CINTA AISYAH

CINTA AISYAH
Kecemasan Leo


__ADS_3

Mobil yang di kendarai Leo sudah berhenti di depan kediaman Abian. Mematikan mobilnya, lalu Leo keluar dari dalam mobil berjalan tergesa-gesa menuju rumah. Saking tergesa-gesanya, Leo sampai tidak memperdulikan para Secyuriti yang membungkuk memberikan hormat padanya.


Saat Leo menerima laporan dari sala satu orang kepercayaan nya, Leo kaget kalau Dhafina sudah ada di Indonesia. Pasalnya, minggu lalu Leo mendapat laporan bahwa Dhafina masih berada di Singapura.


Tapi sekarang, Dhafina sudah ada di Indonesia dan tiba-tiba menemui Abian dan Aisyah. Membuat Leo cemas setengah mati, karna walau bagai manapun juga, Dhafina adalah wanita yang pernah singgah di hati Abian sebagai cinta pertamanya.


Tapi, karna Leo sedang bersama dengan Selin yang berniat untuk meperbaiki hubungan mereka. Membuat Leo tidak bisa langsung menemui Abian. Baru setelah Leo mengantar Selin pulang, dirinya bisa langsung pulang ke rumah Abian.


" Abian di mana Mbok? "


Masih dengan wajah cemasnya, Leo menanyakan Abian kepada Mbok Siti. Yang tidak sengaja berpapasan dengan nya saat berjalan menuju ruang keluarga.


" Tuan muda tadi masuk ke ruang kerjanya. "


Tampa bicara lagi kepada Mbok Siti, Leo langsung berjalan tergesa-gesa menuju lift yang berada di dekat tangga, untuk pergi ke lantai atas tempat ruangan kerja Abian berada.


Mbok Siti yang melihat sikap Leo yang terlihat cemas dan berjalan tergesa-gesa, hanya bisa berdiri keheranan. Lalu Mbok Siti kembali mengerjakan pekerjaan nya untuk mengontrol semua asisten rumah tangga yang ada di rumah Abian.


" Bruk. "


Suara pintu terdengar di buka dengan kasar. Tampa permisi, Leo langsung masuk ke dalam ruangan kerja Abian dan mendekati Abian yang sedang duduk di kursi kebesaran nya, sudah rapih dengan piama nya sambil melihat-lihat beberapa berkas yang ada di tangan nya.


Saat mendengar pintu ruangan nya di buka dengan kasar. Terselip sedikit senyuman yang terangkat di sudut bibir Abian. Abian sudah bisa menduga, kalau itu adalah Leo yang saking mencemaskan dirinya, Leo sampai berjalan tergesa-gesa, masuk ke dalam ruangan nya.


" Abian, apa kau tidak apa-apa? "


Masih dengan raut wajah cemasnya itu, Leo berdiri di hadapan Abian langsung melemparkan pertanyaan. Tapi saat melihat Abian yang duduk santai, terlihat seperti baik-baik saja dan seolah tidak terjadi apa-apa. Leo malah merasa keheranan.


" Gimana, apa acaramu dan Selin berjalan dengan lancar? "


Abian masih duduk santai di kursi kebesaran nya sambil melihat-lihat beberapa berkas yang ada di hadapan nya.


" Bi..! " Leo meninggikan suaranya penuh penekanan


" Apa? "


Abian beralih menatap Leo yang berdiri di hadapan nya, masih dengan raut wajah cemasnya itu.


" Kau baik-baik saja 'kan? "


Leo mengulangi pertanyaan nya. Sementara Abian, hanya tersenyum melihat expresi cemas yang di tunjukan oleh Leo.


" Kalian itu sebenarnya kenapa? tidak kau atau Aisyah, kalian menanyakan hal yang sama padaku. Memang nya aku habis kecelakaan dari pesawat apa? sampai kalian harus begitu menghawatirkan aku. " Abian terkekeh sambil menyandarkan punggungnya ke belakang.


Leo pun duduk di kursi yang ada di hadapan meja kerja Abian. Masih menatap Abian dengan wajah cemasnya itu.


" Jangan tatap aku seperti itu. Nanti, kau bisa jatuh cinta padaku. " Abian terkekeh.


" Aku serius Bi, kau benar baik-baik saja 'kan? aku begitu mencemaskan mu. Aku tidak tau kalau Dhafina sudah pulang ke Indonesia." ucap Leo masih menatap Abian.


Terlihat sangat jelas di raut wajah Leo, kalau dirinya begitu mencemaskan Abian dan merasa bersalah, karna tidak bisa mencegah semua ini terjadi.

__ADS_1


Sebagai seorang sekertaris pribadi yang selalu menemani Abian dan bersamanya sejak mereka kecil. Leo sangat hapal betul semua masa lalu kehidupan Abian, termasuk kisah cintanya bersama Dhafina.


