CINTA AISYAH

CINTA AISYAH
Semakin dekat


__ADS_3

Pagi ini Abian sibuk mencari sesuatu di internet, dengan wajah serius sambil duduk di kursi kebesaran nya yang ada di ruang kerja di kantornya, sampai dia sendiri tidak sadar kalau Leo sudah ada di hadapan nya.


" Selamat pagi tuan muda!" sapa Leo.


Abian tidak menjawab melainkan terus melihat- lihat sesuatu di ponsel nya.


" Eh kampret lo lagi ngapain? lo gak denger gue apa? " Tanya Leo mulai geram.


" Brisik lo! "


" Abisnya, gue kaya gak di anggep di ruangan ini." ucap Leo sambil duduk.


" Lo tau doa solat Duha gak? " tanya Abian tiba- tiba masih mengotak atik ponsel di tangan nya.


" Emangnya kenapa? tiba-tiba aja lo pengen tau doa solat duha, jadi aneh gue?" ucap Leo.


" Semalem Aisyah bilang gue harus ngapalin doa solat duha, dan gue udah janji mau berubah kalau dia yang dampingin." ucap Abian.


" Emang semalam kejadian apa? " tanya Leo.


Abian pun menatap ke arah Leo dan mengingat kembali kejadian semalam setelah Selin,Joko, dan Jono pulang dari rumahnya.


...****************...


Semalam.


" Aihhh... gimana ya kalau a Bian nagih imbalan nya yang dia minta tadi siang, aku jadi takut masuk rumah, kalau di luar terus kaya gini rasanya dingin apalagi sekarang hujan, kalau terus berdiri di sini aja rasanya aku sebentar lagi akan beku." ucap Aisyah yang masih berdiri di dekat pintu, habis mengantar Selin ke depan rumah untuk pulang di antar Pak Mun menuju kediaman papa Bagas, hari ini Selin, Joko dan Jono seharian menghabiskan waktunya bersama Aisyah di rumah Abian.


Aisyah pun memberanikan diri masuk ke dalam rumah menuju kamar.


" Di sini gak ada siapa-siapa? " Aisyah celingukan mencari Abian di kamar.


" Alhamdulilah... mungkin a Abian lagi di ruang kerjanya."


Aisyah membuka kerudungnya dan membiarkan rambutnya terurai ke arah samping, lanjut membuka kancing baju bagian atas, Aisyah berniat untuk mandi.


Tiba-tiba sebuah tangan melingkar sempurna di pinggang Aisyah, memeluk nya erat dari arah belakang.


" Astagpirulohaladim..!"


" Aa... aku pikir siapa? aa dari mana? perasaan tadi gak ada siapa-siapa." Aisyah terkaget- kaget.


Lalu Aisyah merasa tangan Abian dingin dan rambut Abian yang bersandar di bahunya basah.


" Aa habis mandi mandi ya? " tanya Aisyah.


" Em... aa nugu kamu sayang, kenapa lama? " tanya Abian


" Em.. itu.. gak lama ko, tadi aku langsung ke sini. " Aisyah mulai gelagapan.


" Sayang... imbalan aa mana? " bisik Abian di telinga Aisyah, meminta imbalan yang dia inginkan dari Aisyah.


Malam ini Abian berniat meminta imbalan kepada Aisyah yang dia minta tadi siang.


" Deg... "


Mata Aisyah membulat sempurna saat mendengar permintaan Abian, Aisyah mulai merasa tegang.

__ADS_1


" Ya alloh... apa yang akan a Bian minta? aku belum siap melayani a Bian sekarang, gimana ini? " pikir Aisyah mulai ketakutan.


Abian menarik tubuh Aisyah berhadapan dengan nya, Abian berniat melihat wajah Aisyah yang terdiam, tapi saat Abian menghadapkan tubuh Aisyah dia malah memejamkan mata.


" Kenapa matanya di tutup? " tanya Abian.


" Aa telanjang kan? " tanya Aisyah masih memejamkan mata.


Dan benar saja, Abian yang habis mandi hanya menggunakan handuk kecil yang melingkar di pinggang nya, memperlihatkan tubuh atletis Abian hasil olah raga rutin yang Abian lakukan, memperlihatkan otot-otot tubuh Abian yang seperti roti sobek itu.


Seketika mata Abian membulat sempurna, saat Abian melihat kancing baju gamis yang di gunakan Aisyah sudah terbuka, memperlihatkan sesuatu yang indah di mata Abian.


