CINTA AISYAH

CINTA AISYAH
Baru Saja Romantis berakhir masalah


__ADS_3

" Sayang... apa kamu gak marah sama aa? " Abian merangkul pinggang Aisyah, berjalan bersama menuju kamar.


" Kenapa harus marah? " tanya Aisyah heran.


" Karna aa gak ngelamar kamu dengan mesra seperti yang di lakukan Leo barusan. Dulu kita menikah karna keinginan kedua orang tua kita, dan saat itu kita sama sekali belum memiliki perasaan saling menyukai. "


" Aku tidak butuh hal seperti itu a. Asalkan aa setia, jujur dan bisa di percaya, itu saja sudah cikup bagiku a. " Aisyah menghentikan langkahnya di depan pintu kamar, tersenyum memandang Abian.


" Sungguh? "


" Iya. " Aisyah tersenyum.


" Makasih sayang. " Abian memeluk Aisyah lalu masuk ke dalam kamar mereka.


" Astagpiruloh... ini apa? "


Aisyah berdiri terdiam, memandang kamarnya yang sudah di hias dengan beberapa lilin yang menyala di lantai dan di atas nakas. Taburan bunga di atas ranjang dengan lampu kamar yang di matikan, hanya cahaya beberapa lilin saja yang menerangi. Membuat suasana menjadi semakin romantis.


" Ini kejutan untukmu sayang. " Abian memeluk Aisyah dari belakang. " Aa gak mau ka kalah dari Leo, aa juga mau memberikan kamu kejutan, yang mungkin bisa membuatmu bahagia. " ucap Abian menarik Aisyah ke dekat ranjang. Abian berlutut di depan Aisyah dan membuka sebuah kotak kecil yang berisi cincin mewah.


" Ya Alloh... apa ini a? " tanya Aisyah menatap Abian yang sedang tersenyum menatapnya.


" Aa sendiri tau, bisa di bilang ini sangat terlambat. Tapi walaupun terlambat, aa ingin melakukan ini. " ucap Abian.


" Melakukan apa? " Aisyah tersenyum menatap Abian.


" Ehem... ehem... " Abian berdehem tersenyum mengambil ancang-ancang, membuat Aisyah malah terkekeh.


" Sayang... jangan ketawa dong. Aa lagi serius, aa lagi berusaha untuk romantis." ucap Abian.


" Ya udah iya, aku gak akan tertawa. Lanjutkan. " Aisyah masih sedikit terkekeh namun berusaha sebisa mungkin menahan tawanya.


" Aisyah... Selama ini aa hanyalah seorang laki-laki yang selalu berbuat dosa dan salah. Kehidupan aa ini hanya di penuhi dengan masa lalu yang kelam dan hitam. Aa selalu berusaha keras berlari dari kenyataan. Berusaha berlari dari takdir. Berusaha mencari jawaban dari semua pertanyaan. Namun, jawaban dari semua itu hanya ada satu. Yaitu dirimu, hanya dirimu yang bisa membuat hidup aa bahagia. Hanya dirimu lah yang mampu melengkapi segala kekurangan dalam diri aa ini. " Abian tersenyum menatap Aisyah.


" Ikh... romantis sekali. "


" Maukah kau menjadi satu-satunya wanita yang istimewa di hati dan hidup aa? Maukah kau menjadi satu-satunya wanita yang mendampingi hidup aa dalam suka maupun duka dan saling mencintai seumur hidup kita?" Abian tersenyum menatap Aisyah berharap segera mendapatkan jawaban.


" Iya, aku mau. " Aisyah mengangguk tersenyum.


" Sungguh? "


" Iya a. "


Abian tersenyum, meraih tangan Aisyah dan memasukan cincin mewah tersebut di jari manis Aisyah. Abian langsung bangun memeluk Aisyah erat dengan perasaan yang sangat bahagia.


" Maaf sayang, aa baru bisa melakukannya sekarang setelah kita menikah. " Bisik Abian masih memeluk Aisyah.


" Tidak apa-apa. Terima kasih aa sudah mau melakukannya untuku. Ini saja sudah menjadi hadiah terindah dalam hidupku a. " ucap Aisyah.

__ADS_1


" Sungguh? " Abian melepaskan pelukannya tersenyum menatap Aisyah yang juga sedang tersenyum mengangguk menatap dirinya.


