
Setelah mereka kembali ke Hotel tempat mereka menginap, Bagas menyuruh sala satu staf hotel untuk mengurus Leo kecil di kamar Hotel yang berbeda. Seperti menyiapkan baju, makanan dan keperluan lain nya, dan tentunya itu semua Bagas lah yang menanggung semua biaya nya.
" Gimana Gus, kau sudah mendapatkan informasinya? "
Bagas bertanya kepada Agus yang baru saja sampai di kamar Hotel yang di tempati Bagas. Sambil membawa beberapa berkas bukti kebenaran tentang apa yang di ceritakan oleh Leo kecil.
" Iya, aku sudah membawanya, dan aku pastikan semua info yang kita dapat sangat akurat." jawab Agus sambil memberikan berkas itu kepada Bagas, Agus ikut duduk di sofa dekat Bagas.
" Lalu? " tanya Bagas mulai melihat isi berkas tersebut.
" Apa yang Leo katakan semuanya benar, tetangganya berniat baik agar Leo mendapatkan keluarga baru, tapi yang mengadopsi itulah yang kurang ajar. Ternyata, secara diam-diam banyak anak jalanan lain yang di siksa dan di paksa bekerja untuk menghasilkan uang oleh mereka, dan aku sudah mengurus semua itu, aku sudah menyuruh orang kepercayaan kita untuk datang ke sana bersama Polisi, dan menangkap mereka dengan semua bukti yang kita miliki. " Agus menjelaskan.
" Lalu, bagai mana nanti dengan nasib anak jalanan lain nya?" tanya Bagas masih pokus dengan berkas yang ada di tangan nya.
" Seperti biasa, kita akan memasukan mereka ke sala satu Panti asuhan yang di kelola perusahaan Pratama Group." jawab Agus.
" Good.! kau memang teman baiku yang selalu bisa ku andalkan." ucap Bagas tersenyum mengacungkan jempol nya menatap Agus.
" Lalu untuk Leo, apa kau yakin akan membawanya pulang? " Agus bertanya sambil menatap wajah Bagas dengan seribu tanda tanya di benaknya.
" Ya, kenapa tidak? aku akan sangat senang hati menganggap Leo seperti putraku sendiri, dan aku yakin Leo anak baik dan bisa di percaya." ucap Bagas tegas.
" Kau yakin? " Agus masih memandang wajah Bagas dengan bingung.
" Aku yakin Gus, apa kau tidak percaya padaku? aku melihat sorot mata anak itu yang di penuhi ke jujuran, sorot mata yang tegas dan tegar. Walaupun hidupnya pahit, tapi dia seolah menganggap kehidupan pahitnya itu adalah teman hidupnya sendiri. Dan aku membutuhkan orang seperti itu untuk menemani putraku Abian, untuk selalu berdiri di dekat Abian, mendampingi Abian menjalankan perusahaan Pratama Group nantinya." jelas Bagas dengan tegas.
" Baiklah, aku setuju, jika itu sudah menjadi keputusan mu." Agus menganggukan kepala, tersenyum mempercayai ucapan Bagas sahabatnya sekaligus Bos nya itu.
" Tuan, anak itu sudah siap." ucap sala satu Bodiguart kepercayaan Bagas, berdiri di dekat Bagas dan Agus untuk melapor.
" Bawa dia masuk." perintah Bagas.
Sala satu Bodiguart pun membawa Leo kecil masuk ke dalam kamar Hotel, tempat di mana Bagas dan Agus sedang duduk di sofa menunggu kedatangan Leo kecil yang sudah sedikit berubah.
Saat Leo kecil masuk, Bagas dan Agus pun langsung tersenyum, melihat tampilan Leo kecil yang tadinya kotor dan menggunakan baju robek, kini sudah bersih dan tampan dengan pakean baru yang di berikan Bagas, dan tentunya pakean yang lumayan mahal dan bermerek.
" Kemarilah! " pinta Bagas melambaikan tangan ke arah Leo kecil.
