CINTA AISYAH

CINTA AISYAH
Sore Hari


__ADS_3

Hari ini sudah hari ke 3 Aisyah dan Abian menginap di kediaman Pratama.


Dan sore ini Aisyah sudah pulang dari kampus seperti biasa. Setelah selesai mandi Aisyah duduk di depan cermin meja riasnya, menyisir rambut panjang nya itu supaya rapih.


Biasanya jika ke luar kamar Aisyah akan membuat gelungan rambut di kepalanya, atau mengikat rambutnya sedemikian rupa agar tetap rapih di dalam hijabnya. Atau memasukan gelungan rambut itu ke dalam Semok daleman kerudung, agar jika Aisyah menggunakan hijab, rambutnya tetap tertata rapih di dalam hijab nya. Dan tentunya untuk menjaga Auratnya saat di luar kamar atau di luar rumah.


Tapi hari ini setelah pulang dari kampus, Aisyah berniat berdiam diri saja di kamar dengan membiarkan rambutnya terurai. Aisyah berdiri dari duduknya, berjalan ke arah ranjang berniat rebahan santai di atas ranjang sambil bermain dengan ponsel nya.


Setelah Aisyah rapih menyisir rambutnya dan sudah rapih menggunakan sala satu pakean Brend nya, yang sudah tertata rapih di ruang ganti, Aisyah pun naik ke atas ranjang dan tidur terlentang di atas ranjang, sambil membawa ponsel dan Headphone untuk mendengarkan musik.


" Dunia ini memang sudah gila, biasanya aku hanya memakai baju biasa dan murah, nah ini walaupun kelihatan sederhana, baju yang sedang ku pakai sekarang saja, harganya bisa seribu kali lipat dari baju yang biasa ku gunakan. Aku sungguh tidak mengerti, sebenarnya seberapa kaya keluarga pratama? "


Aisyah berbicara sendiri sambil terlentang di atas ranjang, mulai mendengarkan musik dari Headphone yang sudah terpasang di telinganya.


Arti cinta yang sesungguhnya


'Kan kau dapat dari diriku


Meski aku bukanlah lelaki


Yang kau impi-impikan


Bukan kata apalagi harta


Tubuh jiwa pasti untukmu


Yang ku punya sejuta cinta


Yang 'kan membuatmu bahagia


Karna ku tau


Yang kau butuh hanya cinta


Selama jantungku masih berdetak


Selama itu pula engkau miliku


Selama darahku masih mengalir


Cintaku pasti takkan pernah berakhir


Segalanya bisa kau punya


Tapi apa arti hidupmu


Tampa cinta di dalam hati


Pasti hidupmu tak bermakna


Sambutlah aku


Dengar bisikan hatimu


Selama jantungku masih berdetak


Selama itu pula engkau miliku


Selama darahku masih mengalir


Cintaku pasti takkan berakhir


Sambutlah aku


Dengar bisikan hatimu


Selama jantungku masihberdetak

__ADS_1


Selama itu pula engkau miliku


Selama darahku masih mengalir


Cintaku pasti takkan pernah berakhir


Temukanlah


Arti cinta sejati


Di dalam cintaku.


Aisyah terus saja bergumam sendiri mengikuti suara nyanyian yang dia dengar di telinganya, dari atas ranjang dengan keadaan masih terlentang dan memejamkan mata, mendengarkan musik dari Headphone yang masih terpasang di telinga nya.


Aisyah sedang asyik mendengarkan lagu dari sala satu penyanyi terkenal di Indonesia, tampa Aisyah sadari seringai muncul di bibir Abian yang sudah dari tadi berdiri di dekat Aisyah.


Hari ini Abian memutuskan untuk pulang lebih awal dari kantor. Dan betapa terkejutnya Abian saat dirinya masuk kamar, Abian mendapatkan pemandangan indah istrinya Aisyah yang sedang tidur terlentang di atas ranjang, dengan baju sedikit terbuka yang berbeda dari biasanya.


Apalagi saat ini Aisyah sedang asyik mendengarkan lagu dari Headphone dan bergumam mengikuti nyanyian yang dia dengar di Headphone sambil memejamkan mata.


Seringai muncul di bibir Abian dan otak nakal Abian mulai bekerja, Abian mulai melepaskan jas,dasi, ikat pinggang dan melemparnya sembarang arah, lanjut membuka kancing lengan kemeja dan sedikit menggulungnya ke atas dan membuka beberapa kancing kemeja berwana abu-abu itu hingga sedikit terbuka.


Abian tersenyum melihat Aisyah yang dengan santainya, masih asyik mendengarkan musik di atas ranjang masih memejamkan mata, tampa merasa terganggu dengan kehadiran Abian yang sedang berdiri di dekatnya.


