CINTA AISYAH

CINTA AISYAH
Curahan Hati


__ADS_3

Setelah beberapa hari mengambil cuti dari kampus, kini Aisyah pun kembali dengan rutinitasnya di kampus.


Karna kepintaran yang di miliki Aisyah dan Selin, membuat Aisyah dan Selin tidak butuh waktu lama untuk menyelesaikan pendidikan nya. Mereka pun sudah hampir menyelesaikan studinya, mungkin tahun ini pun mereka bisa mendapat gelar sarjana nya.


Begitu juga dengan Abian, yang lebih di sibukan lagi dengan pekerjaan kantornya semenjak dia menikah dan menjadi seorang Ceo di perusahaan orang tuanya.


Semenjak Abian menjadi Ceo, kini dia memegang kendali penuh untuk mengurus perusahaan.


" Mbok, makanan nya enak banget, makasih ya Mbok sudah nyiapin makanan nya." ucap Aisyah sambil tersenyum duduk di meja makan.


" Sudah kewajiban Mbok untuk menyiapkan segalanya, tapi kalau yang masak udah ada koki khusus." ucap simbok berdiri dekat mereka, wanita paruh baya tersebut sudah terlihat tua tapi tetap bernenampilan elegan.


" Dari dulu Mbok memang bisa di andalkan." timpal Abian tersenyum menatap si Mbok.


Setelah sarapan pagi, Aisyah pun berangkat ke kampus bersama dengan Abian.


Abian pun memutuskan untuk berangkat bersama Aisyah untuk sekalian mengantar istrinya itu ke kampus.


Walaupun Abian sendiri belum memiliki rasa Cinta untuk Aisyah, melainkan hanya rasa kagum saja. Tapi Abian merasa memiliki kewajiban untuk menjaga Aisyah, wanita yang sudah sah menjadi istrinya tersebut.


" Hari ini kamu pulang jam berapa? " tanya Abian sambil pokus memegang setir kemudi.


" Entahlah belum tentu a, nanti aku kabari lagi deh." jawab Aisyah.


" Ya udah, nanti jangan lupa kabari aa. " ucap Abian melirik Aisyah sebentar, lalu kembali pokus menatap jalanan.


Aisyah pun mengangguk mengiyakan perkataan suaminya itu.


Tak lama merekapun sampai di kampus. Seperti biasa, mobil mewah yang mengantar Aisyah pun selalu jadi pusat perhatian mahasiswa kampus.


Setelah mengantar Aisyah, Abian pun kembali melajukan mobil mewahnya tersebut menuju kantor.


" Hey sya, apa kabar kamu hari ini? " tanya Selin yang baru sampai di kampus, lalu mendekati Aisyah saat dirinya melihat Aisyah berjalan sendiri menuju kelas.


" Baik."


" Bukan kabar kamu, maksud aku, kabar hubungan kamu sama ka Abian, udah melakukan itu belum? " tanya Selin dengan senyum menggoda Aisyah.


" Ihhh... Selin apaan sih.? ko nanyain yang gituan, gak baik ah.! itu urusan pribadi aku sama a Bian. Gak boleh di umbar umbar sembarangan, kalau kata orang tua jaman dulu mah pamali. " ucap Aisyah dengan menegaskan kata pamali tersebut.


" Yahhh.. Aisyah gak seru nih, kasi tau dong... biar nanti kalau aku nikah, aku jadi punya pengalaman gitu." ucap Selin cengengesan.


" Aih.. itu mah maunya kamu." timpal Aisyah, mereka pun tertawa bersama-sama sambil berjalan menuju kelas.


" Wah, bahagia ko gak ajak-ajak, ikutan dong.! " ucap Jono yang muncul mendekati mereka.


" Iya nih, lagi pada ngomongin apa sih? kayanya seru banget? " ucap Joko.


" Idih... kepo deh, mau tau aja urusan cewe. " ucap Aisyah.


" Iya nih, rahasia dong." ucap Selin sambil mempercepat langkah nya bersama Aisyah meninggalkan Jojo alias Joko dan Jono.


" Wahhh.. curang tungguin dong! " ucap Joko dan Jono menyusul Aisyah dan Selin, karna mereka pun berada dalam kelas yang sama.

