CINTA AISYAH

CINTA AISYAH
Mulai Membujuk


__ADS_3

" Aisyah... percayalah. Aa gak ada hubungan apa-apa dengan wanita itu. " Abian berusaha menjelaskan sambil melangkah masuk ke dalam rumah bersama Aisyah.


" Ya. Aku tau, tapi wanita itu adalah sala satu wanita yang menjadi penghangat malamu di atas ranjang, bukan? " Aisyah menghentikan langkahnya, menatap Abian tajam membuat Abian diam tidak berkutik.


Aisyah melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah, hingga sampai ke area ruang keluarga. Di ruang keluarga sudah ada Bagas, Leo, Kalandra, Agus, Selin juga Santi yang sedang membicarakan acara pertunangan Selin dan Leo yang sebentar lagi akan di gelar.


" Mah... semua bahan yang mamah butuhkan sudah aku beli. Tadi Pak Mun dudah memberikannya kepada Mbok Siti dan sudah di bawa masuk ke dapur. " Aisyah tersenyum ramah, ikut duduk di sofa, bertingkah seolah tidak terjadi apa-apa antara dirinya dan Abian.


Abian yang ikut duduk di sofa hanya memperhatikan Aisyah yang bersikap seolah cuek kepadanya.


" Bahannya mungkin udah di simpan si Mbok ke dapur kali ya. Ya udah, mama masak kuenya sekarang aja deh. " ucap Santi berdiri dari duduknya.


" Aku ikut bantuin mama ya." Aisyah ikut berdiri.


" Tentu, mama akan senang sekali jika ada yang bantu, biar cepet selesai. " Santi tersenyum ramah.


" Sayang... aa juga ikut bantuin ya. " Abian ikut berdiri mencoba membujuk Aisyah.


" Tidak usah. " ucap Aisyah dengan tatapan dingin, membuat Abian langsung terdiam kaku.


Aisyah dan Santi berjalan ke dapur untuk membuat kue bersama. Sementara Abian yang mendapatkan penolakan dari istrinya, hanya bisa duduk diam sambil bersandar di sofa, menghembuskan napasnya kasar.


" Marahan lagi ceritanya? " ejek Selin.


" Pasti ketauan lagi selingkuh, selingkuh sama sala satu cewe penghangat ranjangmu, benar begitu Bi? " Kalandra ikut bicara tersenyum meledek.


Sementara Agus, Bagas dan Leo hanya menggelengkan kepala dengan sikap Abian saat ini.


" Diem lo. Dasar sahabat penghianat, ngapain juga lo di sini? seharusnya lo itu kerja di rumah sakit, pergi sana lo. " ucap Abian tak mau kalah.


" Adik gue kan sebentar lagi bertunangan dengan sahabat gue sendiri. Tentu sebagai keluarga, gue juga harus ikut memeriahkan acaranya dong. " Kalandra beralasan sambil tersenyum seolah mengejek.


" Bangsat lo!" Abian melempar bantal sofa ke arah Kalandra. Kalandra menangkap bantal sofa sambil tersenyum seolah mengejek nasib Abian saat ini.


" Bi... Benar kau sedang bertengkar lagi dengan Aisyah? " tanya Agus menatap Abian.


" Em... itu... anu ayah. " Abian merasa bingung untuk menjelaskan apa.


" Anu apa? apa benar kamu selingkuh di belakang menantu papah? " tanya Bagas tegas, membuat Abian mati kutu.


Abian hanya diam, menghembuskan napasnya kasar. Bingung harus memulai dari mana untuk menjelaskan.


" Jelaskan sekarang Abian. Sebagai seorang laki-laki sejati, kau harus bertanggung jawab. Kau tau sendiri, walaupun pendiam, ayah mertuamu ini bisa jauh lebih kejam dari papah." ucap Bagas menakuti Abian, sambil meminum secangkir kopi di tangannya.


" Aikhh... baiklah Abian akan jelaskan. " ucap Abian lesu.


" Ayah... maaf jika Abian belum bisa menjadi menantu yang baik untuk ayah. Tadi Abian mengantar Aisyah ke moll membeli bahan untuk membuat kue yang akan mamah buat. " Abian menatap Agus.


" Lalu? " tanya Leo ikut penasaran.


" Tadi sewaktu kami berjalan bersama ingin pulang dari moll. Ada seorang wanita nyamperin Abian dan tiba-tiba nyium pipi Abian. Kayanya Aisyah marah, sampe langsung ningalin Abian gitu aja. Sepanjang perjalanan, waktu di dalam mobil juga Abian udah mencoba minta maaf, tapi Aisyah seolah tidak peduli sama Bian. Maafkan kesalahan Bian ayah. " ucap Abian sedikit lirih.

