiss. " bisik Abian di telinga Aisyah yang masih berada di bawah kungkungan nya.
Abian tau kalau Aisyah memang sudah menjadi istrinya dan sudah Halal untuknya, tapi Abian sendiri tidak mau meminta haknya sebagai seorang suami terlalu cepat. Abian tau Aisyah adalah wanita baik-baik.
Dan Abian sendiri tidak mau memaksakan kehendaknya hanya menuruti napsu saja, yang nantinya akan membuat Aisyah ketakutan dan membuat Aisyah menjauhinya.
Abian berniat mendekati Aisyah perlahan-lahan karna kenyataan nya dia duluan lah yang mulai menyukai Aisyah, dengan segala kesederhanaan yang Aisyah miliki, membuat Abian mulai menyimpan rasa untuk Aisyah, Abian mencoba untuk membuka hatinya lagi dan mencoba untuk berkomitmen akan satu wanita yaitu Aisyah.
" Blussshh... "
Wajah Aisyah bersemu Merah seperti Kepiting rebus, tangan Aisyah sedikit meremas baju tidur Abian di bagian dada hingga terlihat sedikit kusut.
Aisyah kaget dengan perlakuan Abian yang memperlakukan nya dengan lembut, karna memang selama ini tidak pernah ada laki- laki yang memperlakukan nya seperti itu selain Agus ayahnya, dan tentunya Abian lah yang pertama untuknya.
Abian tersenyum melihat wajah Aisyah yang Merona Merah, rona Merah terlihat jelas di wajah Aisyah yang putih mulus dan bersih.
" Kamu tau? aa suka melihat wajah cantikmu yang seperti ini, jangan pernah kau perlihatkan wajah malumu ini selain di hadapan aa," ucap Abian lembut di telinga Aisyah.
Aisyah pun hanya bisa terdiam kaku di bawah kungkungan tubuh Atletis Abian.
" Sekarang kamu mandi, udah siang, biar aa mandi di kamar lain aja." ucap Abian lembut, masih menatap wajah Aisyah yang ada di bawah kungkungan nya.
" Kalau kita terus seperti ini, nanti aa bisa tergoda." bisik Abian di telinga Aisyah, Abian kembali melihat wajah Aisyah dan mengedipkan sebelah matanya, sambil tersenyum menggoda Aisyah yang masih terdiam kaku di bawah tubuhnya.
" Aku akan berusaha untuk membuatmu menerimaku Sya, aku akan mendekatimu secara perlahan, agar aku sendiri yakin untuk berkomitmen terhadap satu wanita yaitu dirimu."
Ucapan itu keluar dari bibir Abian, sementara Aisyah masih terbujur kaku berada di atas ranjang memikiran apa yang baru saja terjadi padanya
" Ya alloh, apa yang terjadi barusan? rasanya hatiku berdebar tak menentu, aku tau a Bian sudah menjadi suamiku dan diriku sudah Halal untuknnya, tapi perasaan apa ini? apa ini yang di namakan jatuh Cinta? "
" Akhh... apa ini, aku tidak tau? " teriak Aisyah sambil mengacak-ngacak rambutnya sendiri dan masih berbaring di atas ranjang sambil berguling-guling tidak karuan.
Aisyah pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, setelah selesai mandi Aisyah mengambil air wudhu untuk melakukan solat sunat Duha dua rokaat sebelum dirinya berangkat ke kampus.
Aisyah sedang duduk di depan meja riasnya dan Abian pun masuk ke kamar setelah beres membersihkan tubuhnya di kamar lain. Abian berjalan melewati Aisyah dengan hanya menggunakan handuk kecil yang melilit di pinggangnya dan pergi ke ruang ganti untuk memakai bajunya seperti biasa.
" Ya alloh, apa aku harus terus melihat pemandangan indah seperti ini setiap hari?" gumam Aisyah yang baru saja melihat tubuh Atletis milik Abian, yang berjalan di belakangnya hanya menggunakan handuk kecil di pinggangnya, terlihat jelas dari cermin di hadapan Aisyah.
Saat Aisyah sedang menyisir rambutnya yang panjang terurai, tiba-tiba Abian mendekatinya dan sudah berdiri di belakang Aisyah sudah rapih dengan setelan kemeja dan jas khas kantoran.
" Sini, biar aa bantu sisir rambut kamu." ucap Abian tersenyum.
Tampa basa-basi, Abian mengambil sisir yang ada di tangan Aisyah dan membantu menyisir rambut hitam Aisyah yang terurai panyjang, sampai hampir mendekati pinggang.
Aisyah memang suka memanjangkan rambutnya dan merawatnya dengan baik hingga terlihat hitam dan lembut dan tentunya wangi.
