
Setelah selesai memakan sate di taman, kini Aisyah dan Abian berjalan bersama di jalanan taman tersebut dengan di ikuti mobil dari belakang.
" Kenapa kamu pengen jalan kaki? mobil kan ada, kenapa gak langsung pulang aja? " tanya Abian menatap Aisyah sejenak, sambil terus berjalan pelan bersama Aisyah dengan memasukan kedua tangan nya di saku celana.
" Ikhhh... aa kenapa jadi bawel kaya perempuan sih.? " gerutu Aisyah tampa melihat Abian.
" Apah? kamu bilang aa kaya perempuan? " Abian menghentikan langkahnya dan menghadapkan tubuhnya ke arah Aisyah, dengan kedua tangan nya masih di dalam saku celana.
" Apa? aa mau marah? " tanya Aisyah masih berdiri, sambil mengadap ke arah Abian.
" Abisnya aa nyebelin, lagian aku kan cuma minta jalan kaki sebentar, bukan minta yang aneh-aneh. " ucap Aisyah kembali berjalan pelan.
" Hadeuhhhh... dasar perempuan.! " ucap Abian pelan, sambil menyusul langkah Aisyah dan kembali mengsejajarkan nya dengan langkah Aisyah yang pelan.
" Aa gak ngerasain? malam ini udaranya sejuk banget a, rasanya nyaman dan tenang. " ucap Aisyah menghentikan langkahnya sejenak dan merentangkan ke dua tangan nya ke depan, dengan menghirup udara pelan-pelan sambil memejamkan ke dua matanya.
Abian pun tersenyum melihat kelakuan lucu Aisyah.
" Apa kamu senang? " tanya Abian yang masih memperhatikan Aisyah.
" Iya."
Jawab Aisyah masih berdiri dengan posisi merentangkan tangan dan memejamkan mata.
" Lucu sekali, hanya dengan makan sate dari pinggir jalan, dan jalan-jalan di taman seperti ini saja sudah membuat dia bahagia. Berbeda dengan wanita lain yang selalu mengincar pasilitas mewah, Aisyah memang berbeda." pikir Abian sambil tersenyum kecil.
Aisyah dan Abian pun kembali berjalan di jalanan taman tersebut.
" Sya, boleh aa tanya sesuatu? "
" Tentu, mau tanya apa? " ucap Aisyah melirik Abian sebentar lalu kembali berjalan.
" Menurutmu aa seperti apa? " tanya Abian penasaran.
" Maksud aa? ko nanya nya kaya gitu a? " tanya Aisyah berhenti sejenak dan menatap Abian.
" Sekarang kita sudah menikah, aa pengen nanya aja, menurut kamu aa seperti apa? " tanya Abian yang masih berdiri di hadapan Aisyah.
" Em.. aku tidak tau a? aku juga tidak mengenal aa, apalagi pernikahan kita masih seumur jagung. " ucap Aisyah masih menatap Abian.
Abian pun mendekati Aisyah dan memegang ke dua pundak Aisyah.
" Lihat aa." ucap Abian.
Aisyah pun mengangkat wajahnya, melihat ke arah Abian yang sedikit lebih tinggi darinya.
" Kamu maukan mengenal aa? " tanya Abian.
" Maksud aa? " Aisyah semakin bingung.
" Maksud aa, sekarang kita sudah menikah, dan aa tidak mau mengecewakan orang tua kita, hanya karna kita menikah karna tidak di dasari rasa cinta ataupun rasa saling mengenal, kamu tau sendiri kehidupan aa seperti apa? hitamnya kehidupan aa seperti apa?" ucap Abian menatap Aisyah.
__ADS_1
" Lalu? "
Tanya Aisyah mulai mendengarkan Abian dengan serius.
Abian pun melepaskan tangan nya dari pundak Aisyah dan beralih memegang tangan Aisyah yang sebelah kanan dan menggenggam nya erat sambil berjalan dengan santai.
