CINTA AISYAH

CINTA AISYAH
Perubahan Sikap Aisyah


__ADS_3

Aisyah masih berdiri mematung, menutup bibirnya menggunakan tangan, menahan sakit dan sesak yang terasa di hatinya. Aisyah mencoba bertahan dan berusaha untuk berpikir fositip, namun hatinya tidak bisa berbohong. Dan air mata yang berusaha ia tahan akhirnya tumpah mengikuti hatinya yang terasa sakit seperti tersayat.


Setelah beberapa saat, Aisyah mengambil tisyu dari dalam tas kecil yang dia bawa. Mengusap Air matanya dan berusaha bersikap seolah tidak terjadi apa-apa.


Aisyah melangkahkan kakinya mendekati seorang pelayan untuk menanyakan di mana letak toilet. Setelah pelayan memberi taunya, Aisyah langsung berjalan menuju toilet. Di dalam toilet Aisyah menatap dirinya sendiri di depan cermin, mengeluarkan bedak untuk merias wajahnya dan menutupi matanya yang sedikit bengkak karna menangis.


Setelah dirasa cukup, Aisyah keluar dari toilet untuk kembali ke ruangan tempat acara masih berlangsung. Walaupun sakit, Aisyah berusaha tetap tegar dan bersikap seolah tidak terjadi apa-apa.


" Sayang, kamu dari mana saja? "


Abian langsung berdiri dari duduknya, saat melihat Aisyah datang menghampiri mereka. Aisyah dan Abian kembali duduk, bersama Agus, Leo, Selin, Santi, Kalandra dan Bagas yang berada di meja yang sama dengan mereka.


" Iya Aisyah, kamu dari mana saja? tadi papah minta tolong sama kamu untuk mencari Abian. Tapi tadi Abian malah datang kesini sendiri. " ucap Bagas.


Mendengar perkataan Bagas, Abian langsung terdiam dengan seribu tanda tanya di pikirannya. Kejadian dirinya bersama Dhafina di taman belakang kembali berputar di kepalanya. Abian menatap Aisyah yang tampak biasa saja, Abian takut kalau Aisyah melihat kejadiannya bersama Dhafina. Yang akhirnya akan menimbulkan kesalah pahaman antara dirinya dan Aisyah.


" Maaf pah. Tadi perut Aisyah terasa sedikit gak nyaman, itu sebabnya Aisyah lama di toilet. Saat Aisyah mencari a Bian, Aisyah gak bisa menemukan a Bian. Ternyata saat Aisyah kesini, a Bian malah sudah ada disini bersama papah dan yang lainnya. " Aisyah tersenyum ramah, mencoba mencari alasan agar tidak membuat semua orang curiga.


Walaupun sakit, Aisyah terus berusaha tersenyum dan bersikap seolah tidak terjadi apa-apa. Dengan terus berbincang dan tertawa bersama Selin dan yang lainnya. Membuat Abian yang sedang memperhatikannya, merasa yakin kalau Aisyah tidak melihat kebersamaan dirinya dengan Dhafina.


Setelah beberapa saat, acara pun sudah selesai. Semua orang yang menghadiri acara tersebut satu per satu mulai membubarkan diri, kembali pulang ke rumah mereka masing-masing. Begitu juga dengan Abian dan Aisyah yang sudah berada di dalam mobil menuju kediamannya.


Sepanjang perjalanan Aisyah hanya memandang ke arah kaca mobil di sampingnya. Aisyah merasa takut menatap wajah Abian, yang akhirnya akan kembali mengingatkan dirinya dengan kejadian Abian bersama Dhafina.


" Sayang... kenapa dari tadi kamu terus diam? " Abian menggenggam tangan Aisyah lalu menciumnya.


" Aku tidak apa-apa a, aku cuma sedikit lelah aja. Pengen cepet sampe rumah, lalu istirahat. " ucap Aisyah masih berusaha tersenyum menatap Abian.


Abian menarik tangan Aisyah, membawa Aisyah masuk kedalam pelukannya. Membuat Aisyah merasa nyaman di dalam pelukannya dan menyandarkan kepala Aisyah di dadanya. Mengusap kepala Aisyah dan terkadang menepuk pelan punggung Aisyah supaya Aisyah merasa nyaman.


" Tidurlah... nanti kalau sudah sampai, aa akan membangunkanmu. Aa tidak mau kalau sampai kamu kelelahan, apalagi besok kamu harus kuliah lagi bukan? " ucap Abian lembut, sementara Aisyah hanya mengangguk.


