CINTA AISYAH

CINTA AISYAH
Pulang


__ADS_3

Dari awal, Abian sama sekali tidak merencanakan berapa lama mereka akan berbulan madu. Abian hanya berpikir, paling hanya sekitar satu minggu mereka berbulan madu, karna walau bagai manapun Abian adalah seorang Ceo di perusahaan dan banyak sekali masalah perusahaan yang harus segera dia tangani secara langsung.


Rencananya, selama seminggu berbulan madu bersama Aisyah. Abian menginginkan menghabiskan waktu bersantai bersama Aisyah berdua. Namun apalah dikata, acara bulan madu yang harusnya romantis malah di tutup dengan cerita dramatis datang bulan dan perintah dari papahnya Bagas yang terkesan mendadak.


" Aku jadi penasaran, papah kenapa nyuruh kita pulang cepat ya a? " Aisyah sudah rapih dengan pakaian dan hijabnya. Bersiap ke Bandara internasional London bersama Abian untuk pulang ke Indonesia.


" Em... entahlah aa juga tidak mengerti. " Abian juga sudah rapih dengan pakaiannya, terakhir berkemas memasukan sesuatu kedalam koper.


" Itu apa? " Aisyah bertanya menatap heran.


" Itu oleh-oleh untuk Joko dan Jono. Waktu itu kamu kan hanya beli aksesoris untuk mamah dan Selin. Dan ini untuk Joko dan Jono, nanti kalau kita sudah di Indonesia kamu boleh berikan untuk mereka. " Abian tersenyum, sudah beres berkemas, semua barang dan koper di bawa oleh orang kepercayaan Abian.


" Isinya apa a? " Aisyah mendekati Abian penasaran.


" Mau tau, atau mau tau banget? " Abian tersenyum menarik tubuh Aisyah, memeluknya erat.


" Aku mau tau banget a. " ucap Aisyah manja, mengalungkan kedua tangannya di pundak Abian.


" Cium dulu. Nanti aa beri tau. " Abian tersenyum nakal, memajukan bibirnya.


" Ikhh... dasar ya! " Aisyah cemberut.


" Ko cemberut gitu sih? kalau mau tau, cium bibir aa dulu. " pinta Abian.


" Em... iya. " Aisyah mencium bibir Abian sekilas. " Jadi... isinya apa? " Aisyah masih penasaran.


" Yang tadi itu isinya ikat pinggang untuk laki-laki. Aa sengaja pesan asli dari sini, spesial untuk teman sejati istri kesayangan aa ini. " ucap Abian membuat Aisyah tersenyum malu.


" Em... asli dari sini? pasti mahal ya a? " tanya Aisyah, Aisyah sudah tau betul selera suaminya itu seperti apa.


" Iya. Karna itu spesial untuk temen kamu, walaupun mahal aa tidak keberatan. Lagian cuma dua ikat pinggang, asalkan jangan temenmu itu minta seluruh perusahaan saja. " canda Abian.


" Idih... ngaco. Boleh aku tau, berapa harga kedua ikat pinggang itu?" Aisyah masih mengalungkan kedua tangannya di pundak Abian.


" Em... entahlah. " jawab Abian asal.


" Ikh... ko gitu? puluhan ribu? " tanya Aisyah, Abian menggeleng.


" Em... ratusan ribu? " Abian masih menggeleng.


" Apa... jutaan? " ucap Aisyah sedikit ragu, Abian masih menggeleng membuat Aisyah deg-degan tidak karuan. Aisyah mulai berpikir kalau ikat pinggang itu harganya selangit.


" Apa... harganya belasan juta? " ucap Aisyah pelan, Abian tersenyum menatap Aisyah.

__ADS_1


" Astagpiruloh... " Aisyah terkejut.


" Gak usah terkejut kaya gitu sayang. Aa gak apa-apa, ikat pinggang itu itung-itung hadiah spesial bulan madu kita untuk sahabat kamu." Abian tersenyum ramah.


" Tapi... bulan madunya kan bisa di bilang gagal karna aku datang bulan a. " ucap Aisyah lirih.


