CINTA AISYAH

CINTA AISYAH
Akhirnya Wisuda


__ADS_3

Seiring berjalannya waktu, hari demi hari, minggu demi minggu di jalani oleh Aisyah dengan bahagia. Bersama suami, sang ayah dan keluarga yang lainnya.


Tak terasa kini hari kelulusan Aisyah, Selin, Joko dan Jono sudah tiba. Hari ini Aisyah dan yang lain akan menghadiri acara Wisuda di kampus mereka, dan juga dengan di hadiri oleh para orang tua murid.


Aisyah, Selin, Joko dan Jono lulus dengan salasatu IPK terbaik di kampus. Membuat semua keluarga mereka merasa bangga, termasuk Abian sendiri sebagai suami Aisyah dan kaka dari Selin.


Hari ini seluruh mahasiswa dan orang tua murid sudah berkumpul di kursi mereka masing-masing yang sudah di siapkan oleh panitia. Termasuk keluarga besar pratama, Abian, Bagas, Kalandra, Santi dan Agus sudah duduk di kursi mereka untuk menyaksikan acara wisuda Selin dan Aisyah.


Satu persatu acara sudah di laksanakan, melakukan sumpah atau janji wisuda dan penyerahan ijazah pun sudah di laksanakan. Kini para mahasiswa sudah merasa senang dan bahagia, karna sudah melewati acara wisuda mereka dengan lancar.


Masing-masing mahasiswa pun sedang melakukan acara poto bersama orang-orang terdekat, sahabat, orang tua dan teman sebagai kenang-kenangan di hari wisuda mereka.


" Hey... Jojo, sini, kita poto dulu. " Selin memanggil Jono dan Joko untuk berpoto bersama.


Selin, Joko, Jono dan Aisyah berpoto bersama, mulai dari gaya yang biasa, gaya lebay sampai gaya melempar topi wisuda mereka, atau yang di sebut juga topi Mortarboard.


" Wah... sekarang kalian sudah lulus. Selamat ya sayang, mama bangga sama kalian berdua. " ucap Santi memeluk Aisyah dan Selin bersamaan.


" Makasih ma. " ucap Selin dan Aisyah.


" Baiklah... jadi sekarang putri ayah sudah benar-benar dewasa ya. Sudah punya suami dan sudah selesai wisuda, ah... tidak terasa waktu cepat berlalu, sekarang ayah merasa jadi semakin tua. Selamat ya sayang. " ucap Agus memeluk Aisyah.


" Makasih Ayah. " Aisyah memeluk Agus lalu beralih menatap suaminya Abian yang sedang berdiri menatapnya.


Aisyah tersenyum mendekati Abian, lalu memeluk suaminya itu.


" Selamat ya sayang, akhirnya sekarang kau lulus juga." Abian tersenyum menatap Aisyah.


" Makasih a. Em... bunga ucapan selamatnya mana? " tanya Aisyah.


" Ya ampun, aa lupa, maaf sayang. Jadi kamu pengen bunga? " tanya Abian.


" Ikh... aa mah gitu. Gak ada romantisnya sama sekali. " gerutu Aisyah membuat Abian tersenyum.


" Aa memang gak bawa bunga sayang. Tapi... aa punya ini. " ucap Abian menatap Aisyah sambil mencium pipi Aisyah.


" Selamat ya sayang... " bisik Abian membuat Aisyah tersipu malu.


" Ikh... aa. Malu di lihat orang. " ucap Aisyah pelan.


" Tapi kamu senang 'kan? " Abian mengedipkan sebelah matanya menggoda.


" Hadeuh... dasar bucin. Mulai lagi. " cibir Selin yang melihat kemesraan Abian, membuat Bagas dan yang lain tertawa.


" Lebih baik kalian cepetan bulan madu. Semenjak kalian menikah, kalian belum pernah bulan madu. Apalagi sekarang Aisyah sudah selesai wisuda, jadi lebih banyak memiliki waktu untuk berbulan madu. " ucap Santi.


" Iya. Habis ini kalian harus cepat bulan madu, biar papah yang siapkan semuanya, mau di dalam negri atau di luar negri akan segera papah siapkan. Setelah kalian bulan madu, kalian harus cepat memberi kabar bahagia untuk kami. " ucap Bagas.

__ADS_1


" Betul itu. Kalian harus cepat buatkan kami cucu." goda Agus.


Mereka semua pun tersenyum bahagia. Kebahagiaan sebuah keluarga yang harmonis dan hangat. Setelah semua acara wisuda selesai, para murid dan orang tua pulang ke rumah masing-masing.


Namun tidak untuk keluarga pratama. Hari ini mereka berencana mengadakan acara makan keci-kecilan di kediaman Bagas. Untuk merayakan kelulusan Aisyah dan Selin.


" Mah... ini kuenya di bawa ke ruang keluarga juga? " tanya Aisyah sudah kembali rapih menggunakan pakaian rumahannya. Berada di dapur membantu Santi.


" Iya sayang. Biar nanti setelah kita makan bersama, kuenya sudah tersedia di meja ruang keluarga. " ucap Santi ramah.


" Iya mah. Ya udah, aku bawa kue nya ke ruang ke luarga dulu ya mah. " Aisyah mengangkat nampan yang berisi kue tersebut.


" Tunggu dulu sayang. Dari tadi mamah gak liat Selin, di mana Selin? "


" Oh... tadi Selin masih di kamar. Mungkin masih ganti baju mah. " ucap Aisyah, membawa nampan berisi kue ke ruang keluarga.


Sementara Santi hanya mengangguk saja sambil membawa nampan makanan, untuk di simpan di meja makan.


