
Setelah waktu kuliah selesai, Aisyah dan Selin memutuskan untuk jalan-jalan berdua ke moll. Aisyah bersama Pak Mun seperti biasa dan Selin membawa mobil sendiri.
Dan tentunya, setelah Selin menelpon Abian dulu untuk meminta izin. Setelah Abian mengizinkan, barulah Selin dan Aisyah berangkat menuju moll yang mereka tuju.
Tak lama, mobil sport yang di kendarai Selin pun sudah sampai di parkiran moll yang mereka tuju. Di susul dengan mobil yang di kendarai oleh Aisyah dan Pak Mun juga sampai di parkiran yang sama.
Aisyah dan Selin pun keluar dari dalam mobil dan bergandengan berjalan bersama masuk ke dalam moll.
" Baiklah. Hari ini adalah harimu kaka ipar, aku akan menuruti semua yang kau inginkan. Mau ke salon, belanja tas mahal, atau kaka ipar mau belanja berlian? " kaki Selin dan Aisyah sudah berada di atas eskalator moll.
" Ikhh... ko gitu sih Sel? emang di moll ini gak ada tempat lain selain yang kau sebut tadi? "
" Maksudnya? kalau di moll kan biasanya belanja seperti itu. Emang kamu pikir kita ke moll mau belanja apa? " Selin keheranan.
" Bukan begitu Sel, kalau tas, perhiasan, berlian, baju baru, sepatu atau yang lain nya. Semua itu sudah ada di rumah, semua kebutuhan aku sudah di siapkan Mbok Siti di rumah. Dan a Bian sudah nyiapin semua itu untuk aku. Dari pada kita belanja gak karuan, mending uangnya di tabung. " Aisyah menjelaskan.
Kini kaki mereka sudah melewati eskalator, Selin dan Aisyah berjalan menyusuri moll, sambil terkadang melihat-lihat apa yang menurut mereka menarik.
" Jadi, sebenarnya kita ke moll mau apa? semua yang aku sebutkan sudah kamu punya di rumah 'kan?" ucap Selin sambil berjalan santai menyusuri moll bersama Aisyah.
" Entahlah, aku sendiri gak tau mau apa. "
Aisyah malah merasa bingung sendiri mau membeli apa. Pasalnya semua kebutuhan dirinya sudah selalu tersedia di rumah, mulai dari pakaian, perhiasan sampai alat make up pun sudah tersedia di kamarnya.
Mbok Siti yang bertugas menjadi kepala pelayan, selalu sigap menyiapkan semua kebutuhan Aisyah dan Abian. Tentu itupun atas seizin Abian sebagai tuan rumah.
" Aduhh... masa kita cuma jalan-jalan doang tampa belanja sih! " Selin mulai geram.
Sementara Aisyah hanya tersenyum sendiri, melihat adik iparnya yang mulai merasa kesal.
" Aku pikir kamu mau ngajakin aku ke tempat seru, siapa tau di moll ini ada tempat seru. Kalau kamu cuma ngajakin aku belanja, aku rasa percuma, karna aku tidak mau belanja. Mubajir, di rumah juga sudah banyak pakaian aku. Waktu ke moll sama a Bian juga aku gak belanja, cuma ke kafe aja. " Aisyah masih berjalan santai bersama Selin.
Mendengar kata seru, Selin pun menghentikan langkahnya, sambil tersenyum menatap Aisyah. Selin baru saja mendapatkan sebuah ide, yang mungkin akan membuat Aisyah merasa senang pikir Selin.
" Eh, Selin, kamu ngapain tarik tangan aku? "
" Udah ikut aja, katanya mau ke tempat seru."
Selin berjalan sambil menarik tangan Aisyah supaya mengikutinya. Selin mengajak Aisyah berjalan ke bagian moll yang lain nya, yang mungkin belum pernah Aisyah kunjungi pikir Selin.
" Time Zone. "
Aisyah berdiri sambil membaca tulisan besar yang terpampang di hadapan nya. Aisyah merasa sedikit heran, karna waktu ke moll bersama Abian, Abian tidak mengajak dirinya ke bagian yang ini pikir Aisyah.
__ADS_1
" Apa itu Time Zone? " Aisyah masih berdiri keheranan.
" Ya ampun, kamu tidak tau Time Zone? " Selin menepuk jidatnya sendiri, merasa heran dengan tingkah Aisyah yang tidak tau apa itu Time Zone. Aisyah pun menggeleng menatap Selin.
" Udah ah. Sekarang kita masuk, supaya kamu tau apa itu Time Zone. " Selin menarik tangan Aisyah melangkah masuk ke dalam.
Saat Aisyah sudah sampai di dalam, matanya berbinar melihat banyak sekali permainan yang tersedia di sana. Lempar bola basket, capit boneka, bom bom car dll.
