CINTA AISYAH

CINTA AISYAH
Amarah Abian


__ADS_3

" Gila, sedang apa kau di sini ? malam ini adalah malam pertamamu. Seharusnya kau ada di Hotel dengan Aisyah, kenapa kau malah di sini.? " tanya Leo keheranan.


Leo duduk di samping Abian dengan raut wajah malasnya. Leo tidak menyangka, bukan nya menghabiskan malam pertama bersama Aisyah, sahabatnya itu malah berada di club malam.


" Males..! " jawab Abian enteng.


" Kau gila, papah Bagas pasti sudah tau kau berada di sini. Lebih baik kau cepat pulang, sebelum papah Bagas nantu marah. " ucap Leo tegas.


" Kalian itu kenapa ? aneh sekali, tadi gue nelpon Kalandra dia bilang sibuk, sekarang lo ke sini cuma ceramahin gue, males gue dengernya. " ucap Abian sinis.


" Gue bukan maksud ceramahin lo Bi. Tapi sekarang Aisyah udah jadi istri lo, gak seharusnya lo ningalin dia. Apalagi ini malam pertama kalian, lo bisa saja mainin banyak cewe, tapi gak Aisyah juga kan ? dia itu wanita baik-baik. " ucap Leo mencoba menjelaskan.


" Justru karna gue tau Aisyah wanita baik-baik. Gue gak bisa habisin malam sama dia, apalagi satu ranjang sama dia. Gue gak mau kalau nanti gue kelepasan, lalu berbuat di luar batas sama Aisyah, apalagi gue belum siap berkomitmen sama satu wanita." ucap Abian sambil meminum Wine yang ada di tangan nya, di temani beberapa wanita penghibur di sampingnya.


" Gue gak tau lagi harus ngomong apa sama lo. " ucap Leo.


Dentuman musik Dj pun semakin keras terdengar, suara sorak manusia yang sedang berjoget pun terdengar dengan asiknya di Club malam tersebut. Saat Abian dan Leo duduk santai, tiba-tiba ada seorang wanita yang mendekati Abian. Yang tidak lain adalah Citra yang kebetulan sedang berada di Club tersebut.


" Hai sayang.! " ucap Citra mendekati Abian.


Mata Leo dan Abian pun tertuju pada suara wanita yang mendekati mereka. Seketika Abian mengangkatkan tangannya sebagai kode untuk menyuruh para wanita-wanita penghibur itu pergi.


Setelah mereka pergi, Citra pun mendekati Abian dan langsung duduk di pangkuan Abian.


Leo yang melihat itupun, langsung merasa jijik dan muak melihat pemandangan yang tidak pantas menurutnya.


" Cihh.. dasar, gue pulang duluan, sisanya lo tanggung sendiri. " ucap Leo berpamitan pada Abian, melangkahkan kaki meninggalkan Abian yang keras kepala menurutnya.


Abian pun mengangguk ,tanda mengerti ucapan Leo.


" Sayang, kamu ko gak ajakin aku ke sini.? kamu juga udah berhari hari gak hubungin aku, kenapa.? " tanya Citra yang masih duduk di pangkuan Abian.


" Gak apa-apa, cuma lagi gak Mod aja." ucap Abian enteng.


" Ya udah, aku temenin kamu malam ini yah.! aku pasti akan puasin kamu." ucap Citra menggoda Abian sambil membelai wajahnya.


Dasar, *bo*leh juga ni cewe, sebelum gue buang, mendingan gue salurin dulu hasrat gue yag tertunda tadi. "pikir Abian.


Abian dan Citra pun pergi dari Club tersebut menuju sala satu Hotel berbintang di kota Jakarta. Setelah sampai di kamar Hotel tersebut, Abian pun langsung menyalurkan hasratnya yang tertunda saat melihat Aisyah tadi.


Citra dan Abian pun langsung melakukan pergulatan panas mereka di atas ranjang. Desahan kedua umat manusia yang sedang menikmati malam itupun terdengar memenuhi ruangan tersebut, saling menikmati rasa kenikmatan surgawi di tubuh mereka masing-masing.