Tampa menunggu lama lagi, Abian langsung merangkak naik ke atas tubuh Aisyah, menindih tubuh wanita yang sudah menjadi istrinya itu, menopang tubuhnya dengan kedua tangan nya yang berada di kanan kiri Aisyah.


Aisyah langsung membuka mata merasakan sesuatu yang menindih tubuhnya. Saat membuka mata Aisyah langsung membulatkan matanya terkejut, mendapati Abian suaminya sudah menindih tubuhnya dengan sempurna.


Aisyah mencoba berontak namun gagal karna kedua tangan nya sudah di tahan Abian, begitu juga tubuhnya yang sudah di tindih oleh Abian. Membuat tubuh Aisyah terkunci tidak bisa bergerak, begitu juga pendengaran nya yang masih terhalang oleh Headphone yang masih menempel sempurna di telinganya, membuat Aisyah tidak bisa mendengar apa yang di katakan Abian saat ini.


Aisyah hanya bisa mendengar musik yang terdengar dari Headphone yang masih menempel di telinganya dan hanya bisa mengerjapkan kedua matanya, keheranan dengan sikap Abian yang tiba-tiba menindih tubuhnya dan menahan pergerakan nya.


" Kau nakal, beraninya kau menggoda aa hem.."


Abian berkata di hadapan wajah Aisyah yang ada di bawah kungkungan tubuhnya. Sementara Aisyah hanya bisa mengerjapan kedua matanya, karna sedikitpun Aisyah tidak bisa mendengar perkataan yang di ucapkan Abian.


Abian mencium kening dan kedua pipi Aisyah dan kembali menatap Aisyah yang ada di bawah kungkungan nya. Sementara Aisyah, hanya bisa diam seribu bahasa dengan hanya mengerjapkan kedua matanya seperti tadi.


Aisyah sendiri tidak mampu menolak perlakuan Abian yang di lakukan kepadanya. Aisyah sadar itu sudah menjadi hak Abian sebagai suaminya, Aisyah hanya bisa menutup mata merasakan permainan Abian yang bermain sedikit lama di bibirnya.


Setelah puas dengan bibir Aisyah, Abian kembali menatap wajah cantik Aisyah.


" Apa kau menikmatinya? " tanya Abian.


Aisyah yang di tanya pun hanya bisa mengerjapkan kedua matanya, tidak mengerti akan apa yang di katakan Abian padanya. Karna memang Aisyah masih tidak mendengar apa yang di katakan Abian, dikarnakan Headphone di telinganya belum terlepas.


Melihat expresi lucu Aisyah Abian pun terkekeh. Abian melepaskan kedua genggaman tangan nya dari tangan Aisyah dan melepaskan Headphone yang masih menempel di telinga Aisyah.


" Apa sekarang kau sudah mendengar perkataan aa? " tanya Abian setelah melepas Headphone dari telinga Aisyah dan meletakan nya di samping.


" Iya. "


" Boleh aa melanjutkan nya? " tanya Abian menatap Aisyah.


Aisyah pun mengerutkan keningnya dan mengerjapkan kedua matanya tidak mengerti akan apa yang di maksud Abian.


Dan sikap Aisyah itu berhasil membuat Abian tergoda. Abian pun kembali mendaratkan ciuman nya di bibir mungil Aisyah, Aisyah yang mendapat serangan mendadak dari Abian pun hanya bisa diam dan sedikit mencengkram bahu Abian yang berada di atasnya.


Setelah Abian puas dengan bibir Aisyah, Abian pun melepaskan ciuman nya, membiarkan Aisyah menghirup oksigen untuk mengisi paru-parunya yang kosong akibat ciuman yang mereka lakukan sedikit lama.


Abian tersenyum melihat wajah Aisyah yang memerah seperti tomat matang, karna malu akan perlakuan Abian padanya.


" Ikhh.. Aa ngapain sih pake senyum segala? " Aisyah memukul dada bidang Abian dan memalingkan wajahnya karna malu.


Abian pun terkekeh.


" Kenapa harus malu hem? " bisik Abian di telinga Aisyah yang sukses membuat Aisyah bergidik ngeri.

__ADS_1


" Lihat aa Aisyah. " pinta Abian lembut.


Aisyah pun menuruti perkataan Abian dan memberanikan diri memalingkan kembali wajahnya menatap Abian.


" Sekarang aa mau nanya, apa salah aa melakukan ini sama kamu yang sudah menjadi istri aa? " tanya Abian.


" Tidak. " Aisyah menggeleng pelan.


" Apa salah, jika aa menginginkan dirimu yang sudah Halal untuk aa? " tanya Abian.


" Tidak. "


Ucap Aisyah yang masih menatap wajah Abian yang sangat dekat dengan nya saat ini.


" Sekarang, bolehkah aku yang bertanya? " ucap Aisyah menatap lekat wajah Abian yang sudah menjadi suaminya itu.


" Apa? " Abian mengusap lembut pipi Aisyah.


