
" Aduhh... akhirnya sampai juga." ucap Bagas.
Agus dan Bagas baru sampai ke Indonesia dan hari ini mereka berniat langsung berkunjung ke rumah Abian. Mereka pun keluar dari mobil dan membawa Pet Kargo Box yang di keluarkan dari dalam bagasi mobil.
" Wah, paman Agus dan papah Bagas di sini juga! "
Leo baru saja sampai di depan rumah Abian seperti biasa. Leo langsung menyapa Agus dan Bagas yang masih berdiri di depan rumah Abian, dengan di sambut Mbok Siti dan beberapa asisten rumah tangga, secara kebetelun kedatangan Leo bersamaan dengan datangnya Agus dan Bagas di kediaman Abian.
" Itu apa pah? "
Leo menunjuk Pet Kargo Box yang di pegang Bagas.
" Ini hadiah untuk menantu papah, papah langsung bawa dari Amerika. " ucap Bagas bangga.
Saat Leo sedikit membuka kain penutup Pet Kargo Box tersebut, Leo langsung tersenyum.
" Papah mau ngerjain Abian? Abian kan tidak suka mahluk berbulu seperti itu pah? " Leo masih tersenyum menatap Bagas.
" Akhh... biarkan saja" Bagas melambaikan tangan nya " papah tidak peduli sama Abian, papah bawa ini untuk menantu papah, Agus bilang menantu papah suka sama ini. Masalah Abian, biarkan saja nanti dia kelabakan sendiri. " ucap Bagas enteng.
Akhirnya, Leo, Agus dan Bagas malah tertawa, membayangkan reaksi Abian nanti. Mereka bertiga tau, kalau Abian sangat tidak menyukai apa yang di bawa Bagas di dalam Pet Kargo Box tersebut.
Agus, Bagas dan Leo berjalan masuk ke dalam rumah Abian dengan di temani Mbok Siti. Mereka pun duduk di sofa ruang keluarga sambil minum teh hangat, untuk menunggu Abian dan Aisyah turun. Sedangkan Mbok Siti sudah pergi ke lantai atas untuk menemui Abian.
Tok.. Tok..
" Tuan muda, permisi, ini Mbok. "
Mbok Siti mencoba membangunkan Abian dengan mengetuk pintu kamar, sementara di dalam kamar, Aisyah masih terbaring bersama Abian di atas ranjang. Dengan selimut yang menutupi tubuh polos Abian dan Aisyah.
Setelah pagi-pagi Aisyah dan Abian melakukan mandi wajib dan melaksanakan solat pardu subuh dua rokaat, Aisyah dan Abian kembali tidur. Dan untuk Abian sendiri, dirinya tidak mau menyia-nyiakan waktu kebersamaan dengan istrinya, Abian kembali menjamah Aisyah sampai membuat Aisyah lelah akibat ulahnya itu.
Dengan keadaan terlentang, Aisyah sedikit menggerakan tubuhnya dari dalam selimut, merasa terganggu dengan ketukan pintu yang terdengar di telinganya.
Melihat itu, Abian langsung mendekati Aisyah dan mengusap-ngusap kepala Aisyah.
" Ssst... tidurlah... Biar aa yang buka pintu. " ucap Abian lembut, tersenyum menatap Aisyah yang masih memejamkan mata sambil mencium kening Aisyah.
Abian tau, kalau saat ini Aisyah sangat membutuhkan istirahat. Di karnakan ulahnya yang telah membuat Aisyah sangat kelelahan. Abian tersenyum menatap Aisyah sambil membenarkan selimut agar menutupi tubuh polos istrinya itu.
Abian turun dari atas ranjang dan berjalan ke arah ruang ganti. Abian memakai pakean rumahan, celana pendek selutut dan kaos oblong. Abian berjalan ke arah pintu sambil sesekali membenarkan rambutnya yang sedikit acak-acakan menggunakan tangan.
" Ada apa Mbok? "
Abian langsung bertanya ketika melihat Mbok Siti yang masih setia berdiri di depan pintu menunggu dirinya.
" Di bawah ada tuan Agus, tuan Bagas dan tuan muda Leo, sedang menunggu di ruang keluarga tuan muda. " Mbok Siti menjelaskan.
" Ya sudah, Mbok lanjutkan saja pekerjaan Mbok, biar saya sendiri yang menemui mereka. " ucap Abian.
Mbok Siti pun pergi untuk kembali mengerjakan tugasnya sebagai kepala pelayan di rumah Abian.
" Papah ngapain sih pake acara ke sini pagi-pagi? Bukan nya dari Amerika langsung pulang ke rumah dan istirahat, ini malah gangguin aku tidur. " gerutu Abian sambil berjalan menuju ruang keluarga.
