
Abian pun sudah sampai di depan pintu rumahnya, dan seperti biasa Pak Mun membukakan pintu untuk tuan nya. Jika biasa nya Leo mengikuti Abian ke mana-mana, kini Leo harus bekerja extra di kantor, semenjak Abian menjadi Ceo, Leo menjadi lebih sibuk dari biasanya.
Saat turun dari dalam mobil, Abian berhenti sejenak berdiri di depan rumahnya menatap rumah itu dalam-dalam.
Abian teringat akan perkataan Leo saat di kantor yang berhasil membuat pikiran nya berantakan.
" Rumah ini begitu indah dan megah, tapi apakah aku mampu hidup bahagia dengan nya di rumah ini? apakah aku tidak akan mengecewakan nya? apakah aku mampu berkomitmen akan satu wanita? aku sudah terlalu dalam terjerumus ke dalam jurang, sampai aku sendiri tidak yakin bisa kembali. " pikir Abian.
Entah kenapa sejak Leo mengatakan itu pikiran nya jadi kacau, dia mulai menyukai Aisyah tapi dia sendiri terlalu takut akan masa lalu nya yang hitam yang mungkin membuat Aisyah tidak menyukainya.
Seperti biasa, saat Abian pulang Mbok Siti bersama ART lain menyambutnya di depan pintu.
" Tuan muda, tuan muda, apa anda baik-baik saja.? " tanya Mbok Siti yang keheranan melihat tuan mudanya berdiri melamun di hadapan rumah.
" Em, apa? " Abian gelagapan
" Apa tuan muda baik-baik saja? kenapa tuan malah berdiri di depan pintu? " tanya Mbok Siti.
" Oh iya, aku baik-baik saja, "
Abian pun kembali berjalan ke dalam rumah.
" Mbok, apa Aisyah sudah di rumah? " tanya Abian.
" Loh, apa Pak Mun tidak melaporkan pada tuan muda? tadi kan Pak Mun sendiri yang menjemput nona muda dari kampus sampai ke rumah. " ucap Mbok Siti keheranan sambil mengikuti Abian dari belakang sampai ke dalam rumah.
" Emm..oh.. ya, itu, aku lupa ." ucap Abian gelagapan.
" Bodoh kau Abian, kenapa kau menanyakan hal yang konyol, sudah jelas Aisyah pasti di rumah, kau bodoh. " pikir Abian memaki diri sendiri.
" Tuan muda, apa anda mau makan malam? saya akan menyuruh koki menyiapkan nya." tanya Mbok Siti.
Saat Abian mau menaiki tangga Abian berhenti sejenak.
" Ya, siapkan makan malam, nanti aku turun bersama Aisyah." ucap Abiian.
Abian pun pergi ke kamar, begitu juga Mbok Siti pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam.
" Dimana Aisyah? "
Abian celingukan mencari Aisyah yang tidak ada di kamar, hanya ada leptop yang masih menyala, ponsel dan beberapa buku di atas ranjang.
Saat Abian mendekati ke arah ruang ganti, Abian mendengar gemericik air dari kamar mandi di ujung ruang ganti.
" Ahh... Aisyah pasti sedang mandi. " gumam Abian.
Abian pun kembali ke kamar dan melepaskan jas dan dasi yang melingkar di lehernya, membuka kancing kemeja bagian atas dan kancing yang ada di pergelangan tangan nya melipat lengan bajunya sedikit ke atas.
Abian duduk di pinggir ranjang berniat menunggu Aisyah selesai mandi. Namun, mata Abian tertuju pada ponsel Aisyah yang tergeletak di atas ranjang.
__ADS_1
Abian membereskan leptop dan buku ke atas nakas dan mengambil ponsel Aisyah.
Abian pun memutuskan duduk santai di atas ranjang, bersandar di Headbord ranjang melipat kedua kakinya di atas, sambil melihat-lihat isi ponsel Aisyah, di usap nya layar ponsel itu dan mata Abian langsung terjutu pada isi Galeri yang berisi poto-poto Aisyah dan teman-teman nya di kampus, ada juga poto Agus ayahnya Aisyah, tapi bukan itu yang Abian cari, mata Abian tertuju pada poto selfi Aisyah yang sedang sendiri.