" Apa aa akan melakukan nya padaku tampa rasa Cinta sama sekali? " tanya Aisyah menatap lekat wajah Abian.


Saat mendengar pertanyaan Aisyah, Abian pun langsung terdiam, menatap Aisyah dengan seribu tanda tanya di benaknya.


" Aku tau aa memang tidak memiliki rasa Cinta untuku, bahkan pernikahan kita pun hanya kehendak orang tua kita. Dan aku juga tau, sebagai suami aa berhak atas diriku sepuas a, tapi apa salah jika aku sebagai istri bertanya kepada aa, apa aa mau melakukan nya denganku tampa ada rasa Cinta sama sekali? " ucap Aisyah menatap wajah Abian.


Aisyah sadar kalau Abian tidak mungki. mencintainya, bahkan sampai saat ini pun, Aisyah belum pernah mendengar Abian mengatakan apapun tentang perasaan nya.


" Apa kau kecewa dengan sikap aa ini? " tanya Abian yang masih belum melepaskan pandangan nya dari Aisyah.


" Maafkan Aisyah a, Aisyah sudah lancang berkata seperti itu, tapi sebagai wanita dan seorang istri, Aisyah menginginkan sebuah jawaban pasti dari aa yang sudah menjadi suamiku, dan aku harap aa mau jujur kepadaku. " ucap Aisyah menatap Abian sendu.


" Aa bisa mengerti itu." ucap Abian menggeser tubuhnya ke samping dan memeluk erat tubuh Aisyah dari samping sambil mengecup puncak kepala Aisyah, dan menjadikan sebelah tangan nya sebagai bantalan untuk Aisyah berbaring.


" Apa jika aa berkata jujur, apa kau masih mau menerima aa? " tanya Abian masih memeluk Aisyah.


" Insaalloh.. "


" Apa jika aa menceritakan semua kehidupan hitam aa, kau masih mau menerima aa sebagai suamimu?" tanya Abian.


" Insaalloh.. aku mencintaimu karna Allah a."


Aisyah memberanikan diri berkata seperti itu, sambil memegang tangan Abian yang masih memeluknya.


Abian yang kaget mendengar perkataan Aisyah langsung menarik tubuh Aisyah menjadi berhadapan dengan nya.


" Apa barusan aa tidak salah dengar? " tanya Abian masih dengan wajah terkejutnya menatap Aisyah.


" Tidak, aa tidak salah dengar. Karna memang aku mencintaimu karna Alloh a, insaalloh aku menerima semua kekurangan aa, asal aa mau berubah menjadi lebih baik sesuai janji aa waktu di taman saat itu. " Aisyah menjelaskan.


" Tapi sejak kapan kau mulai mencintai aa? " tanya Abian mulai penasaran.


" Aku juga tidak tau a, tapi yang jelas aku mulai merasa nyaman berada di dekatmu a, dan aku mulai merasa kangen dan rindu sama aa jika aa lama di kantor, aku rasa aku mulai menyukai aa. " ucap Aisyah dengan polosnya.


Abian pun tersenyum mendengar perkataan polos yang di ucapkan Aisyah, Abian langsung memeluk tubuh Aisyah dengan erat.


" Terima kasih kau sudah mau jujur kepada aa, dan terima kasih kau sudah mau mencintai aa yang memiliki banyak kekurangan ini. Maaf jika aa belum bisa jujur terhadapmu, aa janji suatu saat nanti aa akan menceritakan semua masa lalu aa padamu, dan maaf aa belum bisa sepenuhnya yakin akan perasaan aa terhadapmu, kau mau kan menunggu aa sebentar lagi? " tanya Abian masih memeluk Aisyah.


" Insaalloh aku akan menunggu a. " ucap Aisyah


" Makasih. " ucap Abian sambil mengecup kepala Aisyah yang masih berada di pelukan nya.


Baru saja Abian sadar, hampir saja dirinya melakukan kesalahan yang hampir menyentuh Aisyah lebih jauh lagi sebelum Aisyah benar-benar siap menerimanya. Sementara dirinya sendiri belum yakin sepenuhnya akan perasaan nya pada Aisyah.


Abian bisa saja meminta haknya pada Aisyah sebagai seorang suami. Tapi Abian sadar, kalau Aisyah adalah wanita Baik-baik dan wajar saja jika sebagai seorang istri, Aisyah menanyakan kepastian perasaan dirinya kepada Abian.


Dan Abian merasa bahagia kalau akhirnya Aisyah menyatakan cinta kepadanya. Abian memang mulai mencintai Aisyah, namun entah kenapa, Abian merasa belum benar-benar yakin dengan perasaan nya sendiri. Abian berpikir, kalau jika Abian sudah benar-benar yakin akan perasaan nya, maka Abian akan menyatakan cintanya kepada Aisyah.


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2