
Ketiganya berjalan beriringan menuju ketempat lokasi pembangunan perumahan elite yang dalam tahap finishing.
Selo segera mengecek material yang dipakai dan kualitas bangunan yang hampir rampung, sedangkan Echa masih berbincang dengan mandor bangunan.
Echa dan Amar kemudian naik kearas untuk mengecek kondisi bangunan di lantai atas.
Echa menaiki lift buatan menuju ke atas gedung, ia ingin mengecek semua bangunan bersama Amar dan juga sang mandor bangunan.
Kali ini phobia Echa terhadap lift tidak berlaku karena lift yang terbuka.
Ketika hendak turun dari lift kaki Echa lift tiba-tiba terperosok dan iapun terjatuh dari lantai 3 gedung. Selo yang melihatnya langsung berlari dan bersiap menangkap gadis itu.
**Bruuuggghhh!!
Selo berhasil menangkap tubuh Echa hingga ia hilang keseimbangan dan jatuh berguling sambil memeluk Echa.
Keduanya berhenti ketika menabrak sebuah tangga yang diatasanya ada orang yang sedang mengecat tembok gedung.
**Braaakkk!!!
“Awww!!” teriak Selo merasakan tubuhnya lengket dipenuhi cat
“ Kamu gak apa-apa?” tanya Echa
“ Gak papa, cuma jijik aja,”Jawab Selo yang langsung berlari menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya
“Sini aku bantu, ” Echa membantu mengeringkan rambut Selo menggunakan handuk kecil
Tidak berapa Lama Amar datang dan sempat terkejut melihat Selo yang hanya memakai kaos oblong dan celana pendek sedang duduk bersama Echa, wajahnya seakan tidak senang melihat Echa yang sedang mengeringkan rambut pria itu
“Kamu tidak papa Cha?” tanya Amar yang sekonyong-konyong mendekati gadis itu dengan penuh kecemasan
“Aku tidak apa-apa ka, Selo yang sakit karena menolongku,” jawab Echa
“Selo kenapa?” tanya Amar pura-pura peduli
“Dia terkena cat,” jawab Echa
__ADS_1
“Alhamdulillah...eeh maaf maksudnya Innalillah,” jawab Amar sempat membuat Selo emosi
“Bagaimana kalau kita langsung bawa ke klinik aja bu, kasian pak Selo takutnya dia mengalami cedera di tulang,” ucap seorang Mandor bangunan
“Iya boleh pak, “ jawab Echa
“Tidak usah, aku baik-baik saja,” cegah Selo
Sang mandor bangunan hanya mengangguk dan meminta seorang Ob untuk membuatkan teh hangat untuk tamunya.
“Catnya harus diganti, sepertinya ini bukan cat yang bagus,” ucap Selo
“Baik pak,” jawab sang Mandor
“Kualitas bangunan sudah Ok, tinggal finishingnya yang harus dipercepat agar kita bisa memasarkan bangunan ini tepat waktu, dan pembeli yang sudah membooking perumahan ini tidak kecewa ,” imbuhnya
“ Siap Pak Selo, rencananya finishing akan meamkan waktu dua bulan sesuai target yang sudah kita sepakati,” jawab Sang mandor
Selo segera bangkit dari duduknya dan pergi mengambil baju ganti yang ia bawa di mobilnya. Selesai berganti pakaian ia mengajak Echa dan Amar untuk meninggalkan tempat itu.
“ Kalian mau langsung pulang atau kekantor dulu?” tanya Selo
“ baiklah aku akan mengantar kakak ke kantor, kalau kamu gimana Cha?” tanya Selo
“Aku juga ke kantor dulu, masih ada kerjaan yang harus aku kerjakan,” jawab Echa
“Siap,” jawab Selo menanbah kecepatan mobilnya
Setibanya di gedung Sedayu Group, Amar dan Echa langsung bergegas keruangannya, sedangkan Selo masih harus memarkirkan mobilnya sbelum menuju ke ruangannya.