" Sayang... jangan sedih kaya gitu. Aa tidak apa-apa, mau kamu datang bulan atau tidak, bagi aa ini adalah bulan madu yang spesial untuk kita. " Abian mencoba menyemangati Aisyah.


" Makasih a. Aa udah mau ngertiin aku. " Aisyah tersenyum. Jauh di dalam hatinya, Aisyah merasa beruntung dan Bahagia, karna Abian sudah menunjukan bahwa dirinya sudah benar-benar berubah.


Abian dan Aisyah Berangkat dari Hotel menuju Bandara internasional kota London. Pesawat yang mereka naiki lepas landas tepat pukul 17.00 waktu London. Enam belas jam lebih Aisyah dan Abian menempuh waktu perjalanan untuk sampai kembali ke Indonesia.


Sampai akhirnya, sekitar pukul 08.00 pagi Abian dan Aisyah sudah sampai di Bandara internasional Soekarno-hatta Indonesia. Mereka kini sudah sampai di rumah dengan selamat, Abian dan Aisyah memutuskan untuk istirahat dulu menghilangkan rasa lelah setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh. Baru setelah itu, Aisyah dan Abian akan berkunjung ke rumah utama untuk membahas apa yang ingin di bicarakan oleh Bagas pada mereka.


* * *


" Mah... " Aisyah memanggil mama Santi yang sedang duduk santai di kursi taman belakang. Ba'da dzuhur Aisyah dan Abian berkunjung ke rumah Bagas.


" Hey... kalian sudah sampai. " ucap Santi yang sudah tau kalau anak dan menantunya akan sampai ke Indonesia hari ini.


" Papah masih di kantor ya mah? " tanya Abian, ikut duduk di kursi bersama Aisyah.


" Ya. Biasa, jam segini papahmu bersama ayah mertuamu itu masih berkutat dengan pekerjaannya di kantor. " ucap Santi.


" Oh... sebenarnya Abian cuma mau tanya, memangnya ada masalah apa? sampe papah nyuruh kami pulang mendadak. Kata papah, Selin dan Leo akan cepat di nikahkan. " Abian masih penasaran.


" Loh mamah ko gitu? Kenapa gak jelasin sama Abian langsung aja sih? Abian kan jadi makin penasaran mah. " ucap Abian sedikit kesal. Membuat Santi malah tertawa, wajah cantik santi yang sudah termakan waktu, masih terlihat sangat cantik ketika sedang tertawa menjahili putranya.


" Aa... jangan begitu. Gak baik marah sama mamah. " tegur Aisyah, membuat Abian seketika diam tersenyum kikuk di hadapan istrinya.


" Ya udah, aa mau ke kantor dulu ya sayang. Gak apa-apa kan aa tinggal di sini sama mamah? " tanya Abian yang mendapat anggukan dari Aisyah.


Untung saja hari ini Abian sudah rapih menggunakan setelan kemejanya seperti biasa. Walaupun tampa menggunakan jas, setidaknya kemeja yang dia gunakan terlihat sopan dan rapih untuk masuk ke kantor seperti biasa.


Setelah menempuh perjalanan sedikit lama, Abian sudah sampai di kantor dan masuk ke ruangan pribadinya. Sebelum masuk ruangan pribadinya, tadi Abian menyuruh staf sekertarisnya untuk memberi tau Leo agar menemuinya di ruangan pribadinya.


Terdengar suara pintu di ketuk, Abian langsung menyuruh masuk. Dan ternyata Leo lah yang mengetuk pintu dan masuk ke dalam ruangan menemui Abian. Saat Leo sudah masuk dan berdiri menghampiri Abian yang sedang duduk di sofa. Abian terdiam sejenak menatap wajah Leo yang sedikit babak belur seperti habis di pukul, terlihat luka lembab di pipi dan area dekat mata.


Lalu setelah puas memandang wajah Leo, Abian seketika tertawa terpingkal menertawakan wajah Leo yang lucu menurutnya.


" Diem lo! udah puas lo ngetawaain gue? " Leo duduk di sofa dengan wajah kesalnya melihat Abian yang tertawa terpingkal-pingkal sampai tiduran di atas sofa.