__ADS_1


...****************...


Sementara itu di kantor.


" Sekarang gimana keadaan lo sama Aisyah setelah kalian nikah? " tanya Leo yang sedang berada di ruangan Abian dan duduk di sofa bersama Abian.


" Maksud lo? " tanya Abian keheranan melirik ke arah Leo.


" Ya pernikahan lo, sekarang kan udah berhari- hari kalian menjalani rumah tangga, ada perasaan gimana gituh? secara gue liat-liat semenjak lo nikah, lo gak pernah hubungin cewe bayaran buat muasin hasrat lo itu. Biasanya juga, lo gak bisa lepas dari cewe bayaran lo, termasuk citra. " ucap Leo sengaja memancing Abian ingin tau expresi Abian seperti apa.


" Sekarang gue sibuk, udah resmi jadi Ceo untuk ngurus perusahaan dan gue juga udah nikah, gue juga harus tanggung jawab sama pernikahan gue." jawab Abian sambil melihat berkas yang di tangan nya.


" Demi apa lo? sejak kapan lo bicara bener kaya gitu? lo sakit ya? " tanya Leo keheranan.


" Bukan gue yang sakit tapi lo yang sinting, dulu waktu gue salah lo ceramahin gue, giliran gue ngomong bener lo gak percaya, aneh lo.? " ucap Abian ketus.


" Haha.." Leo tertawa terbahak-bahak di hadapan Abian


" Ok ok gue ngerti, tapi sejak kapan lo begini? " tanya Leo.


" Entahlah gue juga gak ngerti, tapi semenjak gue nikah sama Aisyah, walaupun masih dalam hitungan hari gue ngerasa ada yang beda. Tiap hari, gue selalu ikut Aisyah solat walau gue sendiri udah lama ningalin solat. " ucap Abian menatap Leo.


" Terus? "


" Ya gue sendiri gak ngerti? gue rasa ada yang berbeda, walaupun gue udah gak gituan sama banyak cewe, tapi gue ngerasa tenang kalau deket Aisyah. " ucap Abian dengan wajah seriusnya.


" Wahhh.. demi apa lo? jangan-jangan lo udah jatuh cinta sama Aisyah? lo udah dapetin Aisyah belum? " tanya Leo penasaran dengan tidak hentinya memandang wajah Abian, penasaran takut kalau Abian hanya bercanda.


" Gila lo, walaupun Aisyah udah jadi istri gue gak mungkin gue sembarangan nyentuh dia, Aisyah itu wanita baik-baik, ya walaupun gue sering banget tergoda." ucap Abian menyimpan berkas di tangan nya ke atas meja.


" Yaaa.. begitulah. Aisyah adalah wanita berhijab, dia selalu nutup auratnya dengan baik jika di luar rumah, tapi kalau lagi sama gue kan udah beda lagi, gue dan dia udah Halal. Di saat gue liat tubuh Aisyah terbuka, gue gak tahan pengen cepet-cepet milikin Aisyah, tapi gue tau Aisyah wanita baik-baik, gue gak mungkin minta hak gue sekarang sama Aisyah." ucap Abian.


" Lalu? " tanya Leo penasaran.


" Entahlah, gue juga bingung, gue belum yakin sama perasaan gue, yang gue rasa sekarang adalah perasaan kagum untuk Aisyah. Kecantikan nya, kejujuran nya dan kesederhanaan nya buat gue kagum, apalagi Aisyah ngerti agama." ucap Abian sambil menyandarkan tubuhnya ke sofa.


Leo pun kembali tersenyum terbahak-bahak mendengar perkataan Abian atasan nya itu sekaligus sahabat baiknya itu. Menurut Leo seorang Abian pratama yang selalu cuek dan dingin kini berubah Melow.


" Aduhhh.. perut gue sakit dari tadi ketawa mulu, kalau Kalandra dengerin cerita lo dia pasti ketawa juga. " ucap Leo yang masih memegang perutnya yang masih terasa sakit akibat terlalu banyak menertawakan atasan nya itu.


