CINTA AISYAH

CINTA AISYAH
Masa Lalu ( Episode 4 )


__ADS_3

Setelah Leo, Kalandra dan Abian lulus kuliah dan mendapatkan gelar sarjana, mereka mulai bekerja untuk belajar mandiri.


Termasuk Abian yang mulai bekerja di kantor pusat Pratama Group dan Leo menjadi Sekertaris pribadi Abian pratama.


Ruangan Leo.


" Tuan ini berkasnya." sala satu kariawan wanita memberikan berkas dan memyimpan nya di meja Leo.


" Simpan saja. " ucap Leo tegas sambil pokus memandang layar Leptopnya.


Seperti biasa, Leo akan bersikap dingin, tegas dan acuh menghadapi seseorang yang tidak dia kenal atau tidak penting menurutnya.


Termasuk kariawan wanita yang ada di hadapan nya saat ini, wanita yang ada di hadapan Leo saat ini adalah sala satu dari ratusan kariawan wanita yang mengagumi ketampanan seorang Leo. Walaupun Leo hanya seorang Sekertaris pribadi Abian, tapi seluruh kariawan wanita di perusahaan begitu mengagumi dan menyukai ketampanan Leo dan Abian.


" Kalau kau tidak ada urusan lagi, lebih baik sekarang kau keluar saja. " ucap Leo tegas masih pokus dengan layar Leptop di hadapan nya.


Di luar dugaan, melihat sikap acuh yang di tunjukan Leo, wanita itu pun mulai tersenyum nakal merasa tertantang ingin lebih menggoda Leo.


Wanita itu mulai mendekati Leo yang masih duduk di kursi kebesaran nya dan masih pokus dengan pekerjaan nya memandang layar Leptop di hadapan nya.


Tiba-tiba wanita itu dengan sengaja duduk di pangkuan Leo dan merangkul kan kedua tangan nya di pundak Leo mencoba menggoda Leo dengan sikap nakalnya.


Sementara Leo hanya bersikap dingin dan menatap wajah Wanita kurang ajar itu dengan tatapan membunuh, matanya tajam seperti elang yang ingin memangsa buruan nya.


Walaupun Leo masih berusia 21 tahun, tapi sikapnya sudah sangat dewasa dan tampan. Dan itulah yang di gilai para kariawan wanita di kantor pusat Pratama Group, tapi Leo sangat tidak suka berhadapan dengan wanita gampangan dan murahan seperti wanita yang ada di hadapan nya saat ini.


" Kurang ajar, kau berani duduk di pangkuan ku?" Leo menatap wanita itu dengan tajam dan penuh amarah.


Wanita itu hanya tersenyum nakal melihat amarah Leo yang menurutnya semakin menantang.


" Aku peringatkan kau, kau sudah berani bermain-main dengan orang yang salah. "


Leo mulai geram dengan sikap wanita itu dan bermaksud berdiri untuk menghempaskan wanita yang ada di pangkuan nya itu.


Tiba-tiba dengan lancangnya wanita itu semakin mendekati Leo dan di luar dugaan wanita itu berani mencium bibir Leo.


Dan di saat yang sama, Selin datang ke ruangan Leo dan melihat adegang panas yang membuatnya merasa cemburu, Selin langsung mengurungkan niatnya untuk masuk ke ruangan Leo dan langsung pergi saat itu juga.


Selin memang seorang anak yang baru berusia 10 tahun, tapi dia sudah mengerti adegan apa yang di lihatnya di ruangan Leo, membuat Selin menangis sendiri di dalam Lift karna rasa cemburunya melihat Leo laki-laki yang dia sukai melakukan itu dengan wanita lain.


Leo pun berusaha mengejar Selin, namun terlambat karna Selin sudah masuk ke dalam Lift, saat terjadi kejadian itu Leo melihat Selin sudah berdiri di depan pintu ruangan nya, dan langsung mendorong wanita yang berani menciumnya itu dengan kasar sampai terpental ke lantai, Leo berusaha mengejar Selin namun terlambat.


Semenjak kejadian itu Leo semakin kasar dan dingin jika berhadapan dengan wanita yang tidak dia kenal. Dan untuk wanita kurang ajar itu, jangan di tanya lagi, wanita itu sudah mendapatkan hukuman nya dan tentunya mendapatkan pemecatan yang tidak terhormat dari perusahaan Pratama Group, hasil dari sikap kurang ajarnya kepada Leo sang Sekertaris pribadi Abian pratama sekaligus orang kepercayaan Bagas Pratama.


