
Setelah dari kantor dan mencari makan malam di pinggir jalan sesuai yang di inginkan Aisyah. Kini mobil yang di kendarai mereka sudah masuk melewati gerbang kompleks perumahan tempat mereka tinggal.
Namun, tiba-tiba saat mobil sudah masuk ke dalam area kompleks perumahan tersebut, ban mobil yang mereka kendari kempes, sehingga mengharuskan Abian dan Aisyah jalan kaki menuju rumah. Begitu juga Pak Mun dan Leo yang mengikuti mereka dari belakang.
Sebenarnya Abian bisa saja menyuruh orang kepercayaan nya untuk menjemput mereka, namun Aisyah yang menginginkan untuk berjalan kaki. Dan Abian sendiri tidak bisa menolak keinginan sederhana wanita yang sudah menjadi istrinya itu.
Sedangkan mobil di parkirkan di pinggir jalan kompleks perumaha tersebut, dengan menyuruh orang kepercayaan Leo untuk mengurusnya.
" Kenapa juga ban mobil harus kempes segala? " Abian menggerutu, sambil berjalan pelan menyusuri jalanan kompleks perumahan menuju rumah mereka. Dengan memegang erat tangan Aisyah yang berjalan bersama dengan nya.
Dengan keadaan Abian yang masih menggunakan setelan kemeja kantornya, sedikit menggulung lengan kemejanya ke atas dan membuka beberapa kancing kemejanya di bagian atas. Abian tersenyum sambil berjalan santai bersama Aisyah.
Sementara Aisyah hanya terkekeh mendengar gerutuan Abian, berjalan pelan mengsejajarkan jalan nya dengan Abian. Sementara Jas Abian, tas Aisyah dan beberapa buku kuliah dia tinggalkan di dalam mobil. Membiarkan orang kepercayaan yang di suruh Leo untuk mengurusnya.
" Sebentar lagi juga sampe a, kan udah deket. " ucap Aisyah.
" Iya, aa juga tau, tapi lebih enak naik mobil sayang, biar cepet nyampe. " gerutu Abian.
" Tapi, menurutku, enakan jalan kaki a, jadinya aku bisa menghabiskan waktu dengan aa, ngobrol bareng, dan berjalan santai sambil pegangan tangan kaya gini sama aa. Kaya orang pacaran gitu a. " Aisyah terkekeh.
Abian langsung menghentikan langkahnya, menatap Aisyah sambil tersenyum.
" Kamu ini lucu banget, o iya kamu kan belum pernah pacaran sayang, kamu bilang, kalau aa ini cinta pertama buat kamu 'kan? gimana kalau mulai sekarang kita pacaran? pacaran setelah nikah gitu, apalagi pacaran sama suami sendiri, gak apa-apa kan sayang? " ucap Abian.
" Em... gak tau. "
Aisyah tersenyum, sambil kembali melangkahkan kakinya, tampa melepas genggaman tangan nya dari tangan Abian. Begitu juga dengan Abian yang ikut melangkahkan kakinya bersama Aisyah.
" Ko gitu sayang? biar aa sama kamu semakin dekat, kita pacaran kaya orang lain, kalau kamu mau jalan-jalan ke moll aa siap anter. Kalau kamu mau kencan, aa siap meluangkan waktu kerja aa buat kamu. " Abian menjelaskan.
" Em... gimana ya? " Aisyah berpikir mempertimbangkan perkataan Abian.
" Tadi katanya seneng, berjalan sama aa kaya orang pacaran. " gerutu Abian.
Aisyah terkekeh mendengar Abian yang mulai menggerutu. Aisyah menghentikan langkahnya dan menatap Abian.
" Ya udah, aku mau mau. " Aisyah tersenyum menatap Abian.
" Sungguh? jadi mulai besok kita pacaran? "
Abian tersenyum menyeringai menatap Aisyah, seolah mengisyaratkan sesuatu yang aneh di balik senyuman nya itu.
Di balik kata " pacaran " tersebut, Abian berharap penantian nya akan berakhir. Karna walau bagai manapun, Abian adalah seorang laki-laki dewasa normal yang membutuhkan belaian hangat seorang wanita di atas ranjangnya.
Dan Abian berharap dengan kata pacaran yang akan mereka lakukan, secara perlahan Abian bisa mendapatkan haknya sebagai seorang suami yang sesungguhnya dari Aisyah.
" Iya, tapi jangan aneh-aneh. " ucap Aisyah.