" Wahh... hebat. Luar biasa, banyak sekali permainan nya. " Aisyah masih berdiri menatap orang-orang yang sedang heboh melakukan permainan yang mereka sukai.
Sementara Selin hanya tersenyum sendiri, melihat tingkah konyol Aisyah yang baru pertama kali melihat Time Zone.
Berbeda dengan dirinya yang sudah tidak asing lagi dengan semua permainan di Time Zone. Karna semenjak kecil, Selin sudah sering bermain di Time Zone. Entah bersama Bagas dan Santi, atau bersama Abian, Kalandra atau Leo yang selalu bermain menemani dirinya.
" Baiklah. Kau mau bermain kaka ipar? " tanya Selin yang mendapatkan anggukan dari Aisyah.
Sebagai langkah pertama, Selin pun mengajak Aisyah untuk bermain capit boneka. Setelah membeli banyak koin, Aisyah dan Selin pun mulai bermain capit boneka. Tentunya, Selin pun mengajari Aisyah dulu, supaya Aisyah paham dan mengerti cara bermain permainan tersebut.
" Wahhh... aku dapat lagi, bonekanya lucu dan besar. " teriak Aisyah yang kegirangan karna sudah berhasil mendapatkan boneka yang banyak.
" Hey... kau kalah kaka ipar. Kau lihat ini, aku lebih banyak. " ucap Selin tersenyum membanggakan diri.
Aisyah hanya tersenyum melihat Selin, Aisyah mengakui, kalau Selin jauh lebih hebat dalam bermain capit boneka. Berbeda dengan dirinya yang masih pemula. Semua itu terbukti dari hasil boneka yang menumpuk, yang sudah berhasil Selin dapatkan.
Saking banyaknya boneka yang di dapatkan Selin dan Aisyah. Selin dan Aisyah sampai kebingungan sendiri dengan hasil boneka yang mereka dapatkan. Akhirnya, Selin dan Aisyah memutuskan untuk memberikan semua boneka yang mereka dapatkan kepada orang lain.
" Baiklah. Sekarang kita mau main apa lagi? " ucap Aisyah antusias.
Aisyah merasa gembira dan senang. Di banding harus belanja perhiasan atau tas mahal, Aisyah merasa jauh lebih senang bermain di Time Zone karna bisa membuatnya tertawa gembira.
" Terserah. Apapun yang kau inginkan akan aku layani. Kau harus siap melawanku kaka ipar. " ucap Selin tersenyum sambil mengangkat tangan nya untuk tos bersama Aisyah.
" Ye... ayo, kita lanjut." Aisyah tersenyum gembira.
Akhirnya Selin dan Aisyah menjajal hampir semua permainan yang ada di Time Zone. Mulai dari capit boneka yang sudah mereka lakukan, Permainan dance, lempar bola basket, bom bom car, roler koaster, permainan tembak dll.
Sampai akhirnya semua permainan itu membuat mereka kelelahan. Aisyah dan Selin akhirnya memilih untuk duduk dan istirahat, sambil meminum jus dan cemilan yang sudah lebih dulu mereka pesan tadi.
" Aduhh... cape, ternyata kau hebat juga ya kaka ipar. Kau bisa membuat ku kewalah. " ucap Selin.
" Ikhh... bagus dong. Itu berarti, walaupun aku baru pertama bermain, aku patut untuk di perhitungkan juga, iya gak? " ucap Aisyah tersenyum.
Akhirnya mereka pun tertawa bersama sambil memakan cemilan yang mereka pesan. Setelah cukup beristirahat, Selin dan Aisyah memutuskan untuk pergi ke mushola yang di sediakan di moll tersebut.
__ADS_1
Karna waktu menunjukan sudah memasuki waktu asyar. Selin dan Aisyah pun melaksanakan solat pardu asyar empat rokaat, sebelum nanti akhirnya mereka memutuskan untuk jalan-jalan lagi di moll tersebut.
Setelah selesai melaksanakan solat pardu asyar empat rokaat, Selin dan Aisyah kembali masuk ke dalam moll. Kini Aisyah dan selin memutuskan untuk masuk ke sala satu lestoran yang ada di moll tersebut untuk makan.
Setelah puas jalan-jalan dan bermain, kini perut Aisyah dan Selin keroncongan minta di isi. Setelah masuk ke dalam sala satu lestoran, Aisyah dan Selin memilih tempat duduk dan mulai memesan makanan yang mereka inginkan.
" Gimana jalan-jalan bersamaku, seru 'kan? " tanya Selin.
