CINTA AISYAH

CINTA AISYAH
Keinginan Aisyah


__ADS_3

Setelah seharian menemani Abian di kantor. Aisyah dan Abian pun memutuskan untuk pulang kembali ke rumah mereka, karna memang waktu sudah menunjukan pukul 21.00 malam. Sepanjang perjalanan keluar dari ruangan pribadi Abian, semua kariawan menatap kagum dengan pengantin baru yang ada di hadapan mereka.


" Mereka begitu serasi. " ucap sala-satu kariawan dari kejauhan.


" Iya, mereka sangat serasi, tapi sayang tuan Abian seorang Casanova, kasihan nona Aisyah " ucap sala-satu kariawan.


Begitulah percakapan sala-satu kariawan yang ada di kantor. Karna mereka semua sudah sangat mengenal nona Aisyah, putri dari Agus sang Sekertaris kepercayaan Bagas pratama. Apalagi Aisyah juga sering berkunjung ke kantor untuk menemui sang ayah. Karna keramahan Aisyah, dia pun terkenal akrab dengan para kariawan kantor.


Dan tentunya para kariawan kantor pun tau siapa seorang Abian pratama, Laki-laki yang pintar dalam berbisnis dan juga sukses dalam karirnya di usianya yang masih terbilang muda dan juga sudah menjadi Ceo mereka di perusahaan. Tapi sayang, gosip tentang Abian seorang Casanova pun sudah terdengar luas di telinga para pegawai kantor.


Sebaik-baiknya kau menyembunyikan bangkai, akhirnya baunyapun akan tercium juga.


Mungkin pepatah itulah yang pantas di sematkan kepada Abian yang selama ini selalu gonta-ganti wanita.


...****************...


Di dalam mobil


" Mau makan malam di mana? mau di rumah atau ke Lestoran dulu? " tanya Abian


Abian sedikit hawatir, karna tadi siang Aisyah tidak memakan makan siang yang mereka pesan dari Online.


" Emm.. gak tau a.?" Aisyah berpikir sejenak. " gimana kalau kita makan sate yang biasa aku beli, mereka jualan di pinggir jalan a. " ucap Aisyah.


" Apah? di pinggir jalan, gak salah? " ucap Abian kaget.


" Kenapa? aa gak mau makan di pinggir jalan sama aku? " tanya Aisyah menatap Abian dengan raut wajah sedikit kecewa.


Abian yang melihat raut wajah Aisyah pun merasa sedikit bersalah.


" Emang kamu pengen sate? kenapa belinya gak di bungkus aja? nanti kan makan nya bisa di rumah. " ucap Abian.


" Kalau makan di rumah kurang enak a keburu dingin, kalau makan di tempat nya kan anget- anget di makan nya. " ucap Aisyah sambil memalingkan wajahnya ke arah jalan.


Aisyah tau rasanya sangat mustahil membuat seorang Abian pratama mau makan di pinggir jalan, dengan keadaan kedai sederhana yang berjualan di pinggir jalan.


Apalagi dengan keadaan rumah tangga mereka yang masih berjalan dalam waktu hitungan hari, tentu saja mereka belum benar-benar saling mengenal satu sama lain.


membuat harapan Aisyah semakin menipis.


" Ya udah, kalau kamu mau makan sate yang kamu maksud, kita ke sana." ucap Abian dengan santainya, sambil duduk menghadap ke arah depan.


Mendengar perkataan Abian, seketika Aisyah pun langsung menatap ke arah Abian dengan matanya yang berbinar bahagia.


" Serius a? "


Tanya Aisyah yang masih tidak percaya dengan apa yang di katakan Abian.


" Iya. "


jawab Abian singkat, sambil duduk santai menyilangkan kakinya dan menaruh tangan nya di pahanya.


" Gila, kenapa gue mau-mau aja makan di pinggir jalan, kenapa juga gue mau nurutin perkataan Aisyah? aneh... " pikir Abian yang masih keheranan dengan dirinya sendiri.

__ADS_1


" Makasih ya a.! " ucap Aisyah memegang tangan Abian sambil tersenyum bahagia menatap ke arah Abian.