Aku bukan hanya kelelaha a, tapi hatiku juga terasa sakit dan sesak. Sebenarnya apa yang sedang terjadi? apa sebenarnya kau masih mencintai ka Dhafina atau tidak? aku berusaha untuk percaya kepadamu dan berusaha untuk melupakan apa yang aku lihat, tapi hatiku tetap merasa perih dan sakit.


Setelah perjalanan yang cukup lama, Aisyah dan Abian sudah sampai di depan rumahnya. Aisyah langsung masuk ke dalam rumah, melewati Mbok Siti dan beberapa pelayan yang menyambutnya, meninggalkan Abian yang masih berbincang bersama Leo.

__ADS_1


Saat sampai di dalam kamar, Aisyah langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Lalu mengambil baju tidur yang tertutup, berlengan panjang dan celana panjang. Entah kenapa, malam ini Aisyah tidak mau memakai baju tidur kekurangan bahan yang biasa di inginkan Abian.


Abian memang sempat menyuruh Mbok Siti untuk membuang baju tidur berlengan panjang dan tertutup milik Aisyah.Tapi Aisyah melarang Mbok Siti untuk membuangnya dan Abian juga mengetahuinya. Dengan syarat yang di ajukan Abian, bahwa dirinya harus menggunakan baju tidur kekurangan bahan tersebut jika sedang tidur bersama Abian.


Tapi malam ini, Aisyah merasa ingin menggunakan baju tidur yang tertutup. Entah mungkin karna Aisyah merasa kecewa dengan Abian yang melakukan adegan itu dengan Dhafina.


Aisyah menggunakan hijabnya, lalu turun ke lantai bawah untuk mengambil si Boy yang berada di dalam kandangnya. Saat sampai di lantai bawah, si Boy terlihat sedang menikmati tidurnya, meringkuk nyaman di atas ranjangnya yang berada di dalam kandang.


Sala seorang pelayan wanita menghampiri Aisyah, berdiri tidak jauh dari Aisyah.


" Apa si Boy sudah di beri makan? " tanya Aisyah.


" Sudah nona. " pelayan itu menjawab.


" Baiklah. " ucap Aisyah berlalu meninggalkan pelayan itu, menggendong si Boy lalu membawa si Boy masuk ke dalam kamarnya.


Setelah sampai di dalam kamar, Aisyah menyimpan si Boy di atas ranjang. Lalu melepas hijabnya, membiarkan rambut panjangnya terurai.


Aisyah naik ke atas ranjang, dan membawa si Boy ke dalam pelukannya. Aisyah dan si Boy tidur di atas ranjang yang sama dan di dalam selimut yang sama. Entah kenapa, malam ini Aisyah merasa tidak perduli dengan Abian suaminya, walaupun Abian tidak menyukai kucing dan melarang Aisyah membawa si Boy ke dalam kamar.


Aisyah tetap ingin membawa si Boy dan tidur sambil memeluk si Boy, yang tidur meringkuk di dalam pelukannya. Setelah lama berbincang dengan Leo di ruang kerjanya, Abian masuk ke dalam kamar dan melihat Aisyah sudah tertidur pulas di dalam selimut. Tampa Abian tau, ada apa di dalam selimut itu.


Saat Abian mau memeluk Aisyah, Abian merasakan seperti sedang menyentuh sesuatu yang berbulu dan terasa lembut di tangannya. Abian merasa heran, tidak mungkin Aisyah istrinya berbulu lebat dan lembut. Abian merasa penasaran dan secara perlahan membuka selimut yang menutupi tubuh istrinya itu.


Abian terkejut dan langsung memundurkan tubuhnya dengan cepat, sampai dirinya terjatuh dari atas ranjang. Abian memang terkejut, tapi tidak mau bersuara, takut kalau suaranya akan membangunkan Aisyah yang sudah tertidur pulas.


" Aduh... pinggangku... " Abian duduk di bawah, bersandar dekat ranjang sambil memegang pinggangnya yang terasa sakit akibat terjatuh dari atas ranjang.


Abian mendekati ranjang, dan menatap tajam ke arah Aisyah yang sedang memeluk si Boy yang sedang tertidur pulas. Mata Abian membulat sempurna saat dirinya melihat Aisyah menggunakan baju tidur yang tertutup.


" Kenapa Aisyah menggunakan baju tidur seperti itu? dan lagi, apa ini? kenapa kucing sialan itu ada di sini? " gerutu Abian pelan.


Abian berdiri menatap ke arah Aisyah yang tertidur pulas sambil memeluk si Boy. Abian berpikir, bagai mana caranya untuk menyingkirkan kucing itu dari dekat Aisyah. Tidak mungkin bagi Abian menyentuh kucing itu, karna dirinya tidak menyukai kucing sama sekali.