“Cha, ada yang mau aku bocarakan denganmu?” tanya Amar serius
“Katakan saja Ka,” jawab Echa
“Apa kamu masih mau jadi isrtiku?” pertanyaan Amar sempat membuat Echa tercengang
“Tapi bukannya orang tua kita melarang hubungan kita karena kita sepupu?” kali ini Echa balik bertanya
__ADS_1
“Benar Cha, tapi dalam agama kita menikahi sepupu itu diperbolehkan, dan hal inilah yang membulatkan tekadku untuk tetap melanjutkan hubungan kita, apalagi setelah dua minggu aku paksakan untuk move on darai kamu, tapi aku tidak bisa, hatiku sudah stuck sama kau seorang Cha, “ jawab Amar sembari menatap gadis yang sangat ia cintai itu
“ Aku juga masih sayang sama kaka, dan susah untuk move on, tapi bagaimanapun aku harus mempertimbangkannya lagi jika harus menjadi istri kaka, karena bukan tanpa alasan umi dan abi melarang kita untuk menikah, apalagi aku sempat membaca artikel pernikahan sedarah itu sangat beresiko walaupun diperbolehkan,” jawab Echa
“Baiklah Cha, aku tidak akan memaksa, aku akan menunggu jawaban kamu, jika kamu bersedia, maka aku dan Abi akan melamarmu secara resmi,” Jawab Amar
Ada gurat kesedihan diwajah Selo, saat ia tidak sengaja mendengarkan pembicaraan keduamya. Hatinya yang berbunga-bunga karena beberapa hari ini sudah mulai dekat dengan Echa tiba-tiba saja hancur berkeping-keping, ketika mendengar bahwa Echa masih sayang dengan Amar.
*******
Malam harinya Echa menceritakan semuanya kepada Aisyah, wanita itu hanya tersenyum mendengar curhatan hati buah hatinya.
"Sayang, semua keputusan tergantung sama kamu, umi tidak akan memaksa kamu, karena yang akan menjalani kehidupan rumah tangga itu kan kamu, dan kalau umi boleh sarankan, mending kamu sholat istikharah, minta petunjuk dari Allah, karena hanya Dialah satu-satunya yang dapat memberikan keputusan yang terbaik," jawab Aisyah
"Baik, Mi," jawab Echa
"Kalau kamu mau tahu tentang resiko pernikahan sedarah, kamu bisa bertanya pada dokter nak, walaupun secar agama itu diperbolehkan tetapi dari segi medis pernikahan sedarah itu sangat beresiko, itulah alasan umi melarang kalian menikah, tapi sekali lagi semuanya terserah kamu sayang, umi tidak akan melarang lagi," tandas Aisyah
"Iya Umi, Echa paham kok, yaudah aku pamit tidur dulu ya, assalamualaikum," ucap Echa yang kemudian masuk ke kamarnya.
*********
"Kamu kenapa sih hari ini kok cemberut terus, apa lagi galau lagi?" tanya Amber ketika melihat Selo yang seharian hanya mengurung diri di kamar
"Iya Mi, ka Amar ternyata tetap akan melamar Echa, dan sepertinya Echa juga akan menerimanya, apalagi dia bilang belum bisa move on dari ka Amar ," jawab Selo
"Yaudah sih, ngapain juga kamu galau, ingat Selo kamu inikah seorang playboy waktu kamu kuliah, kenapa sekarang jadi cengeng gini gara-gara satu orang cewek, ayolah masih banyak loh cewek yang lebih cantik dan soleha dari Echa, kenapa harus sedih dunia ini tidak selebar daun kelor, ayo move on boy," Amber mencoba menghibur puteranya
"Gak bisa Mi, justru karena aku udah banyak mengenal cewek-cewek makanya aku tahu keunikan Echa dibandingkan yang lainnya, aku cuma mau Echa, gak mau yang lain," jawab Selo
"Bagaimana kalau umi kenalkan sama putri sahabat umi, dia itu anaknya manis loh dan soleha tentunya, besok Umi kenalin ya, lagian dia juga baru pulang dari Pondok Pesantren, pokoknya Umi yakin kamu bakal langsung jatuh hati sama dia, karena dia itu tipe kamu banget," sahut Amber penuh percaya diri
"Gak mau ah," jawab Selo
"Diih kok gitu, ketemuan dulu, nanti kalau gak suka ya udah tinggal umi sampaikan sama teman aku itu, jangan sampai kamu nyesel Selo," tandas Amber
"Yaudah kalau umi maksa," jawab Selo
__ADS_1
"Baik, jangan lupa besok di Kafe La Tahzan pukul satu siang," sahut Amber sembari mengerlingkan matanya