
" Hai ka..! "
Selin yang baru datang ke rumah Abian menyapa kaka nya yang sedang duduk di sofa ruang keluarga bersama Leo. Hari ini Selin ataupun Aisyah tidak kuliah karna libur tanggal merah, Selin memutuskan untuk kembali main ke rumah kakanya Abian.
Leo yang melihat Selin datang, tidak bisa melepaskan pandangan nya dari wanita yang dia tolak dulu, dan wanita yang dia cium di malam acara resepsi pernikahan Abian dan Aisyah.
Semenjak kejadian malam itu, Leo semakin merasa bersalah kepada Selin, karna dirinyalah kini Selin berubah kasar padanya. Jauh di lubuk hati Leo dia menginginkan Selin kecil, yang dulu selalu bermain dan tertawa ceria bersamanya, dan semenjak kejadian malam itu, baik Selin ataupun Leo mereka masih belum bertegur sapa sama-sekali.
Mendengar adiknya menyapa, Abian masih saja cuek mengotak-atik ponsel yang ada di tangan nya.
" Ka Abian kenapa sih? kaka gak denger aku nanya ya? " Selin bertanya masih berdiri di hadapan kakanya.
" Hemm.. "
" Cihh..! irit banget sih ngomongnya, kalau kaka ipar di mana? " Selin kembali bertanya melihat Abian yang masih cuek dan pokus menatap ponsel yang ada di tangan nya.
" Tadi katanya mau ke dapur." jawab Abian.
Mendengar kata dapur dari kakanya, Selin pun langsung pergi ke dapur mencari Aisyah. Menyimpan tas di sofa dan berjalan dengan cueknya, Selin sama sekali tidak menghiraukan Leo yang sejak kedatangan nya tidak berhenti menatap dirinya.
Bagi Selin, dia tidak mau lagi berharap akan sesuatu yang tidak mungkin untuknya, karna dia takut akan sakit hati untuk yang ke dua kalinya setelah dulu Leo pernah menolaknya.
Tak lama Kalandra pun sampai di rumah Abian dan langsung di antar oleh Mbok Siti ke ruang keluarga menemui Abian. Kalandra berpikir untuk istirahat sejenak dari kesibukan nya menjadi Dokter, untuk main ke rumah Abian, menemui Leo dan Abian teman kecilnya.
" Hai Bi! " Kalandra menyapa Abian yang pokus menatap layar ponsel di tangan nya.
Kalandra pun masih berdiri menatap ke arah Leo keheranan, karna melihat Abian yang cuek padanya bahkan tidak melihat dirinya yang menyapa Abian. Leo yang mengerti tatapan Kalandra pun hanya mengangkat bahunya menatap Kalandra, mengisaratkan bahwa dirinya pun tidak tau apa yang sedang di kerjakan Abian.
Kalandra pun duduk di sofa dan mengambil segelas jus yang tersedia di meja untuk dia minum, begitu juga Leo yang mengambil jeruk dari atas meja untuk dia makan.
" lo udah baikan belum sama adik gue? " tanya Abian yang masih pokus menatap layar ponsel nya.
Leo dan Kalandra pun mengerti, pertanyaan Abian itu dia tunjukan kepada siapa.
" Belum. " jawab Leo yang masih memakan jeruk di tangan nya.
" Leo, lo adalah sahabat gue, dan gue percaya sama lo, tapi kalau lo berani nyakitin adik gue, jangan salahin gue, kalau gue orang pertama yang akan bunuh lo." ucap Abian menatap tajam ke arah Leo, lalu kembali pokus menatap layar ponsel yang di tangan nya.
" Cih...! kaya lo gak pernah nyakitin cewe aja, pake ngancem-ngancem gue segala." ucap Leo melirik Kalandra yang duduk di dekatnya.
Kalandra dan Leo pun mengadukan kepalan tangan mereka dan tersenyum lepas, seolah meledek ancaman Abian yang dia tujukan untuk Leo, walaupun mereka tau perkataan Abian tidaklah main-main.