" Memangnya kenapa kalau aneh? kita kan udah menikah sayang, kamu kan udah Halal untuk aa. " Abian tersenyum menatap Aisyah, mengedipkan sebelah matanya so genit, sambil membelai wajah Aisyah dari dekat.
__ADS_1
Aisyah pun tersenyum menatap wajah tampan suaminya itu. Masih berdiri di jalanan kompleks perumahan tersebut, dengan tangan nya yang masih membelai wajah Aisyah.
Abian terbawa suasana malam yang sepi, Abian tersenyum menatap wajah Aisyah, semakin mendekatkan wajahnya secara perlahan, berniat mencoba untuk mencium Aisyah. Tiba-tiba.
" Ehem... ehem... " Leo dan Pak Mun, yang dari tadi tidak jauh mengikuti mereka dari belakang. Berdehem pura-pura batuk.
Abian yang mendengar Leo berdehem, langsung menatap tajam ke arah Leo dan Pak Mun.
" Sitt... dasar nyamuk pengganggu." gerutu Abian dengan wajah kesalnya.
Sementara Leo, hanya berdiri tersenyum mengangkat bahunya so polos, pura-pura tidak bersalah. Begitu juga Pak Mun yang tersenyum-senyum sambil tertunduk di samping Leo.
Aisyah juga hanya terkekeh di hadapan Abian, melihat expresi wajah Abian yang saat ini terlihat sedang kesal itu.
" Kamu ini malah ngetawain aa. " gerutu Abian menatap Aisyah yang ada di hadapan nya.
" Udah yu, kita cepetan pulang, bahaya kalau aa sama aku terus berdiri di sini. Nanti kita bisa di grebek Satpam kompleks a. " ucap Aisyah tertawa menggandeng tangan Abian sambil melangkah.
Akhirnya Abian juga tersenyum mendengar perkataan Aisyah, sambil berjalan bersama Aisyah menuju kediaman mereka.
Setelah sampai di rumah, Abian dan Aisyah memutuskan untuk langsung ke kamar membersihkan dirinya dan langsung tidur. Karna memang keadaan pun sudah sangat malam.
Begitu juga dengan Leo yang memutuskan langsung pulang ke apartemen pribadinya.
Aisyah sudah selesai mandi, dan sudah memakai baju tidurnya yang bermotip strobery, bertangan panjang dan celana panjang, lalu berjalan ke luar dari ruangan walk in closet.
Tiba-tiba langkah Aisyah terhenti, saat melihat Abian sudah berdiri di depan pintu ruangan tersebut, dengan wajah datarnya sudah rapih menggunakan piamanya.
Aisyah hanya berdiri menatap Abian keheranan.
" Mulai besok, aa akan suruh Mbok Siti buang semua baju tidur kamu yang jelek itu. Dan mulai malam ini kamu harus pake baju tidur yang sudah disiapkan. " gerutu Abian.
Gimana mungkin, aku menggunakan baju tidur itu, sedangkan baju tidur itu adalah baju tidur yang kekurangan bahan, tipis dan ******i, yang hanya sampai setengah paha saja dari atas juga dadaku bisa terexspos. gerutu Aisyah dalam hati.
Aisyah hanya merinding, bergidik ngeri membayangkan dirinya harus menggunakan pakean terbuka seperti itu, sementara dirinya sudah terbiasa menggunakan pakean tertutup untuk menutup Auratnya sendiri.
" Kenapa masih ngelamun? " ucap Abian membuyarkan lamunan Aisyah. " Aa minta, sekarang juga kamu ganti baju kamu dengan baju tidur yang sudah di sediakan, dan juga, kalau tidur jangan menggunakan pakean dalam, termasuk jangan menggunakan bra. Gak baik buat kesehatan kamu. " ucap Abian beralasan, masih berdiri menatap Aisyah dekat.
Padahal di balik semua perkataan yang di ucapkan Abian, ada maksud tertentu yang sudah di rencanakan oleh Abian. Ada udang di balik batu. Aisyah langsung melongo kaget dengan ucapan Abian barusan.
" Tapi a... "
" Tidak ada tapi-tapian, kamu mau ngebantah suami kamu? " Abian langsung memotong ucapan Aisyah.
" Tapi a... " Aisyah mendekati Abian, memegang tangan Abian sambil menatap memohon.
" Tidak ada tapi-tapian, atau... kamu mau aa yang gantiin baju kamu. " ucap Abian tersenyum menyeringai, sedikit mencondongkan tubuhnya mendekati Aisyah.
