CINTA AISYAH

CINTA AISYAH
Cemburunya Abian.


__ADS_3

" Wahh... gila, ini rumah gede amat, udah kaya di dongeng-dongeng kerajaan gitu, rumah ini seribu kali lipatnya dari rumah gue." ucap Jono yang terkagum-kagum.


" Lo benar jon, ini rumah udah kaya istana di filem-filem, dari luar aja udah keliatan mewah dan besar, halaman nya juga mewah dan tertata rapih." ucap Joko.


" Rumah kamu besar ya Sya? " Joko melirik Aisyah yang sama baru keluar dari mobil bersama mereka.


" Ini bukan rumah aku, tapi ini rumah suami aku, aku mah tidak punya apa-apa, aku hanya orang biasa." jujur Aisyah sambil tersenyum.


" Kamu ini, ini kan rumah kamu juga Sya, kamu sudah menikah dengan ka Abian, jadi semua yang di miliki ka Abian milik kamu juga." timpal Selin tersenyum sambil merangkul Aisyah yang sudah menjadi kaka iparnya itu


Aisyah pun tersenyum mendengar perkataan Selin. Selin, Aisyah, Joko dan Jono sepakat, setelah pulang dari kampus mereka mengerjakan tugas kampus bersama di rumah Aisyah atas rencana Selin, dan Aisyah pun menyetujui itu.


Seperti biasa Mbok Siti dan asisten rumah tangga yang lain menyambut Aisyah dan teman-teman nya.


" Nona mau saya siapkan apa? " tanya Mbok Siti saat mereka sudah sampai di ruang keluarga.


" Tolong siapin minuman dan beberapa cemilan aja Mbok." jawab Aisyah.


Para asisten rumah tangga pun menyiapkan Beberapa makanan, cemilan dan minuman untuk semua. Tak lupa Mbok Siti pun memberikan laporan kepada Abian kalau Aisyah sudah pulang dan tentunya bersama teman-teman nya juga.


" Ting."


Suara Chat di ponsel Abian berbunyi, saat Abian membuka pesan itu, ternyata isinya adalah laporan dari Mbok Siti yang memberi tau kalau Aisyah sudah sampai di rumah bersama teman- teman nya.


Abian yang penasaran siapa teman Aisyah itu, langsung melihat kamera CCTV di rumahnya yang sudah tersambung dengan ponsel nya.


" Aisyah deket banget sama mereka, sama gue aja gak sampe tertawa lepas kaya gitu? tunggu dulu, bukan nya mereka yang waktu itu datang ke acara pernikahan?" ucap Abian.


Entah kenapa setelah melihat kegiatan Aisyah dan keakraban nya bersama Joko dan Jono, Abian merasa cemburu melihat Aisyah akrab dan ceria bersama Joko dan Jono dan tentunya bersama Selin juga.


Walaupun ada Selin bersama mereka, tapi Abian tetap saja merasa iri dengan kedekatan Aisyah dengan Jojo itu, alias Joko dan Jono.


Dan saat itu juga Abian langsung menghubungi Leo.


" Halo, Leo, gue mau pulang, lo anterin gue pulang sekarang, Pak Mun masih di rumah abis anterin Aisyah dari kampus. " tegas Abian langsung mematikan ponsel nya, entah kenapa Abian merasa ingin cepat-cepat pulang ke rumah.


" Baik tuan mud... "


Sebelum selesai Leo berucap, sambungan telpon itu sudah di matikan oleh Abian, kini Leo pun bisa bekerja seperti biasa mengikuti Abian ke manapun, karna tugas beratnya di kantor sudah selesai.


Abian pun langsung pulang ke rumah, dan tentunya bersama Leo yang menjadi supirnya.


Leo melirik kaca Spion melihat expresi Abian yang dari tadi terlihat dingin.

__ADS_1


" Dia kenapa? kenapa tiba-tiba suasana jadi horor kaya gini sih? bulu kuduku tiba-tiba jadi merinding." pikir Leo yang melihat expresi Abian dari kaca Spion.


Abian dan Leo pun sampai di rumah, Mbok Siti yang menerima laporan dari Leo kalau Abian pulang lebih awal, langsung menyambutnya di depan rumah.


Abian keluar dari mobil dengan raut wajah yang dingin, berjalan ke dalam rumah langsung melepas jas dan dasinya, memberikan nya ke tangan Mbok Siti, membuka kancing di pergelangan tangan nya dan menggulungnya sampai siku dan tak lupa membuka beberapa kancing kemeja bagian atas.


Entah mengapa Abian merasa kegerahan walaupun rumah itu di penuhi AC, mungkin karna merasa cemburu dengan sikap Aisyah yang akrab dengan Jojo alias Joko dan Jono.


Abian yang di ikuti Leo dan Mbok Siti di belakang, kini sampai di ruang keluarga tempat Aisyah mengerjakan tugas kampus bersama.


" Ehem. " Abian berdehem.


Semua mata yang ada di ruang tamu tertuju pada suara deheman Abian.


" Aa udah pulang? " ucap Aisyah yang melihat Abian sudah pulang lebih awal dari biasanya.


Aisyah pun berdiri dan menghampiri Abian, untuk mencium tangan suaminya.


Saat Aisyah mencium tangan suaminya, tiba- tiba Abian menarik tangan nya dan merangkul tubuh Aisyah erat.


" Sayang mereka siapa? kamu gak bilang mau bawa temen kamu pulang?" ucap Abian lembut mengelus pipi Aisyah berbasa-basi, walaupun kenyataan nya Abian sudah tau dari kamera CCTV yang dia lihat.


" Wahh... Daebak, ka Abian kenapa? baru kali ini aku liat ka Abian romantis gitu sama wanita?" pikir Selin keheranan.