Setelah kejadian itu setiap Selin bertemu Leo, Selin sedikit menjaga jarak dengan Leo, membuat Leo keheranan sendiri dengan sikap Selin, Abian yang tau kejadian Leo dengan kariawan kurang ajar itu dan melihat sikap adiknya Selin yang menjaga jaraknya dengan Leo. Membuat Abian mengerti kalau adik kecilnya menyukai Leo dan merasa cemburu melihat kejadian yang menimpa Leo beberapa hari yang lalu.


" Lo udah ketemu adik gue belum? " tanya Abian.


Leo, Kalandra dan Abian kini sedang berada di kafe yang biasa mereka kunjungi.


" Belum. "


" Lebih baik lo temuin adik gue, dan jelasin kesalah pahaman ini, tentang kejadian lo dengan kariawan kurang ajar itu. " Abian menjelaskan.

__ADS_1


" Maksudnya, menjelaskan apa? " Leo kebingungan.


" Astaga ini anak, lo bener-bener gak peka ya leo. " Kalandra pun ikut bicara karna geram melihat sikap Leo yang tidak peka menurutnya.


" Selama ini lo gak sadar? " tanya Abian.


" Apa? " Leo semakin kebingungan.


" Selama ini Lo deket sama Selin adik gue kan? " tanya Abian.


" Ya. "


" Dan Lo selalu menyayangi dia kan? "


" Ya. "


" Dan saat kejadian lo diruangan lo dengan kariawan kurang ajar itu, Selin melihatnya bukan? " tanya Abian semakin geram dengan sikap Leo.


" Ya, kau benar, memang nya kenapa? " tanya Leo menatap heran ke arah Abian dan Kalandra.


" Astaga...!! " ucap Abian dan Kalandra bersamaan.


Abian dan Kalandra menggeleng-gelengkan kepala merasa kesal dengan kebodohan Leo.


" Gila, lo bener-bener gak peka, apa lo tau Selin menyukai Lo? dan Selin itu cemburu melihat lo sama kariawan kurang ajar itu, mungkin Selin menganggap kalau lo pacaran sama kariawan kurang ajar itu. " Kalandra menjelaskan.


Mendengar ucapan Kalandra, Leo pun hanya bengong, memikirkan semua kebersamaan dan kedekatan nya dengan Selin, jika perkataan Kalandra benar, Leo sangat terkejut, karna selama ini dirinya hanya menganggap Selin seperti adiknya sendiri, apalagi Selin masih berusia 10 tahun dan dirinya berusia 21 tahun.


" Gue rasa lo harus bicara sama Selin, dan jelasin semua kesalah pahaman ini sama Selin, dan apapun keputusan yang akan lo ambil, gue percaya sama lo dan gue yakin lo bisa jelasin semua ini sama Selin. " ucap Abian penuh keseriusan.


...****************...


Semenjak beberapa hari lalu Abian dan Kalandra menjelaskan kenyataan tentang Selin padanya, Leo berencana kalau malam ini dia akan menemui Selin dan berbicara langsung dengan nya.


Kini Leo pun sudah berada di kediaman Bagas seperti biasa, kalau tugasnya sudah selesai barulah Leo akan kembali ke Apartemen nya, dan Abian yang tau rencana Leo juga ikut membantu, agar permasalahan mereka tidak di ketahui kedua orang tuanya, mereka takut membuat kedua orang tua mereka hawatir.


" Selin ada di kamarnya, lebih baik lo susul Selin ke Kamarnya dan bicara baik-baik di sana, gue lihat mama sama papah juga udah tidur. " ucap Abian menjelaskan sambil berdiri di hadapan Leo yang sejak tadi melamun sendiri di sofa ruang keluarga.


Leo pun berdiri dan menatap Abian sambil menganggukan kepala, Leo lalu berjalan menaiki tangga menuju kamar Selin yang ada di lantai atas.


Saat sampai di depan pintu kamar Selin, Leo sejenak diam mematung masih bingung mencoba merangkai kata untuk berbicara dengan Selin, setelah Leo yakin, dia pun memberanikan diri mengetuk pintu kamar Selin.


Tok.. tok..


" Selin... ini Abang, boleh abang masuk?" ucap Leo dari depan pintu.


Namun tidak ada respon sama sekali, akhirnya Leo memberanikan diri masuk ke kamar Selin karna kebetulan pintunya pun tidak di kunci.


Saat Leo masuk kamar, Leo mendapati lampu kamar yang masih terang dan Selin tidak ada di dalam, Leo pun celingukan mencari di mana keberadaan Selin.


" Abang ngapain di sini? " tanya Selin dari arah belakang Leo.


