CINTA AISYAH

CINTA AISYAH
Perasaan apa ini.??


__ADS_3

Hari demi hari pun di jalani oleh Aisyah dan Abian, menjalani rumah tangga yang baru seumur jagung tersebut, mengawali rumah tangga sebagai teman dulu. Saling mengenal satu sama lain, berharap rumah tangga itu meningkat ke jenjang yang lebih serius lagi.


Hari ini seperti biasa Aisyah dan Abian menjalani keseharian mereka, Aisyah ke kampus dan Abian ke kantor.


" Sya, bisa tolong bantu aku mengenakan dasiku? " pinta Abian mendekati Aisyah, melihat Aisyah sudah rapih dengan pakean dan hijab nya, berdiri di depan cermin meja riasnya.


" Sini! "


Pinta Aisyah pada Abian, Abian pun mendekati Aisyah dan mendekatkan tubuhnya dengan Aisyah, mencondongkan tubuhnya yang sedikit lebih tinggi dari Aisyah.


Saat Aisyah memasangkan dasi Abian, wajah mereka sangat dekat, saking dekatnya Abian bisa melihat jelas wajah cantik Aisyah dan menghirup aroma tubuh Aisyah yang sangat menenangkan menurutnya.


" Kamu cantik."


Tiba-tiba kata itu keluar dari bibir Abian yang terdengar jelas di telinga Aisyah, sejenak mata Aisyah dan Abian pun saling pandang.


" Akhh.... leherku sakit." ucap Abian.


Yang ternyata, secara tiba-tiba Aisyah menarik dasi yang sudah terikat di leher Abian dengan kencang, membuat Abian sendiri gelagapan kesakitan.


" Dengarkan aku tuan Casanova, rayuan mu itu tidak akan mempan padaku. " ucap Aisyah dengan raut wajah serius dan tatapan mata yang tajam ia tujukan kepada Abian.


Abian pun hanya bisa diam dan menelan salivanya kasar, melihat wajah tegas yang di perlihatkan oleh Aisyah.


Aisyah pun kembali membenarkan dasi yang terikan terlalu kencang di leher Abian, karna tadi dia tarik dengan tiba-tiba dan kencang.


Saat Aisyah sudah selesai membetulkan dasi Abian dan memakai kan jas untuk Abian, saat Aisyah ingin pergi, tiba-tiba Abian merangkul tubuh Aisyah dan merapatkan tubuhnya dengan tubuh Aisyah sampai merapat sempurna. Begitu juga dengan tangan kekar Abian yang melingkar sempurna di pinggang Aisyah.


" Apa kau sungguh-sungguh tidak tergoda olehku nyonya pratama? "


Abian bertanya sambil terus mendekatkan wajahnya mendekati wajah Aisyah.


" Heyy... tuan pratama, jangan berani macam- macam dengan ku.! "


Ucap Aisyah, sambil mencoba menahan tubuh Abian dengan tangan nya yang berada di dada Abian untuk menahan Abian yang semakin medekatkan wajahnya.


" Memangnya kenapa? kau berani mengancamku? "


Tanya Abian yang semakin mendekatkan wajahnya mendekati Aisyah sambil memasang wajah merayu mencoba menggoda Aisyah.


" Y**a alloh, apa-apaan ini? aku bisa gila jika a Bian terus seperti ini.? " pikir Aisyah.


" Coba saja kalau kau berani? "


Ucap Aisyah sambil mencubit perut Abian dengan kencang, dan cubitan itupun berhasil membuat Abian melepaskan tangan nya dari tubuh Aisyah.


" Aw...sakit.! " ucap Abian sambil memegang perutnya yang di cubit Aisyah, Aisyah pun cepat-cepat berlari dan membawa tasnya sambil tersenyum keluar dari kamar tersebut.

__ADS_1


Abian pun tersenyum-senyum sendiri memikirkan kelakuan konyolnya yang mencoba merayu Aisyah.


" Kenapa gue jadi kaya gini? konyol sekali, tapi rasanya menyenangkan menggoda Aisyah. "


Ucap Abian sambil terus senyum-senyum sendiri sambil berjalan menuju ruang makan untuk sarapan bersama Aisyah. Setelah selesai sarapan, Aisyah dan Abian pun berangkat bersama menggunakan mobil mewahnya dan Pak Mun lah yang menjadi supir mereka.


