
Dering beker di kamarnya membangunkan Seli dari mimpi indahnya, ia segera melirik jam dinding di kamarnya.
"Astaghfirullah sudah jam delapan, bisa telat gue mau nganterin Echa ke Bandara," pemuda itu segera melompat dari ranjangnya dan bergegas ke kamar mandi.
Selesai mandi ia langsung memarahi celana jeansnya dan t-shirt warna dongker dari lemari bajunya, selesai merapikan rambutnya ia langsung berjalan keluar menuju ke garasi mobilnya.
"Sayang kamu gak sarapan dulu?" sapa Amber yang juga bersiap untuk pergi ke kantornya
"Nanti di kantor saja Umi, udah telat ini," jawab Selo
"Yaudah, hati-hati ya, jangan ngebut," jawab Amber
"Siap Mi, assalamualaikum," Selo langsung melesatkan mobilnya meninggalkan rumahnya
Ia segera menuju ke Bandara internasional Soekarno Hatta untuk menemui Echa untuk yang terakhir kalinya.
"Sekarang masuk saja nak, mungkin Selo tidak bisa datang kali," ucap Aisyah memberi semangat kepada Echa yang sedari tadi menunggu kedatangan Selo
Padahal kamu janji akan datang, tapi kenapa sudah jam segini kamu belum sampai,
"Yaudah Umi, Echa berangkat dulu ya, salam buat ayah Hasan sama Ridwan, assalamualaikum," gadis itu mencium tangan Aisyah dan melambaikan tangannya kepada wanita yang melahirkannya itu
"Waalaikum salam, hati-hati nak," jawab Aisyah
"Hosh...hosh..." Selo masih mengatur nafasnya ketika tiba di lobby Bandara, dilihatnya jarum jam tangannya yang menunjukkan pukul Sembilan lebih lima menit.
Ia mengedarkan pandangannya mencari sosok Echa, namun sayangnya tidak menemukannya.
"Sial!!, pasti dia sudah naik pesawat," berkali-kali ia juga menghubungi Echa melalui ponselnya namun sayangnya tidak diangkat oleh Echa
Selo hanya bisa meratapi nasibnya karena tidak bisa bertemu dengan wanita yang ia cintai untuk terakhir kalinya.
"Coba kalau aku tidak telat bangun, pasti aku tahu jawaban Echa, dia menerimaku atau tidak," keluhnya sembari menyandarkan tubuhnya di dinding
Ia berjalan gontai meninggalkan bandara menuju ke parkiran mobil.
"Selo?" sapa Aisyah ramah
"Iya tante, apa Echa sudah terbang?" tanya Selo
"Iya dari jam delapan lebih empat puluh lima menit ia sudang siap-siap terbang, padahal ia tadi nungguin kamu loh," jawab Aisyah
"Iya tante, soalnya kita udah janjian sebelumnya, tapi sayang aku telat jadi gak bisa ketemu dia deh," jawab Selo
"Yaudah kan nanti bisa telepon dia kalau sudah sampai," jawab Aisyah
"Iya tante," jawab Selo
"Yaudah aku pamit tante," pemuda itu berpamitan
***********
__ADS_1
Setibanya di kantor ia juga tidak melihat Amar, karena ruangannya kosong.
"Mulai hari ini sampai empat tahun ke depan kamu yang akan memimpin Sedayu Group, karena Amar juga memilih pulang ke Wonosobo dan mengelola pondok pesantren miliknya," ucap Amber yang datang ke ruangannya bersama Bhumi
"Terus Echa gimana?" tanya Selo
"Dia akan kembali memimpin Sedayu Group, setelah menyelesaikan kuliahnya di Los Angeles," jawab Bhumi
"Setelah dia kembali aku jadi apa?" tanya Celo
"Ya kamu jadi kamu tetap jadi Selo, emangnya kamu mau jadi apa?" jawab Amber
"Bukan itu Umi?, maksudnya posisi di tempat kerja?" Selo memperjelas pertanyaannya
"Kamu akan tetap pada posisi mu sebelumnya, yaitu menjadi seorang tenaga ahli bangunan Sedayu Group," jawab Amber
"Ok," jawab Selo
pemuda itu segera masuk ke ruangannya dan merebahkan tubuhnya di atas sofa.
Ia mencoba menghubungi Echa kembali, namun seperti biasa aja Echa tidak pernah mau angkat teleponnya ataupun membalas pesan singkat darinya.
"Apa mungkin dia menolakku, sehingga ia tidak menjawab teleponku ataupun pesan singkat dariku karena ingin menghindar dariku," pikiran negatifnya membuat ia selalu ingin keluar dari Sedayu Group, dan kembali ke Sidney .
Ia berusaha menutupi kesedihannya dan tidak menceritakannya kepada Amber ibunya.
