CINTA AISYAH

CINTA AISYAH
Masa Lalu ( Episode 3 )


__ADS_3

Hari ini setelah selesai sekolah Abian langsung pergi ke kamar nya dengan raut wajah yang dingin dan kusut penuh amarah. Leo dan Kalandra hanya cuek saja melihat sikap arogan Abian, Mbok Siti yang melihat itupun hanya diam tampa berkomentar, seperti biasa Mbok Siti menjalankan tugas nya untuk menyambut tuan mudanya setiap kali habis sekolah.


" Apa kalian butuh sesuatu? " tanya Mbok Siti.


" Tidak Mbok, makasih, kalau kami membutuh kan sesuatu nanti kami bisa mengambilnya sendiri. " ucap Kalandra.


Mbok Siti yang mengerti perkataan Kalandra pun berlalu meninggalkan mereka untuk melakukan tugasnya yang lain.


" Hari ini aku merasa heran, kenapa tuan muda Abian bersikap aneh? " tanya Leo kepada Kalandra sambil berjalan menuju kamar mereka.


" Abian bersikap seperti itu karna Cemburu. " ucap Kalandra tersenyum.


" Apah! cemburu, maksudnya apa? " Leo kebingungan.


" Abian itu memiliki gengsi yang lumayan tinggi, dia pasti ingin sekali mengenalmu dengan dekat, seperti aku mengenalmu dengan akrab, kita lihat saja nanti, mau sampai kapan Abian akan menahan gengsinya itu? " Kalandra menjelaskan sambil tersenyum merangkul Leo.


Sementara itu, Hari ini seperti biasa mereka bersiap untuk belajar ilmu bela diri, dengan guru ahli yang sudah di siapkan Bagas untuk melatih Abian, Kalandra dan Leo. Untuk bekal mereka menjaga dirinya melawan bahaya, itu sebabnya Bagas sengaja mengutus guru ahli bela diri untuk melatih mereka bertiga.


Setelah selesai mereka berlatih ilmu Bela diri, nanti mereka akan belajar Senjata Api, tentunya di dampingi oleh ahlinya yang berpengalaman dan bersertipikat internasional.


Seperti biasa, mereka berlatih bela diru di rumah Bagas di dalam ruangan khusus untuk tempat berlatih yang telah di siapkan, setelah selesai latihan mereka bertiga pun istirahat.


Di saat Leo berjalan untuk mendekati Kalandra, tiba-tiba ada seorang yang memegang pundaknya dan saat Leo menoleh tiba-tiba " Buk.. " Abian meninju wajah Leo dengan kasar sampai Leo tersungkur ke lantai.


Kalandra yang melihat itupun hanya duduk santai di lantai sambil meminum air mineral di tangan nya. Dengan melihat sikap Abian sehabis pulang sekolah tadi dan Kalandra yang sudah sangat mengenal sikap Abian sejak lama, membuat Kalandra sudah menduga ini akan terjadi.


Sementara Abian tidak hentinya memukul wajah Leo dengan di penuhi amarah, dengan posisi dia menindih tubuh Leo sambil memukul wajah Leo. Tiba-tiba pukulan tangan Abian berhenti dan menatap wajah Leo yang sudah babak belur karna pukulan nya


" Kenapa kau berhenti? lanjutkan sampai kau puas tuan muda." ucap Leo menatap Abian dengan napas yang sudah tidak beraturan.


Abian pun bergeser dari atas tubuh Leo dan duduk di samping Leo yang masih berbaring di lantai.


" Kenapa kau selalu mau menuruti semua perkataan ku? " tanya Abian yang masih duduk di samping Leo yang masih berbaring di lantai.


" Karna aku menghormatimu tuan muda." ucap Leo sambil bangun dan duduk di sebelah Abian.


" Cih.. dasar bodoh! Munafik. Aku tidak butuh rasa hormatmu, aku hanya ingin kau menjadi teman ku, tidak usah berpura-pura sopan di hadapanku, aku paling benci orang munafik yang hanya mau berteman denganku karna harta dan kekuasaan yang di miliki keluargaku."


Abian berhenti sejenak, menatap Leo dengan wajah marahnya.


"Jadilah dirimu sendiri, aku lebih suka kau apa adanya, jangan panggil aku tuan muda panggil aku abian." ucap Abian menatap tajam Leo dengan expresi wajah serius nya.


