
Malampun berganti dengan pagi, sang Mentari pun sudah terbit menyinari bumi. Membangunkan setiap insan untuk memulai harinya, begitu pula dengan Aisyah dan Selin, sudah waktunya mereka kembali kuliah.
Begitu juga Abian dengan rutinitasnya ke kantor, apalagi papahnya Bagas belum pulang dari Luar kota, maka Abian lah yang harus menghendel segala pekerjaan kantor.
" Selamat pagi mah. " ucap Selin menghampiri mamah nya dan memeluk mamahnya yang sedang memakan sarapan nya di meja makan.
" Pagi sayang. Aisyah dan kaka mu mana ?" mereka belum turun ? " tanya mamah Santi.
" Mungkin kaka sama Aisyah masih di kamar. "
Ucap Selin ikut duduk di meja makan, memulai sarapan nya mengulaskan selai kesukaan nya di atas roti yang akan dia makan.
Di lantai atas, Aisyah pun kelur dari kamarnya, sudah berpakaian rapih menuju lantai bawah untuk sarapan dan berangkat kuliah seperti biasa.
Saat Aisyah menutup pintu kamarnya dan berbalik, Aisyah terkejut melihat Abian berjalan ke arahnya. Sudah rapih dengan memakai setelan Kemeja dan Jas yang biasa Abian gunakan untuk berangkat ke kantor. Karna memang, kamar Abian pun berada di lantai yang sama.
" Selamat pagi ! " ucap Abian berhenti sejenak menyapa Aisyah yang masih berdiri di depan pintu kamarnya.
" Pagi juga." Ucap Aisyah singkat dengan raut wajah cuek dan dingin.
Abian pun sedikit merasa heran melihat sikap Aisyah yang sangat terlihat aneh di mata nya.
Apalagi Aisyah sedikit cemberut membuat Abian sedikit tersenyum melihat expresi wajah Aisyah.
" Kamu kenapa cemberut kaya gitu ? kamu marah sama aa..? karna tadi malam aa gak nganterin kamu pulang." tanya Abian masih berdiri di hadapan Aisyah.
" Aa itu kenapa sih ? tega banget ningalin aku semalam di Kafe, aku kan gak terlalu kenal sama ka Leo dan ka Kalandra, gimana kalau terjadi sesuatu sama aku ? aa mau bertanggung jawab ? " suara Aisyah terdengar marah dan menunjuk jarinya ke arah Abian.
" Brisik, dasar kau bawel, lagian Leo atau Kalandra itu baik, mereka gak akan ngapa- ngapain kamu, gitu aja marah-marah dasar jelek. " maki Abian tak mau kalah, dengan tatapan intimidasinya mengarah menatap Aisyah.
" Ihhh...dasar, siapa yang jelek aku atau aa ? dasar Casanova tua. " ucap Aisyah keceplosan, dan langsung menutup mulutnya dengan ke dua tangan nya.
Mata Abian membulat sempurna saat mendengar kata " Casanova tua " yang keluar dari bibir mungil Aisyah.
" Dasar kau, beraninya kau memanggilku tua." Abian melangkah mendekati Aisyah, suara Abian meninggi mulai tersulut emosi.
" Gawat, a Bian marah. " ucap Aisyah pelan.
" Satu..dua.. tiga.. Lariii... " Aisyah berlari sekuat tenaga menghindari Abian menuju lantai bawah.
" Hey kau, awas kau ! " teriak Aban menunjuk Aisyah, lalu mengejar Aisyah yang Lari menghindarinya.
Aisyah lari sampai ke tempat sarapan, begitu juga dengan Abian yang berlari mengejar Aisyah dari belakang.
" Mamah ! " teriak Aisyah berlari ke arah Santi yang sedang memakan Sarapan nya.
Santi kaget mendengar teriakan Aisyah, sampai langsung berdiri dari duduknya.
" Mah, tolong mah. " rengek Aisyah bersembunyi di belakang tubuh Santi dengan berpegangan di tangan Santi.
" Hey, kau, apa yang kau katakan tadi ? kemari kau."
Ucap Abian menghampiri Aisyah, mencoba menggapai Aisyah yang bersembunyi di belakang tubuh Santi membuat Santi pusing di buatnya.
" Hentikan, sudah cukup, kalian ini selalu saja bertengkar. " ucap Santi tegas.