Di sisi lain, Selin baru saja selesai mengganti pakaiannya, dan keluar dari dalam ruang ganti. Selin begitu terkejut, saat berjalan di dalam kamar tiba-tiba saja ada seseorang yang menarik tangannya, yang tidak lain adalah Leo yang saat ini sudah berada di dalam kamarnya.


" Em... mau ke mana? ko buru-buru banget? " ucap Leo merangkul pinggang Selin erat.


" Ngapain abang di sini? " tanya Selin sinis.


" Ko sinis kaya gitu sih sayang? abang ke sini kan mau kasih kamu selamat atas ke lulusan kamu. " ucap Leo lembut.


" Siapa bilang abang takut? abang cuma mau berdua dulu sama kamu Selin. "


" Lalu, hadiah ucapan selamatnya mana? "


" Em... ini. " ucap Leo sambil mencium bibir Selin sekilas, membuat Selin melototkan matanya menatap tajam Leo.


" Kenapa malah melototin abang kaya gitu? atau... ciumannya masih kurang ya? " tanya Leo tersenyum nakal.


" Ikhh... apaan sih. Jangan nakal ya bang. " ucap Selin sinis mendorong tubuh Leo sampai terjatuh ke sofa.


Selin langsung berjalan cepat keluar dari dalam kamar meninggalkan Leo yang tersenyum-senyum sendiri. Selin berjalan menuju ruang keluarga sambil menggerutu kesal.


" Apaan, main cium-cium segala. Kalau di hadapan orang lain dia gak berani, giliran kalau cuma berdua aja, dia sok mesra." gerutu Selin berjalan ke arah ruang keluarga.


" Selin, kamu dari mana aja sayang? dari tadi mama tungguin. Kita makan sama-sama. Kamu liat Leo gak? dari tadi mama gak liat Leo. " tanya Santi.


" Gak tau, mungkin di culik alien kali. " ucap Selin sekenanya. Sambil ikut duduk di sofa bersama yang lain.


" Ngaco kamu. " ucap Santi.


Sementara Abian dan Kalandra hanya tersenyum sendiri mendengar ucapan Selin. Pasalnya, Abian dan Kalandra sudah tau kalau Leo tadi diam-diam masuk ke dalam kamar Selin.

__ADS_1


Tak lama Leo pun muncul di ruang keluarga dan ikut duduk di sofa dekat Agus yang sedang berbincang bersama Bagas. Leo diam-diam menatap Selin yang sedang meminum jus di tangannya.


Saat Selin menatap ke arah Leo, Leo mengedipkan sebelah matanya menggoda, namun Selin malah mengacuhkannya. Membuat Leo tersenyum sendiri.


" Abian, Aisyah. Bagai mana rencana kalian? setelah ini kalian mau ikutin saran papah untuk bulan madu 'kan? " tanya Bagas.


" Kalau Aisyah terserah a Bian aja pah. " ucap Aisyah.


" Gimana Bi? " tanya Bagas.


" Em... kalau Abian sih terserah papah aja. Yang jadi presdir di sini kan papah, kalau papah ngijinin Abian libur untuk bulan madu akan Abian turutin. " ucap Abian enteng, tersenyum menatap Aisyah.


" Em... begitu yah. Ya udah, nanti biar papah sama Agus yang ngurus acara bulan madu kalian. Mau bulan madu di mana kalian? mau di dalam negri atau luar negri? " tanya Bagas.


" Abian ma... "


" Di dalam negri aja pah. " potong Aisyah.


" Loh... ko di dalam negri sayang? enakan di luar negri, kita bisa menghabiskan waktu bersama dengan bebas, tampa ada yang mengganggu. " ucap Abian.


" Ikhh... di dalam negri juga kan banyak destinasi wisata yang indah a. "


" Tapi sayang, enakan di luar negri. Kita bisa jalan-jalan ke Maldives, Paris, Maladewa atau ke Hawai gitu. "


" Di dalam negri aja a. "


" Ke luar negri aja sayang. "


" Di dalam negri a. " ucap Aisyah kekeh menatap Abian.


" Di luar negri sayang. " Abian tak mau kalah.


Membuat semua orang menatap ke arah Abian dan Aisyah yang sedang memperdebatkan kemana mereka akan pergi bulan madu.


" Eh, eh, sudah, sudah. Kalian ko malah berdebat. Nanti kalian diskusi aja dulu, kalau udah nemu jawabannya, kasih tau sama mamah dan papah. Biar nanti semuanya papah yang urus, mau di dalam negri atau di luar negri yang penting kalian hepi. " ucap Santi.


" Dan ingat, jangan berdebat terus. Kalian harus terus hepi dan menikmati masa bulan madu kalian. Biar nanti papah cepat punya cucu. " goda Bagas.


" Pasti pah, nanti Abian akan terus bercocok taman, biar menantu kesayangan papah ini cepat hamil. " ucap Abian enteng.


" Ikh... aa apaan sih? Malu a. " bisik Aisyah pelan mencubit perut Abian yang duduk di sampingnya.


" Aduh... mah tolong... menantu mamah nyiksa aku mah. " goda Abian.


" Ikhh... aa apaan sih? jangan lebay deh. " gerutu Aisyah.


Membuat semua orang yang ada di ruangan tersebut tertawa bersama dengan gembira. Setelah mereka puas berbincang, merekapun lanjut ke meja makan, untuk memakan makanan yang sudah tersaji di atas meja. Makanan yang sudah di siapkan Mbok Siti dan para pelayan yang lain. Makanan kusus yang di masak oleh koki kepercayaan di rumah Bagas.

__ADS_1


__ADS_2