CINTA AISYAH

CINTA AISYAH
Akad Nikah


__ADS_3

Kini 3 minggu pun telah berlalu, akad nikah yang di inginkan Bagas pun sedang berlangsung. Akad nikah pun di hadiri keluarga dan teman dekat Abian dan Aisyah, dan juga para kolega bisnis keluarga besar pratama.


Setelah akad nikah selesai, acara resepsipun akan di langsungkan hari itu juga, yang bertempat kan di salasatu Hotel mewah milik Keluarga besar pratama yang ada di Jakarta.


Dan tak lupa juga, dengan penjagaan ketat dari para Bodiguart yang di percaya keluarga pratama, untuk menjaga keamanan selama acara berlangsung.


" Y**a alloh, hari ini datang juga, sebentar lagi aku akan menikah, jika kau menginginkan aku menjadi istri a Bian aku ikhlas ya alloh, aku hanya berdoa padamu, bimbinglah hamba untuk bisa menjadi istri yang baik untuk suami hamba, walaupun aku sendiri belum benar benar mengenal a Bian ." pikir Aisyah.


" Asyik, penganten, cantik banget nih ! " goda Selin yang baru masuk ke kamar Aisyah.


Aisyah pun hanya tersenyum sambil duduk di kursi meja riasnya. Dengan menatap ke arah cermin, Aisyah menatap dirinya sendiri yang seolah berbeda. Riasan yang menempel di wajahnya membuat wajah Aisyah semakin cantik, tapi tak menghilangkan kesan kecantikan nya yang Natural.


Dengan di balut kebaya putih khas seorang pengantin, dengan riasan di kepalanya tampa melepas hijab yang di kenakan nya, membuat kadar kecantikan Aisyah semakin bertambah.


Suara pembawa acara yang memulai acara pun terdengar sampai ke kamar yang di tempati Aisyah. Sebelum akad nikah di ucapkan oleh Abian, Aisyah tidak di ijinkan keluar dari kamarnya.


Baru kali ini Abian merasakan rasa gugup yang melanda dirinya, karna ini Akad nikah yang pertama untuknya.


" G**ilaaa.....!! kenapa gue jadi gugup kaya gini ? " pikir Abian.


Penghulu pun membacakan nasehat- nasehatnya, dan kemudian mulai menyiapkan berkas.


" Baiklah apa semuanya sudah siap ? " tanya Pak penghulu.


" Siap ! " ucap Abian.


Abian pun langsung menyambut uluran tangan Agus sebagai wali Aisyah. Dan satu tarikan napas saja Abian berhasil menjadikan Aisyah istrinya.


Semua yang hadir di acara tersebut pun bersorak dan kompak mengatakan kata" SAH " membuat Aisyah yang berada di dalam kamarnya pun terharu.


Mama Santi pun masuk ke kamar yang di tempati Aisyah, untuk menjemput menantunya yang masih berada di kamarnya.


" Wah... akhirnya kamu jadi mantu mamah juga. " ucap Santi yang baru sampai di kamar Aisyah.


" Iya nih mah, akhirnya aku punya kaka ipar cantik lagi, iyakan kaka ipar ? "


Goda Selin Yang dari tadi menemani Aisyah di kamarnya. Aisyah pun hanya tersenyum mendengar perkataan mertua dan adik iparnya tersebut.


Mama Santi dan Selin pun membawa Aisyah ke tempat akad nikah, karna sekarang sudah waktunya Aisyah menemani Abian yang sudah sah menjadi suaminya.


Saat Aisyah berjalan menuju tempat akad nikah dengan di gandeng oleh Santi dan Selin, semua mata langsung tertuju kagum melihat kecantikan Aisyah. Begitu pula dengan Abian yang tidak melepaskan pandangan nya dari wanita yang sudah sah menjadi istrinya tersebut.