__ADS_1


Sementara Leo, Selin dan Kalandra hanya tertawa, menertawakan nasib sial Abian hari ini. Begitu juga Bagas dan Agus yang tersenyum kecil menatap Abian yang terlihat seperti sedang putus asa.


" Mampus lo. Makanya... kalau orang tua kasih nasehat itu di dengerin. Coba gue tebak, wanita yang nyium lo itu, pasti sala satu wanita yang pernah menjadi penghangat tidur lo di atas ranjang, bener begitu 'kan? " tanya Kalandra.


" Berisik lo. " Abian mendengus kesal.


" Itu pasti bener. Kalau bukan, mana mungkin ka Abian sampai terlihat seperti sedang putus asa kaya gitu. Itu berarti... ka Abian memang punya salah sama kaka ipar. " Selin ikut bicara.


" Makanya... waktu dulu aku dan Kalandra nasihatin kamu, seharusnya kamu dengerin. Kalau saja dulu kamu tidak berkelakukan seperti itu. Mungkin sekarang kamu gak akan punya masalah kaya gini sama Aisyah. " Leo ikut bicara.


" Iss... iya, iya, baiklah... Aku yang salah. Di sini memang aku yang salah. " ucap Abian tertunduk pasrah. Agus yang sedang memperhatikan pun tersenyum.


" Bi... ayah percaya, kau pasti sangat menyayangi Aisyah. Dan ayah percaya, kau memang sudah benar-benar berubah. Kau pasti bisa membujuk Aisyah nanti. " Agus tersenyum menatap Abian seolah benar-benar mempercayai menantunya.


" Terima kasih... ayah sudah mau percaya sama Abian. "


" Hey... sudah, sudah. Hentikan, hentikan drama sedihnya. Papah sudah siapkan tiket liburan untuk kalian ke London, sesuai seperti yang kau inginkan. Besok lusa kalian sudah bisa berangkat, masalah tempat menginap, kalian bisa menginap di salasatu hotel kita yang ada di sana. " Bagas menjelaskan.


" Sungguh pah? "


" Tapi apa kau yakin tidak merundingkannya dulu dengan istrimu. Siapa tau Aisyah ingin ke tempat lain untuk bulan madu. "


" Aku yakin, Aisyah pasti akan setuju pah. Aku hanya tinggal membujuknya dan meminta maaf padanya untuk masalah tadi. "


" Ya sudah. Terserah kamu saja, tapi jangan lama di Londonnya, saat Selin dan Leo nanti bertunangan, kamu dan Aisyah juga harus hadir. Dua minggu lagi acara pertunangan akan segera di gelar. " Bagas mengingatkan.


" Tentu pah. " ucap Abian sambil melangkah pergi untuk mencari Aisyah di dapur.


Saat sudah sampai di dapur, Abian berdiri mengintip Aisyah dari kejauhan. Di sana terlihat Aisyah yang sedang asyik sendiri dengan kegiatannya membuat kue.


Saat Abian mengintip istrinya, tiba-tiba ada tangan yang menjewer telinganya dari arah belakang.


" Aduhh... telinga gue. " gerutu Abian. Namun saat dia lihat, ternyata mamanya sendiri lah yang menjewer telinganya, dengan di temani Mbok Siti yang setia mendapingi di samping Santi sambil tersenyum.


" Ngapain kamu ngintip di sini? " tanya Santi melepaskan jeweran di telinga Abian.


" Itu... anu mah..." Abian gelagapan salah tingkah.


" Anu apa? " tanya Santi mulai curiga.


" Itu... Aisyah mah... "


" Oh... kalian marahan lagi? " tanya Santi yang sudah tau masalah Abian dan Aisyah dari Bagas suaminya.


" Iya mah. " Abian mengangguk.


" Makanya, kalau jadi laki-laki itu jangan nakal. Itu akibatnya. " tegur Santi, kembali menjewer telinga Abian sampai merah.


" Aduh... sakit mah. Bukannya tolongin aku buat baikan sama Aisyah, mama malah jewer telinga aku, sakit mah. " Abian mendengus kesal mengusap telinganya yang terasa panas.


" Kamu urus aja urusanmu sendiri, jangan bawa-bawa mama. " ucap Santi tegas, berjalan masuk dapur bersama Mbok Siti untuk melanjutkan acara membuat kue.

__ADS_1


Abian memberanikan diri masuk ke dalam dapur yang terlihat luas dan mewah itu. Abian melangkah mendekati Aisyah yang sedang asyik membuat adonan Cake menggunakan Mikser.