Membuat Leo sedikit terkejut dan menengok ke arah suara, dan ternyata Selin baru saja keluar dari kamar mandi.

__ADS_1


" Kamu belum tidur? " tanya Leo masih berdiri.


" Gak usah bertele-tele bang, langsung saja, aku tau ada sesuatu yang mau abang bicarakan sama aku kan? kalau tidak ada sesuatu, mana mungkin abang mau menemuiku dengan segala kesibukan abang itu. " ucap Selin tegas sambil duduk di atas ranjang dengan melipat kedua kaki dan memeluk guling kesayangan nya.


Leo pun kaget dengan sikap Selin yang sedikit dewasa menurutnya, entah kenapa Selin bisa berkata seperti itu di hadapan Leo, padahal biasanya dia bersikap manja kepada Leo.


" Baiklah, langsung saja, abang mau bertanya, apa benar kau menyukai abang? " tanya Leo sambil duduk di dekat Selin menatap Selin dengan wajah seriusnya.


Seketika Selin langsung tertunduk dan diam seribu bahasa.


" Jawab abang Selin? " ucap Leo lembut.


Selin semakin mengeratkan pelukan nya memeluk guling kesayangan nya dan mencoba mengumpulkan keberanian untuk menghadapi Leo, Selin pun memberanikan diri menatap Leo yang ada di sampingnya.


" Ya, aku menyukaimu bang, apa salah jika aku menyukaimu? " ucap Selin sambil menatap Leo dengan wajah sendu.


Leo sejenak terdiam, berpikir untuk merangkai kata agar tidak salah bicara di hadapan gadis kecil berusia 10 tahun yang ada di hadapan nya saat ini.


" Selin, dengerin abang sayang.." Leo memegang pundak Selin " abang memang benar menyayangimu, tapi kau salah paham, abang menyayangimu layaknya seorang sodara, dan abang sudah menganggapmu seperti adik abang sendiri, jadi abang mohon jangan salah paham dan mengertilah. " ucap Leo lembut berharap Selin mengerti.


" Deg.."


Selin menatap mata Leo dengan keadaan mata yang sudah berkaca-kaca, Leo yang melihat itupun langsung memeluk Selin, seketika tangis Selin pun pecah di pelukan Leo.


" Apa salah jika aku menyukaimu bang? Hiks... Hiks... " ucap Selin di sela tangisan nya.


" Maafkan abang, abang mohon mengertilah, abang hanya menyayangimu seperti adik saja, gak lebih. " ucap Leo.


Selin pun hanya menangis di pelukan Leo menahan rasa sakit dan kecewa akan penolakan yang dia dengar dari Leo, pertama jatuh Cinta dan pertama juga merasa sakit dan kecewa, Selin terus saja menangis sendu sampai Selin tertidur di pelukan Leo.


Leo pun membenarkan posisi tidur Selin dengan pelan dan hati-hati, dan menutupi tubuh Selin dengan selimut.


" Maaf kan abang Selin." ucap Leo sambil mencium kening Selin dan berlalu meninggalkan Selin.


Setelah keluar dari kamar Selin, Leo pun langsung pulang ke Apartemen pribadinya, dengan harapan Selin akan kembali ceria dan manja seperti biasa.


Namun ternyata Leo salah, semenjak menerima penolakan dari Leo, Selin berubah drastis, jika di hadapan Santi, Bagas, Agus, Abian atau Kalandra Selin akan ceria dan tersenyum, tapi tidak jika berhadapan dengan Leo.


Selin berubah drastis jika menghadapi Leo, Selin cenderung diam, dingin dan cuek bahkan terkadang berkata kasar kepada Leo.


Selin melakukan itu karna merasa malu akan penolakan yang di lakukan Leo padanya, dan sejak saat itu, Selin bertekad untuk melupakan perasaan nya pada Leo, mengubur dalam-dalam rasa cintanya untuk Leo dan bersikap biasa saja, seolah tidak pernah terjadi apapun di antara dirinya dan Leo.


Bahkan sikap Selin itu terjadi sampai sekarang mereka tumbuh dewasa dan Selin bersama Aisyah tumbuh menjadi gadis yang sangat Cantik yang lumayan di gilai lawan jenisnya.


Walau kenyataan nya, jauh di lubuk hati Selin perasaan itu masih ada untuk Leo sampai dirinya sekarang tumbuh dewasa, namun Selin tetap teguh dengan keputusan nya untuk melupakan Leo.


Tampa Selin sadari setelah dirinya tumbuh menjadi gadis cantik dan dewasa, kini Leo lah yang mulai tertarik dan menyukai Selin tampa sepengetahuan Selin sendiri.


Flash Back Of.


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2