" Wah, lihat itu pengantin wanitanya sangat cantik, berapa beruntung nya Pak Abian. " ucap sala-satu tamu yang hadir.


" Ya, kau benar, bahkan kata orang Pak Abian seorang Casanova, yang di kelilingi banyak wanita cantik dan seksi. Gak nyangka Pak Abian bisa dapat wanita yang berhijab. " ucap yang lain.

__ADS_1


Kini Aisyah pun duduk di samping Abian dan mencium tangan Abian laki-laki yang sudah sah menyjadi suaminya tersebut.


Abian dan Aisyah pun menanda tangani beberapa berkas dan buku nikah yang sudah menjadi milik mereka.


Setelah Aisyah dan Abian resmi memiliki buku nikah. Tukang potograper propesional yang di percaya keluarga pratama pun, mengambil poto Aisyah dan Abian berdiri dengan memegang buku nikah mereka masing-masing. Setelah selesai memotret, tiba-tiba semua orang bersorak meminta Abian mencium kening Aisyah.


" Cium....... cium..... cium...... "


Aisyah pun hanya diam tersipu malu mendengar permintaan orang-orang yang hadir di acara tersebut dan " Cup" Abian pun mencium kening Aisyah yang sudah sah menjadi istrinya itu, dan tak lupa potograper itupun mengambil jepretan poto mesra adegang tersebut.


Semua orang bersorak kegirangan melihat adegan mesra tersebut.


" Aduhhhh... hati gue meleleh melihat pemandangan ini." ucap Jono yang juga datang menghadiri acara tersebut.


" Iya nih, kapan ya gue bisa Kaya gini ? " Ucap joko.


Aisyah dan Abian pun langsung naik ke pelaminan dengan di temani orang tuanya. Santi dengan Bagas dan Agus dengan Selin, Selin yang mendampingi Agus di kursi dekat sang pengantin menggantikan almarhum ibunya Aisyah.


Karna ibunya Aisyah sudah meninggal saat melahirkan nya, maka Selin lah yang menemani Agus duduk di kursi dekat pengantin, mereka pun berdiri di pelaminan menyalami semua tamu yang hadir.


" Hai sya, akhirnya nikah juga, cepet-cepet punya anak ya." goda jono tersenyum menyalami Aisyah dan Abian.


" Selamat belah duren ya Sya. " goda joko tersenyum jahil.


Tiba-tiba Abian merangkul pinggang ramping Aisyah, merapatkannya dengan tubuh Abian.


" Terima kasih, aku pasti akan cepat bercocok tanam agar kami cepat punya anak." ucap Abian tersenyum menatap Jojo.


Aisyah yang mendengar itu hanya mematung keheranan, dengan sikap Abian yang tiba-tiba berubah mesra.


Acara resepsi pun berlangsung ramai dan khidmat, kini Aisyah dan Abian pun mengganti gaun pengantin mereka yang ke dua kalinya untuk acara resepsi yang sedang berlangsung.


Dan tentunya untuk acara pemotretan juga, gaun berwarna biru dongker yang senada dengan jas yang di gunakan Abian, membuat mereka menjadi pasangan yang serasi malam ini.


Saat potograper meminta adegan mesra antara Abian dan Aisyah, Aisyah pun tertunduk malu, karna saat ini tubuhnya sedang di rangkul erat oleh Abian. tangan Abian melingkar sempurna di pinggang Aisyah dan tangan Aisyah memegang pundak Abian, membuat tubuh mereka menempel sempura. Saking dekatnya, Aisyah pun dapat merasakan deru napas Abian di pipinya.


" Hari ini kamu cantik." bisik Abian di telinga Aisyah.


Aisyah pun hanya tersipu malu mendengar perkataan Abian yang begitu dekat dengan nya, potograperpun mengambil poto adegan mesra mereka, cekrek...... cekrek..... potograper pun berhasil mengabadikan beberapa adegan mesra Abian dan Aisyah.