Saking bahagianya, Abian langsung mengangkat tubuh Aisyah dan menggendongnya. Membawa Aisyah ke atas ranjang dan membaringkannya perlahan.


Saat sudah di atas ranjang, Abian langsung mencium bibir manis Aisyah dengan lembut, menikmati bibir yang sudah menjadi candunya itu. Namun, semakin lama ciuman itu berubah menjadi semakin panas. Membuat kejolak hasrat Abian dan Aisyah memuncak. Malam panjang dan indah mereka pun baru di saja di mulai, jangan di tanya lagi apa yang mereka lakukan.


Setelah selesai solat subuh. Aisyah kembali berbaring di atas ranjang bersama Abian, memenuhi keinginan suaminya yang menginginkan untuk di temani dirinya. Dan hari ini setelah Aisyah lulus, Aisyah memiliki waktu yang sangat panjang untuk menemani suaminya dan melaksanakan kewajibannya sebagai seorang istri.


Hari ini matahari terbit sudah sedikit tinggi, menyinari setiap mahluk yang ada di bumi. Cahaya matahari pun sudah masuk ke sela-sela gordeng kamar Aisyah dan Abian. Membangunkan dua insan yang masih menikmati tidurnya itu.


Merasakan cahaya matahari yang sedikit menyilaukan matanya. Aisyah mengerjap, terbangun mulai membuka matanya.


" Em... udah terang, silau sekali." Aisyah menggeliat menatap jam di dinding yang sudah menunjukan pukul 08.00 pagi.


Aisyah berbalik menatap Abian yang masih memeluknya erat di bawah selimut yang sama. Aisyah mengusap wajah Abian pelan, walaupun dengan tampilan rambut Abian yang acak-acakan namun tetap terlihat tampan menurut Aisyah.


" Mau sampai kapan kamu liatin wajah aa kaya gitu? " tanya Abian masih memejamkan mata.


" Aa udah bangun? "


" Udah dari tadi sayang. Aa cuma gak enak untuk bangunin kamu, aa tau kamu pasti lelah 'kan? " tanya Abian membuka matanya tersenyum menatap Aisyah.


" Em... itu aa tau. Lagian aku kelelahan juga karna ulah aa. " ucap Aisyah menatap Abian yang juga sedang menatap dirinya sambil tersenyum.


" Maaf sayang. " Abian tersenyum.


" Udah ah, aku mau mandi dulu. Aku mau ke dapur bantuin mamah. " ucap Aisyah berniat bangun, namun Abian malah memeluknya erat.


" Ikh... aa ini, ya udah iya." ucap Aisyah mencium bibir Abian. Namun ciumannya malah semakin lama dan dalam, karna Abian masih tidak mau melepaskannya.


" Aa... udah." ucap Aisyah mendorong tubuh Abian yang sedang menindihnya.


" Abisnya kamu manis sayang. " Abian tersenyum menggoda.


" Dasar gombal. " ucap Aisyah mendorong tubuh Abian sekuat tenaga. Lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Sementara Abian sendiri, masih berbaring di atas ranjang. Tersenyum mengingat semua kejadian indahnya semalam bersama Aisyah. Bahkan kelopak mawar pun masih berserakan di atas selimut yang di gunakan Abian dan Aisyah.


* * *


" Lagi buat apa mah? " tanya Aisyah yang baru saja sampai di dapur melihat mama Santi yang sedang sibuk dengan kegiatannya.


" Mama lagi mau buat kue nastar sama cake sayang. Tapi bahannya ada yang kurang."


" Mama mau beli bahannya? Biar Aisyah aja yang beliin, belinya di moll yang biasa mamah kunjungi kan mah? " tanya Aisyah.


" Iya sayang. Tapi nanti aja, lebih baik sekarang kamu sarapan dulu sama Abian. Kalian kan belum sarapan. " ucap Santi yang melihat Abian baru saja datang.


" Iya mah. " ucap Aisyah, Aisyah dan Abian pun memulai sarapannya.

__ADS_1


" Kamu gak ke kantor Bi? " tanya Santi yang melihat Abian hanya menggunakan pakaian rumahan.


" Enggak mah lagi males. " jawab Abian sambil mengunyah makanannya.


" Ya udah, kalau kamu gak ke kantor, kamu anter Aisyah membeli bahan untuk buat kue di moll yang biasa." ucap Santi sambil menyodorkan kertas berisi bahan yang harus di beli.