Leo pun mengerti akan lambaian tangan Bagas dan berjalan mendekati Bagas, lalu duduk di samping Bagas karna tangan nya di tarik Bagas untuk duduk di sampingnya.
__ADS_1
" Kau tampan sekali, persis seperti putraku Abian pratama, apa kau mau menjadi putraku juga? " tanya Bagas.
Leo kecil pun hanya diam mematung mendapat pertanyaan seperti itu dari Bagas.
" Kenapa kau diam? apa kau tidak mau aku mengangkat mu menjadi putraku? " tanya Bagas.
" Tuan maaf, bukan maksud saya untuk menolak permintaan anda, tapi saya hanyalah seorang anak jalanan Biasa dan tidak punya apa-apa, saya tidak pantas menjadi putramu. Dengan kau memberi ku makan dan baju ini saja, saya sudah senang, kalau boleh, beri saja saya pekerjaan, apapun itu aku terima, asal saya bisa menghasilkan sedikit uang untuk biaya hidupku dan juga untuk aku makan." ucap Leo tegas.
" Luar Biasa, usiamu masih 10 tahun tapi sikapmu sudah sangat dewasa, mungkin karna kehidupan pahitmu itu yang membuatmu dewasa di usiamu yang masih anak-anak ini.
Baiklah, aku akan memberimu pekerjaan, tapi aku akan tetap mengadopsimu, menjadikan mu putraku dengan surat-surat yang resmi." ucap Bagas tegas.
Bagas merangkul Leo kecil yang duduk di sampingnya dengan tersenyum menatap Agus, seolah Bagas ingin memberi tahu Agus kalau dirinya sangat mempercayai Leo kecil, Agus pun balik tersenyum menatap mereka.
" Tapi, apa pekerjaan ku tuan?" tanya Leo melepaskan pelukan nya.
" Besok kau sendiri akan tau, karna besok kita akan pulang ke jakarta, pulang ke rumah besar keluarga Pratama." ucap Agus
" Pratama? " ucap Leo kebingungan.
" Ya, pratama adalah nama keluargaku, dan namaku adalah Bagas pratama. Dan dia adalah sahabat kecilku, sekaligus Sekertaris pribadiku namanya Agus. Dan besok, akan aku perkenalkan kau kepada anaku Abian dan istriku Santi, sekaligus bayi kami Selin, dan juga teman dekat Abian namanya Kalandra, karna mulai sekarang kau akan menjadi keluarga kami juga." ucap Bagas merangkul pundak Leo kecil.
Bagas yang melihat itupun langsung terharu dan memeluk Leo seperti memeluk anaknya sendiri.
" Berjanjilah, kau akan selalu setia padaku dan akan terus bersama dengan putraku Abian, menemaninya dan menjadi teman sekaligus sodara untuk Abian." ucap Bagas.
" Iya tuan." ucap Leo menganggukan kepala di sela-sela tangisan nya yang masih memeluk Bagas pratama.
Leo benar-benar tidak menyangka akan bertemu dengan orang baik seperti Bagas yang mau menolongnya walaupun mereka tidak saling mengenal, Agus yang melihat adegan itu pun tersenyum terharu.
***
Dan akhirnya setelah perjalan yang cukup jauh mereka sudah sampai kembali di jakarta, lebih tepatnya mereka sudah sampai di kediaman pratama.
Bagas, Agus dan Leo kecil pun sudah duduk di sofa ruang keluarga di kediaman pratama, menunggu Santi turun dari kamar atas.
" Wahh.! ini siapa? " tanya Santi yang baru turun dari lantai atas sambil menggendong anak balita berusia sekitar 6 bulan itu, lalu duduk di sofa dekat Bagas, memeluk Selin kecil di pangkuan nya.
" Mah, kenalin ini namanya Leo, anak yang aku ceritakan sama mamah waktu di telpon, mulai sekarang dia akan jadi keluarga kita dan tinggal di sini." ucap Bagas.
__ADS_1
Karna memang sewaktu masih berada di Bandung, Bagas menelpon Santi menjelaskan tentang itikat baiknya membawa Leo pulang ke rumah dan menjadikan nya sala-satu orang kepercayaan Bagas.