Awalnya Abian terbiasa membawa mobil sendiri tapi sekarang ada Aisyah, itu sebabnya Abian memanggil Pak Mun dari rumah Bagas untuk menjadi supir pribadi mereka.


Kini Aisyah pun sudah sampai di kampus, saat Aisyah mau keluar dari mobil, tiba-tiba tangan nya di genggam oleh Abian, membuat Aisyah kembali terduduk dan melihat ke arah Abian.


" Hey teman, yang rajin belajar dan jangan nakal.! " ucap Abian sambil mengedipkan sebelah matanya dengan tersenyum manis melihat Aisyah.


" Idihhhh, apaan sih? aa udah kesurupan ya?" Aisyah tersenyum keheranan sambil keluar dari dalam mobil.


Di dalam mobil Abian pun hanya tersenyum- senyum sendiri dengan tingkah konyolnya itu, entah kenapa sejak Aisyah menyetujui pertemanan mereka, rasanya setiap hari Abian ingin semakin menggoda Aisyah.


Pak Mun yang melihat itupun hanya tersenyum keheranan melihat kelakuan tuan mudanya itu, biasanya Abian selalu cuek pendiam dan tegas di hadapan wanita. Entah kenapa, semenjak menyetujui pertemanan nya dengan Aisyah dia merasa ada yang aneh dengan dirinya.


Pak Mun pun kembali melajukan mobilnya menuju kantor.


" Dasar aneh? cinta memang bisa membuat semua orang buta, ehh.. apa mungkin tuan muda sedang jatuh cinta? " pikir Pak Mun yang keheranan dengan sikap tuan mudanya itu.


Kini Abian pun sudah sampai di kantor seperti biasa, saat berjalan menuju ruangan nya, semua mata teruju pada Abian sang Ceo yang biasanya bersikap dingin, cuek dan tegas itu kini berjalan dengan santai dan tersenyum- senyum sendiri.


Bahkan Abian pun tidak menyadari, kalau ayah nya Bagas dan ayah mertuanya Agus yang sedang berada di kantor, sedang berjalan menuju ruangan Bagas melihat Abian dari kejauhan dengan keheranan, karna sikap Abian yang sedikit aneh menurut mereka.


Agus pun hanya melihat Bagas dengan ekspresi yang sama keheranan melihat sikap Abian menantunya itu, tampa memperdulikan Abian, Agus dan Bagas pun kembali melanjutkan perjalanan mereka.


Keluar dari Lift saat sampai di lantai tempat ruangan nya berada, Abian pun masih tersenyum sendiri sambil berjalan menuju ruangan nya, melewati meja sekertaris wanitanya dan tentunya melewati ruangan Sekertaris pribadinya Leo.


Karna ruangan Leo hanya menggunakan dinding dari cermin tembus pandang, Leo pun bisa melihat jelas Abian yang berjalan dengan cengengesan menurut Leo.


" Apa dia sudah tidak waras? sudah beberapa hari ini aku lihat dia cengengesan begitu. " ucap Leo sambil berdiri membawa berkas yang ada di meja untuk di berikan kepada Abian.


Tok... tok...


" Masuk." ucap Abian yang mendengar pintu ruangan nya di ketuk.


Leo pun masuk ke ruangan Abian dan menyimpan berkas yang di bawa nya di atas meja Abian, sambil duduk di kursi menatap Abian keheranan.


" Kau kenapa? aneh sekali? sudah beberapa hari ini aku lihat sikapmu aneh begitu? " ucap Leo.


" Memangnya kenapa? aku rasa aku biasa saja, bahkan aku sangat sehat hari ini. "


Ucap Abian sambil duduk di kursi kebesaran nya dengan melihat beberapa berkas sambil terkadang tersenyum sendiri.


" Aku rasa kau harus di bawa ke Rumah Sakit jiwa, karna kau sudah senyum-senyum sendiri seperti orang gila." ucap Leo.