Seringai muncul di bibir Abian, Abian memikirkan sesuatu yang kita sendiri tidak tau apa yang sedang di rencanakan nya, hanya Abian sendirilah yang tau, tiba-tiba Abian langsung menggendong tubuh ramping Aisyah.


" Akhhh... aa mau ngapain?" teriak Aisyah sedikit kaget, merasakan tubuhnya seolah melayang, dengan keadaan masih memejamkan mata.


Abian tidak menjawab, melainkan membaringkan tubuh Aisyah perlahan di atas ranjang. Saat Aisyah merasa tubuhnya mendarat di atas sesuatu yang empuk Aisyah membuka mata.


Saat Aisyah membuka mata, Abian sudah menindih tubuh Aisyah dengan sempurna dan Aisyah langsung mebulatkan ke dua matanya saat merasakan Bibir Abian sudah menempel sempurna di bibirnya.


Dengan perasaan kaget, Aisyah sedikit meremaskan tangan nya yang berada di bagian dada Abian, merasakan bibir Abian yang bermain lembut di bibirnya.


Aisyah sendiri merasa bingung di buatnya, ingin rasanya Aisyah menolak perlakuan Abian, tapi Aisyah sadar kalau tubuhnya dan dirinya sudah Halal untuk Abian yang sudah menjadi suaminya itu.


Di sisi lain Aisyah merasa heran, kenapa Abian tiba-tiba menginginkan nya, sedangkan di antara mereka tidak ada rasa Cinta atau saling menyayangi, karna pernikahan mereka murni keinginan orang tua, dan Aisyah sendiri tau kalau Abian mungkin masih mencintai wanita di masa lalunya, yang menjadi cinta pertamanya.


Abian mencium bibir Aisyah dengan lembut, merasakan bibir manis yang sudah lama membuatnya penasaran.


Abian melepaskan ciuman nya dan menatap Aisyah yang masih berada di bawah tubuhnya.


" Itu hukuman untukmu sayang, karna kau sudah berhasil membuat aa cemburu." ucap Abian tersenyum menatap Aisyah.


" Jojo." ucap Abian singkat.


" Tapi ak..."


Belum selesai Aisyah berbicara, kedua tangan Abian kembali memegang pipi Aisyah dan mencium bibir Aisyah dengan lembut, Aisyah yang tak berdaya hanya bisa pasrah dengan perlakuan Abian suaminya yang mencium bibir Aisyah dengan lembut dan sedikit bermain di bibirnya. Membuat Aisyah untuk pertama kalinya merasakan perasaan aneh yang menjalar ke seluruh tubuhnya.


Tiba-tiba suasana berubah gelap, semua lampu mati, Aisyah membulatkan matanya karna tiba- tiba suasana berubah menjadi Horor, Aisyah ingin mengatakan sesuatu kepada Abian tapi Abian belum melepaskan ciuman nya di bibir mungil Aisyah, memainkan bibir Aisyah di tengah kegelapan, menikmati bibir istrinya yang sudah lama membuatnya tergoda.


Sebelah tangan Abian mulai nakal menyusup ke sela-sela kancing baju Aisyah yang sudah terbuka, berniat menyentuh sesuatu yang berhasil menggodanya tadi.


Aisyah memegang tangan Abian, menghentikan tangan liar itu agar tidak masuk lebih jauh lagi. Abian yang merasakan tangan nya di pegang oleh Aisyah langsung melepaskan ciuman nya dari bibir Aisyah, dan menatap wajah Aisyah di tengah kegelapan.


" Ini mati lampu? " tanya Abian yang baru sadar.


" Tadi aku ingin beri tau aa, tapi aa gak lepasin aku." ucap Aisyah pelan.


Abian berpikir sejenak memikirkan di mana dia menaruh ponsel nya tadi, Abian mencoba meraba ke arah nakas sebelahnya.


" Aa mau ke mana? jangan tinggalin aku a, aku takut gelap."


Ucap Aisyah memeluk tubuh Abian, merasakan pergerakan tubuh Abian yang berada di atasnya, Aisyah takut Abian meninggalkan nya di tengah kegelapan.


Abian yang di peluk Aisyah di tengah kegelapan tersenyum penuh kemenangan.


" Ya udah, kalau aa gak boleh pergi aa lanjutin yang tadi. " ucap Abian.