" Seorang Abian pratama, buaya darat penakluk cewe, sekarang malah klepek-klepek sama satu wanita yaitu istrinya sendiri nyonya Aisyah. " ucap Leo sambil terus menertawakan Abian.


" Sialan lo." ucap Abian sambil melempar Bulpoin ke arah Leo.


Abian dan Leo adalah Laki-laki dingin dan cuek, tapi saat mereka bersama mereka akan berubah menjadi sahabat yang sangat akrab dan hangat.


...****************...


Tok.... tok.....


" Masuk. " ucap Abian yang mendengar pintu ruangan nya di ketuk.


" Asalamualaikum.! " ucap Aisyah yang masuk ke ruangan Abian.

__ADS_1


Abian pun langsung melirik ke arah suara yang dia kenal itu.


" Aisyah, kamu udah di sini? " tanya Abian sambil menghampiri Aisyah yang baru saja datang.


" Iya a, hari ini jam kuliah aku keluarnya lebih awal, tadi aku habis dari ruangan ayah Agus lalu aku mutusin untuk ke sini gak apa-apa kan? " tanya Aisyah sambil duduk di sofa.


" Tentu gak apa-apa dong, lagian kamu juga udah jadi istri aa sekarang, kamu berhak keluar masuk kantor ini." ucap Abian ikut duduk di sofa.


" Udah makan siang belum.? " tanya Abian.


" Belum."


" Ya udah kita makan siang bareng aja, mau makan di luar atau makan di sini.? " tanya Abian.


" Di sini aja deh COD aja a, biar gampang. " ucap Aisyah.


Selang Beberapa lama makanan yang di pesan dari Online pun sampai.


Tok.... tok....


" Masuk. " ucap Abian.


" Wahh.. tumben lo mesen makanan dari Online, biasa nya juga langsung ke lestoran." ucap Leo yang membawa makanan yang di pesan Abian dan menyimpan nya di atas meja.


" Gue mutusin makan siang bareng sama Aisyah, Aisyah ada disini." jawab Abian masih duduk di kursi kebesaran nya.


" Wahh.. Aisyah di sini, mana dia? " tanya Leo langsung celingukan mencari keberadaan Aisyah.


" Dia lagi istirahat di kamar gue. " ucap Abian.


Di ruangan seorang Ceo memang selalu di sediakan kamar pribadi untuk istirahat kalau- kalau mereka kecapean atau bekerja lembur.


" Yah, kalau Aisyah di sini pasti seru, menurut gue Aisyah itu wanita yang menyenangkan, baik dan nyambung di ajak ngobrol. " ucap Leo mencoba menggoda, padahal dia sendiri belum pernah ngobrol langsung dengan Aisyah.


" Udah sana, keluar lo, ngapain juga lo cariin bini orang.? " ucap Abian ketus.


" Ce ile, fosesip banget si lo? " ucap Leo sambil berjalan keluar kembali ke ruangan nya.


Abian pun masuk ke kamar pribadinya untuk membangunkan Aisyah. Saat masuk Abian mendapati Aisyah sudah tertidur.


Saat Abian mendekati Aisyah yang sedang tidur siang di atas ranjangnya, Abian pun termenung melihat wajah teduh Aisyah yang sedang tertidur dengan posisi terlentang, dengan hijabnya yang di buka hingga rambut Aisyah pun tergerai indah di mata Abian.


Abian pun secara perlahan mendekati Aisyah, duduk di dekat Aisyah dan sedikit mencondongkan tubuhnya dengan sebelah tangan nya ia jadikan penompang berat badan nya, menyentuh rambut Aisyah yang lembut, dan menghirup wangi rambut Aisyah. Menempelkan rambut wangi tersebut ke hidungnya.


Entah kenapa Abian menjadi candu menyentuh rambut Hitam dan panjang milik Aisyah yang tergerai indah di mata Abian.


Tampa sepengetahuan Aisyah, di saat Aisyah tidur di malam hari Abian selalu menyentuh rambut Aisyah dan mencium aroma wangi sampo dari rambut Aisyah yang mampu membuat pikiran Abian terbuay.


Karna kasian melihat Aisyah tertidur lelap, akhirnya Abin pun memutuskan untuk tidak membangunkan Aisyah yang sedang tidur siang.


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2