__ADS_1
" Aku gak salah mah, a Bian yang salah. " elak Aisyah.
" Dasar kau, jangan melemparkan kesalahan pada orang lain, sudah jelas kau yang salah." ucap Abian menunjuk Aisyah yang masih berdiri di belakang Santi.
" Enak aja, aku gak salah, lagian emang benar ko, Aa itu Casanova tua, dasar tua. " ejek Aisyah masih bersembunyi di belakang tubuh Santi.
Selin dan Santi yang mendengar itu, hanya tertawa lepas mendengar kata Casanova tua yang di tujukan untuk Abian.
" Aisyah...."
Teriak Abian, sambil mendekati Santi mencoba mengapai Aisyah yang bersembunyi di belakang tubuh Santi. Namun Abian gagal karna Santi menghalangi Abian dan memukul tangan Abian.
" Cukup Bian ! kamu ini gak sadar diri, kamu ini memang sudah tua, sudah tua ko gak mau tobat juga. " sindir Santi
" Mah.. mamah ko malah belain Aisyah ? anak mamah kan aku. " gerutu Abian
" Diam....!! udah sana makan. " bentak Santi.
Mau tidak mau Abian pun menuruti perkataan Santi, Abian duduk di dekat Selin dan Aisyah duduk di dekat mama Santi yang besebrangan dengan Abian.
" Hey Casanova tua.! " ledek Selin sambil tersenyum melirik Abian yang ada di sampingnya.
" Diam kau, dasar adik durhaka. "
Selin dan Aisyah pun saling tatap dan tersenyum penuh kemenangan karna sudah membuat Abian marah.
Abian yang melihat itu, menatap Aisyah dengan tatapan tajam.
" Awas kau... kau tidak akan lepas dariku, beraninya kau bilang aku Casanova tua, kau tidak tau seberapa perkasanya diriku. " pikir Abian, sambil mengolesakan selai di atas roti yang akan dia makan dengan menatap tajam ke arah Aisyah.
Aisyah yang di tatap Abian pun hanya cuek santai memakan sarapan nya.
" Oya, masa sayang ? " ucap mama Santi menatap Selin sambil menyuapkan roti ke mulutnya menggunakan garpuh.
" Iya mah, semalam Aisyah menjelaskan semuanya panjang lebar, sampai Aisyah akhirnya tidur di kamar aku." jelas Selin
" Bagus itu, semakin kamu memperdalam agama akan semakin baik, walaupun kita belum bisa berhijab seperti Aisyah, tapi mengenal agama lebih dalam itu sangat baik. Semalam, mama pulang Arisan agak malam, mamah langsung istirahat di kamar. " ucap mama Santi kepada Selin.
" Iya mah. " ucap Selin sambil memakan sarapan nya.
" Papah kapan pulang nya mah ? " tanya Abian.
" Ntah lah mama juga gak tau, nanti juga kalau urusan kantor papah yang ada di luar kota selesai, pasti papah akan cepat pulang. " ucap Santi.
Merekapun selesai memakan sarapan nya, dan berangkat menuju tujuan masing-masing.
Aisyah dan Selin di antar pak Mun ke kampus.
" Hati-hati di jalan ya sayang ! "
Ucap mama santi berdiri di depan rumah yang melihat kedua putri nya berangkat kuliah.
" Bian duluan ya mah. "
Ucap Abian sambil berjalan menuju Mobil Sport kesayangan nya, masuk ke dalam mobil untuk berangkat ke kantor. Hari ini Abian berangkat sendiri dan menyuruh Leo untuk langsung berangkat ke kantor.
__ADS_1
Mama Santi pun hanya tersenyum dan kembali masuk ke dalam rumah setelah melihat anak- anaknya berangkat ke tempat tujuan nya masing-masing.
* * *
Sesampainya di depan kantor, Abian pun memarkirkan mobilnya di depan kantor dengan di sambut para Secyuriti yang siap melayani Bos nya itu.
Setelah keluar dari dalam mobil, Abian pun masuk ke dalam kantor dengan di ikuti beberapa Secyuriti yang siap melayani dan mengantar Abian sampai ke ruangan nya.