" Ya. Seru banget. Kalau jalan-jalan sama a Bian gak seru, palingan cuma di ajakin masuk toko berlian atau toko pakaian mahal. Kalau gak berlian dan baju, a Bian malah bawa aku ke toko Hihils. Padahal aku sendiri gak suka Hihils. "
" Aisyah.. Aisyah. Kamu itu unik ya, biasanya, yang namanya wanita itu maunya shoping, belanja barang mahal, perhiasan atau berlian. Nah ini, malah senang main di Time Zone. Kamu ini adalah kaka iparku yang super unik. " ucap Selin sambil tersenyum.
Pembicaraan mereka sejenak berhenti saat pelayan membawakan makanan dan minuman yang mereka pesan. Aisyah dan selin pun mulai memakan makanan mereka masing-masing.
" Aku jadi penasaran sama kehidupan kamu Sya, Sebenarnya kehidupan kamu di kampung itu seperti apa sih? sampai Time Zone saja kamu gak tau, dan ini untuk pertama kalinya kamu main di Time Zone 'kan? " ucap Selin memulai kembali pembicaraan nya.
" Iya, kau benar. Ini pertama kalinya aku main di Time Zone." ucap Aisyah sambil meminum jus miliknya.
" Kehidupan ku di kampung tidak seperti di kota Sel. Kalau di kota banyak sekali gedung pencakar langit, moll, taman wisata, hotel lestoran dan masih banyak lagi yang lain-nya. Tapi di kampung tidak ada yang seperti itu, kalau di kampung itu adanya kerbau, sapi, atau domba yang di pelihara para petani. Atau para petani dan ibu-ibu yang sedang menggarap sawah atau ladang milik mereka." ucap Aisyah menjelaskan, lalu kembali menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.
" Oh... gitu." ucap Selin menganguk seolah mengerti.
Padahal dirinya sendiri belum pernah berkunjung ke kampung atau melihat kerbau dan sapi secara langsung. Ataupun melihat para petani mencangkul atau menggarap sawah, semua itu sama sekali belum pernah Selin lihat.
" Oiya, aku baru ingat. Malam itu bang Leo bilang, lagi cari kelopak mawar merah untuk membuat kejutan yang di siapkan ka Abian. Saat itu aku nelpon bang Leo untuk ngajak makan malam, dan bang Leo ngejelasin soal kelopak mawar itu. Beneran ada kejutan sya? " Selin menatap Aisyah sambil mengunyah makanan-nya.
" Iya, malam itu a Bian nyiapin makan malam romantias di kamar. A Bian juga nyiapin gaun malam yang indah untuk aku. Tadinya mau makan malam di lestoran, tapi karna kaki aku cidra jadinya makan malam di kamar aja. " Aisyah menjelaskan.
" Wahh... sosweet banget sih, pasti sangat romantis? Ikhh... aku jadi iri, lalu apa lagi selain makan malam? " Selin mulai kepo.
" Emm... setelah makan malam aku dan a Bian dansa. Tapi ternyata, aku sama a Bian malah ketawa-ketawa, karna aku gak bisa dansa. Sampai aku terus nginjek kaki a Bian. " Aisyah tersenyum mengingat acara dansanya yang sedikit kacau karna kakinya selalu menginjak kaki Abian.
" Emm... setelah makan malam dan dansa, aku sama a Bian melakukan...." ucapan Aisyah terhenti.
Astagpirulohaladzim.... hampir saja aku keceplosan. Aku gak mungkin jelasin sama Selin, kalau malam itu aku dan a Bian melakukan hubungan intim. Itukan urusan ranjang aku bersama Abian, dan itu aurat juga.
" Melakukan apa? " ucap Selin tersenyum menatap Aisyah, jiwa kepo seorang Selin semakin menjadi.
" Ikhhh... Selin, gak apa-apa, aku tidak melakukan apa-apa. " Aisyah mencoba mengelak sambil memakan kembali makanan-nya.
Sementara Selin hanya tersenyum melihat Aisyah yang mulai salah tingkah. Seolah Aisyah kepergok sedang mencuri sesuatu pikir Selin.
" Ahhh... aku tau. " Selin tersenyum menatap Aisyah. " Kalian membuatkan aku keponakan ya? kalian melakukan malam pertama kalian yang tertunda 'kan? sampai berapa ronde? apa ka Abian sangat perkasa di atas ranjang? " Selin melayangkan pertanyaan bertubi-tubi yang berhasil membuat Aisyah semakin salah tingkah.
__ADS_1
" Selin! ikhhh... kamu ini. " gerutu Aisyah sambil meminum jusnya sampai habis.
Aisyah merasa terpojokan, sampai salah tingkah sendiri dengan semua pertanyaan yang keluar dari bibir Selin adik iparnya itu. Sementara Selin, tertawa dengan puas karna sudah berhasil menjahili Aisyah dan berhasil menebak apa yang di lakukan Aisyah bersama kakanya Abian malam itu.