
Setelah selesai makan, Aisyah pun memutuskan untuk kembali ke kamarnya. Karna haripun sudah menjadi siang. Adzan Duhur pun sudah terdengar di Alarem ponsel Aisyah.
Aisyah pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sedikit lengket sehabis masak di dapur tadi. Setelah selesai mandi, tak lupa Aisyah pun mengambil air wudhu untuk melaksanakan solat pardu Dzuhur empat tokaat.
Tak lama, Aisyah pun keluar dari kamar nya menuruni tangga menuju lantai bawah. Biasanya, Aisyah menggunakan lift yang tersedia, tapi hari ini, Aisyah lebih memilih menaiki tangga untuk sedikit membakar lemak di tubuhnya.
Aisyah berpikir, untuk berjalan menuju kolam renang yang ada di dalam rumah besar pratama.
Hawa Jakarta yang begitu panas di siang hari. Membuat Aisyah berpikir untuk menyejukan diri di dekat kolam renang. Walaupun rumah besar pratama banyak Ace, tapi berbeda dengan Sejuknya air dan udara alami pikir Aisyah.
" Emm.. air nya sejuk banget ! " ucap Aisyah menyentuh air kolam dengan tangan nya, sambil duduk santai di pinggiran kolam renang.
Saat Aisyah sedang asyik merasakan sejuknya Air kolam di tangan nya. Abian juga datang ke kolam renang dengan hanya menggunakan Bathrobes yang menutupi tubuhnya. Abian berpikir untuk berenang menyejukan diri.
" Kamu di sini juga Sya ? apa kamu mau berenang juga ? " tanya Bian berjalan mendekati Aisyah.
Mendengar ada yang memanggil Namanya. Aisyah pun menengok ke arah suara.
" Nggak ko a, aku cuma seneng aja menikmati sejuknya Air apalagi deket kolam renang kaya gini. " jawab Aisyah kembali pokus menyentuh air kolam.
" Yakin, kamu gak tertarik untuk berenang ? enak loh berenang siang-siang gini." ucap Bian berjalan mendekati tempat duduk yang ada di dekat Aisyah.
" Kan gak mungkin a, masa aku berenang di sini, apalagi ada aa. Kan bukan Mukhrim." ucap Aisyah yang masih asik menyentuh air dengan membelakangi Abian.
" Oh, maaf aku lupa."
Ucap Abian, Sambil membuka Bathrobes yang iya pakai dan menyimpan nya di tempat duduk.
Saat Bian membuka Bathrobes dengan hanya menggunakan Boxer mini. Di sana terpampang nyata tubuh Atletis milik Abian yang bagaikan roti sobek itu, hasil dari olah raga yang sering dia geluti. Apalagi, Abian sering melakukan latihan Bela diri, membuat tubuhnya semakin indah di pandang mata.
Abian pun langsung berjalan mendekat ke arah Aisyah yang sedang duduk santai di pinggiran kolam. Abian berniat untuk melompat ke dalam kolam renang.
" Astagpirulohaladzim...."
Ucap Aisyah kaget, memalingkan wajah, menutup wajahnya dengan kedua tangan nya.
Betapa terkejutnya Aisyah, saat melihat Abian dengan santainya telanjang dada di dekat nya dengan hanya menggunakan Boxer mini saja.
" Kamu kenapa ? " tanya Abian yang keheranan melihat tingkah Aisyah.
" Aa ngapain sih buka baju di sini ? " tanya Aisyah masih memalingkan wajahnya.
" Kan mau berenang, masa aa berenang pake baju." jawab Abian enteng, berdiri di pinggiran kolam melakukan pemanasan.
" Kan bisa pake Baju yang tertutup a, seperti kaos oblong gitu, aa gak malu apah ? tubuh aa terbuka seperti itu ? " ucap Aisyah masih menutupi wajah nya.
" Aa sudah terbiasa seperti ini Aisyah, kan namanya juga berenang. Atau, kamu mau berenang sama aa ? "
Abian mencoba menggoda Aisyah sambil menceburkan tubuhnya ke dalam kolam renang.
