
Tok...tok...tok!!
Seorang anak kecil berlari membuka pintu ketika mendengar seseorang mengetuk pintu rumahnya.
"Assalamualaikum," sapa Selo
"Waalaikum salam Om, mau cari siapa?" tanya Hana dengan ramah
"Mau ketemu Echa, ada gak?" tanya Selo
"Oh Ka Echa, bentar ya Om, Hana panggilkan," jawab Hana
Gadis itu berlari menuju kedalam rumahnya dan beberapa menit kemudian sudah kembali bersama Echa.
"Silahkan masuk Lo," ajak Echa
Selo kemudian masuk dan duduk disebelah Echa.
"Om, mau minum apa?" tanya Hana seperti orang dewasa, membuat Selo jadi gemas melihatnya
"Gak usah repot-repot sayang, Om cuma bentar kok," jawab Selo
"Yaudah kalau gitu aku tinggal ya, kalau haus ambil saja sendiri di kulkas, aku sudah lelah mau istirahat dulu," jawab Hana membuat Selo terkekeh mendengarnya
"Hana lucu ya, kok bisa anak sekecil itu ngomong seperti itu," ucap Selo
"Kebanyakan nonton sinetron dia, lagian maklumin aja umi kan mengandung dia saat usianya sudah empat puluh lima jadi anaknya ya ikutan tua," jawab Echa
Selo merasa lega setelah tahu bahwa Hana adalah adik kandung Echa..
"Oh Hana itu adik kamu toh, kirain anak kamu," celetuk Selo
"Isshh, masa iya sih aku udah punya anak segede itu, lagian pacar aja lom punya, mana bisa punya anak," jawab Echa membuat Selo berbinar-binar karena tahu Echa belum punya pacar.
"Kalau belum punya pacar berarti boleh dong aku deketin kamu," goda Selo
"Gak boleh, karena aku udah punya calon suami," jawab Echa langsung membuat Selo mati kutu
"Oh, kirain...sorry," jawab Selo kecewa
"Iya, pacar memang aku gak punya, tapi kalau calon suami ada, cuma gak tahu dia masih setia apa tidak," ujar Echa
"Harusnya dia setialah, kamu aja setiakan?, masa dia tega ninggalin kamu," Selo berusaha tegar
"Iya, umi bilang dia akan melamar aku Sabtu depan, dan kalau tidak ada halangan umi mau aku nikah bulan depan," tandas Echa berhasil membuat dada Selo serasa sesak mendengarnya.
Ya Allah benar-benar aku tidak ada kesempatan untuk mendekati Echa, lagi. Dia akan dilamar besok dan bulan depan menikah, kenapa sungguh menyakitkan untukku aku, lalu siapa lelaki yang beruntung itu,
"Oh iya, kamu datang kesini ada perlu apa?" tanya Echa
"Eeh, itu...aku cuma mau minta maaf tidak bisa menemui kamu saat akan pergi ke LA," jawab Selo
"Oh itu, lupain aja, gue udah maafin kok, umi udah cerita kalau kamu tuh datang terlambat," tutur Echa
lp
"Yaudah aku pamit ya Cha," ucap Selo
"Lho kok buru-buru, kamu gak mau minum dulu," cegah Echa
"Gak usah repot-repot, Cha. Kan tujuan aku keaoni cuma mau minta maaf, dan lo juga udah maafin, jadi aku boleh pulang kan?" tanya Selo
__ADS_1
"Yaudah, terserah kamu saja, aku minta besok kalau ada waktu dayang ya," ucap Echa seperti petir yang menghantam tubuh Selo
"I...iya kalau sempat ya soalnya akhir-akhir ini aku sangat sibuk," tolak Selo halus
"Pokoknya aku gak mau tahu, kamu harus datang, jangan sampai gak datang titik!" ucap Echa memaksa
"Yaudah Insya Allah, sekarang aku pulang ya, assalamualaikum," Selo segera berjalan meninggalkan rumah itu
Hatinya benar-benar hancur, dan ia sangat sedih hari in. Rasanya ia tidak mau pulang dan ingin sekali melupakan kesedihannya dengan minum minuman beralkohol.
Ia masih berdiri didepan sebuah di sebuah taman kota sembari melihat air mancur dan menikmati suar gemericik air.
"Kamu dimana nak, kok belum pulang?" tanya Amber dalam pesan singkatnya
"Masih di taman umi, bentar lagi aku pulang kok," jawab Selo
Ia kemudian bergegas menuju ke mobilnya dan segera melesat menuju ke rumahnya .
Walaupun aku sedang galau, jangan sampai gue berbuat hal-hal bodoh, atau membuat umi khawatir,
Seko mempercepat laju mobilnya agar cepat sampai ke rumahnya.