" Deg.. "


Leo merasa terharu dengan ucapan Abian yang meminta dirinya menjadi apa adanya.


" Apa tuan muda sudah menerimaku? " tanya Leo menatap Abian.

__ADS_1


" Menurutmu? Dasar bodoh! " Abian menatap tajam ke arah Leo dengan wajah dingin nya.


Kalandra yang melihat itupun tersenyum sambil berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati Abian dan Leo, Kalandra pun duduk di tengah-tengah Abian dan Leo merangkul mereka berdua.


" Bagus, nah, gitu dong, mulai sekarang kita sahabat yang tak akan terpisahkan, ox." ucap Kalandra tersenyum sambil merangkul pundak Leo dan Abian, dan akhirnya mereka pun tertawa bersama-sama.


" Berisik lo! " ucap Abian di sela-sela tawanya.


Dan semenjak saat itulah mereka bertiga bersahabat baik, jika di dalam rumah Leo akan memanggil nama Abian, tapi di luar rumah Leo akan memanggil Abian dengan sebutan tuan muda. Karna walau bagai manapun, Leo tetap tau diri dengan posisinya dan tetap teguh dengan pendirian nya, untuk mengabdikan dirinya kepada keluarga pratama.


Tidak terasa sudah bertahun-tahun Abian, Leo dan Kalandra hidup bersama dengan keluarga pratama, menjalani hidup suka dan duka bersama, sampai sekarang usia Leo, Kalandra dan Abian sudah menginjak usia 21 tahun, begitu juga Selin yang sudah tumbuh menjadi gadis kecil yang imut, usia Selin sekarang sudah menginjak 10 tahun.


Dan kini Abian pun sudah mulai bekerja di perusahaan Pratama Group, karna kepintaran dan keseriusan Kalandra, Abian dan Leo menimba ilmu di Luar negri, membuat mereka sudah mendapatkan gelar Sarjana mereka di usia mereka yang baru menginjak 19 tahun, dan di usianya yang ke 21 tahun membuat Abian dan Leo mulai bekerja di kantor pusat perusahaan Pratama Group, begitu juga Kalandra yang lulus dengan gelar Sarjana nya sudah mulai bekerja di sala satu rumah sakit besar milik perusahaan Pratama Group.


Dan semenjak mereka lulus kuliah dan mulai bekerja, Leo dan Kalandra pun akhirnya memutuskan untuk belajar mandiri, seperti memiliki Apartemen untuk tempat tinggal mereka sendiri, dan tentunya gedung Apartemen mewah itupun masih termasuk sala satu gedung milik Pratama Group.


Walaupun Kalandra dan Leo sudah memiliki Apartemen sendiri, tapi mereka tidak pernah melupakan kediaman pratama tempat mereka di besarkan, dan tentunya mereka pun masih sering menginap di rumah Bagas dan masih menempati kamar mereka masing-masing.


Seperti saat ini, Abian, Leo dan Kalandra memutuskan untuk menginap di rumah Bagas.


" Ka Abian, bantu aku mengerjakan PR ya Plisss.." rengek Selin merangkul tangan Abian yang duduk di Sofa ruang keluarga bersama Kalandra juga Leo.


Selin sudah biasa bersikap manja kepada Abian kakanya, walaupun sebenarnya Selin sendiri mampu mengerjakan pekerjaan rumahnya dengan kepintaran nya itu, tapi Selin sengaja bersikap manja di hadapan Abian, Leo atau Kalandra untuk mendapat perhatian mereka.


" Kaka sibuk kelinci kecil, kaka juga harus mengerjakan tugas kantor kaka sayang... karna sekarang kaka sudah mulai bekerja di kantor papah." ucap Abian coba menjelaskan.


" Ya udah, biar abang aja yang menemanimu mengerjakan PR mu." ucap Leo yang sedang duduk bersama mereka di ruang keluarga.


" Beneran bang? asikkk..! " Selin pun tersenyum kegirangan.


Sebenarnya Selin sudah tau, pasti akhirnya Leo lah yang akan selalu menemani nya untuk belajar dan mengerjakan PR nya, karna dari dulu Selin kecil, Leo lah yang lebih sering menemaninya belajar di banding Abian, Kalandra ataupun mamahnya Santi.


Dan sikap baik Leo lah yang membuat Selin mengagumi Leo sejak lama, dan menyimpan rasa Cinta untuk Leo di hatinya.