" Cantik." satu kata yang lolos dari bibir Abian.
Abian pun mengotak atik ponsel Aisyah dan mengirim poto Aisyah ke ponsel milik Abian, sambil sesekali melirik ke arah kamar mandi takut- takut Aisyah ke luar dari kamar mandi dan memergoki dirinya. Abian pun tersenyum penuh kemenangan saat mendapatkan poto Aisyah yang sudah tersimpan di ponsel nya, persis seperti anak kecil mendapatkan permen yang dia inginkan.
Tiba-Tiba
" Akhhhh..! "
Suara jeritan terdengar dari kamar mandi sampai terdengar jelas di telinga Abian, Abian pun mengenali jeritan itu yang tidak lain adalah jeritan Aisyah yang berada di kamar mandi. Abian pun terperanjak kaget dan langsung melempar ponsel yang ada di tangan nya ke atas ranjang, Abian turun dari ranjang dan langsung berlari ke arah kamar mandi.
Saat sampai di kamar mandi Abian langsung membuka pintu kamar mandi dengan kasar.
" Brukkk."
Suara pintu kamar mandi yang di buka kasar oleh Abian karna memang pintu kamar mandi itupun tidak di kunci
" Ada apa? kenapa? " ucap Abian dengan sigap bertanya-tanya saat masuk ke kamar mandi.
Namun, saat Abian masuk ke kamar mandi, Abian mendapati pemandangan indah di hadapan matanya, Aisyah duduk di atas pojokan wastafel yang sedikit luas dekat cermin, dengan hanya menggunakan handuk bathrobes putih di tubuhnya, dengan keadaan rambut hitamnya terurai masih basah.
Terlihat jelas kaki Aisyah yang putih mulus dan bersih, paha Aisyah yang sedikit terlihat seolah meminta Abian untuk menyentuhnya.
Abian pun hanya bisa menelan saliva nya kasar, saat dia sadar kalau dia sendiri belum bisa memiliki Aisyah seutuhnya sebagai seorang istri.
" Hus... hus..." ucap Aisyah sambil mengibas- ngibaskan tangan nya masih duduk di atas wastafel.
" Ada apa? " tanya Abian masih berdiri.
" Aa itu... itu..." Aisyah menunjuk-nunjuk tangan nya ke arah dinding kamar mandi.
Abian melihat ke arah di mana Aisyah menunjukan tangan nya.
Dan ternyata, ada seekor Kecoa kecil merayap di dinding kamar mandi.
" Ikhh.... rumah ini mewah, kamar mandinya juga bersih, tapi ko masih ada kecoa? " gerutu Aisyah masih dengan keadaan duduk di atas wastafel.
Seringai kecil muncul di bibir Abian, otak licik Abian pun mulai bekerja, memikirkan sesuatu yang mungkin akan menguntungkan untuknya,
Abian mendekati Aisyah yang masih di atas wastafel.
" Ko aa malah ke sini? buang dulu itu kecoanya, aku takut a. " ucap Aisyah keheranan menatap Abian yang malah berjalan mendekatinya
" Kamu takut kecoa?" tanya Abian berdiri dekat dengan Aisyah.
Aisyah pun mengangukan kepala sambil tangan nya memegang handuk bathrobes yang ada di bagian dadanya.
__ADS_1
" Ya udah, sini, turun dulu nanti kamu jatuh." pinta Abian sambil mengulurkan tangan nya.
" Gak mau ah, itu buang dulu kecoanya, nanti kecoa nya terbang hinggap di tubuh aku gimana a? " tanya Aisyah.
" Iya, nanti aa buang, kamu nya sini dulu biar aa gendong, aa antar kamu ke kamar." ucap Abian sambil mengulurkan tangan nya.