Setelah seselai sarapan, Abian dan Aisyah pun pergi ke moll yang mereka tuju. Dengan di antar Pak Mun yang menjadi supir seperti biasa.


Setelah sampai di moll, Abian mendorong troli dan berjalan bersama Aisyah mencari bahan yang mereka butuhkan. Satu persatu bahan yang mereka cari mulai di dapatkan, sampai akhirnya semua bahan yang mereka cari terkumpul semua di dalam troli.


" Aa lihat deh a. Anak balita laki-laki itu lucu ya, dia duduk di dalam troli. Aku rasa yang mendorong troli itu adalah ayah dan ibunya deh. " ucap Aisyah berjalan bersama Abian sambil mendorong troli menuju kasir.


" Kamu mau anak laki? " tanya Abian.


" Em... enggak juga a. Kalau aku sih, se dikasihnya sama tuhan aja. Mau anak laki-laki ataupun perempuan, yang penting sehat dan selamat. Itu aja udah cukup buat aku. " ucap Aisyah.


" Oh... kalau aa bilang mau anak banyak, gimana? " tanya Abian tersenyum menggoda.


" Idih... ko banyak sih a? dua atau tiga aja udah cukup a. " Aisyah menegur halus.


" Em... gitu ya. Mau buat anak banyak juga aa gak masalah sayang, aa pasti kuat." bisik Abian mengedipkan sebelah mata menggoda.


" Ikhh... apaan sih? " Aisyah mencubit lengan Abian. " Bukan aa yang gak kuat, tapi aku yang Ko. " ucap Aisyah membuat Abian tersenyum.


Setelah selesai membayar semua barang belanjaan di kasir, Abian menelpon Pak Mun untuk mengambil barang belanjaan tersebut. Tak lama Pak mun sampai, membawa semua belanjaan menuju mobil di parkiran.


Sementara itu, Abian dan Aisyah berjalan santai mengelilingi moll menghabiskan waktu berdua. Sampai akhirnya, Aisyah dan Abian masuk ke dalam sebuah toko perhiasan yang menyediakan perhiasan berbahan, berlian, mutiara dan mas yang berkualitas tinggi.


" Aa, ngapain kita masuk ke sini? " tanya Aisyah menggenggam erat tangan Abian.


" Aa mau beliin perhiasan untuk kamu sayang. "


" Loh... ngapain beli perhiasan lagi a? Kan di rumah juga udah ada. "


" Gak apa-apa dong sayang, sekali-sekali aa juga mau beliin perhiasan langsung buat kamu. Kita beli yang satu set aja yah, biar lengkap. " ucap Abian tersenyum menatap Aisyah.


Walaupun menurut Aisyah itu boros, tapi Aisyah sendiri hanya bisa pasrah mengikuti keinginan suaminya. Saat Abian dan Aisyah sudah mendapatkan perhiasan yang cocok menurut Abian. Abian dan Aisyah pun keluar dari toko, berjalan menuju parkiran untuk pulang.


Saat sedang berjalan di lantai dasar moll, tiba-tiba ada seorang wanita cantik mendekati Abian dan dengan agresip mencium pipi Abian.


Membuat Aisyah kaget dan langsung melepaskan genggaman tangannya dari Abian.


" Astagpirulohaladzim... " ucap Aisyah pelan, menatap Abian dan wanita tersebut.


" Tuan Abian, lama kita tidak bertemu. Tuan Abian sekarang sudah jarang ke club lagi ya, udah jarang ajak aku ke hotel lagi, gimana kalau hari ini kita ke hotel lagi, aku jamin, aku akan memuaskan tuan Abian. " ucap wanita tersebut dengan nada manja mengedipkan matanya menggoda.


" Diam kamu. Dasar jalang." ucap Abian kasar, menghempaskan tangan wanita itu, menatap wanita itu dengan tatapan horor.


Sementara Aisyah sendiri hanya berdiri sambil menahan kesal di hatinya menatap Abian dengan wanita tersebut. Akhirnya Aisyah pun memutuskan untuk pergi lebih dulu meninggalkan Abian menuju parkiran di mana Pak Mun sudah menunggu di dalam mobil.

__ADS_1


Melihat Aisyah melangkah pergi meninggalkannya. Abian langsung mendorong tubuh wanita jalang tersebut dengan kasar sampai terjatuh ke lantai, Abian berlari berusaha menyusul Aisyah yang terlihat sangat kesal sampai lebih dulu meninggalkan dirinya.


__ADS_2