CINTA AISYAH

CINTA AISYAH
CA SEASON 2 # Kesedihan Amar


__ADS_3

"Assalamualaikum!" terdengar suara tamu didepan rumah Aisyah membuat Aisyah dan Ariel langsung bergegas untuk menemui tamunya itu


"Waalaikum salam," Aisyah terkejut melihat Bhumi dan juga keluarganya datang kerumahnya sambil membawa hantaran lamaran


Yang tak kalah terkejut adalah Bhumi, ia tidak menyangka jika rumah yang ditujunya adalah rumah Aisyah.


"Silahkan masuk," ucap Ariel mempersilahkan tamu-tamunya masuk


"Kalau boleh tahu apa nak Echa ini putri kandungmu Aish?" tanya Bhumi sedikit gugup


"Iya Mas, jadi Echa ini adalah anak aku yang sempat terpisah selama dua puluh tahun, dan Alhamdulilah Mas Ariel berhasil mempertemukan kami kembali," jawab Aisyah sumringah


Kesediaan terlihat jelas dari wajah Bhumi ketika tahu bahwa Echa adalah anak kandung Aisyah, karena itu berarti Amar dan Echa tidak bisa menikah.


"Kenapa Bi?" tanya Amar yang melihat wajah Bhumi yang tiba-tiba tidak bersemangat


Bhumi menarik nafas panjang sebelum ia memberitahukan sesuatu pada putra nya itu.


"Sepertinya acara lamaran kamu harus digagalkan," ucap Bhumi sedih


"Kenapa harus digagalin Bi, kan aku dan Echa saling mencintai, terus apa yang salah?" tanya Amar bingung


"Yang salah itu karena kamu dan Echa itu sepupuan, karena Umi kamu sama ayahnya Echa itu kakak adik, jadi kalian tidak bisa menikah, karena agama kita melarangnya," jawab Bhumi membuat Amar dan Echa seketika bersedih


"Jadi nak Amar ini putranya Mas Bhumi?" tanya Aisyah


"Iya Aish, dan mereka ternyata saling mencintai dan kemarin Amar mengajak Echa ke rumah untuk diperkenalkan kepada saya, dan ia juga minta pada aku untuk meminang Echa sebagai istrinya, aku tidak tahu kalau ternyata Echa itu anak kamu Aish," jawab Bhumi


"Iya, aku paham sekarang, jadi Amar Echa ini kakak sepupu kamu, kalian tidak bisa menikah sayang, tapi aku senang karena bisa kenal sama kamu ponakannku," ucap Aisyah yang langsung disambut isak tangis Echa.


Aisyah langsung mendekap erat putrinya berharap bisa mengurangi kesedihan hatinya karena tidak bisa hidup bersama orang yang ia cintai.


"Sabar ya nduk, mungkin Allah punya jodoh terbaik buat kamu nak, jadi jangan sedih ya, kamu harus ikhlas," bisik Aisyah sambil mengusap air matanya


Bhumi dan keluarga pun akhirnya berpamitan karena tidak mau melihat Amar semakin sedih jika terus melihat Echa.

__ADS_1


Sama dengan Echa, Amar yang sedari tadi masih menahan kesedihannya tiba-tiba ia langsung menumpahkan kesedihannya dikamarnya.


Pemuda itu langsung memeluk foto Nadia yang dipasang di meja kerjanya.


"Umi, andai kau masih ada mungkin kaulah orang pertama yang akan menghiburku dengan nasihat-nasihatmu, dengan belaian kasih sayangmu, aku rindu umi, Amar kengen dipeluk Umi," air matanya terus mengalir membasahi pipinya


"Walaupun aku sedang sedih atau hancur sekalipun, tapi semuanya akan berkurang jika umi datang menghiburku, tapi kini umi sudah tidak ada, pada siapa Amar harus bekerja berbagi kesedihan Mi,"


"Abi kan masih ada nak, apa Abi berbeda dengan Umi?, Abi juga bisa menjadi pendengar yang baik untuk kamu, mendengar semua berkeluh kesah kamu, kesedihan kamu, Abi juga akan memberikan nasihat-nasihat sama seperti yang dilakukan Umi, jadi kamu jangan sedih ya, sekarang kita sholat Isya berjamaah yuk," Bhumi berusaha menghibur putranya agar tidak sedih lagi.