Abian memang sudah menerima kabar dari ayah mertuanya Agus, Kalau Bagas dan Agus akan sampai ke Indonesia hari ini. Tapi Abian tidak menyangka kalau saat ini Bagas dan Agus ayah mertuanya akan berkunjung ke rumahnya.
" Selamat pagi pah, ayah! "
Saat sampai di ruang keluarga, Abian langsung menyalami Agus dan Bagas yang sedang duduk santai di sofa. Mata Abian sempat melirik Pet Kargo Box yang berada di bawah meja dekat kaki papihnya Bagas.
__ADS_1
Sementara Bagas dan Agus menatap Abian dari bawah sampai atas dengan ekspresi yang sulit di artikan. Bagi Agus dan Bagas yang sudah berumur dan mengalami hidup rumah tangga lebih lama dari Abian. Mereka sangat tau dan bisa menebak dengan hanya melihat kondisi Abian saat ini. Bagas dan Agus saling tatap dan tersenyum.
" Sebentar lagi kita akan punya cucu. " bisik Bagas kepada Agus, mereka berdua pun tersenyum.
Sementara Abian yang sedang duduk di sofa, malah menatap Leo keheranan dengan sikap kedua ayahnya yang saling bisik di hadapan nya saat ini. Leo sendiri yang sedang memegang cangkir teh hangat, hanya menatap Abian sambil mengangkatkan kedua bahunya, seolah ingin mengatakan kepada Abian kalau dirinya juga sama tidak tau dengan sikap kedua ayah di hadapan nya saat ini.
" Kalian kenapa? ko malah tersenyum gitu? " tanya Abian keheranan.
" Tidak apa-apa nak, biasa urusan orang tua. " Agus tersenyum menatap Abian.
" Kamu ini, mau tau aja urusan orang tua. " ucap Bagas tegas.
Abian hanya menghembuskan napasnya kasar mendengar ucapan papahnya Bagas yang selalu bersikap tegas padanya. Sementara Leo hanya tersenyum sambil duduk santai meminum teh hangatnya.
" Lo malah diem aja, bantuin gue kenapa? " gerutu Abian pelan sambil menendang kaki Leo yang duduk di sampingnya.
Leo tidak meresopn, dia hanya tersenyum manis sambil duduk santai di samping Abian.
" Kamu gak ke kantor? udah siang gini masih pake baju rumahan kaya gitu? "
Bagas sengaja bertanya seperti itu, mencoba untuk memojokan anaknya.
" Dan lagi menantu papah kemana? jangan bilang kalau kamu sudah menyiksa menantu papah? " ucap Bagas tegas menatap Abian.
" Em.. itu.. anu pah. " Abian mulai gelagapan, bingung sendiri harus menjelaskan apa. Abian tidak mungkin menjelaskan kepada kedua ayahnya kalau dirinya dan Aisyah habis melakukan itu.
" Akhh... lagian papah kenapa sih pake kesini? ini kan masih pagi pah. " gerutu Abian menatap Bagas mencoba mengalihkan pembicaraan.
" Kamu bilang ini masih pagi, kamu buta Abian, lihat jam itu. " ucap Bagas menunjuk jam dinding yang ada di ruang keluarga.
Abian kaget sendiri melihat jam yang sudah menunjukan pukul sembilan.
Sementara Leo hanya tersenyum sendiri, Leo sudah tau apa yang di lakukan Abian dan Aisyah. Karna semalam dirinya sendiri lah yang memesan kelopak bunga mawar itu.
Melihat Abian seperti itu, akhirnya Bagas dan Agus malah tertawa lepas di hadapan Abian. Membuat Abian bengong sendiri, sementara Leo hanya duduk santai sambil tersenyum biasa saja.
" Papah bercanda Abian. " ucap Bagas masih tertawa bersama Agus.
" Ingat, kamu harus buatin papah cucu secepatnya, tapi kamu jangan siksa menantu papah sampai siang begini. " ucap Bagas menggoda Abian.
Abian yang mengerti perkataan Bagas, Akhirnya tersenyum sambil sedikit tertunduk seolah dirinya sedang terciduk satpam kompleks. Akhirnya mereka pun tertawa bersama-sama.
" Gimana keadaan kaki Aisyah Bi? ayah dengar Aisyah jatuh dari tangga. " ucap Agus.
" Aisyah sudah mendingan ayah, Aisyah sudah bisa jalan, besok Kalandra akan memeriksa kaki Aisyah kembali. " Abian menjelaskan.
" Papa bawa oleh-oleh untuk Aisyah, ayah mertuamu bilang istrimu sangat menyukai hadiah yang papah bawa ini. " ucap Bagas.
" Hadiah apa pah? " Abian menatap Bagas keheranan.
" Itu di bawah. " ucap Bagas.