" Bangsat lo berdua! "
Ucap Abian sambil melemparkan bantal sofa ke arah Leo dan Kalandra yang masih tertawa.
" Ngomong-ngomong lo lagi ngapain? dari tadi gue lihat lo asik bener sama tu ponsel." tanya Kalandra.
" Tau tuh si Bian, dari tadi asik bener liatin ponsel, udah kaya liatin bodi cewe seksi aja. Pas gue dateng ke kantor, dia juga tiba-tiba nanya do'a solat duha sama gue." ucap Leo sambil mengambil minuman di meja untuk dia minum.
__ADS_1
" Gue di suruh Aisyah ngapalin do'a solat duha" jawab Abian singkat.
Kalandra dan Leo pun saling tatap keheranan dan kemudian mereka tertawa bersama mendengar perkataan Abian yang menurut mereka lucu.
" Sialan lo berdua, malah ngetawain gue lagi. " ucap Abian menatap tajam ke arah Kalandra dan Leo.
" Jadi lo mau tobat ceritanya? " ucap Kalandra yang masih sedikit tertawa.
" Sialan lo! mendingan diem deh lo." ucap Abian sinis.
" Seorang Abian pratama sang Casanova penakluk wanita mau tobat. " ledek Leo sambil tertawa.
" Kalau lo berdua masih tertawa, gue kirim lo berdua ke perusaahan cabang yang ada di afrika." ancam Abian dengan tegas menunjuk Leo dan Kalandra.
Dan ancaman Abian pun berhasil membuat Kalandra dan Leo tidak berkutik. Mereka seketika terdiam dan menghentikan tawanya, Leo dan Kalandra tau, kalau Abian tidak pernah main-main dengan perkataan nya yang tegas dan dingin hampir sama seperti ayahnya Bagas pratama.
" Kitakan bercanda Bi! " ucap Kalandra.
" Iya serius amat. " tambah Leo.
" Lagian kenapa? ko bisa Aisyah nyuruh lo buat hapalin doa solat duha? " tanya Kalandra.
" Semalam gue ketauan boong sama Aisyah, dan telinga gue di jewer, Aisyah ngancem gue, kalau gue boong lagi atau gue gak nurutin kemauan nya buat hapalin doa solat duha, Aisyah bakalan gak mau tidur sama gue."
" Terus? " tanya Leo penasaran.
" Ya gue gak mau lah, sekarang gue gak bisa tidur tampa memeluk Aisyah, entah kenapa makin ke sini gue makin nyaman tidur bareng Aisyah, kalau gak ada Aisyah di samping gue, sekarang gue jadi gak bisa tidur." ucap Abian dengan wajah seriusnya.
* * *
Semalam setelah Aisyah selesai mandi, Aisyah menghampiri Abian yang sedang duduk santai di atas ranjang, bersandar di Headboard dan melipat kedua kakinya di atas ranjang, di temani terang nya lilin di atas nakas.
" Aa udah solat isya? " tanya Aisyah.
" Udah! " jawab Abian enteng.
Aisyah masih berdiri di dekat Abian memperhatikan sikap Abian yang cuek, mencari tau apakah ada kebohongan atau tidak di wajah Abian.
Tiba-tiba
" Aw... sayang sakit." rengek Abian
Dan ternyata tiba-tiba Aisyah menjewer telinga Abian dengan sedikit keras.
" Aa berani boong sama istri sendiri? aa belum solat 'kan? aa sendiri yang bilang kalau aa mau berubah, mau jujur sama aku, sekarang apa? " ucap Aisyah dengan nada sedikit marah.
" Emm.. itu.. anu sayang." Abian mencoba mengelak.
Aisyah tiba-tiba mengencangkan jeweran telinga Abian.
__ADS_1
"Aw... sakit sayang! " ucap Abian sambil memegang tangan Aisyah yang sedang menjewer telinganya.
" Aku sudah tau siapa dirimu a, mamah Santi bilang aa itu keras kepala dan nakal, jadi jangan pernah aa berani nyamaain aku sama wanita di luar sana, yang selalu aa tipu dan bodohi, aku gak akan pernah mempan aa boongin." ucap Aisyah.
