CINTA AISYAH

CINTA AISYAH
Terkejut


__ADS_3

Saat di perjalanan, Abian menerima panggilan masuk ke ponsel nya. Dan ternyata panggilan itu dari Leo Sekertaris pribadinya sendiri, Abian mengangkat telpon nya, dan menyambungkan dengan Bluetooth yang sudah tersambung dengan Handsfree yang ada di telinganya.


" Halo, Ada apa Leo ? " tanya Abian sambil pokus menghadap jalanan.


" Bisa kita bertemu sekarang ? ada hal penting yang mau aku bicarakan denganmu, tentang urusan kantor. " ucap Leo.


" Aku sedang di jalan bersama Aisyah, kalau kau ingin bertemu, kita ketemuan di Kafe yang biasa saja." ucap Abian.


" Ox, Aku tunggu." Leo pun mematikan sambungan telpon nya.


" Siapa a ? " tanya Aisyah menatap ke arah Abian.


" Itu Leo, katanya mau ketemu di Kafe biasa tempat kami berkumpul."


"Oh, berkumpul sama teman-teman aa maksudnya ? " tanya Aisyah.


" Kalau di sebut sama teman-teman pastinya harus banyak. Kalau aku palingan cuma bertiga aja, Aku Leo dan Kala." ucap Abian menjelaskan, menatap Aisyah lalu kembali pokus menatap jalanan.


" Siapa itu Kala ? Apa mungkin teman nya a Bian ? " Aisyah bertanya dalam hati.


" A Bian boleh nanya ? "


" Nanya apa ? "


" Ko aa mau jalan-jalan sama aku ? apalagi cuma berdua begini, dan lagi ke tempat biasa juga. Apalagi aa gak pake pengamanan ketat kaya papah Bagas, biasa nya papah Bagas selalu bawa pengamanan ketat kalau bepergian jauh. " ucap Aisyah.


" Siapa bilang gak bawa pengamanan ? pengamanan selalu ada untuk kita Aisyah, untuk aa ataupun untuk kamu. Hanya saja mereka tidak terlihat, mereka harus bisa menjaga keamanan kita walau tidak terlihat, dan walaupun dari kejauhan." ucap Abian menjelaskan.


" Masa sih a ? "


" Para penjaga keamanan untuk keluarga Pratama itu bukan orang-orang sembarangan, mereka semua adalah orang-orang yang Propesional dan terlatih. Walaupun mereka menjaga kita dari kejauhan mereka akan tetap tau posisi kita." ucap Bian.


" Oh, masa sih a ? " ucap Aisyah masih tidak percaya.


" Om Agus juga pasti udah mempercayakan keamanan mu pada orang yang sudah Om Agus suruh, mungkin sala-satu orang kepercayaan Om Agus." ucap Bian.


" Em, gitu ya ! " Aisyah menganggukan kepala mulai mengerti.


Aku mau pergi bersamamu, karna aku merasa kau berbeda. Segala kesederhanaan mu itu membuat aku nyaman berada di dekatmu. Tidak seperti wanita lain yang selalu berpura-pura manja kepadaku, hanya demi mendapatkan uang atau pasilitas mewah.


Teselip sebuah senyuman di ujung bibir Abian, saat dirinya memikirkan alasan kenapa dirinya mau jalan berdua bersama Aisyah ke tempat sederhana.


Abian dan Aisyah pun sudah sampai di depan Kafe yang mereka tuju.


Saat masuk ke dalam Kafe, Aisyah dan Abian di sambut dengan hormat oleh para pelayan Kafe, mereka tau siapa Abian Pratama, dan Abian Pratama juga sudah terdaptar sebagai tamu VIP di Kafe tersebut.


Sala satu pelayan itu pun mengantar Aisyah dan Abian ke tempat yang sudah di pesan oleh Leo.


" Kalian datang juga. " ucap Leo yang melihat Abian dan Aisyah berjalan bersama mendekati Leo.


" Kau di sini juga Kala ? " tanya Abian sambil duduk bersama Aisyah.


" Yah, tadi aku ketemu Leo, dan kebetulan aku lagi gak di Rumah Sakit, aku ikut aja ke sini kita juga kan udah lama gak kumpul kaya gini ? " ucap Kalandra menjelaskan.


Kalandra pun menyadari kalau dari tadi Aisyah menatapnya. Kalandra pun tersenyum melihat tatapan Aisyah yang seolah-olah penasaran padanya.

__ADS_1


" Kamuu.. kamu yang waktu itu kan ? " tanya Aisyah menunjuk ke arah Kalandra.