" Ya Alloh, enggak. apaan sih a ? "
Gerutu Aisyah, dengan nada sedikit marah sambil berjalan pergi dari kolam renang.
" Maaf Sya, aa cuma bercanda, tunggu sebentar. "
Ucap Abian memanggil Aisyah, masih berada di dalam kolam renang.
Aisyah pun menghentikan langkahnya dengan membelakangi Abian.
" Ada apa ? "
__ADS_1
" Aa minta maaf, aa kan cuma becanda, gitu aja ko ngambek." goda Abian
" Abisnya aa sih ? keterlaluan, Aa boleh sering jahilin aku, tapi jangan keterlaluan juga a. " ucap Aisyah sedikit merajuk.
" Ya udah, oke, aa minta maaf, aa yang salah, aa cuma mau nanya sama kamu, nanti sore kamu ada kegiatan gak ? " tanya Abian masih berdiri santai di dalam kolam renang.
" Ngak, emang ada apa ? " tanya Aisyah masih berdiri membelakangi Abian.
" Aa mau ngajak kamu jalan-jalan sore, kamu belum pernah liat Jakarta di malam hari kan ? biar kamu jalan-jalan sama aa, aa juga lagi gak ada kerjaan." Abian menawarkan.
" Em.... " Aisyah berpikir sejenak.
" Ya udah aku mau, tapi nanti aja abis Asyar. " ucap Aisyah.
" Ox, nanti sore aa tunggu ya. "
" Iya. " jawab Aisyah.
" Yakin gak mau berenang sama aa ? " Abian mencoba menggoda Aisyah dengan tersenyum jahil.
" Aa apaan sih ? "
Gerutu Aisyah, sedikit marah dengan masih membelakangi Abian. Aisyah pun memilih pergi meninggalkan kolam renang berjalan masuk ke dalam rumah.
Abian pun hanya tersenyum penuh kemenangan, setelah puas menggoda Aisyah.
" Di luar sana banyak Cewe yang ngerebutin Gue. Jangankan cuma berenang bareng, bahkan, di luar sana banyak banget Cewe yang bersedia Gue tidurin secara cuma-cuma. Sedangkan dia ? liat Gue berenang aja udah ketakukan setengah mati. " ucap Abian.
sambil tersenyum membayangkan sikap polos Aisyah tadi.
* * *
Siang pun nerganti menjadi Sore.
Tak lama, Aisyah pun datang menuruni tangga dengan menggunakan pakean sederhana namun tetap Modis.
Berbeda dengan Abian yang selalu menggunakan pakean Brenditnya.
" Maaf, pasti aa lama ya nunggu Aisyah ? " tanya Aisyah menghampiri Abian.
" Enggak ko, cuma sedikit pegel aja nunggu kamu. " sindir Abian menggoda Aisyah.
" Ye... itu sama aja dong. " ucap Aisyah terkekeh.
" Ya udah, kita jalan sekarang ? " ajak Abian.
Aisyah dan Abian pun berangkat dengan menggunakan Mobil Sport kesayangan Abian.
Membelah jalanan Kota Jakarta menuju tempat yang akan mereka datangi.
Pertama, Abian berpikir untuk ke Monas, setelah ke Monas Abian mengajak Aisyah ke Kota Tua, setelah puas dari Monas dan keliling Kota Tua, kini Aisyah pun sedang duduk di kursi yang ada di alun-alun Kota Tua.
" kamu cape ? " tanya Abian ikut duduk dekat Aisyah.
" Gak ko a, aku seneng bisa liat Jakarta sore hari, cuman sedikit gak enak, sore hari macet ya a ? panas lagi. " ucap Aisyah menatap Abian.
" Begitulah, Jakarta, Kota padat dengan segala kesibukannya." jawab Abian menatap kendaraan yang berlalu lalang.
" Makasih ya a, aa udah mau ngajak aku jalan-jalan dan maaf aku jadi ngerepotin aa. " ucap Aisyah menatap Abian.
" Gak apa-apa, lagian aa juga udah lama gak lihat Jakarta." ucap Abian santay.
__ADS_1
" Aa liat deh, ada tukang Cendol. " ucap Aisyah menunjuk tukang Cendol yang jualan di pinggir jalan Kota Tua.