Aisyah langsung menggelengkan kepala, melangkah mundur sedikit menjauhi Abian.
__ADS_1
Sementara Abian tersenyum penuh kemenangan.
" Kamu cepat ganti baju, udah malam, aa akan tunggu kamu di kamar. " ucap Abian berlalu meninggalkan Aisyah.
" Ya Alloh... aku takut. " Aisyah mulai salah tingkah.
Mau tidak mau, Aisyah harus menuruti perkataan Abian yang menyuruhnya mengganti baju tidurnya itu. Aisyah sadar, sekarang atau besok dirinya harus menghadapi kenyataan. Kalau dirinya harus siap mengikuti semua keinginan Abian sebagai suaminya.
Apalagi sekarang, Aisyah dan Abian sudah meningkatkan hubungan mereka dan sudah saling menyatakan cinta mereka secara terang-terangan. Hanya saja, mungkin mereka belum melakukan hubungan intim layaknya hubungan suami istri yang sesungguhnya.
Akhirnya, Aisyah mengganti bajunya dengan baju tidur piama kimono yang kekurangan bahan itu, baju piama kimono berwarna biru, berbahan satin yang tipis dan pendek hanya setengah paha saja.
Apalagi Aisyah tidak menggunakan bra, membuat lekuk tubuhnya terlihat jelas, Aisyah mengikat tali piama kimono itu di bagian pinggangnya erat, lalu berjalan menuju kamar dengan rambut hitamnya yang tegerai ke samping.
Aisyah berjalan mendekati Abian yang sedang santai bersandar di atas ranjang. Abian langsung tersenyum nakal melihat tubuh mulus Aisyah terpampang nyata di hadapan nya.
" Sini." ucap Abian menjentikan jarinya menunjuk Aisyah untuk mendekatinya.
" Gak mau. " ucap Aisyah acuh, Aisyah langsung berjalan mengitari ranjang, berniat untuk langsung tidur di bagian ranjang yang sebelahnya lagi.
Tapi langkahnya terhenti, karna Abian langsung melompat dari tempat tidurnya, berlari mendekati Aisyah dan menangkap tubuhnya.
" Akhh... "
Aisyah terkejut, karna saat berjalan tiba-tiba Abian menangkap tubuhnya dari belakang, langsung menghadapkan tubuh Aisyah ke arahnya.
" Apa ini? "
Tanya Abian, langsung melepaskan ikatan piama kimono yang melilit di pinggang Aisyah. Dan langsung membuka baju piama kimono yang di gunakan Aisyah melemparnya ke sembarang arah, menyisakan baju bagian dalam kimono nya saja.
Aisyah yang masih berdiri, langsung tertunduk merasa malu, Abian tersenyum menatap wajah Aisyah yang memerah karna malu.
" Sayang liat aa. " ucap Abian mengangkat dagu Aisyah dan merangkul pinggang Aisyah erat.
" Mulai malam ini, kamu harus terbiasa menggunakan pakean seperti ini di hadapan aa. Dan mulai malam ini, kamu juga harus terbiasa dengan sentuhan dari aa yang sudah menjadi suami kamu, kamu mengerti? " ucap Abian lembut, sambil tersenyum menatap Aisyah.
Aisyah menganguk, dirinya sadar tidak akan mungkin terus menghindar. Abian tersenyum, dan langsung menggendong tubuh Aisyah dan membaringkan tubuh Aisyah perlahan di atas ranjang.
Lalu Abian menarik selimut dan tidur di samping Aisyah sambil memeluk tubuh Aisyah erat. Aisyah hanya terdiam kaku mendapatkan perlakuan dari Abian.
" Kamu gak usah takut, aa gak akan memintanya sekarang, aa hanya minta agar kamu mulai terbiasa dengan sentuhan dari aa. " ucap Abian lembut, sambil memeluk tubuh Aisyah erat dan mengecup pucuk kepala Aisyah.
" Makasih a, aa udah mau ngertiin aku. " ucap Aisyah tersenyum membalas pelukan Abian.
Abian sadar, tidak mungkin memaksakan kehendaknya kepada Aisyah, dan Abian berencana mendekati Aisyah secara perlahan. Termasuk rencana pacaran yang sudah terancang jauh di dalam otak nakalnya itu.
Perlahan mata Aisyah dan Abian pun terpejam, saling memeluk memberi kehangatan untuk tubuh mereka. Abian dan Aisyah pun mulai tertidur pulas menuju mimpi yang indah.
*
__ADS_1
*
*