" Aduhh... perut gue sakit. " Abian bangun kembali membenarkan posisi duduknya di sofa. " Lo kenapa? jangan-jangan lo ketauan selingkuh sama bini orang ya, sampe wajah lo bonyok kaya gitu? " Abian kembali tertawa.

__ADS_1


" Brisik lo! " ucap Leo kesal, biasanya dirinyalah yang menertawakan nasib sial Abian. Namun sekarang, malah dirinya lah yang di tertawakan oleh Abian.


" Aduhh... seorang Leo, laki-laki baik yang tidak pernah menyentuh wanita sembarangan dan tidak pernah terlibat dengan masalah yang tidak jelas. Kini malah bonyok di pukul orang. " Abian kembali tertawa. " Aduhh... perut gue sakit. " ucap Abian, sementara Leo hanya berwajah kesal menatap Abian yang sedang asik menertawakan dirinya.


" Lo manggil gue ke sini, cuma mau ngetawain gue? " ucap Leo masih merasa kesal.


Abian terdiam, memandang wajah Leo. " Maaf. Bukan maksud gue ngetawain lo. Hanya saja sedikit aneh, ada yang berani mukul lo dan berhasil ngalahin lo. Secara lo kan ahli bela diri, dari dulu sampai sekarang kita selalu berlatih bersama. Gue jadi penasaran, pasti orang itu benar-benar hebat, udah berhasil ngalahin lo. " tampak Abian yang penasaran, dengan siapa yang sudah mengalahkan temannya itu.


" Gimana gue gak kalah. Orang yang mukulin gue itu papah Bagas. " celetuk Leo.


" Apa? lo gak becanda 'kan? " Abian terkejut.


" Gue gak becanda. Gue gak berani untuk ngelawan papah, gue tau, gue sama Selin memang bersalah. " ucap Leo.


" Makdud lo? " Abian semakin penasaran.


" Malam itu gue ada di rumah papah, gue abis bicarain masalah penting sama papah tentang urusan kantor. Karna keadaan sudah malam, gue gak pulang ke apartemen, gue mutusin untuk nginep. " Leo terdiam sejenak.


" Lalu? " Abian semakin penasaran.


" Gue ngelakuin kesalahan, dengan masuk ke kamar Selin malam-malam. Malam itu gue... "


" Jangan bilang lo udah ngerusak adik gue. " Abian memotong ucapan Leo. Terlihat wajah Abian yang sudah berubah di penuhi amarah.


Leo menghembuskan napasnya kasar. " Jangan salah paham Abian, gue berani bersumpah gue gak nyentuh Selin sejauh itu. Gue sadar, belum waktunya kami melakukan itu. Hanya saja, kemarin malam kami berdua kebawa suasana, kami berciuman di atas ranjang dengan keadaan Selin yang berada di bawah tubuh gue. Dan papah masuk ke dalam kamar memergoki kami, malam itu papah Bagas sangat murka, sampe papah mukulin gue." jelas Leo.


" Oh... gitu. Tunggu, tapi lo gak boong sama gue 'kan? lo beneran gak nyentuh adik gue? " tatapan Abian kembali mengintimidasi Leo.


" Gue berani bersumpah. Gue masih perjaka. Bukan kaya kodok lo itu, asal enak, maen masuk sembarang lubang aja. " sindir Leo.


" Sialan lo! itu dulu, sekarang gue udah berubah. " elak Abian.


" Ya... sukur deh kalau lo benar udah berubah. Lo harus berterima kasih sama Aisyah, karna udah percaya dan ngerubah lo menjadi orang yang lebih baik. "


" Iya, gue tau. "


" Tapi, walaupun wajah gue sakit di pukul, malam itu gue sangat berterima kasih juga sama papah. Kalau malam itu papah gak masuk ke kamar Selin, pasti gue sama Selin udah kebujuk rayuan setan dan melakukan kesalahan. " ucap Leo.


" Ya, lo benar. Tapi gue bisa bayangin, wajah murka papah saat mukul lo dan ekspresi wajah lo yang ketakutan." Abian kembali tertawa membayangkan semuanya.


" Sialan lo! " Leo melempar bantal sofa ke arah Abian, sementara Abian hanya tertawa puas menertawakan nasib sial Leo saat ini.


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2