" Deg. "


Entah kenapa,saat ini Abian merasa hatinya berdegup tak karuan. Melihat senyum manis Aisyah dan juga keadaan tangan mereka yang bersentuhan.


" Ma**nis sekali, hanya makan di pinggir jalan saja membuat dia tersenyum, begitu sederhana. " pikir Abian.


"W**ah... apa aku tidak salah dengar, tuan muda mau makan di pinggir jalan.? apa mungkin tuan muda sedang tidak sehat.? " pikir Pak Mun, sopir pribadi Abian yang sudah mengabdikan hudupnya bertahun-tahun untuk keluarga pratama


"Ak**u harus menyampaikan berita besar ini pada tuan besar ." pikir Pak Mun.


Laki-laki paruh baya itu tau kalau Abian paling gengsi harus makan di tempat kecil dan kumuh. Bahkan biasanya Abian tidak pernah mau mendengarkan ucapan para wanita yang bersama dirinya.


Hari ini Abian memutuskan untuk pulang menggunakan supir pribadi, karna dia merasa lelah jika harus nyetir mobil sendiri. Itu sebabnya Abian menghubungi Pak Mun untuk menjemputnya dari kantor.


Di ikuti dengan satu mobil lagi di belakang,


dengan di isi para Bodiguart di dalam mobil tersebut untuk berjaga-jaga.


Tak lama Abian dan Aisyah pun sampai di lokasi sate tersebut.


" Yah... tempatnya penuh a. " ucap Aisyah kecewa saat melihat banyak orang memenuhi tempat tersebut.


Abian dan Aisyah tidak turun dari mobil, melainkan hanya melihat dari dalam mobil dengan sedikit menurunkan kaca mobil tersebut.


" Makanya di bungkus aja, makan nya bisa nanti di rumah." ucap Abian merasa kasihan melihat wajah kecewa Aisyah.


" Ikh... tapi kan keburu dingin kalau makan di rumah a. " ucap Aisyah dengan nada kecewa.


" Gimana kalau makan nya di taman aja? kalau gak salah di dekat sini ada taman a, satenya di bungkus bersama lontongnya. Lalu, makan nya bisa di taman biar gak keburu dingin. " ucap Aisyah menatap Abian.


" Baiklah.! " ucap Abian pasrah.


Sala-satu Bodiguart pun memesankan sate untuk Bos nya tersebut dan tentunya juga untuk semua Bodiguart dan pak Mun sang supir.


Karna Aisyah yang meminta Abian membelikan sate untuk mereka juga, Aisyah bilang kepada Abian "ala'da" kalau basa Sunda nya Pilara, artinya gak baik membuat orang yang ada di dekat kita tergiur dengan makanan yang kita makan. Begitulah yang di ucapkan Aisyah kepada Abian, yang akhirnya membuat Abian menyuruh bodiguart membeli sate tersebut untuk semua juga.


Kini mereka pun sudah sampai di sebuah taman, Abian dan Aisyah pun keluar dari dalam mobil dan berjalan menuju taman dan secara kebetulan taman itupun sepi, membuat Abian tersenyum senang.


" B**isa malu gue kalau di sini banyak orang, makan di tempat terbuka kaya gini, untung di sini sepi. " pikir Abian sambil berjalan membawa bungkusan sate tersebut dan Aisyah membawa dua botol air mineral di tangan nya sambil membawa tas.


Aisyah dan Abian pun duduk di kursi taman yang berada tidak jauh dari tempat mobil mereka terparkir.


Abian dan Aisyah pun mulai memakan sate tersebut dengan di temani lontong yang sudah di potong-potong di dalam bungkusan sate tersebut.


Begitu juga dengan para Bodiguart dan Pak Mun yang memakan bagian sate mereka di dalam mobil sambil terus berjaga-jaga.


" Wahhh... kita beruntung, dapat makanan gratis." ucap sala satu Bodiguart


" Iya nih, ternyata nyonya muda baik juga." sambung sala satu Bodiguart tersebut.


Merekapun memakan sate tersebut dengan gembira, karna beruntung mempunyai Bos yang baik pikir mereka.