Setelah Abian sudah sampai ke puncak kenikmatan tersebut. Abian pun melepaskan penyatuan nya dengan Citra dan duduk bersandar di atas ranjang, melepaskan pengaman di senjatanya yang dia pasang sebelum berhubungan intim dengan Citra.


Sambil menyesap sebatang roko di tangan nya, Abian bersandar di Headboard ranjang, dengan keadaan mereka yang masih telanjang bulat, hanya selimut putih lah yang menutupi tubuh polos mereka.


Setelah puas menghabiskan sebatang roko, Abian pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dari keringat, meninggalkan Citra yang masih berbaring di atas ranjang.

__ADS_1


" A**ku tidak akan pernah melepaskan mu Abian pratama, kau adalah tambang emasku, walaupun aku tau kau sudah menikahi wanita kampungan itu, aku bersumpah tidak akan melepaskan mu " pikir Citra.


...****************...


Sebelum ke Club


" Sudah hentikan, dari tadi kau terus menggangguku, apa kau belum puas.? " tanya Citra, dengan tubuhnya yang masih telanjang di dalam selimut putih bersama seorang Laki-laki.


" Sampai kapan pun aku tidak akan pernah puas menikmati tubuhmu ini sayang." ucap laki-laki tersebut, sambil memeluk Citra dari belakang. Dengan posisi masih duduk di atas ranjang.


" Baguslah, itu berarti aku cantik dan menggoda dan jangan lupa Transper uangnya secepatnya. " ucap Citra dengan nada menggoda.


" Baiklah, hari ini aku ingin menghadiri pernikahan keluarga pratama, kalau begituaku mandi dulu, nanti aku terlambat. " ucap laki-laki tersebut.


" Apah.! tunggu.? keluarga pratama kau bilang..? " ucap Citra kaget.


" Ya keluarga pratama, hari ini putra sulung dari Bagas pratama yaitu Abian pratama akan menikah." ucap laki-laki tersebut sambil berjalan ke kamar mandi.


" Tapi dengan siapa Abian menikah.? " tanya Citra.


" Dengan wanita bernama Aisyah, kalau tidak salah dia putri dari Sekertaris pribadi tuan Bagas pratama." ucap laki-laki tersebut lalu masuk ke dalam kamar mandi.


" Kurang ajar kau Abian, kau sudah menikmati tubuhku dan sekarang kau malah menikah dengan wanita kampungan itu. Di saat aku ingin kau menikahiku kau malah marah, tunggu saja pembalasan ku Abian Akhhhh.... brengsek...." ucap Citra marah-marah di atas ranjang.


Citra sudah mencari tau informasi tentang siapa Aisyah sebenarnya, saat pertama kali mereka bertemu di Kafe. Tapi Citra tidak menyangka, kalau wanita berhijab itulah yang akan menjadi istri Abian pratama dan menjadi nyonya besar keluarga pratama.


...****************...


Abian pun sudah selesai membersihkan diri, dan keluar dari kamar mandi, dengan setelan kemeja berwarna silver yang kancing bajunya sedikit terbuka di bagian dada.


Tangan kemeja yang sedikit di gulung dan Arloji mewah melingkar di tangan nya. Kemeja mewah yang sudah rapih melekat di tubuhnya, membuat kadar ketampanan seorang Abian mendekati kata sempurna. Abian pun berjalan mendekati sofa di dekat ranjang untuk menggambil jas nya.


" Sayang mau kemana ? temani aku sampai besok yah.! " ucap Citra sambil memeluk tubuh Abian dari belakang dengan hanya menggunakan Kimono di tubuhnya.


" Tidak bisa, aku harus segera pulang. " jawab Abian.


Abian masih mengingat jelas semua perkataan Leo di Club malam. Dan semua yang di katakan Leo membuat Abian teringat akan Aisyah.


" Sayang inikan sudah jam 02.00 pagi, masa kamu tega tinggalin aku.? "


" Jangan manja citra. " ucap Abian dengan nada sedikit kasar sambil, melepaskan tangan Citra dari tubuhnya.


Abian pun berjalan ke arah pintu hendak keluar dari kamar tersebut.


" Hanya karna kau menikahi wanita kampungan itu, kau mau meninggalkan aku." ucap Citra tegas.