" J**angan pernah kau berikan harapan palsumu itu padaku a Bian, jika kamu sendiri tak mampu memenuhinya, lebih baik jujur mesti pilu dari pada bahagia tapi palsu, aku memang menjadi istrimu tapi wanita lainlah yang mengisi hatimu."


Ucap Aisyah dalam hati, mengingat perkataan Kalandra kalau Abian mencintai wanita di masa lalunya.


Aisyah sendiri tau hubungan Abian dengan wanita yang ada di masa lalunya, yang membuat Abian belum bisa berkomitmen terhadap satu wanita. Dan Aisyah juga tau, bahwa Abian selalu memesan beberapa wanita bayaran untuk menemani malam-malam Abian.

__ADS_1


Tapi, Aisyah sendiri hanya bisa pasrah menyerahkan takdir hidupnya itu kepada tuhan, apakah nanti rumah tangganya akan berjalan mulus atau tidak.


Setelah selesai acara resepsi, kini Aisyah pun sedang berada di kamar Hotel mewah yang sudah di sediakan untuk kedua mempelai tersebut.


" Rasanya tubuhku lengket, aku mau mandi dulu." ucap Aisyah.


Aisyah pun membuka seluruh gaun pengantin nya dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan seluruh tubuhnya yang terasa lengket.


Aisyah pun selesai membersihkan diri dan keluar dari kamar mandi menggunakan Bathrobes sepaha dan membawa handuk untuk mengeringkan rambutnya, Aisyah berjalan menuju ranjang dengan menempelkan handuk di kepalanya berharap mengurangi basah di rambut panjangnya yang terurai.


Saat Aisyah berjalan, betapa terkejutnya Aisyah melihat Abian sedang duduk santai melipat kedua kakinya di atas ranjang, masih menggunakan setelan kemeja pengantin yang di gunakan nya tadi.


" Astagpirulohaladzim ! "


Repleks Aisyah menutupi dadanya yang sedikit terbuka dengan handuk yang ada di tangan nya.


" A Bian, sejak kapan aa di sini ? " tanya Aisyah yang masih berdiri kaget di menatap Abian.


Abian pun hanya bisa menelan saivanya kasar, saat melihat kecantikan Aisyah yang terpampang nyata di hadapan mata nya.


Kaki jejang Aisyah yang putih mulus dan leher putih nya yang terpampang nyata di mata Abian, rambut panyjang Aisyah yang basah terurai, membuat pikiran liar Abian pun seketika berputar di kepalanya.


Ingin rasanya Abian menerkam Aisyah saat itu juga. Tapi Abian sadar kalau Aisyah adalah wanita baik-baik, dan tidak mungkin Abian meminta haknya sebagai suami kepada Aisyah saat ini juga.


" Sittt..! sial, kenapa Aisyah begitu menggoda, gue gak nyangka jika dia membuka pakaian nya dia begitu cantik dan sexi. " pikir Abian.


" Udah selesai mandinya ? "


Tanya Abian mengalihkan pemandangan indah di depan matanya yang sangat menggoda.


" Udah. " ucap Aisyah yang masih berdiri mematung di hadapan Abian.


Abian pun langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dari rasa lengket. Dan tentunya untuk menidurkan sesuatu yang sudah mengganjal di dalam celananya.


Karna birahinya sudah memuncak, saat melihat Aisyah yang hanya menggunakan bathrobes sepaha, membuat tubuh indah Aisyah terlihat jelas.


Abian adalah laki-laki dewasa normal, yang tidak bisa membohongi dirinya sendiri kalau dirinya tergoda saat melihat Aisyah seperti itu.


Namun, karna janjinya kepada Aisyah, yang mengatakan kalau dirinya akan menjaga dan bertanggung jawab kepada Aisyah. Membuat Abian harus menahan hasratnya, sampai Aisyah siap dengan kewajiban nya sebagai istri Abian yang sesungguhnya.


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2