Bagas mengambil sesuatu dari dalam Pet Kargo Box tersebut dan mengeluarkan nya. Dan ternyata, seekor kucing American shother berwarna belang hitam yang di keluarkan Bagas, Terdengar suara kerenceng dari kalung kucing tersebut.
" Akhh..... "
Abian langsung berdiri dari duduknya, Abian kelabakan sendiri saat melihat Bagas mengeluarkan kucing tersebut dari dalam Pet Kargo Box. Abian semakin bergidik ngeri saat melihat Bagas malah menyimpan kucing tersebut di pangkuan nya dan mengelus kucing tersebut.
" Papah ngapain sih bawa kucing kampungan itu kesini? papa tau kan, aku gak suka kucing pah. " ucap Abian berdiri menjauhi sofa.
__ADS_1
" Enak aja kamu bilang kucing ini kampungan, papa beli kucing ini langsung dari Amerika dan harganya saja sampai ratusan juta. Papa beli ini kusus untuk menantu kesayangan papah, bukan untuk kamu, seenaknya saja kamu ngomong. " bentak Bagas kembali memasukan kucing tersebut ke dalam Pet Kargo Box.
" Pokonya papah tidak mau tau, kucing ini harus tetap berada di rumah ini. Kalau sampai papah tau kamu membuangnya, papah akan hajar kamu. " bentak Bagas.
" Main hajar aja, emangnya aku apaan? " gerutu Abian masih berdiri menjauhi sofa.
" Apa? ngelawan aja kamu, kamu mau papah ngeluarin ini kucing dan ngelemparnya di wajah kamu." ancam Bagas.
" Cih... papah bisanya cuma ngancem aja. " gerutu Abian masih dengan wajah masamnya.
Leo dan Agus hanya duduk santai sambil menertawakan kelakukan Abian yang takut akan kucing. Seorang Abian pratama laki-laki terkenal cuek, dingin dan seorang casanova penakluk wanita, ternyata memiliki kelemahan yaitu kucing.
" Udah, papa mau pulang, papa capek mau istirahat. " ucap Bagas berdiri dari duduknya bersama Agus.
" Leo, pastikan Abian tidak membuang kucing ini, dan pastikan kucing ini harus sampai di tangan menantuku Aisyah. " ucap Bagas tegas.
" Siap pah! " ucap Leo berdiri tersenyum menatap Bagas.
Akhirnya Agus dan Bagas pun pergi dari kediaman Abian. Sementara Abian masih berdiri menatap Pet Kargo Box yang berisi mahluk yang paling Abian benci itu.
" Lo urus tu mahluk." ucap Abian menunjuk Leo, sambil berlari ke arah tangga menuju kamar.
Sementara Leo hanya berdiri tersenyum menatap kelakuan Abian yang takut akan kucing.
Abian sudah sampai di dalam kamarnya dengan masih berginik ngeri membayangkan ada kucing di rumahnya. Tapi, rasa takutnya seolah sirna seketika saat melihat wajah cantik Aisyah yang masih tertidur pulas di atas ranjang.
Abian merangkak naik ke atas ranjang dan mendekati Aisyah yang masih tertidur pulas.
" Puhhh.... " Abian meniup wajah Aisyah sambil tersenyum menatap wajah cantik Aisyah dari dekat.
" Emm..." Aisyah menggerakan badannya sambil perlahan membuka matanya.
" Sayang... bangun, udah siang. " bisik Abian lembut.
Aisyah membuka matanya dan tersenyum saat melihat Abian yang sudah menatapnya dari jarak yang sangat dekat.
" Aa udah bangun?"
" Udah dari tadi sayang, kamu dan aa belum mandi, kita mandi bareng yuk! " ucap Abian tersenyum mengelus pipi Aisyah yang masih berbaring.
Sementara Aisyah hanya tersenyum menatap wajah tampan suaminya, Aisyah masih berpikir tidak percaya, bahwa sekarang dirinya sudah benar-benar menjadi istri Abian yang sesungguhnya.
" Em...."
Saat bangun Aisyah merasakan sakit di area intinya dan seluruh tubuhnya pun terasa pegal. Aisyah hanya duduk di atas ranjang menutupi tubuhnya dengan selimut, merasakan sakit yang semakin terasa saat dirinya bergerak.
" Sayang, apa masih terasa sakit?" tanya Abian cemas sambil memegang tangan Aisyah.
" Ya. " Aisyah mengangguk sedikit tertunduk malu.
" Apa aa segagah itu? sampai membuatmu lemah tidak berdaya seperti ini. " goda Abian tersenyum menatap Aisyah.
" Ikh.... " Aisyah memukul dada Abian pelan.
Abian pun tersenyum dan membawa Aisyah kedalam pelukannya. Aisyah juga tersenyum di dalam pelukan Abian, merasa bahagia karna sudah melaksanakan kewajibannya sebagai seorang istri yang sesungguhnya untuk Abian.
*
*
__ADS_1
*