CINTA AISYAH

CINTA AISYAH
Malam yang indah


__ADS_3

" Kau cantik. "


" Aa juga tampan. "


Masih di atas ranjang yang sama, yang bertaburan kelopak mawar. Aisyah dan Abian tertawa bersama, saling berpegangan tangan dan saling tatap sambil berbaring berhadap-hadapan.


" Aa berpikir, suasana akan romantis, aa udah nyiapin semuanya, tapi ternyata kita malah ketawa-ketawa kaya gini. " Abian tersenyum menatap Aisyah.


" Siapa bilang gak romantis? aku suka a, sangat-sangat suka, aa udah buat aku tersentuh. " Aisyah tersenyum.


" Sungguh? "


Aisyah mengangguk sambil tersenyum menatap Abian. Sebelah tangan Abian mengelus pipi Aisyah yang sedang tersenyum menatapnya.


" Tanyakanlah, apapun yang ingin kau ketahui dari aa, malam ini akan aa jawab." ucap Abian.


" Sungguh? aa gak akan marah 'kan? "


" Enggak, aa sudah bilang, aa akan mulai berkomitmen dengan satu wanita yaitu dirimu. Dan aa yakin, sekarang aa benar-benar mencintaimu. Kau sudah bertanya tentang Devdas, sekarang, katakanlah, apa yang ingin kau ketahui lagi dari aa? " Abian masih mengelus lembut pipi Aisyah. Membuat Aisyah merasa nyaman.


" Siapa wanita itu? " ucap Aisyah memegang tangan Abian yang ada di pipinya.


Abian terdiam, menatap Aisyah dalam. Pertanyaan Aisyah sedikit, namun mampu membuat Abian terdiam dan memikirkan apa yang harus ia jawab dan penjelasan apa yang harus dia ucapkan di hadapan Aisyah.


" Kau tidak akan marah 'kan, jika aa menjelaskan nya? "


" Aku akan senang dan percaya sepenuhnya sama aa, aku akan mendengarkan. " Aisyah tersenyum menatap Abian.


" Namanya Dhafina dahayu, dia adalah wanita yang pernah ada di masalalu dan hati aa. " Abian terdiam, masih mengelus lembut pipi Aisyah menatap wajah Aisyah dalam.


" Lalu? "


" Dia mantan kekasih aa, dulu saat aa kuliah di luar negri bersama Leo dan Kalandra. Aa pernah mencintai satu wanita yaitu Dhafina." kedua tangan Abian kembali menggenggam tangan Aisyah.


" Dulu, papah sangat merahasiakan identitas aa yang sesungguhnya. Papa Bagas bilang, aa harus mendapatkan teman yang mau nerima aa apa adanya dan mendapatkan cinta yang mau menerima segala kekurangan aa. Saat aa kuliah, identitas aa adalah laki-laki yang kuliah mendapatkan beasiswa dan dari keluarga sederhana juga. Awalnya semua biasa saja, aa menjalin hubungan dengan Dhafina layaknya sepasang kekasih yang sedang memadu cinta. Sampai akhirnya semua itu terjadi. "


Wajah Abian berubah sendu, pandangan matanya mulai menyiratkan kesedihan. Tangan nya mulai menggenggam tangan Aisyah dengan erat. Seolah mengisyaratkan ada luka dan kesedihan yang sangat dalam. Namun, ada juga amarah yang menyertai kesedihan tersebut.


Flash back on.


" Aku sudah bilang kita putus. " Dhafina menghempaskan tangan Abian dengan kasar.


" Aku tidak mengerti, apa salahku fina? Selama ini aku menyayangimu dengan tulus, aku mencintaimu fina. " ucap Abian lirih.


" Cih.. cinta, apa itu cinta? apa jika hubungan kita berlanjut kau akan memberiku makan cinta? " ucap Dhafina dengan nada kasar.


" Apa maksudmu fina? aku tidak mengerti? " di taman belakang kampus, Abian masih berdiri menatap Dhafina.


" Aku pikir kau kaya, punya banyak uang dan pasilitas lain yang bisa menjamin masa depanku. Tapi ternyata aku salah, kau hanyalah orang miskin, bahkan kuliah di kampus elit seperti ini pun kau hanya mengandalkan beasiswa. " suara Dhafina masih meninggi dengan nada eomisi.


" Apa maksudku fina, aku mencintaimu dengan tulus, harta bisa kita cari setelah kita menikah nanti. " ucap Abian mencoba memegang tangan Dhafina, namun Dhafina malah menghindar.