"Assalamualaikum," sapa Leo
"Waalaikum salam, kamu dari mana saja sih, kok sampai larut malam gini," jawab Amber
"Maaf mi, tadi aku mampir ke taman dulu, untuk mencerahkan pikiran aku dulu," jawab Selo
"Emangnya Echa ngapain kamu, sampai kamu kusut kaya gini, dia nyakitin kamu lagi?" tanya Amber
"Tidak kok, yaudah kalau gitu aku masuk kamar dulu umi," pamit Selo
"Iya sayang, have a nice dream," jawab Amber
"Assalamualaikum," sapa Bhumi
"Waalaikum salam, kok cepat sekali datangnya, Amar nyampe kapan?" jawab Amber
"Kan semalem tante bareng om Ilham, lagian bukan acara lamarannya pukul sebelas ya, kok belom siap-siap sih," kata Amar
"Maaf Amar, maklumlah Tante kan wanita karir yang sibuk, jari gini deh grasak-grusuk," jawab Amber
"Semuanya udah siap belum Bhu?" tanya Ilham
"Udah siap semuanya, tuh di mobil dah rapi, tinggal cus aja," jawab Bhumi
"Ok, sip,"
"Btw Selo mana kok gak kelihatan?" tanya Amar
"Masih tidur," jawab Amber
"Astaghfirullah, jam sepuluh belum bangun, emangnya gak sholat subuh?" tanya Amar
"Biasa Mar, habis sholat tidur lagi," jawab Amber
"Siapa yang masih tidur, aku dah bangun kok," sahut Selo yang baru keluar dari kamarnya
"Halo bro, apa kabar?" sapa Amar
"Alhamdulillah baik, lo sendiri gimana?" Selo balik bertanya
__ADS_1
"Alhamdulillah baik juga, btw lo mandi sana terus ikut kami buat melamar seseorang," ujar Amar
"Siapa?" tanya Selo
"Kepo, udah lo ikut aja nanti juga tahu," jawab Amar
"Umi ikut?" tanya Selo
"Iya dong, tuh Abi kamu aja sampai jauh-jauh dari Wonosobo mau ikut," jawab Amber
Pasti lamaran Amar, tapi siapa ya yang akan dikamarnya, ahhh ...bodo amatlah.
Dua puluh menit kemudian Selo sudah siap dan segera naik kedalam mobilnya.
"Bismillahirrahmanirrahim, yuk kita jalan?" ajak Ilham
"Ayok,"
Dua mobil itu beriringan berjalan menuju ke rumah Aisyah.
"Lho inikan arah ke rumah Echa, jadi Amar mau melamar Echa??, bukannya Echa surah menolaknya, kenapa ia datang lagi, apa sekarang Echa sudah mau menerima Amar lagi,"
Pikiran Selo sudah tidak karuan memikirkan lamaran Amar, dan ia bertambah sakit karena yang dilamar adalah Echa gadis yang ia cintai.
"Assalamualaikum," sapa Amber yang disambut pelukan hangat Aisyah
"Waalaikum salam, silahkan masuk," jawab Aisyah
"Ya ampun banyak sekali bawaannya," tambah Aisyah
"Lha Amar ikut juga, toh?" tanya Aisyah lagi
"Iya, dia penasaran pengin lihat adeknya dikhitbah katanya," jawab Bhumi
"Oh gitu, btw kamu gimana nak sudah nikah belum?" tanya Aisyah
"Sudah budhe, tapi istri Amar gak bisa ikut karena sedang hamil," jawab Amar membuat Selo semakin bingung
"Ini sebenarnya yang mau melamar Echa siapa sih, aku jadi bingung, sedangkan ka Amar sudah menikah, terus siapa?, masa aku?" tanya Selo bingung
"Ya kamu toh le, buat apa Abi jauh-jauh datang dari Wonosobo ke sini kalau bukan untuk melamar calon istri kamu," jawab Ilham membuat Selo benar-benar tercengang
"Ini beneran kan, bukan mimpi?" tanya Selo sambil menepuk-nepuk pipinya, membuat semua yang ada disana terkekeh melihatnya
"Beneran dong sayang, masa mimpi sih," gida Amber
"Jadi gimana Cha, kamu mau kan jadi ibu dari anak-anakku?" tanya Selo penuh percaya diri
"Aku tidak mau kalau hanya menjadi ibu dari anak-anak kamu," jawaban Echa hampir membuat jantung Selo meledak untuk yang kedua kalinya
"Oh ...maaf Cha aku lupa, kalau kamu sudah punya calon suami," jawab Selo kecewa
"Tapi yang aku mau jadi istri kamu Selo, istri sebagai tempat berbagi suka dan duka dan kelak melahirkan anak-anak buah cinta kita," jawab Echa yang membuat jantung Selo seakan mau lepas dari tempatnya karena sangat bahagia mendengarnya
"Kamu benar-benar jahat Cha, bisa banget mempermainkan perasaanku, rasanya tadi dunia akan runtuh ketika kau menolakku, tapi tiba-tiba kamu membuatku terbang ke langit ke tujuh dengan ucapanmu itu, untung saja aku tidak punya riwayat penyakit jantung, jadi masih bisa hidup sampai saat ini, coba kalau aku jantungan mungkin kamu akan menangis tujuh hari tujuh malam karena kehilangan cowok setampan aku ini," keluh Selo
"Tahlilan kali tujuh hari tujuh malam, tapi kamu suka kan?" goda Echa
"Suka banget, sampai-sampai aku gemes pengin meluk kamu, cubit kamu," jawab Selo yang langsung ditarik oleh Amar saat akan memeluk Echa
"Ingat belum mahrom, sabar...." sergah Amar
__ADS_1
Semuanya tertawa melihat tingkah lucu Selo.