" Kau ini, lebay sekali. Aku Baik-baik saja, buktinya aku tidak apa-apa. "


" Tapi aku tau siapa Dhafina. Dia pernah berada di hatimu, aku takut, dengan keberadaan Dhafina di dekatmu, itu bisa menggangu hubungan mu bersama Aisyah. Dan keberadaan Dhafina, bisa saja kembali membuka luka dan kembali memberikan rasa sakit di hatimu. " Leo menjelaskan.


" Sudahlah, aku tidak apa-apa. Kau tidak usah begitu cemas. Aku bukanlah Abian yang dulu, yang hanya bisa melamun merasakan sakit karna cinta. Aku sudah berbeda sekarang. " ucap Abian tegas.


Leo pun tersenyum sambil sedikit tertunduk. Leo tidak menyangka, bahwa Abian terlihat begitu santai dan tenang setelah bertemu dengan Dhafina.


" Aku hanya mencemaskan Aisyah. Aku takut, dengan keberadaan Dhafina di sini, dia bisa menyakiti Aisyah. " raut wajah Abian yang tadinya santai berubah menjadi serius.


" Kau benar. Yang paling bisa di jadikan target di sini adalah Aisyah. Orang-orang yang membencimu atau menginginkan mu, bisa saja beralih menyakiti Aisyah karna mereka tidak mungkin menyentuhmu atau papa Bagas. " Leo menjelaskan.


" Ya, kau benar. Dan aku rasa, sekarang Dhafina sudah tau siapa aku sebenarnya. Tidak mungkin wanita matre seperti Dhafina mau menemuiku begitu saja, aku rasa Dhafina sudah merencanakan sesuatu? " Abian menjelaskan, masih dengan wajah seriusnya.


" Apa Aisyah tau siapa Dhafina? " tanya Leo.


" Tidak, aku masih belum menjelaskan kepada Aisyah siapa Dhafina sebenarnya. Aku juga belum menjelaskan kepada Aisyah tentang masa laluku bersama Devdas, aku menunggu waktu yang tepat."


" Baiklah, aku percaya padamu. Lebih baik kau cepat jelaskan semuanya kepada Aisyah. Sebelum nanti, dia malah mengetahuinya dari orang lain. Dan akhirnya, hanya akan merusak hubungan mu dengan Aisyah." Ucap Leo.


" Cihh.. dasar kau ini. Kenapa kau begitu mencemaskan Aisyah? Aku jadi sedikit cemburu." ucap Abian menyindir Leo.


" Ya, baiklah baiklah. Jika kau merasa begitu, mulai besok, aku akan menggoda Aisyah saja, bukan adikmu Selin." goda Leo tersenyum jahil.Dan Akhirnya mereka pun tertawa bersama.


" Dasar kau..." Abian masih terkekeh.


" Terima kasih. " Abian tersenyum menatap Leo yang terlihat begitu memperdulikan nya.


" Ox. Sudah cukup Drama melow nya. Ini sudah malam, gue harus kembali ke apartemen dulu. " ucap Leo sambil berdiri dari duduknya.


Abian pun tersenyum menatap Leo yang berjalan menjauh meninggalkan ruangannya. Abian terdiam sejenak memikirkan perkataan Leo.


Aisyah... apa jika aku menceritakan semuanya. Apa kau masih akan menerimaku?


Perkataan itu terus berputar di pikiran Abian. Abian menyandarkan kepalanya kebelakang, sambil memikirkan cara untuk menjelaskan semuanya kepada Aisyah.


Setelah beberapa saat berdiam di ruangan kerjanya, Abian kembali ke kamarnya dan mendapati Aisyah sudah tertidur pulas di atas ranjang mewahnya itu.


Abian pun tersenyum, dan ikut merebahkan tubuhnya di samping Aisyah. Sambil memeluk Aisyah erat, di dalam selimut yang menghangatkan tubuh mereka. Tak lama Abian pun ikut tertidur pulas bersama Aisyah.


* * *


Plak..


Sebuah tamparan keras mendarat sempurna di pipi mulus Dhafina. Sampai membuat Dhafina tersungkur ke lantai, pipinya membengkak dan keluar darah segar dari ujung bibir Dhafina.


" Dasar tidak berguna! Percuma aku menyelamatkan perusahaan ayahmu yang hampir bangkrut itu, kalau akhirnya, aku hanya mendapatkan kerugian karna ketidak becusan mu itu. " Devdas berteriak menunjuk Dhafina, sambil berdiri dengan raut wajah marahnya.


Sementara Dhafina, masih tersungkur di lantai sambil meringis kesakitan memegangi wajahnya yang membiru bengkak dan masih mengeluarkan darah segar di ujung bibirnya.

__ADS_1


Devdas berjalan mendekati Dhafina, berjongkok sambil memegangi dagu Dhafina dengan kasar. Tatapan mata Devdas begitu tajam menatap wajah Dhafina.


" Dasar wanita jalang tidak berguna, aku sudah menghabiskan banyak uang untukmu dan keluargamu. Aku pikir kau bisa kembali merayu Abian, dan menghancurkan hubungan Abian dengan Aisyah. Tapi ternyata aku salah, kau hanyalah wanita rendah yang tidak berguna. Dasar wanita kotor. " Devdas menghempaskan dagu Dhafina dengan kasar.