"Semoga kamu bahagia Cha," ucapnya
Namun sepandai-pandainya menyimpan rahasia, Amber akhirnya mengetahui bahwa putranya mencintai putri Aisyah. Ia mulai merasakan dari perubahan sikap Selo yang kembali tertutup dan tidak lagi ceria. Pemuda itu lebih banyak mengurung diri di kamar dan tidak lagi tertarik dengan sosok wanita. Sungguh bertolak belakang dengan pribadinya yang dulu seorang playboy.
"Baiklah nanti aku bicarakan masalah ini dengan Echa, mungkin anak itu mau mendengarkan aku," ucap Aisyah
"Baik Aish, terima kasih sebelumnya, yaudah aku pamit, kabari aku jika ada kabar dari Echa ," ucap Amber
"Baik, assalamualaikum," Amber kemudian berpamitan dan pergi meninggalkan Aisyah.
**Empat tahun kemudian....
Seorang gadis cantik memakai hijab panjang turun dari sebuah taksi menuju ke Sedayu Group.
"Assalamualaikum," sapanya ramah
"Waalaikumsalam, Ada yang bisa saya bantu?" jawab Selo
"Saya mau ketemu dengan bapak Selo apakah beliau ada?" tanyanya ramah
"Apa anda sudah membuat janji?" tanya Selo
"Belum, tapi aku yakin dia pasti akan menemuiku?" jawabnya penuh percaya diri
"Maaf saya sedang sibuk, jadi sebaiknya Anda membuat janji terlebih dahulu jika ingin bertemu dengan says," jawab Selo pergi meninggalkan gadis itu
__ADS_1
"Kenapa kamu tidak datang ke Bandara, saat aku akan pergi ke LA?" tanya Echa
Seketika Selo menghentikan langkahnya dan menoleh kearah wanita berhijab itu.
"Echa??" tanya sembari menatap intens gadis didepannya
Gadis itu hanya tersenyum dan mengangguk pelan, membuat Selo langsung berlari kearahnya dan berusaha memeluknya, tapi wanita itu langsung menolaknya.
"Maaf kita bukan mahrom jadi dilarang bersentuhan," jawab Echa dengan senyum manisnya
"Maaf aku lupa, kamu sekarang sudah berhijrah ya?" tanya Selo kecewa
Tiba-tiba seorang gadis kecil menghampiri Echa, dan iapun langsung menggendongnya.
"Jadi dia sekarang sudah memiliki anak, berarti ia sudah menikah, Echa benar-benar menolakku,"
Selo segera mengurungkan niatnya untuk menanyakan jawaban Echa atas pinangannya.
"Btw ada apa kamu mencariku?" tanyanya dengan suara berat karena menahan air matanya yang hendak jatuh setelah tahu Echa sudah memiliki anak
"Aku cuma rindu dengan kantor ku, dan juga aku ingin memberitahukan kamu kalau mulai besok aku akan mulai bekerja lagi," jawab Echa
"Oh iya, besok aku akan mengumpulkan semua karyawan untuk menyambutmu," jawab Selo
"Yaudah aku pulang ya, kasian Hana sepertinya sudah lapar, assalamualaikum Selo," Echa segera pergi meninggalkan Selo
Seketika kristal bening membasahi pipinya, dadanya terasa sesak setelah tahu penantiannya selama empat tahun sia-sia.
"Assalamualaikum," sapa Elo ketika tiba dirumahnya
"Waalaikum salam, kenapa kamu pulang larut sekali nak, wajahmu juga kusut sekali, apa kamu kurang sehat?" tanya Amber
"Tidak mi, aku baik-baik saja," jawab Selo yang langsung masuk ke kamarnya
Bukan ibu namanya jika tidak tahu keadaan putranya, Amber mengikuti Selo menuju ke kamarnya.
"Ada apa sayang, cerita sama Umi, mungkin aku bisa bantu menyelesaikan masalah kamu," kata Amber sembari mengelus lembut putranya
Seketika Elo langsung memeluknya erat dan menumpahkan kesedihannya.
"Echa sudah kembali mi, tapi dia sudah memiliki anak, berarti harapan aku untuk bisa menjadi suaminya gagal," jawab Selo sambil terisak
"Hadeeh sejak kapan anak umi jadi cengeng gini, emangnya kamu sudah tanya Echa kalau itu anaknya?" tanya Amber
"Belum sih, tapi wajahnya sangat mirip dengan Echa, jadi aku yakin itu anaknya," jawab Selo
"Besok kamu tanya dia, apa itu anaknya atau bukan," pinta Amber
"Baik mi," Selo segera bangkit dan keluar dari kamarnya
"Kamu mau kemana?" tanya Amber
__ADS_1
"Mau ke rumah Echa mi, aku gak sabar kalau nunggu sampai besok," jawab Selo membuat Amber terkekeh
"Dasar, kids jaman now, suka gak sabaran," jawab Amber