" Kalian udah saling kenal ? " tanya Leo penasaran.


Kalandra pun hanya tersenyum mendengar pertanyaan Leo.


" Aku kenal dia, dia Aisyah wanita yang hampir aku tabrak waktu di depan Moll itu, yang pernah aku ceritakan ke padamu Leo. " ucap Kalandra


Kalandra mencoba mengingatkan, kalau dirinya pernah menceritakan kepada Leo kejadian Kalandra dan Aisyah waktu pertama bertemu.


" Oh, jadi wanita yang kamu ceritain itu Aisyah yang ini, aku pikir Aisyah yang mana ? Nama Aisyah di dunia ini kan pasti bukan cuma satu. Apa kamu sendiri tau siapa Aisyah ? " tanya Leo menatap Kalandra.


" Aku tidak tau. " ucap Kalandra melirik Aisyah dan Abian yang tadi datang secara bersamaan.


" Ti**dak mungkin kalau Wanita seperti Aisyah gebetan Bian, secara Bian seorang Casanova." pikir Kalandra dengan menatap ke arah Abian dan Aisyah dengan tatapan tak bisa di artikan.


Abian pun mengerti akan tatapan Kalandra padanya.


" Aisyah putranya Om Agus, itu sebabnya gue jalan bareng sama Aisyah. Dan Aisyah juga tinggal serumah sama gue, tadi saat Leo nelpon, gue lagi jalan- jalan sama Aisyah. Itu sebabnya gue ke sini bareng Aisyah." ucap Abian menjelaskan pada Kalandra.


" Oh... jadi kamu putri nya Om Agus ? pantesan kalau gitu. " ucap Kalandra mulai mengerti.


" Iya. " jawab Aisyah tersenyum ramah.


Merekapun mulai memesan makanan sambil berbincang-bincang.


Di saat mereka sedang makan dan asyik ngobrol, ada seseorang yang memanggil nama Abian yang ternyata adalah Citra.


" Bian sayang... " ucap Citra mendekati Abian dan langsung duduk di pangkuan Abian.


Ucap Abian memeluk pinggang Citra dengan langsung mendaratkan Ciuman panas di bibir Citra.


" Astagpirulohaladzim..."


Ucap Aisyah dengan pelan, langsung memalingkan wajahnya yang kaget melihat adegan panas Abian dan Citra di hadapan mata nya. Leo dan Kalandra Hanya tersenyum melihat sikap Aisyah yang kaget melihat adegan panas yang di lakukan Abian dan Citra.


Bagi Leo dan Kalandra, sudah biasa melihat adegan panas yang Abian lakukan dengan banyak wanita panggilan nya apalagi Citra. Abian dan Citra sudah terbiasa melakukan adegan panas itu di hadapan Leo dan Kalandra.


" Sayang, kamu ko gak ajak aku ke sini ? untung aku tadi liat kamu di parkiran, aku langsung nyusul kamu ke sini." ucap Citra bergelayut manja di pangkuan Abian.


Citra sudah terbiasa datang ke Kafe tersebut bersama Abian, jika Abian sedang ada di Indonesia, Abian juga yang memasukan Citra ke daptar VIP di Kafe tersebut.


" Maaf tadi aku sibuk sayang." ucap Abian pura-pura meladeni sikap manja citra.


" Hai, Leo Kalandra apa kabar ? " tanya Citra menyapa Leon dan Kalandra.


Walaupun yang di sapa cuek-cuek aja, sampai akhirnya mata citra tertuju pada wanita berhijab yang duduk dekat Leo dan Kalandra.


" Siapa kamu ? " tanya Citra yang masih duduk di pangkuan Abian.


" Dia teman kami. " ucap Leo dingin sambil meminum Jus yang dia pesan tadi.


" Masa sih ? kalian berteman dengan wanita seperti itu ? " sindir Citra sambil menatap tajam ke arah Aisyah.


" Dia adalah wanita baik-baik, jelas kami berteman dengan dia. "

__ADS_1


Ucap Kalandra dengan tegas, membela Aisyah dengan tatapan dingin nya kepada Citra. Seolah-olah menyindir Citra dan secara tidak langsung menunjukan ketidak sukaan mereka dengan kedatangan Citra.


Aisyah pun hanya bisa diam melihat perdebatan mereka, begitu juga dengan Abian. Abian pun tidak bisa berbuat apa-apa, karna Abian tau Leo dan Kalandra tidak menyukai Citra. Dan apa yang di katakan Kalandra barusan memang benar adanya, kalau Aisyah adalah wanita baik-baik.