__ADS_1


" Apa? kamu bilang cari? mau sampai kapan? sampai aku kelaparan menunggu kamu mencari uang untuk aku makan. Kamu itu cuma modal wajah tampan saja, tapi kenyataan nya kamu itu miskin dan tidak punya apa-apa. Aku menyesal menerima mu menjadi kekasihku. "


" Tapi aku mencintaimu fina, sudah satu tahun kita menjalin hubungan. Dan selama ini kamu tidak pernah mengungkit kekuranganku, kenapa sekarang jadi seperti ini? kamu sedang bercanda dengan aku 'kan? " Abian masih berusaha mempertahankan hubungan nya.


" Sudah cukup! aku capek sama kamu Abian. Asal kamu tau, aku sudah punya kekasih yang jauh lebih tampan darimu, lebih kaya dan sanggup memberi semua yang aku mau, bukan seperti dirimu, hanya makan di kantin kampus aja harus berhemat. Mulai sekarang kita putus, dan aku tidak memiliki hubungan apapun lagi dengan kamu. "


Dhafina pergi meninggalkan Abian yang masih berdiri mematung. Abian berdiri menatap kepergian Dhafina wanita yang dia cintai, Abian masih tidak percaya dengan apa yang di dengarnya barusan.


Wanita yang selama ini dia cintai dengan tulus, ternyata memperlihatkan sisi dari seorang Dhafina yang sesungguhnya. Membuat hati Abian yang mencintainya dengan tulus seketika hancur berkeping-keping.


Membuat Abian sering melamun sendiri karna kesedihan yang dia rasakan. Pertama jatuh cinta dan pertama juga merasakan sakit putus cinta, di tambah lagi, Dhafina yang keluar dari kampus tersebut membuat Abian sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkan Dhafina kembali.


Beruntung, Abian memiliki dua sahabat yang selalu menemani dirinya. Leo dan Kalandra selalu menyemangati Abian dan selau mendukung Abian.


" Udah lah bro, cewe banyak di dunia ini. Jangan bersedih terus, justru dengan putusnya lo sama Dhafina, lo bisa tau seperti apa Dhafina sebenarnya. " ucap Kalandra merangkul Abian yang duduk di kursi taman kampus.


" Kalandra bener Bi, lo harus keluar dari kesedihan lo ini. Banyak cewe di luar sana yang jauh lebih baik dari Dhafina, walaupun gue tau, gak mudah buat lo jatuh cinta lagi. Gue tau, lo bukan tipe orang yang mudah percaya sama orang lain, dan sekali lo percaya sama orang itu, lo akan terus percaya sama orang itu. Tapi lo harus nyadar juga, kalau Dhafina gak baik buat lo. " Leo mencoba menyemangati Abian dan duduk di samping Abian.


Setelah Abian putus dengan Dhafina, Leo dan Kalandra selalu menyemangati Abian dan percaya kalau Abian akan bertahan dan bisa melupakan Dhafina.


Tapi ternyata, Leo dan Kalandra salah menduga, justru sejak saat itu, Abian semakin menggila terhadap wanita. Abian seolah penasaran dengan setiap wanita yang dia temui, dan wanita yang menjadi sasaran Abian adalah wanita-wanita malam, atau wanita yang dia temui di club malam yang bisa dia bayar hanya dengan uang.


Dan untuk menyembunyikan kesalah Abian dari Bagas yang suka bermain wanita atau pulang mabuk ke apartemen. Maka Leo dan Kalandra lah yang selalu setia menemani Abian dan menasehati Abian.


Leo dan Kalandra percaya, suatu saat jika Abian menemukan cinta sejatinya, Abian akan benar-benar berubah dan berhenti bermain dengan wanita.


Flash back of.


" Aa tidak salah, semua orang berhak mencintai atau di cintai. Hanya saja, langkah aa saat itu salah, aa melampiaskan semua kekesalan aa dengan berzinah dan mabuk atau bermain dengan sembarangan wanita." ucap Aisyah masih menatap Abian.


" Ya, kau benar, aa salah, dan sekarang aa sadar akan semua itu. aa sudah mengecewakan orang tua aa, Apakah tuhan akan memaafkan aa dan mau menerima aa untuk berubah dan bertobat? " ucap Abian lirih.


" Aa, Allah itu maha pemurah lagi maha penyayang, Allah akan selalu menyayangi semua umatnya. Apalagi, umatnya yang mau berubah seperti aa. "


" Aa takut, kalau tuhan tidak memaafkan semua kesalahan aa di masa lalu. " ucap Abian.


" Tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini a, semua manusia tetap memiliki kekurangan dan masa lalu masing-masing. Hanya Allah lah yang memiliki segala kesempurnaan, manusia hanyalah tempat salah dan khilaf. Dan semua itu tergantung dari manusia itu sendiri, Apakah orang itu mau merubah dirinya jadi lebih baik atau berjalan di jalan yang benar atau salah. Semua itu tergantung dari diri orang itu sendiri. " ucap Aisyah.


Abian tersenyum menatap Aisyah yang masih berbaring menatapnya.