Selin merasa bahagia memiliki tiga kaka Laki-laki yang tampan dan baik, terutama Leo yang selalu mengerti dirinya dan selalu mengikuti segala keinginan nya, saking dekatnya Leo dan Selin, membuat Leo tau semua kebiasaan Selin, mulai dari makanan yang Selin sukai, warna yang Selin sukai, Bunga yang Selin sukai sampai kebiasaan Selin yang selalu tidur memeluk gulingnya.


" Baiklah, mana tugasmu? " tanya Leo sambil duduk di sofa kamar Selin.


Selin pun menaruh buku PR nya di atas meja di hadapan Leo, Leo pun mulai membuka buku itu dan mulai menjelaskan bagai mana caranya mengerjakan PR itu.


Di saat Leo menjelaskan, Selin tidak hentinya menatap wajah tampan Leo dan tersenyum mengagumi Leo.


" Ngapain senyum-senyum sendiri? " tanya Leo yang keheranan dengan sikap Selin.


" Em.. itu.. gak apa-apa." Selin mulai salah tingkah.


Selin pun mulai mengerjakan PR nya di temani oleh Leo.

__ADS_1


" Besok abang ke kantor lagi gak? " tanya Selin.


" Pasti dong, sekarang kan abang bersama kakamu Leo sudah mulai bekerja di kantor. " jawab Leo.


" Baiklah, besok setelah sekolah aku main ke kantor yah! " ucap Selin antusias.


Leo pun hanya menganggukan kepala sambil tersenyum menatap Selin, karna memang Selin pun sudah terbiasa main ke kantor dengan di antar jemput oleh Pak Mun supir pribadi kepercayaan keluarga pratama.


...****************...


Seperti rencana Selin tadi malam, akhirnya sepulang sekolah Selin pun mampir ke kantor pusat Pratama Group dengan di antar oleh Pak Mun seperti biasa.


Sesampainya Selin di ruangan Bagas, Selin langsung menyimpan tas sekolahnya dan langsung pergi untuk keliling kantor, sebenarnya tujuan Selin adalah ruangan Leo, Laki-laki yang sudah lama dia kagumi itu.


Bagas hanya diam saja melihat tingkah laku Selin putrinya itu. Karna menurutnya, Selin sudah terbiasa bermain di kantor dan Bagas pun membiarkan Selin berkeliaran sendiri, begitu pula para kariawan kantor yang sudah sangat hapal kalau Selin adalah putri dari pemilik perusahaan Pratama Group.


Saat Selin berjalan menuju ruangan Leo, Selin bertemu dengan Agus.


" Siang Om! " Selin menyapa Agus.


" Selamat siang juga nona muda, nona mau kemana? " tanya Agus ramah.


" Aku cuma mau keliling aja Om. " ucap Selin pura-pura.


Agus pun tersenyum menatap Selin.


" Kenapa Om tersenyum? " tanya Selin.


" Nona muda mirip dengan putri saya yang di kampung, bahkan seumuran dengan nona, namanya Aisyah. " ucap Agus.


" Oh, begitu ya Om. " Selin pun tersenyum mendengar penjelasan Agus.


" Ya sudah, kalau begitu saya kembali dulu ke ruangan saya Nona." ucap Agus.


Agus pun berjalan berniat kembali ke ruangan nya, begitu juga dengan Selin kembali melangkahkan kakinya menuju ruangan Leo.


Selin pun berdiri di depan Lift kusus Ceo memencet tombol dan berdiri menunggu Lift terbuka. " Ting" Lift pun terbuka, Selin masuk ke dalam Lift dan memencet tombol untuk ke ruangan Leo dan Abian yang satu lantai.


" Ting " Lift pun terbuka di lantai yang di tuju Selin, Selin pun buru-buru Masuk ke dalam ruangan Leo tampa mengetuk pintu, karna Selin berpikir sudah biasa keluar masuk ruangan Leo.


Alangkah terkejutnya Selin saat membuka pintu berniat masuk ke dalam ruangan Leo, Selin mendapatkan pemandangan menyakitkan menurutnya.


Tampa meunggu lama, Selin pun langsung menutup kembali ruangan Leo dan kembali masuk ke dalam Lift dengan tergesa-gesa. Setelah sampai di dalam Lift Selin pun menangis bersandar di dinding Lift membayangkan pemandangan menyakitkan yang dia lihat di ruangan Leo.


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2