" Oh.. iya pah aku ngerti."
" Leo kenalkan ini istriku, namanya Santi dan bayi kecil ini namanya Selin." ucap Bagas menjelaskan.
Mereka pun berbincang-bincang cukup lama di ruang keluarga, setelah cukup lama mereka berbincang-bincang, Abian kecil dan Kalandra kecil pun sampai di ruangan keluarga, mereka baru saja pulang dari sekolah.
" Dia siapa mah? "
Abian melirik ke arah Leo, lalu menghampiri Santi dan mencubit gemas adik kecilnya Selin yang sedang duduk di pangkuan mamah nya. Kalandra yang sama baru datang dari sekolah pun melirik Leo kecil yang sedang duduk di Sofa.
" Namanya Leo, dan mulai sekarang dia akan tinggal di sini bersama kita, dan juga akan menjadi teman mu, sekolah bersama dengan mu dan juga Kalandra." Bagas menjelaskan.
" Sungguh? " ucap Kalandra antusias.
Kalandra sangat senang mendapat teman baru, karna semenjak orang tua Kalandra meninggal dia tinggal di rumah besar pratama. Dan hanya bermain berdua saja dengan Abian, membuat dirinya sedikit merasa kesepian. Apalagi Abian tidak di perbolehkan keluar dari rumah sembarangan karna didikan yang cukup ketat dari papahnya Bagas.
Hari demi haripun di jalani Leo, tinggal di rumah besar Bagas menjalani kehidupan barunya, dan Sekolah bersama dengan Abian dan Kalandra di sekolah yang sama. Tak perlu waktu lama, Kalandra langsung akrab dengan Leo dan mulai dekat dengan nya, berbeda dengan Abian yang super cuek dan angkuh di hadapan Leo.
" Lo, ambil sepatu gue sekarang." Abian memberi perintah kepada Leo, yang sedang berdiri menemaninya di kamar untuk berangkat bersama ke sekolah tentu dengan Kalandra juga.
Leo yang selalu mendapat perintah dari Abian tidak pernah berani membantah. Leo kecil sudah bertekad untuk mengabdikan dirinya kepada keluarga Pratama, karna rasa teimakasih nya kepada Bagas yang telah menolongnya dan membawanya. Merubah kehidupan Leo yang tadinya terpuruk, jadi mendapatkan keluarga dan tempat tinggal yang nyaman dan layak.
Walaupun Abian selalu bersikap kasar dan sombong padanya, tapi Leo tidak pernah membantah dan selalu menuruti semua kemauan Abian. Karna Leo percaya, suatu saat dia akan mendapatkan kepercayaan dari Abian, dan itu juga terjadi tampa sepengetahuan Bagas.
Abian melakukan itu bukan tampa sebab, Abian kecil melakukan itu karna senang mendapatkan teman baru, tapi rasa gengsi Abian yang lumayan tinggi membuat Abian malu untuk mengatakan nya.
Leo juga mengerti posisi nya sebagai orang luar dan Abian adalah tuan mudanya, putra dari Bagas pratama Laki-laki yang telah menolongnya.
" Jangan di ambil hati, Abian sebenarnya Baik, dia hanya memiliki rasa gengsi yang tinggi, jika suatu saat kau sudah mendapatkan kepercayaan Abian, percayalah kepadaku dia akan terus menempel padamu. " bisik Kalandra di telinga Leo sambil tersenyum menyemangati Leo.
Leo pun tersenyum mendengar bisikan yang di ucapkan Kalandra, sementara Abian hanya menggerutu sendiri melihat kedekatan Kalandra dan Leo.
Sebenarnya Abian cemburu dengan kedekatan Kalandra dan Leo yang mudah sekali akrab, dan Abian juga sebenarnya ingin bermain dengan mereka, tapi karna rasa gengsi Abian yang lumayan tinggi membuat dirinya sengsara sendiri.
*
*
__ADS_1
*