Sepanjang perjalanan, para pegawai kantor pun tidak henti-henti nya mengagumi sosok seorang Abian pratama, calon pewaris tungggal PRATAMA GROUP. Dengan ketampanan nya dan kegagahan nya, membuat setiap hati wanita meleleh di buatnya. Walaupun Abian bersikap dingin dan cuek, tapi setiap kariawan wanita di kantor tetap memuja ketampanan seorang Abian pratama.
Abian pun masuk sendiri ke dalam Lift kusus Ceo untuk pergi ke ruangan nya yang berada di lantai atas.
Para Secyuriti pun berhenti sampai di depan Lift, tugas mereka hanya mengantar sampai depan Lift saja, karna tidak ada yang berani masuk sembarangan ke ruangan Ceo tampa seijin yang punya kecuali Bagas dan Agus, atau Leo sendiri sebagai Sekertaris pribadi Abian.
Abian pun sampai di lantai tempat ruangan nya berada, seorang wanita yang bekerja sebagai Sekertarisnya di kantor yang sedang duduk di kursi di luar ruangan Abian, berdiri dan memberi hormat kepada Abian yang baru saja sampai.
Saat melihat Abian sudah sampai, Leo yang sedang duduk di ruangan nya pun langsung berdiri hendak menemui Abian di ruangan nya. Karna memang ruangan Leo yang hanya di halangi kaca tembus pandang bisa langsung melihat kedatangan Abian, berbeda dengan ruangan seorang Ceo yang tertutup.
Tok.. tok...
" Masuk."
Ucap Abian dari dalam, dan ternyata Leo lah yang masuk ke ruangan nya.
" Kenapa muka lo kusut kaya gitu ? "
Tanya Leo yang baru saja masuk ke ruangan Abian, mengantar laporan nya dan menyimpan nya di atas meja Aban, Leo pun langsung duduk di kursi yang tersedia di hadapan meja kerja Abian.
" Tau, gue lagi gak Mod hari ini. " jawab Abian yang sedang duduk di kursi kebesaran nya.
" Gara-gara apa ? jangan bilang karna Citra ? " Tanya Leo yang sudah bisa menebak sumber masalah tuan nya itu.
" Semalam habis dari Kafe gue ngabisin malam sama Citra di Hotel, setelah gue dan Citra puas, dia malah nanya kapan gue nikahin dia, gimana gue gak kesel, gue tinggalin aja dia di Hotel sendiri." ucap Abian kesal.
" Pertanyaan Citra memang gak salah, semua wanita pasti menginginkan kepastian dari hubungan nya, apalagi lo sama Citra udah berhubungan lama kan ? " tanya Leo.
" Lo ko malah ngomong kaya gitu ? lo sendiri tau gue cuma ngangep Citra sama kaya cewe bayaran yang lain nya, lo bela Citra ?" tanya Abian dengan nada sedikit marah menatap Leo.
" Bukan gue bela Citra, sekarang gue nanya sama lo, sebenernya Citra itu apanya lo Bi..? kekasih lo atau cuma simpanan sebagai pelarian doang ? di tanya nikah sama Citra lo malah malah-marah, di suruh ngejauhin Citra sama papa Bagas, lo nya masih deket sama Citra, gue sendiri jadi heran sama lo ? " ucap Leo menjelaskan.
" Akhh... tau, gue pusing, mana hari ini tu bocah buat gue marah lagi. " ucap Abian sambil memegang kepalanya sendiri dan bersandar ke belakang.
" Siapa ? " tanya Leo heran.
" Siapa lagi kalau bukan Aisyah. " jawab Abian.
" Jangan terlalu marah nanti malah jadi Cinta." ledek Leo terkekeh.
" Sialan lo ! anak ingusan kaya gitu, tapi seru juga, itung-itung hiburan." ucap Abian tersenyum.
Leo pun hanya geleng-geleng kepala keheranan dengan sikap Abian, Leo pun berdiri dari duduknya, berjalan keluar dari ruangan Abian. Kembali ke ruangan nya untuk mengerjakan tugas nya sebagai Sekertaris pribadi Abian pratama.
Abian sendiri tidak menyadari, walau dia sering bertengkar dengan Aisyah dirinya mulai nyaman dengan sikap Aisyah yang sederhana dan apa adanya. Membuat Abian senyum- senyum sendiri mengingatnya.
*
__ADS_1
*
*