Abian berniat ingin membangunkan Mbok Siti atau pelayan lain untuk menjauhkan si Boy dari Aisyah. Namun rencananya terhenti, karna waktu menunjukan sudah sangat malam, pasti Mbok Siti dan para pelayan sudah tertidur pulas. Dan lagi, kalau sampai besok Aisyah tidak melihat si Boy saat dirinya bangun, Aisyah pasti akan merasa kecewa pikir Abian.

__ADS_1


Tapi, bagai mana dengan dirinya sendiri yang tidak bisa tidur di atas ranjang dan tidak bisa tidur memeluk Aisyah. Alhasil, Abian hanya bisa mengalah hanya untuk malam ini saja. Abian mendekati Aisyah, membenarkan kembali selimut yang tadi sempat dia buka dan membiarkan Aisyah tidur bersama si Boy.


Abian mengambil selimut lain dari dalam lemari dan tidur di atas sofa. Mengalah demi wanita yang sangat dia cintai.


Awas kau Boy... kau sudah berani merebut pelukan istriku. Lihat saja, habis kau.


Abian menggerutu sendiri tampa tau apa yang sebenarnya di rasakan oleh Aisyah saat ini. Tak lama, Abian pun tertidur pulas menyusul Aisyah ke alam mimpi.


* * *


Kini mentaripun sudah kembali menyinari bumi, semua orang di kediaman Abian sudah kembali di sibukan dengan kegiatan mereka masing-masing.


Begitu juga dengan Abian yang seperti biasa akan di sibukan dengan pekerjaan kantornya. Dan Aisyah dengan kuliahnya. Saat ini Abian sedang menatap Aisyah yang sedang memakan sarapan seperti biasa sebelum berangkat kuliah.


Abian mulai merasa heran dengan sikap Aisyah yang terasa sedikit aneh dan terkesan seolah sedikit menjaga jarak dengannya. Mulai dari bangun tidur saat subuh, Aisyah bahkan terkesan cuek dengan Abian yang tidur di sofa.


Bahkan sampai saat ini, ketika mereka sedang sarapan pun, Aisyah hanya pokus dengan makanannya tampa melirik Abian sama sekali. Aisyah memang sengaja melakukan itu, karna Aisyah tidak mau sampai menatap wajah Abian yang akan mengingatkan dirinya akan kejadian Abian dan Dhafina.


" Sayang, makan ikannya ya, biar kamu sehat. " ucap Abian menyimpan ikan di piring Aisyah.


Namun Aisyah hanya tersenyum dan kembali pokus dengan makanannya, tampa ada reaksi yang lain. Abian sendiri merasa heran dengan senyuman Aisyah yang terkesan seperti di paksakan. Sangat berbeda dengan hari-hari biasa, Aisyah selalu tersenyum ceria menatap Abian.


Ada apa ini? kenapa aku merasa ada yang ganjal dengan sikap Aisyah. Apa mungkin Aisyah sedang memiliki masalah?


Abian terus memperhatikan sikap Aisyah sampai sarapan selesai. Kini Abian dan Aisyah sudah berada di dalam mobil seperti biasa, Pak Mun yang menjadi supir dan Leo yang duduk di depan di samping Pak Mun.


Abian terus memperhatikan Aisyah yang dari tadi terdiam, memandang ke arah jendela kaca mobil yang ada di sampingnya.


" Sayang... ada apa? perasaan ko dari tadi cuekin aa terus? " rengek Abian mencium tangan Aisyah menggenggamnya erat.


Aisyah tersenyum, berbalik menatap Abian " Kenapa? orang aku gak apa-apa." ucap Aisyah.


" Jangan bohong sayang, aa tau dari tadi kamu cuekin aa. Kalau kamu lagi ada masalah cerita sama aa, kalau aa ada salah sama kamu, kamu jujur aja sama aa. Aa gak akan marah ko sayang. " ucap Abian.


" Gak ada apa-apa, mungkin itu cuma perasaan aa aja. " Aisyah mencoba mengelak.

__ADS_1


Aisyah hanya tersenyum menanggapi perkataan Abian. Aisyah merasa belum siap jika harus menanyakan adegang yang Abian lakukan dengan Dhafina. Aisyah hanya terus berusaha tersenyum dan mencoba untuk tenang menghadapi semua itu.


Bahkan saat mobil sampai di kampus pun, Abian masih merasa curiga dan aneh akan sikap Aisyah yang lebih banyak diam, seperti sedang memikirkan sesuatu.


__ADS_2