Mau tidak mau Aisyah menuruti perkataan Abian, Aisyah merangkul kan kedua tangan nya di pundak Abian dengan erat. Membuat tubuh Aisyah bagian atas menempel sempurna dengan tubuh Abian, menyembunyikan wajahnya yang ke takutan di leher Abian sambil memejamkan mata, Abian pun menggendong Aisyah ke kamar.
" Gilaa.. ini terlalu dekat, kalau gini terus gue bisa kelepasan, apalagi gue sekarang gendong tubuh Aisyah, wajah Aisyah nempel sempurna di leher gue, sampe gue bisa merasakan hembusan napas Aisyah di leher gue, gilaa... ingin rasanya gue makan Aisyah saat ini juga. " pikir Abian.
Saat sampai di kamar, Abian menurunkan tubuh Aisyah dengan perlahan ke atas ranjang.
Tapi Aisyah yang ketakutan masih belum melepaskan pelukan nya dari tubuh Abian.
" Aisyah, bisa lepasin aa? " pinta Abian
Tapi Aisyah belum membuka matanya dan masih memeluk Abian erat.
" Jangan goda aa Aisyah, kalau kamu gak mau lepasin pelukan kamu, jangan salahin aa, kalau malam ini aa makan kamu." bisik Abian di telinga Aisyah.
Bisikan Abian ukses membuat Aisyah merinding dan melepaskan pelukan nya, dengan secepat kilat Aisyah melepaskan pelukan nya dan langsung masuk ke dalam selimut, untuk menutupi tubuh polosnya yang hanya menggunakan handuk bathrobes dengan posisi duduk di atas ranjang.
Abian yang melihat kelakuan Aisyah hanya tersenyum-senyum sendiri.
" Ihh... ngapain aa senyum senyum gitu? " ucap Aisyah sambil memegang selimut dengan erat untuk menutupi tubuhnya yang hanya memakai handuk bathrobes.
Seringai muncul di bibir Abian, dengan wajah sedikit menggoda, sambil mendekati Aisyah pelan-pelan.
" Awas ya a, jangan macam-macam!" ancam Aisyah tegas melihat Abian mulai mendekati nya, Aisyah mulai waspada sambil sedikit memundurkan tubuhnya.
" Memang nya kenapa? sekarang kamu udah jadi istri aa, dan aa berhak untuk nyentuh kamu. " ucap Abian menggoda Aisyah, sambil merangkak di atas ranjang mulai mendekati Aisyah.
Tiba-tiba dalam sekejap mata, Abian langsung mendekat dan memegang ke dua tangan Aisyah.
" Akhhh... "
Aisyah menjerit ketakutan dan kaget, saat tiba-tiba Abian mendekatinya dan memegangnya,
wajah Aisyah mulai menegang melihat wajah Abian dengan jarak yang sangat dekat dengan nya, Aisyah pun mengeratkan pelukan nya, memeluk selimut di tubuhnya mulai waspada.
" Kamu tau, aa cemburu sama kecoa itu yang bisa ngintip kamu lagi mandi, kecoa itu udah berani ngintip tubuh indah kamu yang lagi mandi." ucap Abian sambil mengedipkan sebelah matanya menggoda Aisyah, dan cup.
Abian mencium bibir Aisyah sekilas, Abian pun berdiri tersenyum penuh kemenangan dan berjalan ke kamar mandi untuk membunuh kecoa tersebut yang sudah berhasil membuat dirinya cemburu, sambil tersenyum-senyum sendiri karna puas sudah berhasil menggoda Aisyah.
" Ikh... a Biannnn.. " teriak Aisyah merasa kesal akan sikap Abian yang sudah berhasil menjahilinya, Aisyah masih duduk di atas ranjang menatap kepergian Abian.
Mendengar Aisyah berteriak, Abian pun hanya tersenyum penuh kemenangan, karna telah mendapatkan bonus berkali-kali lipat. Mendapatkan sebuah ciuman dan sudah menyentuh tubuh Aisyah dalam gendongan nya.
*
__ADS_1
*
*