" Apa kau sendiri mau memaafkan semua masa lalu aa yang buruk? " tanya Abian menatap Aisyah penuh harap.


" Kenapa tidak, asal aa benar-benar mau berubah aku terima semua masa lalu aa. Karna aku juga manusia biasa yang tetap memiliki kekurangan a. " ucap Aisyah.


" Sungguh? apa kau tidak cemburu kepada Dhafina? "


Aisyah tersenyum " Kenapa aku harus cemburu dengan orang yang sudah menjadi bagian dari masa lalu aa? aku kan sudah bilang, aku mencintaimu karna Allah, asal aa benar mau berubah, aku ikhlas a. "


" Sungguh? " Abian tersenyum seolah masih tidak percaya dengan perkataan Aisyah


" Iya aa.. "

__ADS_1


" Beneran? " tanya Abian.


" Iya. " Aisyah mengangguk.


" Akhh... "


Aisyah menjerit kaget, saat Abian dengan cepat menindih tubuhnya dan mendaratkan ciuman bertubi-tubi di wajahnya.


" Aa udah. " rengek Aisyah yang terus mendapati ciuman dari Abian.


" Sampai kapan pun aa gak akan pernah puas cium kamu sayang." ucap Abian tersenyum menatap wajah cantik Aisyah dari dekat, menatap wajah cantik wanita yang sudah menjadi istrinya itu.


Abian beralih mencium bibir mungil Aisyah yang sudah menjadi candunya itu, ciuman itu semakin dalam dan lembut, membuat Aisyah sendiri mulai terbuay dengan permainan yang di lakukan Abian padanya.


Aisyah mengalungkan kedua tangan nya di pundak Abian, meresapi permainan yang di lakukan suaminya itu.


Abian melepaskan ciuman nya dan menatap wajah Aisyah dengan tatapan yang sudah sangat ingin memangsa. Gelora hasrat yang selama ini dia pendam kini kembali memuncak.


Dan Aisyah melihat semua itu, Aisyah teringat akan nasihat mama Santi. Bahwa bagai manapun, Abian tetaplah laki-laki dewasa yang membutuhkan kehangatan istrinya di atas ranjang.


" Lakukanlah a, maaf selama ini Aisyah udah buat aa menunggu lama. " ucap Aisyah tersenyum sambil memegang wajah Abian.


Abian tersenyum " Kau bersungguh-sungguh 'kan sayang? " ucap Abian.


" Iya, sudah menjadi kewajiban Aisyah sebagai seorang istri untuk melayani aa yang sudah halal untuk ku dan sudah menjadi suami untuk Aisyah a." ucap Aisyah lembut.


" Makasih sayang, makasih kau sudah mau menjadi istri aa dan mau nerima segala kekurangan aa. " ucap Abian tersenyum menatap wajah cantik Aisyah yang berada di bawah tubuhnya.


Abian mendekati Aisyah, dan membisikan Doa di telinga Aisyah. Membuat Aisyah terharu dan meneteskan Air mata.


Abian menatap Aisyah dalam-dalam. Mengelus wajah Aisyah dengan lembut.


" Kamu gak usah takut, aa akan akan melakukan nya dengan pelan dan lembut. " ucap Abian.


Aisyah tersenyum dan mengangguk, Abian mulai mencium bibir Aisyah kembali dan melaksanakan kewajiban nya sebagai seorang suami yang sesungguhnya.


Memberikan kehangatan dan kepuasan untuk istrinya di atas ranjang. Dan menjadikan Aisyah istrinya yang sesungguhnya.


" Makasih sayang, kau sudah menjadikan aa yang pertama." ucap Abian mencium kening Aisyah. Dengan keringat yang bercucuran di tubuh mereka berdua.


Setelah berjam-jam Abian dan Aisyah melakukan kewajiban mereka dalam sebuah pernikahan yang sesungguhnya. Kini, Aisyah hanya bisa terdiam, terkulay lemas di bawah tubuh Abian suaminya itu.


Aisyah hanya tersenyum menatap Abian yang masih berada di atas tubuhnya. Aisyah mengatur napasnya yang tidak beraturan, karna lelah melayani keperkasaan Abian yang sudah benar-benar menjadi suaminya itu.


Abian tersenyum menatap wajah lelah Aisyah dan mengusap keringat yang mengalir di wajah Aisyah. Abian kembali mencium kening Aisyah dan perlahan melepaskan penyatuan nya dengan Aisyah. Menutupi tubuh polos dirinya dan Aisyah menggunakan selimut, memeluk erat tubuh Aisyah yang lebih dulu sudah memejamkan matanya.


Abian tersenyum bangga karna sudah menjadikan Aisyah miliknya seutuhnya. Tak lama, Abian pun ikut menejamkan mata menyusul Aisyah kedalam dunia mimpi yang indah.


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2