" Iya.. aa akan solat, tapi lepasin dulu telinga aa, sakit sayang." rengek Abian.
Saat Aisyah melepaskan tangan nya dari telinga Abian, tiba-tiba Abian menarik Aisyah dan memeluk Aisyah dengan erat. Aisyah hanya memakai handuk kimono, dengan posisi Abian yang masih duduk di pinggiran ranjang. Membuat kepala Abian mendarat sempurna di dada Aisyah.
" A Bian lepasin aku. " pinta Aisyah merasa risih, namun Abian malah mempererat pelukan nya.
" Aa gak mau lepasin kamu, abis nya kamu jahat jewer aa, kalau kamu kasih aa imbalan, akan aa lepasin." ucap Abian manja masih memeluk Aisyah.
" Ox.. kalau aa gak mau nurutin aku, aku tidur di kamar lain." ancam Aisyah.
" Apah! enggak. Aa gak bisa tidur tampa kamu sayang." ucap Abian mendongakan kepala menatap wajah Aisyah, yang masih berdiri dengan tangan Abian masih memeluk Aisyah.
" Ya udah, dengerin aku, sekarang aa solat isya dulu, dan nanti setelah selesai solat, aku mau denger aa baca semua bacaan ketika solat dari awal niat takbirotul ihrom sampai tahiat akhir dan nanti aku mau aa ngapalin doa solat duha." ucap Aisyah.
Seketika Abian pun tidak berkutik, dia hanya bisa menuruti perkataan Aisyah, karna Abian tidak mau tidur sendiri tampa memeluk Aisyah yang sudah menjadi istrinya itu.
" Aneh, kenapa di hadapan Aisyah harga diri gue jadi ilang? kekuasaan gue jadi gak berguna." ucap Abian cengengesan sendiri sambil berjalan ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu.
* * *
Setelah Abian selesai bicara, Kalandra dan Leo malah tertawa, menertawakan sikap Abian yang tidak berkutik di hadapan Aisyah.
" Sialan lo, ngapain pake ketawa segala? " ucap Abian.
" Lagian lo lucu juga, seorang Abian pratama laki-laki yang memiliki segala kekuasaan, harta, tahta dan jabatan, dan juga seorang Casanova yang gampang mainin cewe. Sekarang takluk dengan satu wanita yaitu Aisyah, makanya dulu waktu tante Santi ngajarin kamu pelajaran agama dengerin." ucap Kalandra.
" Gue mau nanya, apa lo udah jadin Aisyah milik lo seutuhnya? " tanya Leo
Abian pun mengerti akan pertanyaan Leo
" Belum. Gue gak mau paksa Aisyah, gue akan lebih senang, kalau Aisyah sendiri sudah mau benar-benar nerima gue nantinya." jawab Abian.
" Wah... sebelum lo dapatin Aisyah aja lo udah bucin parah, apalagi nanti kalau lo udah jadiin Aisyah milik lo seutuhnya, pasti lo jadi bucin parah." ucap Leo tersenyum geleng-geleng kepala.
" Sialan lo, biarin, dari pada jomblo kaya lo, udah jelas kan gue dan Aisyah udah nikah." sindir Abian.
" Kampret lo, lagian Kalandra juga masih jomblo." ucap Leo tak mau kalah.
Kalandra pun hanya tersenyum menatap Abian dan Leo yang berdebat.
Tak lama Aisyah dan Selin pun datang ke ruangan tersebut membawa beberapa cemilan, merekapun ngobrol- ngobrol bersama di ruangan tersebut.
Begitulah persahabatan Abian, Kalandra dan Leo. Di hadapan orang lain mereka akan menjadi laki- laki yang bersikap cuek dan dingin. Tapi saat mereka bersama, mereka akan berubah menjadi sahabat yang sangat hangat dan akrab. Terkadang bercanda dan tertawa bersama.
*
__ADS_1
*
*