CINTA AISYAH

CINTA AISYAH
Rencana Manis yang gagal


__ADS_3

Hari ini adalah hari kedua Aisyah dan Abian berada di London. Walaupun terasa tidak nyaman, hari ini Aisyah harus merelakan pinggangnya yang terasa pegal karna menuruti keinginan suaminya yang meminta pelayanan ektra darinya.


Tapi rasa pegal itu kini telah terbayar karna Abian mau menuruti keinginan Aisyah untuk berkunjung ke area perbelanjaan dan pusat oleh-oleh di London.


Dengan protokol yang di minta Aisyah jalan-jalan ala rakyat biasa, Abian dan Aisyah sudah berjalan bersama di area pusat perbelanjaan yang ada di London. Di sana sudah terlihat banyak orang yang sedang hilir mudik keluar masuk toko, melihat sesuatu yang menurut mereka bagus dan menarik untuk di jadikan oleh-oleh.


Yang namanya oleh-oleh adalah prioritas utama para wisatawan. Baik itu yang berasal dari mancanegara ataupun wisatawan domestik. Membuat area perbelanjaan seperti ini menjadi peluang yang sangat bagus untuk pedagang agar mendapatkan pundi-pundi penghasilan dan para wisatawan bisa dengan mudah mendapatkan barang lokal hanya dalam satu tempat saja dengan harga yang miring.


Toko sopenir, barang antik, kuliner dan arena bermain anak-anak tersedia di sana. Aisyah dan Abian bisa melihat anak-anak berlarian dengan gembira, sementara orang tua mereka berjalan dengan santai sambil berpegangan tangan, mengawasi anak-anak mereka yang sedang asik bermain.


Aisyah dan Abian berjalan beriringan sambil berpegangan tangan. Ikut masuk ke dalam, berbaur dengan banyaknya orang di sana, termasuk para ajudan Abian yang mengikuti mereka dari kejauhan.


Hal pertama yang Aisyah lakukan adalah masuk ke dalam toko aksesoris. Menarik tangan Abian masuk ke dalam toko, melihat beberapa aksesoris yang berjajar rapih di dalam etalase.


" Wah... liat deh a, aksesorisnya bagus-bagus banget. " melepaskan tangan Abian, Aisyah berjalan menatap aksesoris yang berjajar rapih di depan matanya.


" Jangan jauh-jauh dari aa, nanti kamu nyasar lagi. Kamu itu tidak tau seperti apa kota London sesungguhnya. " Abian menyusul langkah Aisyah, kembali mengsejajarkan langkahnya dengan Aisyah.


" Kalau aku beli beberapa aksesoris sebagai oleh-oleh untuk Selin, apa Selin akan suka ya..? " Aisyah sejenak berpikir.


" Dia kan wanita, tentu dia akan suka. " ucap Abian berdiri di dekat Aisyah.


" Gitu ya. Ox deh, aku beli beberapa aksesoris untuk mamah dan Selin. Tapi untuk para laki-laki oleh-olehnya apa a? papah Bagas, ayah, ka Leo, Joko sama Jono. " Aisyah memutar otaknya, memikirkan oleh-oleh apa yang pas untuk para laki-laki.


" Joko sama Jono? " Abian sedikit heran menatap Aisyah.


" Iya, kenapa? jangan bilang aa cemburu? karna aku mau bawain oleh-oleh untuk Jono dan Joko." Aisyah menatap Abian tajam.


" Siapa yang cemburu? jangan salah paham sayang. Aa kan cuma nanya, aa hanya kagum aja sama kamu, kamu masih ingat sama teman-temanmu. "


" Tentu. Walaupun Joko dan Jono orang biasa dan tidak memiliki kekuasaan apa-apa, bagiku mereka adalah sahabat baiku. " Aisyah tersenyum.


Bagi Aisyah, semua manusia sama. Entah itu orang kaya ataupun orang miskin. Aisyah mengambil ponsel dari dalam baju hangatnya, melakukan Vidio coll ke nomer Seline.


" Hai Seline... "


" Hai kaka ipar. Aduh... yang lagi bulan madu, ko nelpon segala sih? nanti aku ganggu lagi. " Seline tertawa menggoda.


" Kamu ini kebiasaan deh. Aku lagi ada di toko aksesoris, kamu liat ya dan pilih mana yang kamu suka. Nanti aku bawain yang kamu mau. " Aisyah memperlihatkan etalase yang berisi aksesoris.