" Ehem... sayang, ada yang bisa aa bantu gak? " Abian memulai aksinya untuk merayu dan membujuk Aisyah. Namun sayang, Aisyah sama sekali tidak memberi respon. Mbok Siti dan Santi yang sedang membuat adonan kue Nastar pun tersenyum, melihat Abian sang Casanova yang di acuhkan wanita.


" Mah... adonannya udah selesai, apa kita masukaan Open sekarang? " tanya Aisyah mengacuhkan Abian.


" Tentu sayang. "


Aisyah memasukan adonan kue ke dalam Loyang, lalu memasukan kue tersebut ke dalam Open. Berjalan melewati Abian dengan cueknya, lalu duduk di kursi samping Mbok Siti yang sedang mengolesi kue Nastar dengan kuning telur.


" Sayang... aa bantuin ya. " Abian ikut duduk di samping Aisyah. Mencoba membantu membuat kue Nastar.


Namun. Abian sendiri malah hanya diam memandang kue Nastar yang berbentuk Bulan sabit. Abian berpikir, bagai mana caranya kue itu bisa berbentuk bulan?


" Sayang... aa mau tanya, kenapa kuenya bisa berbentuk bulan? " dengan bodohnya Abian bertanya, namun Aisyah tetap cuek padanya. Membuat Santi dan Mbok Siti malah semakin tertawa.


" Sayang... aa mau belajar bikin kue. Tapi aa gak bisa, tolong ajarin aa ya. " Abian terus berusaha membujuk, namun Aisyah masih tetap Diam.


Ya tuhan... aku harus gimana lagi membujuk Aisyah. Rasanya sulit sekali untuk merayu seorang wanita. Selama ini semua wanitalah selalu mengejarku tampa aku minta, tapi sekarang malah aku yang harus berjuang menaklukan hati wanita. Hadeuhhh.... sabar Bian, sabar...


Abian menghembuskan napasnya kasar. Sepertinya, kali ini Abian harus berjuang ekstra untuk mendapatkan kepercayaan Aisyah kembali.


Abian menggeser kursi duduknya semakin mendekati Aisyah. Jika dengan kata-kata Aisyah tidak mau menjawab, maka Abian akan melancarkan aksinya menggunakan ketampanannya.


Abian duduk menatap Aisyah dalam dengan jarak yang sangat dekat. Meletakan satu tangannya di meja, menjadikan tangannya penahan kepala untuk menatap Aisyah sambil memiringkan wajahnya.


Abian cukup lama menatap Aisyah. Sampai akhirnya Aisyah mulai salah tingkah karna terus di tatap Abian terlalu lama.


" Aa ngapain menatap aku seperti itu? " Aisyah berbalik menatap Abian tajam.


Abian tersenyum menatap Aisyah. Membuat hati Aisyah sedikit luluh melihat wajah tampan suaminya yang sedang tersenyum menatapnya.


" Aa suka liat kamu marah kaya gitu. Membuat wajahmu semakin cantik. " Abian tersenyum menggoda mengedipkan sebelah matanya.


" Cih... dasar, Casanova tua. " Aisyah memutar bola matanya malas. Masih merasa marah dan cemburu terhadap Abian.


" Masih marah nih sama aa? " goda Abian semakin mendekati Aisyah.


Aisyah merasa jantungnya seperti mau keluar saat itu juga, menatap wajah tampan suaminya yang semakin mendekatinya.


" Te.. tentu. Aku marah sama aa. " ucap Aisyah gagap.


" Yakin... mau marah sama aa dan cuekin aa. " goda Abian semakin dekat.


Mbok Siti dan Santi hanya tersenyum, melihat Aisyah yang seolah semakin salah tingkah di dekati Abian.


" Iya... memangnya kenapa? aku benci sama aa." Aisyah berdusta, padahal hatinya sudah berdetak tidak karuan karna Abian semakin mendekatkan wajah tampannya.


" Yakin... " Abian tersenyum menggoda, semakin mendekat dengan tatapan cool dan wajah tampannya itu.


" Ikh... ngapain sih dekat-dekat? " Aisyah mendorong tubuh Abian, berdiri lalu melangkah pergi, mulai salah tingkah.

__ADS_1


Abian tersenyum penuh kemenangan. Karna ternyata, Aisyah kalah dengan tatapannya yang menggoda. Abian berdiri melangkah untuk menyusul Aisyah. Sementara Mbok Siti dan Santi hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala.


" Dasar anak muda jaman sekarang. " ucap Santi tersenyum.


__ADS_2