Itulah yang membuat Abian candu untuk memegang rambut Aisyah yang lembut dan wangi.
__ADS_1
Aisyah hanya diam terpaku melihat perlakuan Abian kepadanya, apalagi setelah Abian selesai menyisir rambutnya, Abian malah memainkan rambut Aisyah di tangan nya dan mencium bau wangi rambut Aisyah yang membuat dirinya terbuay.
" Emm.. aa udah dulu, aku harus mengikat rambutku" ucap Aisyah, sambil mengikat seluruh rambutnya agar rapih saat Aisyah menggunakan hijab nya nanti.
Abian pun hanya tersenyum, melihat kelakuan Aisyah yang terlihat masih gerogi jika Abian mendekatinya atau mencoba menyentuhnya.
Aisyah berdiri di hadapan cermin dengan pakean casualnya, namun tetap elegan dengan hijab pasmina yang sudah melingkar sempurna di kepalanya. Menutupi auratnya dengan hijab, membuat Aisyah terlihat sangat cantik, walaupun hanya memakai Makeup yang tipis Natural.
Abian masih berdiri di belakang Aisyah dan tersenyum melihat kecantikan Aisyah, Abian mendekati Aisyah yang masih berdiri di depan cermin, menggeser kursi yang ada di belakang Aisyah dan langsung memeluk Aisyah dari belakang, memegang ke dua tangan Aisyah dan memeluknya erat.
Menjatuhkan kepalanya di pundak Aisyah dan mencium aroma tubuh Aisyah yang seakan menjadi candu untuknya.
" Kamu cantik, dan aa suka mencium bau aroma tubuhmu ini." bisik Abian.
Mendapatkan perlakuan lembut dan pelukan hangat dari Abian, Aisyah hanya diam dan tersipu malu.
" Gak apa-apa 'kan aa meningkatkan pertemanan kita menjadi lebih serius lagi?" tanya Abian yang masih memeluk Aisyah erat.
" Aku istrimu a, kita sudah menikah, dan aku sudah Halal untukmu, begitu juga dirimu yang sudah Halal untuku, aku sudah menjadi milikmu, tapi aku harap aa mau menunggu, karna aku belum siap melaksanakan kewajibanku seutuhnya sebagai seorang istri untuk mu a." ucap Aisyah, Abian pun tersenyum mendengar perkataan Aisyah.
" Aku akan menunggu, aku janji akan belajar menjadi suami yang baik untukmu, aa akan belajar merubah sipat aa menjadi lebih baik lagi, kau maukan kan menemani aa untuk berubah? " tanya Abian yang masih memeluk erat tubuh Aisyah.
" Alhamdulilah, aku bahagia mendengarnya a, aa sungguh-sungguh mau berubah 'kan? " tanya Aisyah menghadapkan tubuhnya menjadi berhadapan dengan Abian.
" Aa akan belajar merubahnya, tapi aa mau kamu menemani aa untuk berubah menjadi lebih baik lagi. " ucap Abian sambil kedua tangan nya memegang pipi Aisyah.
" Insaalloh, aku akan menemani aa, karna itu sudah menyjadi kewajibanku sebagai istrimu a, aku memang bukan wanita sesabar Siti Sarah, aku juga bukan wanita secantik Siti Zulaikha, dan aku bukan wanita secerdas Siti Aisyah, tapi aku akan berusaha menemanimu dalam suka maupun duka." ucap Aisyah tersenyum menatap wajah Abian.
" Tapi aa memiliki banyak kekurangan."
" Tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini a, aku juga memiliki kekurangan, hanya tuhan lah yang memiliki kesempurnaan." ucap Aisyah tersenyum memegang tangan Abian yang masih mengelus pipi Aisyah.
Abian memeluk Aisyah dengan bahagia, Abian tidak menyangka, kalau wanita yang menjadi istrinya adalah Aisyah yang terkadang ia jahili, yang berada di pelukan nya saat ini.
" Udah siang kita berangkat sekarang? " ucap Abian tersenyum menatap Aisyah.
Aisyah pun tersenyum, melepaskan pelukan nya dan mengangukan kepala mengiyakan perkataan Abian dan berangkat bersama Abian ke kampus.
*
*
*
**Halo semuanya, maaf ya kalau ada yang salah dari cara nulisnya atau kata-kata nya, soalnya aku orang Snda asli jadi kurang paham betul berbahasa indonesia,
kalau ada yang salah tolong bantu di komentar ya, biar komentar kalian aku jadikan pelajaran.
makasih... ......😊😊😊😊😊😊🙏🙏🙏🙏🙏**
__ADS_1