Namun, yang jadi pusat perhatian Selin bukanlah aksesoris yang berjajar rapih di dalam etalase. Yang menjadi perhatian Selin adalah tampang seorang laki-laki yang berdiri di samping Aisyah yang terlihat oleh Selin dari sambungan Vidio coll itu, yang tidak lain adalah Abian kakanya.


" Eh... itu siapa Sya? "


" Yang mana? " Aisyah merasa heran.


" Itu yang ada di sampingmu. " Selin menahan tawa, padahal di dalam hatinya Selin sudah tau kalau itu adalah kakanya Abian.

__ADS_1


" Yang ini. " Aisyah menggeser ponselnya, agar wajah Abian terlihat jelas di ponselnya yang sedang melakukan Vidio coll dengan Selin.


Dari sebrang sana terdengar Selin yang sedang tertawa dengan kencang. Selin menertawakan gaya berpakaian kakanya yang sangat berubah drastis. Selin sangat tau, gaya berpakaian kakanya yang selalu rapih dan memakai pakaian dari Brend ternama. Kini hanya menggunakan pakaian biasa.


Selin sudah bisa menebak kalau itu adalah ide kaka iparnya Aisyah. Seorang Abian pratama, sang casanova pemain wanita yang bersipat dingin, angkuh dan cuek, kini memiliki titik kelemahan dan seorang pawang cantik yang bisa menaklukan dirinya.


" Sel kenapa sih? " Aisyah mengerenyit heran, masih terdengar gelak tawa Selin dari sebrang sana.


" Aduhhh... perutku sakit. Kalau aku ketawa terus, lama-lama aku bisa cacingan." ucap Selin masih tertawa. Sedangkan Abian hanya terdiam acuh, Abian tau, Selin pasti sedang menertawakan gaya berpakaian dirinya yang sederhana seperti masyarakat biasa.


" Udah, aku gak apa-apa kaka ipar. Aku hanya bangga padamu saja, karna kau sudah berhasil menaklukan seekor buaya darat cap kampak itu. " Selin tertawa menyindir, Abian yang mendengar itu hanya diam acuh.


Dasar adik durhaka, awas kau nanti. Kau akan mendapatkan hukuman dari kakamu ini.


" Kamu ini. Asal aja kalau bicara, jadinya mau apa? nanti aku bawain oleh-oleh untuk kamu. " Aisyah menawarkan, mengalihkan pembicaraan. Aisyah tau betul, Abian yang setia berdiri di sampingnya menemani, pasti kesal dengan ucapan adiknya itu.


" Apa aja deh. Aku terima oleh-olehnya, asal yang bagus dan cantik. "


" Oh... iya. Ya udah, nanti aku bawain yang cantik sekalian yang ganteng buat kamu. " Aisyah tersenyum, mematikan sambungan telponnya.


Aisyah berbalik menatap Abian yang sedang cemberut karna sindiran adiknya sendiri.


" Jangan cemberut gitu dong a. Buat aku walaupun aa menggunakan pakaian biasa seperti ini, aa tetep nomer satu." Aisyah tersenyum merangkul lengan Abian, berharap Abian akan luluh.


" Em... baiklah. Tapi nanti malam aa akan nagih imbalannya. " Abian tersenyum nakal, sementara Aisyah hanya memutar bola matanya malas, meladeni perkataan Abian yang menjurus ke daerah rawan bencana menurut Aisyah.


Setelah selesai membeli beberapa aksesoris, Abian dan Aisyah kembali melanjutkan acara jalan-jalan mereka. Menikmati masa bulan madu mereka berdua. Berkeliling melihat-lihat kota London, mencari makanan di lestoran berlebel Halal, berselfi di dekat area Big ben dan melihat secara langsung Tower bridge ikon London itu.


Sudah puas berkeliling melihat kota London, Aisyah dan Abian kembali ke Hotel tepat mereka menginap tepat sekitar pukul 19 waktu London. Sampai di Hotel, Abian lebih dulu membersihkan dirinya di kamar mandi, lalu melaksanakan kewajibannya sebagai umat muslim, yaitu melaksanakan solat isya empat rokaat.