" A jangan gini? malu di lihat yang lain." bisik Aisyah pelan mencoba melepaskan rangkulan Abian, namun sia-sia, Abian merangkul pinggang Aisyah dengan erat.


Abian tidak melepaskan tangan nya yang memegang erat tangan Aisyah, melainkan membawa Aisyah duduk di sofa di ruangan tersebut dan langsung menarik tangan Aisyah agar duduk di pangkuan nya, Abian kembali merangkul tubuh Aisyah dan menjatuhkan kepalanya di pundak Aisyah.


" Aa jangan gini? malu di lihat yang lain." bisik Aisyah yang mulai merasa malu dan risih dengan sikap Abian yang tiba-tiba aneh menurut Aisyah, apalagi dengan sikap Abian yang tiba- tiba memanggilnya " sayang"


Abian tidak mendengarkan ucapan Aisyah, Abian malah semakin mempererat pelukan nya di tubuh Aisyah, memegang kedua tangan Aisyah dan Memeluknya, Abian seolah ingin memberi tau kepada dunia kalau wanita yang ada di pelukan nya saat ini adalah miliknya seorang.


" Gilaa... jiwa jomblo gue meronta-onta men." pikir Joko yang melihat kemesraan Aisyah dan Abian di depan matanya.


" Ala makk... kasihanilah aku yang Jomblo ini, jangan mesra-mesaraan di hadapan gue napa, gue jadi iri." pikir jono.


" Tuan muda, apa ada yang anda butuhkan lagi? " tanya Mbok Siti yang masih berdiri keheranan melihat sikap Abian.


Abian tidak menjawab melainkan hanya melambaikan tangan pertanda menyuruh Leo dan Mbok Siti pergi.


Leo dan Mbok Siti yang mengerti arti lembayan tangan Abian pun pergi dari ruangan tersebut, tak lupa sedikit membungkukan tubuh menghormati Abian sebelum pergi.


" Ka, jangan marah, aku yang berinisiatip mengajak Joko dan Jono untuk mengerjakan tugas kami bersama di sini, soalnya kami berempat satu kelompok." ucap Selin yang mulai mengerti akan sikap Abian kakanya itu.

__ADS_1


" Apa mungkin ka Abian cemburu sama Joko dan Jono? " pikir Selin memperhatikan sikap Abian yang sedikit aneh menurutnya.


" Siapa yang marah? aku tidak marah, jika Aisyah senang, maka aku juga senang." jawab Abian yang masih nempel dan memeluk tubuh Aisyah dengan erat, sambil memejamkan mata menghirup aroma tubuh Aisyah yang selalu berhasil membuatnya terbuay.


" A lepasin aku, aa ini udah kaya ulat Bulu nempel di pohon tau gak?" bisik Aisyah meronta mencoba melepaskan pelukan Abian namun sia-sia, Abian memeluk tubuh Aisyah dengan erat.


Selin, Joko dan Jono hanya bisa geleng-geleng kepala keheranan melihat sikap Abian kepada Aisyah.


" Hadeuhhh... dasar Bucin." pikir Joko, namun tidak berani menegur Abian secara terang-terangan karna tidak berani melawan Abian.


Alhasil, mereka pun mengerjakan tugas mereka dan memilih bersikap cuek dengan apa yang di lakukan oleh Abian kepada Aisyah.


" A gak apa-apa kan? mereka main di sini sampe nanti malem? " tanya Aisyah


" Tentu, jika itu yang kau inginkan, tapi... nanti aku minta imbalan nya." bisik Abian di telinga Aisyah yang tertutup hijab nya, seringai muncul di bibir Abian.


Aisyah bergidik ngeri mendengar ucapan Abian, Aisyah sama-sekali tidak tau apa yang di inginkan Abian sebenarnya, Aisyah memang sudah berjanji menjadi istri yang baik untuk Abian dan dia juga sudah berjanji akan menemani Abian untuk berubah menjadi lebih baik lagi.


Tapi Aisyah masih merasa takut kalau-kalau Abian meminta hak nya sebagai seorang suami kepada Aisyah, karna sebenarnya, Aisyah sendiri belum seutuh nya siap melayani Abian sebagai seorang istri yang sesungguhnya.


Siang pun sudah berubah menjadi malam, kegiatan mengerjakan tugas bersama pun sudah selesai, Selin, Joko dan Jono pun sudah puas bermain di rumah mewah tersebut, kini waktunya mereka berpamitan untuk pulang.


Aisyah dan Abian pun mengantar mereka sampai depan rumah.


" Aku pulang dulu ya ka!" pamit Selin sambil masuk mobil, begitu juga Joko dan Jono berpamitan kepada pemilik rumah


Pak Mun lah yang bertugas mengantar Selin dan Jojo sampai rumah, mereka pun pergi dengan di antar oleh Pak Mun.


Saat Aisyah masih berdiri, tiba-tiba tangan Abian memeluknya dari belakang.


" Sayang.... jangan lupa imbalan nya. " bisik Abian di telinga Aisyah yang sukses membuat Aisyah merinding ketakutan.


Seringai nakal muncul di bibir Abian, Abian pun melepaskan pelukan nya dan meninggalkan Aisyah dengan senyum penuh kemenangan.


" Gawat.!"


Pikir Aisyah yang masih berdiri mematung, teringat dengan imbalan yang di minta oleh suaminya Abian.


*


*


*

__ADS_1


Hai semua, jangan lupa komentarnya ya, aku akan sangat senang jika kalian mengomentariku, kalau ada yang salah dari cara aku nulis, jangan takut untuk berkomentar biar komentar kalian aku jadikan pelajaran.


makasih......... 😊😊😊😊🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2