" Cendol ? apa itu Cendol ? " tanya Abian keheranan.
" Aa gak tau ? "
" Ngak.. "
" Aa, Cendol itu enak loh, apalagi Cendolnya di campur sama Cincau enak banget, seger gitu a. " ucap Aisyah antusias.
" Gak boleh, kotor, jualan nya aja di pinggir jalan gitu, kamu gak jijik ? " tanya Abian keheranan dengan sikap Aisyah.
" Enggak ko a, gak apa-apa. Tukang Cendol memang seperti itu jualan nya, di Gerobak. Aa tunggu dulu di sini, Aisyah beli dulu."
Ucap Aisyah berdiri dari duduknya, berjalan mendekati tukang Cendol, dan tak lama Aisyah pun membawa dua kantong Plastik Cendol lengkap dengan sedotan nya.
" Ini a, satu buat aa satu buat Aisyah. " ucap Aisyah memberikan Cendol kepada Abian yang masih duduk bengong menatap Aisyah.
" Ini namanya Cendol ? " tanya Abian melihat-lihat Cendol yang ada di dalam Plastik dengan keheranan.
" Iya aa, ayo makan, jangan cuma di liatin kaya gitu aja ?" ucap Aisyah.
Abian pun mulai memakan Cendol dengan di seruput dari sedotan seperti yang di lakukan Aisyah. Rasa takut kalau Cendol itu tidak enak kini sirna di pikiran Abian.
Saat Abian mulai memakan Cendol nya, rasa dingin Es di campur manisnya Gula Aren dan Santan, juga kenyal-kenyal Cendol dan Cincau ketika di gigit, membuat Abian menikmati Cendol yang di makannya.
" Wah... Amazing, ternyata Cendol enak juga, harganya pasti mahal ? " tanya Abian menatap Aisyah.
" Cuma 5000 aja satu gelas, cuma, kita beli nya yang pake Plastik kaya gini a. " Aisyah menjelaskan.
" Masa ? udah enak murah lagi. " ucap Abian masih tidak percaya.
Aisyah pun hanya tersenyum melihat aksi Abian yang terkagum-kagum dengan hanya memakan Es Cendol saja. Aisyah sudah bisa menebak, kalau Abian sama sekali tidak tau apa itu Cendol. Bagi Aisyah, memakan Cendol di pinggir jalan seperti ini sudah biasa, tapi berbeda dengan Abian yang belum pernah melakukan nya.
" Kamu udah biasa makan-makanan kaya gini ? " tanya Abian menatap Aisyah.
" Emang kenapa a ? " Aisyah balik bertanya.
" Aneh aja gitu, biasanya Cewe itu maunya di ajak ke Moll, atau Lestoran berbintang gitu. " ucap Abian.
Abian memikirkan setiap Cewe yang dia tiduri, pasti meminta jalan-jalan ke Moll atau makan di Lestoran berbintang, hanya saja Abian tidak pernah menurutinya.
" Tidak semua Cewe seperti itu a Bian, aku hanyalah wanita biasa dan seperti inilah adanya diriku." ucap Aisyah pada Abian sambil kembali menyeruput cendol di tangan nya.
Abian pun tersenyum mendengar jawaban Aisyah. Satu hal yang Abian tau dari Aisyah, Aisyah " berbeda " itulah yang terucap di hati Abian saat ini.
Walaupun Abian sendiri belum menyadari, kalau dirinya sudah mulai mengagumi sosok seorang Aisyah.
" Jadi aa di traktir nih ? "
Tanya Abian menatap Aisyah, sambil mengacungkan Cendol di dalam bungkusan plastik yang ada di tangan nya.
Aisyah pun tersenyum sambil menganggukan kepalanya.
Tidak terasa Adzan Magrib pun sudah berkumandang, kebetulan jarak dari Kota Tua menuju Masjid Istiklal sangatlah dekat. Aisyah memutuskan untuk melakukan Solat Magrib di Istiklal saja dengan di antar Abian.
Setelah selesai Solat Magrib, Aisyah dan Abian pun memutuskan untuk melanjutkan acara jalan- jalan mereka.
*
*
__ADS_1
*