CINTA AISYAH

CINTA AISYAH
Percayalah


__ADS_3

Manusia adalah tempat salah dan khilaf. Namun, manusia juga bisa berusaha untuk berubah. Jangan melihat manusia hanya dari masa lalunya saja. Namun, lihatlah juga seberapa besar dia berusaha untuk berubah dan membuat masa depan menjadi lebih baik lagi.


Jika dirimu sudah baik jangan pernah merasa berpuas diri. Teruslah berusaha untuk menjadi yang lebih baik lagi. Jadikan semua masa lalumu yang kelam sebagai penyemangat untuk mencapai masa depan yang lebih baik lagi.


Seperti yang di lakukan Abian saat ini, banyak hal positif yang terjadi padanya semenjak dirinya menikah dengan Aisyah.


Abian celingukan kesana kemari mencari Aisyah. Sampai dirinya terus bertanya kepada pelayan yang berpapasan dengannya. Di mana Aisyah? rasanya tadi Aisyah belum lama lari dari dapur menghindarinya, tapi sekarang Abian merasa sedikit kesulitan mencari Aisyah di kediaman besar papahnya itu.


Sampai akhirnya ada seorang pelayan yang memberi tau Abian, bahwa Aisyah pergi ke rumah belakang. Tempat di mana para pelayan tinggal.


" Ikhhh... kenapa sih dia itu menyebalkan sekali? di saat aku mau marah, ekspresi wajahnya dan ketampanannya itu selalu membuatku kalah. " Aisyah menggerutu sendiri, sambil duduk di kursi taman dekat rumah belakang, tempat tinggal para pelayan.


" Nona, apa Ada desuatu yang Ada butuhkan?" beberapa pelayan dengan sigap berdiri Di dekat Aisyah. Mereka tau kalau Aisyah di kenal sangat ramah dan baik kepada para pelayan.


Namun, semua pelayan juga tau bahwa Aisyah adalah istri dari seorang Abian pratama tuan mereka sekaligus laki-laki yang dingin dan terkenal menakutkan bagi para pelayan rumah.


" Aku tidak membutuhkan apa-apa, kalian pergi saja, aku sedang ingin sendiri. " Aisyah tersenyum ramah memandang para pelayan. Mereka pun membubarkan diri meninggalkan Aisyah.


" Em... taman ini begitu enak dan sejuk. " Aisyah bergumam sambil memejamkan mata.


" Akan lebih enak lagi kalau menikmatinya barengan sama aa sayang. " bisik Abian di telinga Aisyah, memeluk Aisyah dari belakang.


Aisyah terkejut langsung melepaskan tangan Abian yang melingkar di lehernya. Menatap Abian dingin masih dengan mode merajuk.


" Ngapain aa ke sini? "


" Em... ko galak banget sih? aa juga kan pengen duduk sama kamu sayang. " Abian duduk mendekati Aisyah.


" Pergi sana! Aku lagi pengen sendiri, aku gak mau lihat wajah aa. " Aisyah mencoba mendorong tubuh Abian dari sampingnya namun gagal. Tubuh Abian yang tinggi, kekar dan jauh lebih besar dari dirinya, terasa susah saat Aisyah ingin mendorongnya.


" Em... coba saja kalau kamu bisa dorong aa. " Abian tersenyum menyeringai menatap wajah Aisyah dekat.


" Ayo dorong lagi. " goda Abian meletakan kedua tangan Aisyah di dadanya.


" Ayo dong sayang dorong lagi, aa akan sangat senang jika kamu bisa dorong aa dari sini. Kalau kamu berhasil dorong aa dari sampingmu, nanti malam aa bisa kasih kamu pijatan plus-plus. " goda Abian tersenyum nakal, membuat wajah Aisyah seketika bersemu merah.


" Jangan mimpi! " Aisyah berdiri melangkah meninggalkan Abian, menyusuri taman belakang rumah tempat tinggal para pelayan sampai ke taman belakang rumah utama. Sementara Abian hanya mengekor mengikuti Aisyah dari belakang.


" Ngapain sih aa ngikutin aku? " Aisyah berbalik menatap tajam Abian.


" Em... ngapain ya? " Abian pura-pura berpikir. " Aa rasa, aa lagi seneng ngikutin bidadari hati aa." ucap Abian memasang wajah tampan dan menggodanya.