" Y**a alloh, mimpi apa aku semalam.m? kenapa a bian menggenggam tangan aku kaya gini? dan ini rasanya apa? kenapa jantungku rasanya berdebar debar? pikir Aisyah.
" Kamu mau kan memulai penikahan kita dari awal sama-sama? mencoba saling mengenal satu sama lain, saling mengakrabkan diri satu sama lain, saling percaya satu sama lain dan saling jujur satu sama lain. " ucap Abian dengan nada lembut berharap Aisyah mau mengerti ucapan nya.
" Kenapa aa mau percaya sama aku? aku kan hanya wanita biasa a, aku tidak cantik, tidak pintar dan juga tidak memiliki harta ataupun kekuasaan, sementara di luar sana banyak wanita yang jauh lebih cantik dari aku, apalagi ka Citra pacar aa menurutku dia Cantik. " ucap Aisyah
Penasaran ingin mendengar jawaban apa yang akan di ucapkan Abian, Abian dan Aisyah pun masih berjalan pelan di area jalanan taman tersebut, dengan Abian yang masih menggenggam erat tangan kecil Aisyah.
Abian menghentikan langkahnya dan menghadapkan tubuhnya ke arah Aisyah.
" Kau benar, setiap wanita yang bersamaku adalah wanita cantik dan seksi, tapi entah kenapa aa merasa ada yang berbeda darimu, maukah kau mencari tau bersama aa, perasaan apa yang tersimpan di hati aa itu untukmu? " ucap Abian.
" y**a alloh,apa yang harus aku jawab, aku sendiri belum tau betul perasaan apa di hatiku ini untuk a bian. " pikir Aisyah.
" Em, bolehkah kita berteman dulu? aku masih belum terbiasa a. " ucap Aisyah sedikit tertunduk malu.
" Jangan malu, aa akan menunggu mu, apa sekarang kita berteman? " tanya Abian yang masih menggenggam erat tangan Aisyah dan menatap wajah cantik wanita yang berdiri di hadapan nya, yang kini sudah menjadi istrinya itu.
Sejenak mata mereka saling memandang dan saling mendalami tatapan mata mereka masing- masing.
" Apa aa mau menungguku dan menjadi temanku dulu? " tanya Aisyah sambil tersenyum menatap Abian.
" Baiklah, apa sekarang kita teman? " tanya Abian.
Tampa mereka sadari Pak Mun yang memperhatikan mereka dari mobil pun tersenyum-senyum sendiri, melihat tuan mudanya dan nyonya mudanya berdiri di jalanan taman di bawah terangnya lampu taman sambil perpegangan tangan.
" Aduhhhh.. anak muda jaman sekarang, mesranya, kalau aku kirim poto ini ke tuan besar dan tuan Agus mereka berdua pasti senang. " ucap Pak Mun.
Pak Mun pun mengirim kan poto-poto yang dia dapat ke nomer Agus dan Bagas.
Setelah poto itu sampai ke ponsel Agus, dia pun tersenyum melihat kemesraan putrinya dengan Abian yang mulai dekat. Saat ini Agus sedang berada di ruang kerja Bagas yang ada di kediaman Pratama, untuk menyerahkan berkas perusahaan. Dan ternyata, diapun menerima kabar gembira di ponsel nya.
" Coba ku tebak? kau mendapat poto yang sama dengan ku kan? itu sebab nya kau tersenyum. " ucap Bagas sambil memperlihatkan ponsel nya yang berisi poto Abian dan Aisyah.
Bagas dan Agus pun saling pandang dan tertawa bersama.
Senyuman para ayah yang bahagia melihat anak-anak mereka mulai dekat.
...****************...
Kembali ke taman
" Lalu bagai mana dengan ka Citra a? " tanya Aisyah yang masih berjalan dengan Abian.
" Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan nya. Percayalah, dulu aa memang bersama dengan nya, tapi setelah aku sadar siapa dia sesungguhnya, aku rasa kami tidak memiliki hubungan apa-apa. " ucap Abian enteng yang masih berjalan dan menggenggam erat tangan Aisyah.
__ADS_1
" Sungguh? " tanya Aisyah.
" Iya. " jawab Abian.
" Aa gak boong kan? mudah banget buang wanita." sindir Aisyah.
" Aa bersungguh-sungguh. " ucap Abian tegas memandang wajah Aisyah.
Mereka berduapun tersenyum.
Tiba-tiba turun hujan yang lumayan deras membasahi mereka, Abian dan Aisyah pun kembali ke mobil untuk melanjutkan perjalanan mereka kembali ke rumah.
Sesampainya di rumah Aisyah dan Abian pun langsung masuk ke kamar mereka untuk mandi membersihkan tubuh mereka. Setelah selesai, Aisyah ke luar dari kamar mandi dengan sudah mengenakan gaun tidur selutut, dengan pundak sedikit terexspose dan rambutnya yang masih basah terurai, Aisyah terus berjalan sambil mengusap-ngusap rambutnya menggunakan handuk.
Abian yang melihat tubuh mulus milik Aisyah hanya bisa menelan salivanya kasar, Abian sadar saat ini hubungan nya masih sangat jauh untuk sampai ke tahap itu. Abian sendiri bersukur Aisyah sudah mau menerimanya sebagai teman dulu.
" Sa**darlah **Abi**an, tahan dulu napsumu itu, kau harus bersabar. " pikir Abian mencoba menahan birahinya yang mulai muncul saat melihat Aisyah.
Abian pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan menenangkan pikiran nya di bawah guyuran air yang mengalir dari shower kamar mandi.
Setelah selesai mandi, Abian pun mekai piamanya dan menyusul Aisyah untuk tidur di atas ranjang besar mereka.
" Em, apa kau sudah tidur? " tanya Abian saat sudah berbaring di atas ranjang dan masuk ke dalam selimut yang sama dengan Aisyah.
" Belum, ada apa a? " tanya Aisyah membalikan tubuhnya menatap Abian.
" Tidak apa-apa, aa hanya suka saja melihat mu seperti ini." ucap Abian.
" Idih... aa mulai gombal yah. " ucap Aisyah tersenyum.
" Boleh aa pegang tangan mu? " tanya Abian mengulurkan tangan nya keluar dari dalam selimut, sambil menatap Aisyah berharap Aisyah mau memberikan tangan nya untuk dia genggam.
Aisyah pun tersenyum menganggukan kepala dan memberikan tangan nya kepada Abian.
Kini tangan Abian dan Aisyah pun saling menggenggam erat dengan mata mereka yang saling pandang sambil tertidur miring berhadap-hadapan.
" Makasih kau sudah mau percaya dan mau menjadi temanku." ucap Abian.
Secara perlahan mata Aisyah pun tertutup dan mulai terdengar dengkuran halus dari Aisyah, pertanda kalau Aisyah sudah tertidur lelap.
Abian yang melihat itupun semakin menggeserkan tubuhnya mendekati Aisyah, dan secara perlahan menyusupkan tangan nya ke bawah kepala Aisyah dan menjadikan tangan nya sebagai bantal tidur Aisyah.
Aisyah sedikit menggeliat dan mengubah tubuhnya menjadi terlentang.
Abian yang melihat itupun sejenak terdiam, setelah yakin Aisyah terlelap kembali dia membetulkan selimut Aisyah dan menatap wajah cantik Aisyah.
"A**yah memang benar, kau adalah wanita baik- baik dan tentunya cantik luar dalam. "
Ucap Abian pelan sambil sedikit mengusap pipi cantik Aisyah, tak lama Abian pun ikut tertidur sambil memeluk tubuh Aisyah yang sudah lebih dulu tertidur lelap.
*
__ADS_1
*
*