__ADS_1


" Sialan lo, lo pikir gue gila? " ucap Abian sambil menatap tajam ke arah Leo yang sedang duduk di hadapan nya.


" Haha... " seketika Leo pun tertawa terbahak- bahak melihat ekspresi Abian yang menatapnya tajam.


" Abisnya lo aneh banget? sebenarnya lo kenapa? " tanya Leo.


Abian pun menyandarkan tubuhnya ke belakang sambil tersenyum.


" Gue rasa, gue mulai suka dan jatuh cinta sama Aisyah." ucap Abian.


" Apah? gak salah? " tanya Leo.


" Lo gak salah denger, kenyataan nya memang begitu, udah beberapa hari ini gue dan Aisyah mutusin untuk menjalani rumah tangga sama- sama terbuka dan jujur satu sama lain dengan menjadi teman dulu. Gue sering ngobrol, sering jahilin Aisyah, bahkan tadi pagi gue nyoba goda Aisyah, dan entah kenapa gue mulai ngerasa nyaman. " ucap Abian menjelaskan.


" Haha... " mendengar penjelasan Abian, Leo pun semakin tertawa terbahak-bahak.


" Aduhh... jadi buaya darat ceritanya mau tobat nih?" ucap Leo sambil menertawakan Abian.


" Sialan lo, gue ngomong serius juga ! " ucap Abian dengan nada kesal.


" Ohhh... ox. ox. jadi kita serius? " ucap Leo mengangkat kedua tangan nya.


" Jadi gimana? lo udah beneran serius sama Aisyah sebagai suami istri? apa Aisyah tau kelakuan lo yang sering tidur sama banyak cewe? apa Aisyah tau kalau lo sendiri gak terlalu ngerti Agama? apa Aisyah tau kalau lo selama ini pura-pura menjalankan solat di hadapan Aisyah? padahal lo sendiri gak terlalu hapal bacaan solat, selama ini Aisyah hanya tau kau seorang Casanova, tampa tau seperti apa lo yang sebenarnya? " serentetan pertanyaan itupun keluar dari mulut Leo.


Seketika wajah Abian pun berubah menjadi murung, Abian terdiam memikirkan perkataan Leo.


" Ahh... gue bisa nebak dari raut wajah lo, Aisyah belum tau semuanya 'kan? sory, bukan maksud gue buat lo patah semangat, tapi kenyataan nya memang begitu adanya 'kan? " tanya Leo.


" Sialan lo, bikin gue gak Mod aja, emang nya lo ngerti agama? " Abian balik bertanya.


" Jangan remehin gue, gini-gini gue lumayan ngerti agama, Walaupun gue juga gak sempurna, dan masih sering melakukan salah." ucap Leo tersenyum.


" Apa Aisyah mau nerima gue, kalau dia tau seperti apa gue sesungguhnya? " tanya Abian menatap Leo.


" Mana gue tau? itu urusan lo, coba lo bicara sendiri sama Aisyah dan mencoba terbuka apa adanya, dan jelasin ke Aisyah kalau lo mau mulai berubah, lo jujur aja gitu, siapa tau Aisyah mau nerima lo apa adanya, itu juga kalau lo beneran punya niat mau berubah dan mau berkomitmen terhadap satu wanita." ucap Leo enteng.


" Gue sendiri gak tau? " ucap Abian sambil terdiam memikirkan apa yang di ucapkan Leo.


" Udah, gue kembali ke ruangan gue dulu. " ucap Leo meninggalkan Abian yang masih terdiam memikirkan perkataan Leo.


" Apa yang sebenarnya terjadi padaku? apa aku sudah mulai jatuh cinta? apa aku bisa jujur pada Aisyah? jika aku jujur, apa Aisyah mau nerima aku apa adanya? " pikir Abian.


Abian pun hanya terdiam bingung akan perasaan nya sendiri.


**kira-kira apa yang akan di lakukan Abian.? tunggu kelanjutan nya ya.! dan jangan lupa tinggalin jejak agar aku lebih semangat buat episode nya.


dan maaf kalau ada yang salah 🙏🙏🙏🙏 soalnya aku masih belajar 😂😂😂😂.

__ADS_1


__ADS_2