" Ikhh... dasar casanova tengil. Udah terbiasa godain banyak wanita ya? " bentak Aisyah.


" Enggak, cuma kamu satu-satu nya wanita yang berhasil buat aa ngerasa gila sayang. " Abian tersenyum nakal.

__ADS_1


" Dasar..! " Aisyah berbalik berniat pergi. Namun Abian malah menggendong tubuh Aisyah, membawanya masuk ke dalam rumah. Lebih tepatnya, naik ke lantai atas membawa Aisyah masuk ke dalam kamar mereka.


Saat sampai di dalam kamar, Abian langsung menurunkan Aisyah dari gendongannya dan mengunci pintu kamar agar Aisyah tidak kabur lagi menghindari dirinya.


" Aa mau ngapain? " Aisyah mulai waspada, melihat tatapan Abian yang terlihat seperti ingin memangsa dirinya. Melangkah mundur, mencoba menghindari Abian yang semakin melangkah mendekatinya.


" Aa jangan macam-macam ya. Ini masih siang dan lagi di rumah lagi banyak orang. Aa gak malu apa? " Aisyah mulai gelisah. Aisyah sangat tau apa yang di inginkan Abian saat ini.


" Emangnya apa yang kamu pikirkan?" goda Abian tersenyum nakal. " Aa gak akan macam-macam sayang, cuma satu macam aja. " Abian tersenyum menyeringai, kembali menggendong tubuh Aisyah dan membawanya ke atas ranjang.


Aisyah mencoba berontak berniat melepaskan diri dari Abian. Namun Abian berhasil mengunci pergerakannya, menindih tubuh Aisyah, membungkamnya dengan sebuah ciuman yang lembut dan hangat.


Setelah puas menikmati bibir istrinya, Abian menatap wajah Aisyah dalam, dengan jarak yang sangat dekat.


" Percayalah... hanya kau satu-satunya wanita yang berharga dalam hidup aa, sekarang atau pun nanti sampai kematian memisahkan kita. " Abian mengusap bibir Aisyah yang basah akibat ulahnya.


" Bohong! " Aisyah memalingkan wajahnya, mengindari tatapan Abian yang membuat jantungnya terasa berdetak tidak karuan.


" Aa mohon percayalah. Jangan menghindari aa, tatap mata aa Aisyah. " ucap Abian lembut, Abian menangkup kedua pipi Aisyah menggunakan tangannya. Menatap Aisyah dalam.


" Aa mohon percayalah, aa tidak memiliki hubungan apapun dengan wanita lain di luar sana. Aa akui, dulu aa memang sering bercinta dengan banyak wanita di luar sana. Tapi sekarang hanya ada dirimu saja dalam hidup aa, dan aa sudah berjanji, bahwa aa akan berubah demi kamu sayang. " Abian menjelaskan, terlihat keseriusan di wajah Abian menatap Aisyah.


" Lalu, wanita yang di moll itu siapa?" tanya Aisyah mulai luluh.


Abian menggeser tubuhnya ke samping, membawa Aisyah masuk ke dalam pelukannya.


" Dasar! memangnya seberapa banyak sih wanita yang pernah menikmati malam bersama aa? gimana kalau nanti tiba-tiba ada seorang wanita datang membawa anak dan mengaku kalau anak itu adalah anak aa. " gerutu Aisyah merasa kesal.


" Em... cemburu ya..?" goda Abian.


" Gak usah di tanya, kalau aku gak sayang sama aa, aku gak akan pernah cemburu." Aisyah merasa kesal sendiri.


" Gak usah khawatir sayang... kalau masalah itu aa bisa menjamin gak akan pernah terjadi. Walaupun rasanya kurang puas, dulu aa selalu menggunakan pengaman saat melakukan itu bersama wanita lain. " jelas Abian.


" Dasar... Menjijikan! " Aisyah masih merasa kesal membuat Abian malah tersenyum.


" Percayalah, semua itu tidak akan pernah terjadi lagi sayang, berkat dirimu aa sudah berubah sekarang. Hanya dirimu saja yang bisa memberikan aa kepuasan yang tidak pernah aa rasakan sebelumnya. Dan hanya dirimu lah, satu-satunya wanita yang sangat aa cintai."