Seketika langkah Abian pun terhenti saat mendengar perkataan Citra.

__ADS_1


" Lihat saja aku tidak akan pernah membiarkan wanita itu hidup tenang, dia sudah berani merebutmu dari ku Abian. " ucap Citra dengan kesalnya.


Kedua lengan Abian pun mengepal sempurna. Rahangnya mengeras, gemuruh amarah muncul di hatinya mendengar perkataan yang keluar dari mulut Citra.


Seketika Abian pun berbalik arah dan mencengkram dagu Citra dengan keras, Abian mendorong Citra sampai terjatuh ke atas ranjang.


" Dengar kan aku baik-baik Citra, sampai kapan pun jangan pernah kau berani menyamakan dirimu dengan Aisyah. Karna kau hanya wanita murahan, yang menjual tubuhmu sendiri hanya demi harta dan kepuasan, jika kau berani menyakiti Aisyah walau hanya sehelai rambutnya saja, kau akan berhadapan denganku. " Ancam Abian dengan tegas nya.


Sorot mata Abian yang tajam dan raut wajah yang dingin, mampu mebuat Citra bergetar ketakukan.


Seketika Citra pun kaget mendengar perkataan Abian" apa mungkin Abian tau Kalau aku selalu bersama laki-laki lain.? tidak mungkin, bagai mana Abian bisa tau.?" pikir Citra masih terbaring di atas ranjang.


Abian pun kembali berjalan melangkahkan kakinya menuju pintu, hendak keluar dari kamar tersebut.


" Lihat saja kau Abian, aku akan menghancurkan istrimu." ucap Citra berteriak ke arah Abian.


Abian pun berhenti sejenak " coba saja kalau kau bisa. " ucap Abian yang masih membelakangi Citra.


Abian pun pergi keluar dari kamar hotel tersebut, meninggalkan Citra yang masih duduk di atas ranjang.


Abian memang sengaja berkata seperti itu kepada Citra, karna memang Abian sendiri sudah tau sejak lama, kalau Citra sering bermain di belakangnya, dengan para laki-laki dari kalangan atas dengan menjajalkan tubuhnya demi mendapatkan uang.


Abian sendiri sudah menyuruh Leo untuk menyuruh orang kepercayaan nya, agar memata-matai kegiatan Citra tampa sepengetahuan Citra sendiri.


Hanya saja, Abian selalu tidak perduli dan cuek terhadap wanita termasuk kelakuan Citra. Bagi Abian, dia tidak perduli dengan apa yang di lakukan Citra, asal dirinya bisa menikmati tubuh Citra dengan puas.


Tapi lain halnya dengan Aisyah, ketika dia mendengar Citra menghina Aisyah dan mengancam akan menghancurkan Aisyah. Entah kenapa, seketika gemuruh amarah berkumpul di hatinya, seakan tidak rela jika Aisyah wanita yang sudah menjadi istrinya tersebut di hina oleh orang lain.


" Abiannn.... bajingan kau, tunggu saja pembalasanku.... " teriak Citra.


Abian pun tidak memperdulikan teriakan Citra dan pergi meninggalkannya sendiri. Abian pun kembali ke hotel tempat dia dan Aisyah menginap. Saat sampai di depan kamar, Abian pun menempelkan kartu aksesnya dan masuk secara perlahan ke kamar tersebut.


" A**isyah pasti masih tidur. " pikir Abian


Dan benar saja, saat Abian masuk ke dalam kamar, Abian mendapati Aisyah tertidur lelap. Dengan posisi yang masih sama seperti saat dia tinggalkan sebelum ke club malam.


Entah mengapa, bagi Abian pemandangan yang ada di matanya saat ini begitu indah. Melihat wajah cantik Aisyah yang tertidur lelap membuat pikiran nya ikut merasa tenang.


" Walaupun terkadang kau menyebalkan, membuatku marah dan berisik, tapi saat kau tidur, kau begitu cantik dan menenangkan. " ucap Abian pelan.


Abian pun merangkak naik mendekati Aisyah di atas ranjang dan tidur di samping wanita yang sudah menjadi istirinya tersebut. Tidak lama Abian pun tertidur lelap mengikuti Aisyah.


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2