Walaupun Abian tau terkadang Aisyah masih bersikap seperti anak-anak ketika bertengkar dengan nya, tapi Abian memalumi, mungkin karna usianya yang masih 19 thn.


" Sial, awas kalian berdua, kalau kalian berdua bukan sahabat Abian, aku tidak akan pernah memaafkan perbuatan kalian padaku. " gerutu Citra dalam hati.


" Dan kamu sebenarnya siapa ? datang dari mana ? aneh sekali, aku lihat kamu biasa aja, kamu gak kepanasan pake baju kaya gitu ? "


Sindir Citra kepada Aisyah, yang memperhatikan cara berpakaian Aisyah yang biasa saja menurut Citra.


Aisyah pun hanya tersenyum mendengar perkataan Citra, bagi Aisyah dia sudah terbiasa mendengar pertanyaan seperti itu dari orang lain.


" Aku hanya mencoba menutupi Auratku, sebelum kain Kafan lah yang menutupi Auratku di hari kematianku nanti." ucap Aisyah tegas dengan tatapan tajam melirik ke arah Citra.


Abian, Leo dan Kalandra pun tersenyum mendengar perkataan Aisyah yang di tujukan untuk Citra, mereka merasa kagum dengan apa yang di katakan Aisyah.


Aisyah begitu berani menjawab perkataan Citra, seolah itu menjadi tamparan keras untuk Citra yang hanya menggunakan pakaian Seksi yang memperlihatkan kemolekan tubuhnya sendiri, Citra pun hanya terdiam dan langsung turun dari pangkuan Abian dan duduk di kursi.


" Skakmat " ucap Leo dalam hati sambil tersenyum.


" Boleh juga ni anak, biasanya dia kalem dan pendiam, bahkan saat gue jahilin dia palingan cuma teriak biasa, tapi sekarang tatapan nya tajam juga." pikir Abian masih menatap Aisyah dengan rasa kagumnya itu, begitu juga Kalandra dan Leo yang sama mulai menyimpan rasa kagumnya untuk Aisyah.


" Bian sayang kita pergi aja dari sini, aku males lama-lama di sini. " ucap Citra yang merasa dirinya kalah dengan ucapan Aisyah.


" Ox, sayang." ucap Abian sambil berdiri dari tempat duduknya.


" Hey, kau mau ke mana ? kita ke sini untuk bicara masalah Kantor, dan lagi, bagai mana dengan Aisyah ? tadi kau datang bersama nya, apa sekarang kau ingin meninggalkan nya begitu saja ? " tanya Leo sedikit kesal dengan sikap Abian.


" Kau yang bertugas mengantar Aisyah dengan selamat sampai ke rumah. " ucap Abian kepada Leo.


" Apah..? " Leo merasa kaget.


" Gak apa-apa kan Sya ? " tanya Abian melirik Aisyah.


Aisyah pun hanya menganggukan kepala mengiyakan perkataan Abian, walaupun dia sedikit kecewa dengan sikap Abian yang tidak bertanggung jawab.


Abian dan Citra pun pergi meninggalkan Kafe tersebut. Sedangkan Leo dan Kalandra, hanya geleng-geleng kepala keheranan dengan sikap Abian yang masih juga belum berubah menurut mereka.


" Sya, kau mau ikut aku ke kantor ? hari ini aku masih banyak kerjaan di kantor, gara-gara hari ini Abian tidak masuk ke kantor pekerjaan ku jadi numpuk. Aku dengar, kau sangat akrab dengan para kariawan kantor, jadi kau tidak akan kesepian, nanti setelah pekerjaan kantor selesai aku antar kau pulang. " ucap Leo menatap Aisyah.


" Tidak usah ka, aku bisa pulang sendiri, gak enak kalau ngerepotin ka Leo. " ucap Aisyah.


" Kau pergi saja ke kantor, biar Aisyah aku yang anter pulang. " ucap Kalandra menawarkan.


" Baiklah, tidak apa-apa kan kalau Kalandra yang mengantarmu ? " tanya Leo.


Aisyah pun menganggukan kepala mengiyakan perkataan Leo, setelah tau siapa Kalandra sebenarnya Aisyah pun berpikir kalau tak apa pulang bersama Kalandra.


akhirnya merekapun memutuskan pulang dari Kafe tersebut, Leo kembali ke Kantor dan Aisyah pun pulang di antar oleh Kalandra sampai ke kediaman Pratama.


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2