__ADS_1


" Ini sate apa.? " tanya Abian.


" Ini sate Sapi sama sate Ayam a ." jawab Aisyah sambil membuka bungkusan tersebut dan menyimpan nya di wadah styrofoam.


" Iya aa juga tau ini sate Ayam sama sate Sapi, maksud aa nama satenya apa.? " ucap Abian mulai gemas.


Aisyah pun tersenyum melihat exspresi Abian yang mulai tersulut emosi.


" Namanya Sate Maranggi aa. " jawab Aisyah tersenyum.


" Oh..." ucap Abian


Mereka pun mulai memakan sate tersebut menggunakan sendok pelastik yang tersedia di dalam bungkusan sate tersebut. Aisyah dan Abian pun duduk di kursi taman dengan di temani angin malam alami yang sejuk menerpa tubuh mereka, indahnya taman dan lampu yang terang menambah kenyamanan di sana.


Abian dan Aisyah pun selesai memakan sate tersebut sampai habis, hanya tersisa sampahnya saja dan membuang bekas makan mereka ke tempat sampah.


Setelah selesai makan Abian pun membersihkan tangan nya dengan Tisyu basah yang di bawa Aisyah.


Saat Abian membersihkan tangan nya, Abian melihat di ujung bibir Aisyah masih ada bekas bumbu kacang Sate yang menempel.


Abian pun mendekatkan tubuhnya, memegang pipi Aisyah dan membersihkan ujung bibir Aisyah dengan tisyu basah yang ada di tangan nya.


Sejenak Aisyah merasa kaget karna Abian memegang pipinya, tapi setelah Aisyah tau Abian membersihkan bibirnya, Aisyah pun hanya bisa terdiam melihat perlakuan lembut Abian kepada nya.


Apalagi saat ini wajah Abian dan Aisyah sangat dekat, membuat Aisyah bisa melihat jelas ketampanan Abian dari jarak yang sangat dekat. Saking dekatnya Aisyah pun bisa merasakan terpaan hembusan napas Abian di wajahnya.


Karna dekatnya, sejenak mata mereka saling pandang dan saling mengunci pandangan mereka masing-masing.


" Y**a alloh, perasaan apa ini.? kenapa hatiku berdetak tak karuan melihat aa Bian sedekat ini ?" pikir Aisyah.


" C**antik, wajahnya cantik alami, matanya indah dan bibirnya yang menggoda ." pikir Abian.


Seketika wajah Aisyah bersemu merah karna malu, Aisyah pun buru-buru melepaskan tangan Abian dari wajahnya dan memalingkan wajahnya ke arah lain.


" Y**a alloh, kenapa jantungku berdetak tidak karuan gini.? aku malu. " pikir Aisyah memegangi dadanya.


Abian pun tersenyum penuh kemenangan setelah menyentuh wajah Aisyah. Abian hanya tersenyum menggelengkan kepala melihat kelakuan Aisyah yang mulai salah tingkah di hadapan nya.


Tampa mereka sadari, dari tadi pak Mun selalu mengambil foto mereka menggunakan ponsel dan mengirimnya kepada Bagas. Setiap adegan yang di lihat pak Mun pun tidak ia lewatkan, Pak Mun selalu mengambil foto mereka, bahkan saat adegan Abian mengusap bibir Aisyah tadi.


" Ting. "


Suara ponsel Bagas berbunyi, tanda ada sesuatu yang masuk ke ponsel nya yang berisi foto yang di kirim oleh Pak Mun.


Senyuman pun terpancar dari wajah Bagas saat melihat laporan yang di kirim Pak Mun padanya.


" Abian, papah sudah bilang Aisyah adalah wanita baik-baik dan papah yakin seiring berjalan nya waktu Aisyah pasti akan bisa merubah dirimu jadi lebih baik lagi."


Ucapan itupun keluar dari bibir Bagas saat dia melihat kedekatan Abian dan Aisyah di foto tersebut. Membuat hati Bagas sangat bahagia, sambil menyandarkan punggungnya ke kursi di ruangan kerja Bagas yang ada di rumahnya.


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2