" Kalau aku tidak berguna, kenapa tidak kau saja yang menghancurkan Abian hah? " masih terduduk di lantai, Dhafina berteriak menatap Devdas yang berdiri membelakanginya.


Devdas berjalan dan duduk di sofa yang ada di ruang keluarga di apartemen pribadinya itu. Di temani beberapa Bodiguart berdiri tegas menemani Devdas. Devdas menuangkan Wine ke dalam gelas, memegang gelas yang sudah berisi Wine tersebut. Menyandarkan punggungnya di sofa sambil menatap tajam ke arah Dhafina yang masih tersimpuh di atas lantai.


" Kau benar-benar bodoh, menurutmu, buat apa aku meminjamkan uang untuk ayahmu secara cuma-cuma. Kalau aku tidak mendapatkan apa-apa darimu. " Devdas tersenyum menyeringai sambil meminum Wine yang ada di tangan nya.


" Dasar kau Bajingan, kau Brengsek Dev." Dhafina berdiri " Aku bersumpah, semoga suatu saat kau mati mengenaskan. " Dhafina berdiri sambil memaki Devdas.


Sementara Devdas hanya duduk santai di atas sofa, tampa mendengarkan perkataaan yang keluar dari mulut Dhafina.


" Usir dia dari apartemen ini ." Ucap Devdas memerintahkan para Bodiguart yang menemaninya di ruangan tersebut untuk mengusir Dhafina.


Akhirnya Dhafina di usir paksa keluar dari apartemen itu oleh sala satu Bodiguart Devdas.


" Dasar kau brengsek Dev... " teriak Dhafina.


Devdas raharjo, sengaja mengumpulkan semua informasi tentang Abian. termasuk masalah percintaan nya dengan Dhafina.


Devdas sengaja datang ke Swiss tempat tinggal Dhafina bersama suaminya. Devdas mengetahui kalau hubungan Dhafina bersama suaminya itu sedang tidak baik.


Sampai akhirnya, Devdas berpura-pura tergoda oleh Dhafina dan melakukan hubungan terlarang dengan Dhafina, di belakang suaminya Dhafina.


Dan akhirnya, setelah Dhafina dan Devdas menjalin hubungan. Dhafina di ceraikan oleh suaminya, karna ketahuan selingkuh di belakangnya dengan Devdas. Apalagi, Dhafina memiliki pekerjaan sampingan sebagai wanita panggilan untuk memenuhi kebutuhan sosialnya yang tinggi. Yang membuat Suaminya semakin marah dan nekat menceraikan Dhafina.


Apalagi, tampa di ketahui oleh siapapun, Dhafina sudah tidak sempurna menjadi seorang wanita. Dhafina sudah mengangkat rahimnya melalui jalan oprasi, karna tragedi kecelakaan yang dia alaminya beberapa tahun yang lalu.


Tampa Dhafina ketahui juga, Devdas sengaja memanfaatkan dirinya untuk kepentingan Devdas sendiri. Secara diam-diam, Devdas sengaja menghancurkan perusahaan orang tua Dhafina sampai akhirnya hampir bangkrut.


Di saat itu, Devdas datang ke Bali, menemui orang tua Dhafina sebagai kekasih Dhafina. Berpura-pura menolong kedua orang tua Dhafina seperti pahlawan kesiangan, dengan meminjamkan sejumlah uang yang besar untuk menolong perusahaan orang tua Dhafina yang hampir bangkrut itu.


Dengan surat perjanjian, kalau Anaknya Dhafina harus menjadi istri dari Devdas. Ayah Dhafina menyetujui itu, dan dengan bodohnya menanda tangani surat perjanjian nya dengan Devdas.


Awalnya Dhafina merasa bahagia mendapatkan kekasih kaya raya dan baik seperti Devdas.


Bahkan Dhafina sempat bermimpi akan segera menikah dengan Devdas. Sampai Akhirnya, tampa menikahi Dhafina, Devdas mengungkapkan identitasnya yang sesungguhnya.


Dhafina murka dengan semua kenyataan yang dia ketahui, bahwa dirinya hanya di manfaatkan untuk menghancurkan hubungan Abian bersama istrinya Aisyah.


Dhafina mencoba melawan, namun sia-sia. Devdas adalah laki-laki menyeramkan yang tidak bisa di remehkan, Devdas sering berlaku kasar padanya, bahkan sampai menyuruh para Bodiguartnya untuk meniduri Dhafina secara paksa dan beramai-ramai sambil merekamnya.


Dan karna rekaman itu pula, juga surat perjanjian yang di tanda tangani ayah Dhafina, membuat Dhafina tidak berkutik, dan mau tidak mau harus mengikuti semua keinginan Devdas.


Termasuk keinginan Devdas yang menyuruhnya harus menggoda Abian kembali dan mengancurkan rumah tangga Abian dan Aisyah.


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2