*********


Pagi harinya suasana di ruangan kerja Amar terlihat dingin karena Echa dan Amar hanya asyik mengerjakan tugas mereka tanpa ada obrolan diantara mereka seperti biasanya. Keduanya terlihat canggung pasca lamaran Amar yang gagal tempo hari.


"Assalamualaikum," sapa Selo yang memasuki ruangan itu


"Assalamualaikum!!" teriaknya untuk kedua kalinya dengan suara yang lebih tinggi karena Amar dan Echa tampak mengacuhkan kedatangannya.


"Waalaikum salam," jawab Echa


"Tumben diem-dieman, lagi marahan ya?" goda Selo


"Diih nyolot, orang aku cuma nanya, tumben kalian diem-dieman, bukannya biasanya kalian romantis banget kaya Qais sama Laila," kata Selo


"Gak marahan, cuma kita lagi banyak kerjaan aja, jadi fokus nyelesein kerjaan dulu baru ngobrol," jawab Echa


"Oh gitu, kamu udah makan siang belum?" tanya Selo


"Belum, kenapa emangnya?" tanya Echa


"Kita makan siang bareng yuk," ajak Selo


"Ayok, kebetulan aku udah lapar, ditraktir kan sama lo," jawab Echa


"Iyeh, dasar muka traktiran," cibir Selo

__ADS_1


"Ka Amar mau ikutan gak, nanti Selo yang traktir," ajak Selo


"Terima kasih Selo, kalian berdua saja, biar nanti saya pesen makan dari aplikasi online saja," jawab Amar


"Kaka gak usah beli di aplikasi online, biar aku beliin aja gimana?" tanya Echa


"Gak usah Cha, " jawab Amar


"Yaudah Cha, biarin aja sekali-kali ka Amar menikmati bonus ongkir di aplikasi online yang gak pernah dipakainya," bisik Selo


"Sotoy!" cibir Echa


Selo hanya tertawa melihat ekspresi kesal Echa.


"Kamu takut kan kalau di lift kan?, kamu boleh kok peluk aku kalau takut, atau pegang tanganku," ucap Selo ketika melihat Echa yang mulai memucat


Echa hanya mengangguk dan segera memegangi lengan Selo erat.


Selo baru tahu kalau Echa benar-benar phobia lift, ia mengeluarkan saputangan miliknya untuk mengusap keringatnya yang mulai membasahi wajahnya.


*Ting!!


Selo segera melangkah keluar dari Lift sembari menggandeng lengan Echa yang masih memejamkan matanya.


"Kita udah sampai Cha," ucap Selo


Gadis itu langsung membuka matanya, dan ia terkejut ketika berada di kantin Sedayu Group.


"Beneran kita makan di kantin?, bukankah kamu gak bisa makan disini karena gak higienis, kotor dan penuh bakteri," ucap Echa hati-hati


"Mulai sekarang aku akan berusaha menyukai apa yang kamu suka, karena aku ingin lebih dekat dengan kamu," ucap Selo membuat Echa tak percaya mendengarnya


"Gombal!" jawab Echa


"Aku gak gombal Cha, aku serius Cha," ucap Selo membuat Echa membelalakkan matanya ketika melihat apa yang diberikan Selo untuknya.

__ADS_1


"Sapu tangan gue, bukannya aku sudah membuangnya?" tanya Echa penasaran


"Aku tahu kamu tidak sengaja membuangnya, dan aku tahu ini adalah sesuatu yang berharga bagi kamu, dan kamu tidak mau kehilangan sapu tangan itu makannya aku menyimpannya, sama seperti aku yang selalu menyimpan kamu dalam hatiku, karena kamu adalah wanita spesial dalam hidupku, karena aku suka sama kamu, I Love you Echa," ucap Selo membuat Echa ternganga begitu juga Amar yang tidak sengaja mendengarnya


__ADS_2