" Bohong. "


"Aa bersungguh-sungguh sayang... " ucap Abian meyakinkan Aisyah.


" Janji? " Aisyah mendongak menatap Abian.


" Iya sayang. Aa janji. " ucap Abian mengelus lembut pipi Aisyah.

__ADS_1


Aisyah tersenyum, kembali bersandar di dada bidang Abian memeluknya erat. Merasakan kehangatan Abian suaminya.


" Em... ciuman udah, pelukan lagi di lakukan. Apalagi sekarang kita berdua lagi berbaring di atas ranjang, di dalam kamar yang terkunci pula. Enaknya berbuat apa ya..?" goda Abian tersenyum nakal.


" Ikhh.... apaan sih? jangan nakal ya a. " Aisyah memukul-mukul dada bidang Abian. Mereka pun akhirnya tertawa bersama.


* * *


Setelah menginap di kediaman utama Bagas, Abian dan Aisyah pun pulang ke rumah mereka untuk berkemas. Mengemasi beberapa pakaian dan barang yang di perlukan mereka selama berbulan madu.


Sebenarnya, Abian sendiri melarang Aisyah untuk membawa pakaian terlalu banyak. Dengan alasan mereka bisa membelinya nanti saat sudah sampai di London. Tapi begitulah Aisyah dengan segala kesederhanaannya.


Aisyah bilang, buat apa belanja menghamburkan uang? lebih baik di tabung saja. Dan perkataan itu membuat Abian mengalah tidak bisa berkutik, seiring berjalannya waktu Abian mulai terbiasa mengalah dan mengerti akan sikap Aisyah.


Hari ini, Abian dan Aisyah berangkat ba'da asyar dari Bandara internasional Sukarno-Hatta, berangkat menuju London untuk berbulan madu, dengan di antar Agus dan Selin ke Bandara. Sementara Bagas dan Leo sedang di sibukan dengan urusan kantor. Dan Santi sedang di sibukan dengan urusan persiapan acara pertunangan Leo dan Selin.


Tepat pukul 17.00 pesawat yang di tumpangi Abian dan Aisyah lepas landas menuju London. Di perkirakan perjalanan yang di tempuh dari Indonesia menuju London sekitar 16 jam 55 menit.


Abian dan Aisyah menikmati perjalanan mereka menuju London dengan berbincang dan tertawa bersama. Menikmati perjalan berkelas first class yang membuat pripasi dan kenyamanan mereka terjaga.


" Ini perjalanan pertamamu ke luar negri kan sayang? " Abian mengelus kepala Aisyah yang berbalut hijab sedang berbaring bersandar di dadanya.


" Iya. London itu kaya apa sih a? " dengan polos Aisyah bertanya.


" London itu berwarna kaya pelangi. " ucap Abian menahan tawa mendengar pertanyaan polos istrinya.


" Ikhh... aa. Orang aku serius juga. " gerutu Aisyah memukul Abian.


" Aduh... sayang sakit. Iya maafin aa, habisnya kamu lucu, pake tanya London kaya apa. Kan sekarang udah jaman canggih sayang. Kamu gak pernah liat di internet? "


" Engak. Aku jarang main sosial media a. Aku selalu sibuk dengan pelajaran kampus. "


" Oh... aa baru ingat. Kalau istri aa ini si kutu buku yang pinter menggoda hati suaminya." ucap Abian mencubit pipi Aisyah.


" Ikh... sakit aa. "


" Em... atit ya? Mana yang atit? sini biar aa cium. " goda Abian tersenyum nakal.


" Ikhh... tau ah... " Aisyah memeluk Abian erat, menyembunyikan wajahnya yang sudah memerah karna malu di dada bidang Abian.


Aisyah akui, suaminya itu memang berparas tampan dan menggoda, membuat setiap wanita di luar sana tergila-gila pada suaminya termasuk Aisyah sendiri yang selalu merasa tergoda setiap kali menatap wajah suaminya dari jarak dekat seperti saat ini.


" Tidurlah... nanti kalau sudah sampai, kau sendiri akan tau seperti apa London itu. " Abian mencium pucuk kepala Aisyah, memeluknya erat, memberikan kehangatan satu sama lain. Menikmati perjalanan mereka menuju London.


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2