Saat tadi Abian menyuruh Aisyah untuk membersihkan diri lebih dulu, Aisyah menolak karna dirinya merasa tidak enak badan terutama di area pingganya yang terasa sedikit sakit dan pegal.


Setelah Abian keluar dari kamar mandi, Aisyah buru-buru pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket karna seharian bepergian. Dan saat Aisyah masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, Aisyah mendapati sesuatu yang sedikit mengejutkan untuknya.


Aisyah keluar dari kamar mandi, melangkah menuju kamar masih menggunakan Bathrobes di tubuhnya.


" Kejutan..! " Abian berdiri menatap Aisyah dengan tersenyum manis sudah rapih dengan baju tidurnya.


" Apa ini..? " Aisyah melangkah mendekati Abian yang sedang berdiri di dekat meja yang sudah tersedia beberapa makanan mewah dan Halal yang sudah di sediakan Abian dan satu buket mawar mewah di tangannya.


" Ini makan malam untuk kita sayang. " Abian menyerahkan bunga itu kepada Aisyah.


" Em... romantis sekali, ada apa ini? jangan-jangan ada udang di balik tahu isi. " Aisyah tersenyum.


" Ada udang di balik bantu sayang... " Abian ikut tersenyum, menggeser satu kursi untuk duduk Aisyah.


" Ya itu maksudku. " ucap Aisyah sambil duduk.

__ADS_1


" Masa sebagai seorang istri kamu gak ngerti sih sayang. Inikan bulan madu kita, sudah tentu malam ini aku menginginkan sesuatu darimu. " Abian tersenyum nakal.


" Em... dasar! sudah kuduga. " Aisyah masih tersenyum, namun senyumannya seketika menghilang, menatap Abian dalam ingin memberi tau Abian sesuatu, tapi bingung harus mulai dari mana. " Aa, sebenarnya aku... "


Ucapan Aisyah terhenti karna Abian sudah memberikan Steak ke hadapan Aisyah yang sudah di potongnya barusan. " Makanlah.. " Abian tersenyum manis.


Aduh... aku harus mulai dari mana? mau bicara atau tidak, pasti aku akan membuat a Bian kecewa. Tapi aku harus mulai bicara dari mana?


Aisyah bertarung dengan pikirannya sendiri. Tampa dia sadari, Abian saat ini sedang menatapnya.


" Kenapa melamun? makan dong sayang. Kamu gak usah takut, itu Halal, aa sudah nyuruh orang untuk nyiapin beberapa makanan Halal di Hotel ini untuk kita. " ucapan Abian membuyarkan lamunan Aisyah.


" Em... iya. " Aisyah tersenyum manis menatap Abian, padahal jauh di lubuk hatinya, Aisyah sedang bingung harus mulai bicara dari mana.


Abian dan Aisyah menikmati makan malamnya bersama. Selesai makan malam, Aisyah bediri di dekat jendela kaca gedung Hotel tersebut masih menggunakan Bathrobes di tubuhnya. Merentangkan tangannya untuk menghilangkan pegal yang terasa setelah lama duduk di kursi untuk makan malam.


" Akhh... " Aisyah berteriak terkejut karna Abian menggendong tubuhnya tiba-tiba.


" Aa tunggu, aku mau bicara. " Aisyah masih berada di gendongan Abian yang berjalan ke arah ranjang .


" Nanti aja bicaranya, kalau kita sudah melakukannya." Abian tersenyum nakal, menurunkan tubuh Aisyah perlahan di atas ranjang.


" Aa, dengerin aku dulu. Aku... "


" Sstt... malam ini aa gak mau dengerin apa-apa. Yang aa mau cuma kamu. " Abian yang sudah berada di atas tubuh Aisyah berniat mencium bibir Aisyah. Namun tangan Aisyah menahannya.


" Sayang... ada apa lagi? "


" Dengerin aku dulu. Aku mau bicara. "


" Bicara apa..? " Abian mulai tidak sabar.


" Aku... aku... "


" Apa? " Abian menatap Aisyah penasaran.


" Aku... aku barusan datang bulan a. " ucap Aisyah memberanikan diri.


" Apa..? kamu gak bercanda 'kan sayang. " Abian terkejut.


" Aku bersungguh-sungguh a. " ucap Aisyah lirih.


" Astagpiruloh... " Abian menjatuhkan tubuhnya ke samping Aisyah.


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2