__ADS_1


Aisyah langsung melepaskan pelukan nya membiarkan Abian bergerak, Abian pun tersenyum dan kembali bergerak meraba ke arah nakas dan benar saja ponsel nya berada di sana.


Dengan segera Abian menyalakan ponsel nya dan menyalakan senter di ponsel nya, menyimpan kembali ponsel nya di nakas untuk penerangan.


" Ini mati lampu, di luar juga gelap dan hujan terdengar cukup besar. " ucap Abian yang masih berada di atas tubuh Aisyah


Abian menatap wajah tegang Aisyah yang seperti ketakutan dengan kegelapan.


" Kenapa? kamu takut gelap? " tanya Abian


" Iya, aku takut gelap a." ucap Aisyah sedikit tegang karna takut.


" Jangan takut, kan ada aa di sini. "


Abian mencoba menenangkan Aisyah, dengan sebelah tangan mengelus pipi mulus Aisyah dan sebelah tangan nya lagi menahan tubuhnya agar tidak terlalu menindih tubuh Aisyah.


Abian menatap Aisyah dengan di penuhi hasrat, Abian mulai mendekatkan kembali wajahnya berniat mencium kembali bibir Aisyah yang masih berada di bawah kungkungan nya.


Namun, tangan mungil Aisyah mencegahnya, meletakan jemari lentiknya di bibir Abian,


membuat niat Abian terhenti saat itu juga, Aisyah memegang pipi Abian dan menatapnya.


" Kenapa? apa aa gak boleh melakukan nya?" tanya Abian.


" Aku belum siap a, aku takut, ini yang pertama kalinya untuku, Aisyah tau, Aisyah memang sudah menjadi milik aa yang sudah sah menjadi suami Aisyah, tapi Aisyah mohon... tolong aa bisa mengerti Aisyah. " ucap Aisyah.


" Kalau kamu belum siap, aa bisa mengerti, aa janji gak akan melakukan nya, aa gak akan memintanya sekarang, hanya ciuman saja, boleh 'kan? " ucap Abian lembut, tersenyum menatap Aisyah penuh harap.


Abian sadar kalau Aisyah belum siap melaksanakan kewajiban nya sebagai seorang istri yang sesungguhnya, membuat Abian harus ektra sabar dan mendekati Aisyah dengan pelan-pelan, agar bisa membuat Aisyah menerima dirinya sepenuhnya sebagai seorang suami untuknya.


Saaat Abian mencoba untuk kembali mencium bibir Aisyah, tiba-tiba suara ketukan di pintu terdengar, membuat Abian sedikit marah karna kesenangan nya teganggu.


" Siapa sih? ganggu aja." ucap Abian sedikit marah, membuat Aisyah yang masih berada di bawah tubuhnya pun tersenyum.


Abian turun dari atas ranjang dan berjalan ke arah pintu dan ternyata Mbok Siti sidah berdiri di depan pintu membawa lilin untuk penerangan.


" Maaf tuan muda Mbok mengganggu, sepertinya malam ini akan terjadi pemadaman, soalnya di luar hujan lebat sekali." ucap Mbok Siti.


Abian pun menerima lilin yang di bawa Mbok siti, dan membawa lilin pemberian Mbok Siti kembali masuk ke dalam kamar dan meletakan lilin itu di atas nakas untuk penerangan.


Abian berdiri prustasi sampai mengacak-ngacak rambutnya sendiri, kesenangan nya terhenti karna Mbok Siti, apalagi Abian melihat Aisyah sudah berlalu meninggalkan nya pergi ke kamar mandi.


...****************...


Abian terus cengengesan mengingat kejadian konyolnya semalam.


" Lo kenapa cengengesan kaya gitu?" gue nanya, emang semalam kenapa? " tanya Leo menatap Abian keheranan.


" Kepo lo." ucap Abian " gak mungkin gue ceritain kejadian semalam sama Leo bisa bahaya..." pikir Abian cengengesan sendiri.


" Ye... dasar kampret lo. " ucap Leo berdiri dari duduknya melangkah pergi meninggalkan ruangan Abian.


Abian berpikir, kalau dia menceritakan kejadian semalam kepada Leo, takut-takut Leo keceplosan menceritakan nya kepada Aisyah, kalau Abian suka curhat kepada Leo dan akan membuat Aisyah marah, mengingat Aisyah mengerti agama, dan masalah intim di dalam rumah tangga adalah masalah pribadi rumah tangganya dan Aisyah.


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2